Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 36 "Cerita Vedova Bagian I"


__ADS_3

Saat itu Sebuah misi penaklukan Portal Dimensi Labirin tengah dikerjakan. Terdapat 3 kelompok yang ditunjuk langsung oleh The Controller dan salah satu kelompok itu merupakan kelompok Vedova Distruttore, Groot Zwaard dan Strega Cagna.


Kelompok mereka bertiga diketuai oleh seseorang yang diberi julukan sebagai Jon Sang Penakluk Portal, kelompok mereka sangat dikenal di kota utama, dengan hanya beranggotakan 5 orang, mereka telah banyak menyelesaikan misi penaklukan Portal Dimensi Dungeon.


Saat itu Vedova masih berusia 20 tahun, selain Jon sang pemimpi kelompok dan kedua temannya Groot dan Strega, terdapat 1 orang lagi di kelompoknya, dimana iya adalah saudari kembar dari Vedova bernama Veriva Distruttore dan didalam kelompok, Veriva bertugas sebagai penyembuh.


Tidak terhitung sudah berapa banyak Portal Dimensi Dungeon yang kelompok mereka taklukkan, namun misi mereka kali ini sangatlah berbeda, sebab Portal Dimensi Labirin sangat jauh berbeda dengan Portal Dimensi Dungeon dan tidak hanya itu, Portal Dimensi Labirin yang akan mereka jelajahi tidak diketahui sejak kapan portal itu terbuka.


"Ketua.. kapan kita bergerak, jika kita tidak bergerak sekarang, kedua kelompok itu pasti akan mengambil semua harta yang ada didalam sana" kata Groot Zwaard.


"Sabarlah.. untuk misi kali ini kita tidak boleh gegabah, informasi yang beredar, ada kemungkinan Portal ini sudah terbuka lebih dari 25 tahun" kata Jon sang ketua kelompok.


Berbeda dengan Portal Dimensi Dungeon yang hanya akan terbuka selama 10 hari, Portal Dimensi Labirin akan terbuka selama 30 tahun dan jika Portal tidak ditaklukkan dalam kurun waktu tersebut, maka bos dari Portal Dimensi Labirin akan keluar dan itu akan sangat berbahaya, sebab makhkuk itu akan berukuran sangat besar layaknya Titan.


"Sebenarnya itu bukan masalah, jika saja Strega ada disini kita pasti sudah menutup portal ini" kata Vedova.


"Yah.. Strega itu, ini semua karena dia yang terlalu mengandalkan sihir penghancur nya, bisa-bisanya terkena sihir sendiri" kata Groot menghina Strega.


Sebelum menerima misi ini, kelompok mereka sempat mengalami sedikit kerugian saat membantu mempertahankan kota utama dari serangan Naga Api. Saat itu Strega Cagna menerima cedera yang cukup serius, dimana iya terkena sihirnya sendiri saat mencoba menyerang Naga Api.


***


Ditengah percakapan mereka berempat didepan Portal Dimensi Labirin, tiba-tiba mereka merasakan gempa bumi yang cukup keras. gempa itu bahkan telah membuat tanah disekitar Portal menjadi terbelah.

__ADS_1


Tidak berselang lama gempa itu akhirnya berhenti, namun sesuatu terjadi, dimana itu membuat mereka berempat merasa sangat ketakutan. Portal Dimensi Labirin terlihat retak dan tentu saja mereka berempat mengetahui jika hal tersebut terjadi maka itu berarti Portal Dimensi Labirin akan berubah menjadi Titan.


"Ini sangat berbahaya, ini sudah bukan lagi sesuatu yang bisa kita atasi,.. Semuanya cepat pergi dari sini" kata Jon memberi perintah.


Kesempatan selamat adalah 0,1 persen, ketika retakan portal itu berhenti iya akan mengeluarkan makhluk yang sangat besar dan itu akan menjadi sebuah bencana yang mungkin saja tidak hanya akan membunuh mereka, tapi akan membinasakan benua.


Makhluk dengan tinggi 100 meter telah menampakkan wujudnya, dimana makhluk tersebut memiliki badan layaknya manusia, kakinya pendek seperti kaki babi, tangannya panjang sampai hampir menyentuh punggung kakinya dan kepalanya sama persis dengan kepala babi dengan 1 tanduk di jidatnya.


Ditengah pelarian kelompok Vedova, ketua kelompok kemudian memberikan perintah untuk berhenti. Hal itu sempat mendapat penolakan dari Vedova dan lainnya, namun setelah sang ketua menjelaskan, mereka pun akhirnya mengikuti perintahnya.


"Makhluk itu.. tidak sempurna" kata Jon.


"Apa maksudmu ketua" tanya Vedova.


Mendengar perkataan tersebut, mereka bertiga yang sangat mempercayai Jon sang ketua, tidak memberikan bantahan apapun dan apa yang mereka lakukan selanjutnya adalah, mencoba mengalahkan makhluk itu.


"Dengar.. Jika kita bisa mengalahkan makhluk itu, kita bisa mendapatkan pengaruh yang sangat besar di kota utama, kita bisa pensiun dari pekerjaan kasar ini" kata Jon memberi semangat.


Dari informasi yang diberikan Jon, menurut sejarah makhluk yang keluar dari Portal Dimensi Labirin seharusnya memiliki tinggi tidak kurang dari 200 meter, makhluk tersebut juga dikatakan memiliki kecerdasan setara manusia normal dan aura yang mereka keluarkan sangatlah besar, namun kali ini apa yang ada dihadapan mereka seperti raksasa biasa.


Dengan semua Strategi yang telah disusun, kelompok Vedova mulai melakukan serangan untuk mengalahkan makhluk tersebut.


Jon sang ketua memiliki kelas Warior level 90 di Sistem Jiwa nya dan iya memiliki job Avenger Soldier yang merupakan job langkah dari kelas Warrior. Keunikan yang dimiliki job ini adalah keahlian menggunakan berbagai macam senjata, baik senjata tajam maupun senjata mesin.

__ADS_1


"Ketua kami mengandalkan mu" kata Vedova.


Mengawali serangan dengan menggunakan kemampuan dari Jon sang ketua kelompok, iya lalu mengeluarkan senjata berat berupa sebuah meriam. menembakan meriam tersebut, terlihat peluru besi yang meluncur itu telah dilapisi oleh energi sihir.


Mengenai badan makhluk raksasa, peluru yang ditembakkan tidak hanya meledak, itu juga mengeluarkan api yang membakar tubuh makhluk raksasa, namun makhluk tersebut seolah tidak memperdulikan apa yang menimpa nya dan terlihat iya berjalan menuju kearah kelompok Vedova.


Jon sang ketua yang melihat makhluk raksasa bergerak ke arah mereka, iya terus menembakan meriamnya. Ledakan demi ledakan terus menerus terlihat di sekujur tubuh makhluk tersebut dan ketika makhluk itu sedikit lagi mencapai mereka, tiba-tiba makhluk tersebut jatuh layaknya pohon yang tumbang.


"Bagus ketua.. kalau begitu kami akan maju untuk memastikan kematian makhluk itu" kata Vedova.


Berada di atas tubuh makhluk raksasa, Vedova, Veriva dan Groot mulai mencari titik vital dari makhluk tersebut. Beberapa saat berlalu, Vedova menemukan titik vital makhluk itu berada di tanduknya.


Vedova lalu memukul tanduk makhluk tersebut untuk menghancurkannya, namun beberapa kali mencoba iya tidak mampu menghancurkannya. Groot yang memegang pedang besar kemudian mencoba memotong tanduk itu, namun belum sempat iya melakukannya, tiba-tiba asap keluar dari mulut dan hidung makhluk raksasa itu.


"Kalian berdua jangan sampai menghirup asap ini" teriak Veriva.


Apa yang dikatakan Veriva sudah terlambat untuk diikuti oleh Vedova dan Groot. Mereka berdua kemudian merasakan pusing dan ngantuk secara bersamaan dan tidak lama setelah itu, makhluk raksasa tersebut mulai sadar kembali.


Mereka bertiga yang berada tepat di atas wajah makhluk raksasa mulai kehilangan keseimbangan, Veriva yang berhasil bertahan dari efek asap yang dikeluarkan oleh makhluk raksasa itu, kemudian dengan cepat menggunakan kemampuannya untuk menyadarkan Vedova dan Groot dari pengaruh asap.


Ketika mereka ingin melompat dari wajah makhluk raksasa, Veriva yang malang harus tertangkap oleh lidah makhluk itu yang tiba-tiba memanjang layaknya lidah cicak yang menangkap lalat.


Melihat Saudari kembarnya dilahap oleh makhluk raksasa membuat Vedova sangat marah, iya kemudian dengan gegabah kembali melompat untuk menyerang makhluk tersebut.

__ADS_1


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...


__ADS_2