Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 43 "Kelompok Dark Elf Didalam Forest Long Ears"


__ADS_3

Menghabiskan malam yang begitu indah, tak terasa pagi pun tiba. Tidak banyak persiapan yang Brain lakukan untuk memulai perjalanannya menuju ke Valley of Misfortune dan sekarang iya telah berada di pintu gerbang bagian utara wilayah Himaya.


"Jangan memaksakan dirimu.. berhati-hatilah" kata Daria.


"Brain, apa kau benar-benar tidak ingin ditemani" kata Randalf.


Dilepas dengan semua perkataan yang mengungkapkan rasa kekhawatiran itu, membuat Brain merasa terharu. Selama iya mendapatkan Sistem Jiwa nya, Brain baru pertama kali ini mendapatkan perhatian dari orang banyak seperti itu.


"Aku akan berusaha untuk menyelesaikan urusanku secepatnya.. kalau begitu aku pergi dulu"


Memberikan keyakinan kepada mereka yang melepas kepergiannya, Brain dengan gagah memulai perjalanannya menuju utara tepatnya wilayah Valley of Misfortune untuk melihat kemungkinan bisakah iya menghentikan jarum jam yang terus berjalan mundur menunjukkan waktu kematiannya.


***


Perjalanan menuju wilayah Valley of Misfortune membutuhkan waktu setidaknya 3 hari dan waktu yang menunjukkan kematian Brain tersisa 5 hari 17 jam lagi. Sebelum memasuki wilayah Valley of Misfortune, Brain harus melewati wilayah yang disebut sebagai Forest Long Ears, wilayah ini dihuni oleh ras Dark Elf yang dikatakan sangat gemar mencuri.


Satu hari perjalanan, akhirnya Brain akan memasuki Forest Long Ears, dengan semua pengalamannya saat berada bersama kelompok Jerome, dimana iya yang sempat menjadi pemantau untuk mengamankan daerah sekitar goa perlindungan didalam hutan Pinusi, membuat Brain tidak merasa khawatir berjalan didalam hutan.


Setidaknya dibutuhkan 1 hari full untuk melewati Forest Long Ears, namun karena Brain sudah terbiasa dalam menjelajahi hutan, iya hanya membutuhkan waktu setengah hari saja. Pepohonan tinggi yang begitu lebat membuat keadaan didalam Forest Long Ears terasa begitu lembab, cahaya matahari yang tertahan rimbunnya pepohonan membuat keadaan didalam hutan tersebut seolah berada di dunia lain.


Ditengah perjalanan sepi itu, Brain yang terus mengaktifkan kemampuan pendeteksiannya, tiba-tiba merasakan jika iya sedang di awasi. Menyadari hal tersebut, tidak membuat Brain menghentikan langkahnya, iya tersu melanjutkan perjalanannya.


Sepertinya aku harus melakukan sesuatu.. keberadaan mereka semakin bertambah.


Memikirkan hal tersebut, Brain yang tidak ingin membuang-buang waktu langsung menggunakan sihir level 41 Dooddragend Rooklichaam untuk melumpuhkan semua sosok yang mengawasinya.


Tubuhnya yang berubah menjadi asap, menyebar ke segala arah hingga radius 50 meter dan hal itu telah membuat semua sosok yang mengawasinya akhirnya menampakkan wujudnya.

__ADS_1


Makhluk-makhluk ini, sepertinya memiliki level di atas 40.


Melihat 8 Dark Elf yang terjatuh dari atas pohon, Brain kemudian mencoba mendekati salah satu dari mereka. Namun belum sempat iya mendekati salah satu Dari Dark Elf itu, sebuah anak panah meluncur menghentikan langkah kakinya.


"Sihir ini.. kau.. apa kau anak buah monster sialan itu" kata seorang Dark Elf perempuan yang telah berada di hadapan Brain sambil bersiap melepaskan anak panahnya.


Setelah tuduhan itu di ucapkan, 2 orang Dark Elf perempuan kemudian juga muncul disana dan salah satu dari kedua Dark Elf itu menggunakan sihir penyembuh untuk menyadarkan teman-temannya yang terkena efek dari sihir yang sebelumnya Brain gunakan.


"Kak Lesteen berhati-hatilah.. manusia ini, memiliki aura sihir yang lebih kuat dari monster itu" kata Dark Elf yang menggunakan sihir penyembuh.


"Lesdrie.. apa kau yakin dengan ucapan mu" kata Dark Elf perempuan yang terlihat memiliki tubuh besar tinggi.


"Maaf kak Lestwee.. tapi mataku tidak bisa dibohongi" kata Dark Elf penyembuh lagi.


Melihat ketiga Dark Elf perempuan yang muncul, Brain yang terkepung hanya bisa diam sambil mengamati situasinya.


Tidak ingin melakukan pertempuran yang sia-sia, Brain lalau mengangkat kedua tangannya, menunjukkan jika iya tidak ingin melakukan perlawanan.


"Namaku Brain Righet.. aku hanya ingin melewati tempat ini dengan damai, tolong biarkan aku melewati hutan ini"


Dark Elf yang bernama Lesdrie yang sedang mencoba berusaha menyadarkan rekan-rekannya lalu mengatakan jika iya tidak bisa menyadarkan mereka.


"Apa yang kau lakukan terhadap teman-temanku.. jika kau ingin lewat, sadarkan mereka dulu" kata Dark Elf Lesteen.


Mendengar permintaan tersebut, Brain lalu menggunakan sihirnya dan menarik kembali efek yang telah iya timbulkan dari penggunaan sihir sebelumnya.


"Aku sudah menuruti permintaan kalian, sekarang biarkan aku lewat"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut, Brain langsung melanjutkan perjalanannya. Melewati para Dark Elf yang terus memelototinya, Brain tidak memperdulikannya.


"Hey manusia tunggu.. apa kau tidak salah arah, jika kau sayang nyawamu, sebaiknya kau kembali" kata Dark Elf Lesteen.


Lokasi Brain saat ini dimana iya dicegat oleh sekolompok Dark Elf, hampir melewati hutan Forest Long Ears. Setelah melewati hutan ini, Brain akan langsung masuk kedalam wilayah Valley of Misfortune.


"Aku yakin tujuanku sudah benar.. terimakasih sudah memperingatkan ku" kata Brain.


Mengatakan hal tersebut, Brain baru menyadari jika sekelompok Dark Elf yang ada disana terlihat seperti sekelompok orang yang sedang menuju ke medan pertempuran. Armor pelindung yang mereka kenakan dan senjata panah dan tombak yang mereka bawah terlihat seperti sudah disiapkan untuk melakukan pertempuran.


Penasaran, Brain lalu mencoba melihat informasi status mereka, namun belum sempat iya melihatnya, sekelompok Dark Elf lain datang menghampiri mereka dan kelompok Dark Elf yang datang kali ini terlihat lebih banyak.


"Lesteen.. apa yang terjadi, bukankah perintahnya hanya untuk mempersiapkan lokasi" kata Dark Elf laki-laki yang terlihat cukup tangguh. "Manusia.. kenapa ada manusia disini" sambungnya.


Melihat situasi tersebut membuat Brain sedikit penasaran tentang tujuan para Dark Elf berkumpul sebanyak ini. Sebenarnya Brain sudah sedikit mengetahui tentang beberapa ras yang ada didunia ini, semua itu iya ketahui saat masih berada di distrik buangan atau sebelum Brain mendapatkan Sistem Jiwa nya.


Tenang Elf dan Dark Elf, apa yang Brain ketahui hanya sebatas cara hidup mereka yang tertutup dan sangat sulit untuk dijumpai. Mengingat semua itu dan melihat kenyataan yang ada dihadapannya, membuat Brain yang juga ingin mempelajari dunia ini sedikit termotivasi untuk mempelajari lebih jauh mengenai Ras yang saat ini iya temui.


"Aura ini.. kau, anak buah Jenglord" kata Dark Elf laki-laki.


Menghunuskan pedangnya, Dark Elf laki-laki itu kemudian bersiap untuk menyerang Brain. Tindakan Dark Elf laki-laki itu juga diikuti oleh kelompok Dark Elf yang mengikutinya.


"Tenanglah tuan Zijoor.. manusia itu bukanlah seperti yang kau kira" teriak Lesdrie.


Ditengah ketegangan tersebut, Brain yang mendengarkan nama Jenglord disebutkan lalu mencoba untuk memenangkan suasananya, Brain lalu menjelaskan tujuan sebenarnya kenapa iya berada disini.


Kelompok Dark Elf juga memberitahukan ke Brain tentang tujuan mereka dan setelah mereka berbagai informasi, akhirnya dapat diketahui jika Brain dan kelompok Dark Elf sama-sama ingin mengalahkan makhluk yang bernama Jenglord.

__ADS_1


...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...


__ADS_2