Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 31 "Pertarungan Di Distrik Satu"


__ADS_3

Randalf Potter memilki Sistem Jiwa dengan kelas Mage level 60, dengan Job Pyromancer. Selain sihir api, Randalf juga dapat menggunakan sihir dengan elemen cahaya dan karena hal itu, Randalf mendapatkan julukan sebagai penyihir Api Suci.


Melawan Strega Cagna yang juga merupakan seorang dengan kelas Mage, membuat pertarungan mereka terlihat begitu brutal, dimana kerusakan yang ditimbulkan oleh kekuatan mereka telah menghancurkan distrik 1.


Randalf tidak bertarung sendiri, iya juga dibantu Layla. Sistem Jiwa Layla memiliki kelas Cleric level 60 dan job'nya sebagai Saint. Layla memiliki keahlian khusus dalam teknik Buff dan Healer, selain itu iya juga dapat menggunakan sihir suci.


"Ku aku kalian memang pasangan yang serasi, kemampuan kalian berdua memang cocok untuk dikombinasikan, tapi itu tidak akan berguna jika dalam pertarungan jarak dekat" kata Strega Cagna, kemudian mensumon makhluk yang dikenal dengan nama Minotaur.


Memberikan perintahnya, Minotaur kemudian dengan cepat bergerak menuju ketempat Randalf dan Layla. Menggunakan senjata berupa kapak yang berukuran besar, Minotaur mulai melakukan serangannya.


"Kekuatan monster ini besar sekali" kata Randalf.


Randalf dan Layla hanya bisa bertahan dari serangan Minotaur, disibukkan dengan semua serangan itu, Strega terlihat tengah bersiap menggunakan sihirnya lagi.


"Biar aku saja yang menghalang Monster ini, berhati-hatilah.. perempuan gila itu akan melakukan sesuatu" kata Layla.


Dalam keadaan terdesak itu, Daria yang telah selesai menyelamatkan para warga, kemudian datang untuk membantu. Mengaktifkan Holy Maiden Warrior, Daria berhasil membuat Minotaur mundur.


"Serahkan monster ini padaku, kalian berdua fokuslah untuk mengalahkan perempuan itu" kata Daria.


Sesaat setelah perkataan tersebut, Strega Cagna kemudian kembali menggunakan sihir penghancur nya. Kali ini Strega menggunakan sihir petir yang iya targetkan ke Randalf dan Layla.


"Light Magic. Reversing Light Mirror" Randalf merapalkan mantra sihirnya.


Hampir saja sihir petir itu mengenai mereka berdua, sihir yang digunakan Randalf merupakan sihir yang sama seperti yang iya gunakan saat Strega menggunakan sihir meteornya (Cpt. 29).


"Untuk menahan serangan sihir seperti ini, aku sudah tidak bisa lagi.." kata Randalf.


"Kalau begitu pilihan kita tinggal satu, menyerang dengan semua kekuatan kita" kata Layla.


***


Pertarungan jarak dekat antara Daria melawan monster Minotaur terlihat begitu intens. Ayunan kapak Minotaur beradu dengan pedang dan tameng Daria, semua benturan itu terlihat mengeluarkan percikan api.

__ADS_1


Aku pasti bisa mengalahkan monster ini, aku tidak akan menjadi beban untuk mereka.


Setelah memikirkan hal tersebut, Daria lalu melompat kebelakang untuk mengambil jarak dari Minotaur.


"Paladin Skill. Liberation Holy Sword"


Terlihat pedang Daria telah dilapisi oleh energi berwarna putih dan pedang tersebut seakan menjadi lebih besar.


Daria yang begitu yakin dengan kekuatannya, kembali menyerang Minotaur. Kali ini serangan yang dilancarkan Daria mampu membuat Minotaur mendapatkan luka dan hal tersebut membuat Daria semakin percaya diri.


Sial.. regenerasinya cukup merepotkan.


Mengatakan hal tersebut didalam hatinya, Daria juga menyadari jika senjata kapak Minotaur terlihat membesar.


Ini tidak berhasil, tidak ada pilihan lain, aku harus menggunakan itu.


Setelah memikirkan hal tersebut, kembali Daria mengambil jarak, iya lalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


"Armor Goddess of War"


Waktuku hanya 5 menit, aku harus mengalahkan monster ini secepatnya.


Memikirkan itu, Daria kemudian kembali menyerang Minotaur. Semua serangan yang dilesakkan Daria, sekarang telah bertambah kuat 10 kali lipat dari sebelumnya. Regenerasi Minotaur kini tidak lagi berguna, sebab serangan yang dilancarkan Daria tidak hanya kuat tapi itu juga sangat cepat.


"Paladin Skill. Soul Purification Slash"


Menggunakan skillnya, Daria akhirnya berhasil mengalahkan monster Minotaur dengan cara membelahnya menjadi 2. Setelah memastikan kematian monster tersebut, Daria yang kehabisan tenaga kemudian jatuh pingsan.


***


Ditempat lain terlihat kelompok Hendry yang sedang menuju ke pintu gerbang distrik central dihadang oleh 2 makhluk summon dari Strega Cagna.


Melakukan serangan dari udara, semburan api dan semburan es terus dilancarkan oleh kedua makhluk tersebut yang dikenal sebagai Alkonost. Beberapa orang dari pasukan pembebasan telah tewas akibat serangan tersebut.

__ADS_1


Didalam kelompok Hendry, tidak ada satupun dari mereka yang bisa menggunakan skill terbang dan serangan-serangan balasan yang mereka lakukan dapat dengan mudah dihindari kedua makhluk tersebut.


Disini Brain masih menggunakan kelas Fighter nya, iya lalu memikirkan cara untuk bisa menghadapi kedua makhluk itu sendirian. Sebenarnya sangat mudah untuk Brain mengalahkan kedua makhluk tersebut, namun Brain masih tetap pada pendiriannya untuk menyembunyikan semua kemampuan dan kekuatan yang iya miliki.


Ditengah kebingungan, Simi sang Sistem kemudian memberikan masukan untuk menggunakan item magic Necklace Adelaar yang iya dapat dari pertarungannya melawan Groot Zwaard (Cpt. 20).


"Hendry, biar aku saja yang menghadapi kedua makhluk itu" teriak Brain kemudian mengenakan item magic Necklace Adelaar dan setelah mengenakan item tersebut Brain langsung bisa melayang dan terbang.


Mendengar dan melihat hal tersebut, tanpa meragukan keputusan Brain, iya langsung memerintahkan semua anggotanya untuk segera pergi dan menuju ke pintu gerbang distrik central.


"Akhirnya" kata Brain yang telah memastikan semua orang telah pergi meninggalkannya.


Pertarungan Brain melawan 2 Alkonost pun dimulai. Terlihat kedua makhluk tersebut terus menyerang dengan melakukan gerakan kombinasi, tidak hanya menggunakan sihir api dan es, makhluk tersebut juga mampu bertarung jarak dekat.


(Informasi. Berhati-hatilah terhadap keahlian pemikat dari Alkonost)


Mendengar informasi itu dari Simi, Brain butuh beberapa saat untuk bisa memahaminya dan itu iya sadari setelah melihat wajah kedua makhluk tersebut dari jarak yang cukup dekat.


"Wajah mereka memang terlihat cantik, tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan itu" kata Brain kemudian mengganti gaya bertarungnya dan "Curse Magic. Cage of Lust's curse" lanjut Brain mengaktifkan sihirnya.


Sebelum mengaktifkan sihirnya, Brain terlebih dahulu menggiring kedua makhluk tersebut untuk saling berdekatan dan dengan itu Brain berhasil menangkap kedua makhluk itu hanya dengan menggunakan satu sihir.


"Sekali jerat 2 burung langsung tertangkap" kata Brain.


Curse Magic Cage of Lust's curse sudah beberapa kali Brian gunakan, dimana sihir ini akan mengurang targetnya didalam sangkar burung dan membuat target yang terkena sihir ini akan kehilangan semua nafsunya.


"Sayang sekali untuk membunuhnya, hey Simi apakah sihir yang aku gunakan ke Mooi bisa ku gunakan ke mereka"


(Menjawab. Kedua makhluk tersebut memiliki item magic pengikat jiwa. Dengan kata lain anda tidak dapat menggunakan Curse Magic Memory Erase)


Mendengar informasi itu, Brain kemudian melihat kedua makhluk tersebut mengenakan kalung yang terbuat dari besi yang tebal.


"Jadi begitu yah, tapi aku penasaran, kenapa Mooi tidak diberikan item yang sama"

__ADS_1


Brain kemudian membuat sihirnya menghilang bersama dengan kedua makhluk summon tersebut dan tiba-tiba suara ledakan sihir mengagetkannya dan itu bersumber dari lokasi pertarungan Randalf, Layla dan Daria melawan Strega Cagna.


...---SistemJiwaTerkutuk---...


__ADS_2