
Ledakan besar yang terjadi di distrik 4 telah memporak-porandakan distrik tersebut. terlihat bekas ledakan itu membentuk lubang seperti kubah besar ditanah.
"Dengan ini, aku bisa kembali ke kota utama" kata Strega Cagna yang berada di atas langit distrik 4.
Setelah mengatakan hal tersebut, Strega kemudian menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi ada tidaknya kehidupan yang tersisa di tempat tersebut.
"Ternyata masih ada 2 orang yang tersisa" kata Strega yang menyadari keberadaan Brain dan Daria.
Strega yang telah mengeluarkan setengah dari energi sihirnya memutuskan untuk mengahabisi Brain dan Daria dengan menggunakan makhluk summon.
"Datanglah kau Ratu Penyihir Terkutuk" kata Strega yang masih berada di langit distrik 4.
Setelah Strega mengatakan hal tersebut, didepannya muncul pola sihir berwarna biru, kemudian dari pola sihir itu muncullah sebuah kurungan penjara yang berukuran 1 meter persegi. Melihat kurungan itu, Strega terlihat merasa jijik dengan apa yang ada didalamnya.
"Kau, dasar penyihir sial, lepaskan aku, pertarungan kita belum selesai" kata makhluk yang berada didalam kurungan penjara.
Mendengar itu Strega menjadi sangat kesal, iya kemudian mengeluarkan sihir petir ke arah kurungan tersebut dan hal itu membuat makhluk yang berada didalam kurang itu teriak kesakitan.
"Hey kau makhluk busuk, bersyukurlah kau tidak terlalu lama berada didalam kendaliku, sekarang ku perintahkan kau untuk mengahabisi semua kehidupan yang tersisa di tempat ini dan setelah itu pergilah sejauh yang kau bisa dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapan ku" kata Strega.
Setelah perkataan itu, kurungan tersebut kemudian menghilang dan menyisakan makhluk yang terlihat memiliki wajah yang buruk rupa.
"Perintah anda diterima" kata makhkuk tersebut yang terlihat matanya berubah menjadi putih, setelah itu iya pun pergi untuk melaksanakan perintah yang telah diberikan oleh Strega.
Melihat makhluk itu terbang dan pergi, Strega yang sudah merasa ngantuk kemudian kembali ke distrik central.
***
Melihat kondisi distrik 4 yang hancur, Brain dan Daria yang masih berdiri di depan pintu gerbang distrik terlihat sangat terkejut.
"Apa yang terjadi, siapa yang melakukan ini" kata Daria tidak percaya dengan apa yang iya lihat.
Brain yang berdiri di samping Daria, kemudian menggunakan kemampuan pendeteksi nya. Di atas langit iya merasakan 2 hawa keberadaan yang sangat kuat dan serangan sihir tiba-tiba meluncur ke arah Brain dan Daria.
Dengan cepat Brain melompat ke arah Daria untuk menyelamatkan diri dari serangan dadakan tersebut dan terlihat ditempat mereka sebelumnya api telah muncul disana.
"Jangan jauh-jauh dariku, makhluk ini sangat kuat" kata Brain.
"Makhluk apa itu" kata Daria.
__ADS_1
Ratu Penyihir Terkutuk memiliki penampilan layaknya wanita dewasa dengan tubuhnya yang seperti seorang model, memakai gaun berwarna putih yang terlihat noda merah darah menghiasi gaunnya, rambut panjang berwarna hitam dan wajahnya terlihat sangat buruk rupa.
Melihat makhluk yang telah berada didepannya, Brain kemudian mencoba melihat status dari makhluk tersebut.
[Ratu Penyihir Terkutuk. - Level : Tidak diketahui]
Mengetahui status makhluk tersebut, Brain kemudian menanyakan ke Simi sang Sistem apakah makhluk ini termasuk dalam syarat untuk evolusi Title Jiwa nya.
(Menjawab. Ratu Penyihir Terkutuk memiliki energi kutukan yang bukan berasal dari energinya sendiri)
Apa maksudmu Simi
(Menjawab. Energi kutukan yang menyelimuti tubuhnya kemungkinan disebabkan karena kekuatan seseorang yang telah mengutuknya)
Lalu bagaimana, apakah dia termaksud syarat untuk evolusi.
(Menjawab. Tidak. Namun kemungkinan anda akan mendapatkan petunjuk setelah mengalahkan makhluk tersebut)
Setelah mengetahui semua informasi itu, Brain kemudian menjadi sangat percaya diri. Walaupun makhluk didepannya terlihat sangat kuat dan terus mengeluarkan aura energi yang sangat besar, itu tidak membuatnya gentar.
"Tolong jangan beritahu hal ini kepada siapa-siapa" kata Brain yang berdiri didepan Daria.
"Apa maksudmu Brain, kau jangan bertindak bodoh" kata Daria.
"Tenanglah, aku tidak akan kalah dari makhluk itu, tapi tolong apa yang kau lihat nanti, jangan ceritakan ke siapapun"
Setelah Brain mengatakan hal tersebut, Makhluk itu kemudian kembali menyerang menggunakan sihir api, namun kali ini serangan tersebut terlihat lebih besar daripada serangan sebelumnya.
Degan cepat Brain menumbuhkan sayap kelelawar di punggungnya dan terlihat sayap kelelawar itu melebar dengan cukup besar kemudian Brain berbalik kebelakang lalu memeluk Daria dan hal itu bersamaan dengan sayap kelelawar membungkus mereka berdua untuk berlindung dari serangan sihir api.
Setelah serangan sihir api itu selesai, Brain kemudian terbang sambil membawa Daria untuk menjauh dari tempat itu.
"Siapa kau sebenarnya" tanya Daria yang disini mereka telah berada cukup jauh dari makhluk tersebut.
"Aku akan menjelaskan semuanya nanti, tapi tolong jangan ceritakan semua ini ke pada siapapun" kata Brain.
"Aku tidak akan menceritakan apa yang aku lihat disini kepada orang lain, tapi kau harus berjanji, kau harus bisa selamat dan hidup" kata Daria.
Setelah percakapan itu, Brain kemudian kembali menunju ke arah makhluk itu dan pertarungan Brain melawan makhluk summon dari Strega Cagna pun dimulai.
__ADS_1
***
"Curse Magic. Cage of Lust's curse"
Sihir level 60 yang digunakan oleh Brain membuat makhluk itu kembali masuk kedalam kurungan, namun kali ini kurang itu berbentuk seperti sangkar burung dengan efeknya yang ditimbulkan adalah target yang terkurung akan kehilangan nafsunya untuk hidup.
(Informasi. Sebisa mungkin untuk tidak membunuhnya)
Mendengar informasi tersebut Brain yang melihat makhluk itu masih bisa bergerak kemudian berniat menggunakan sihir lainnya, namun hal itu tidak terjadi sebab makhluk itu bisa menghancurkan sangkar burung yang telah mengurungnya.
"Bagaiman caranya mengalahkan makhluk ini tanpa harus membunuhnya" kata Brain.
Mengatakan hal tersebut, makhluk itu kembali menyerang Brain dengan menggunakan beberapa sihir dan bersamaan dengan itu Simi sang Sistem memberikan arahan untuk mengalahkan makhluk itu.
"Hair Magic. Predatory Hair"
Mengaktifkan sihirnya, terlihat rambut makhluk itu tumbuh dan berubah layaknya ular, kemudian melilit Brain hingga membuatnya tidak dapat bergerak.
Setelah Brain berhasil ditangkap, makhluk itu kemudian berjalan mendekat dan terlihat tangan kanannya berubah menjadi rambut kemudian membentuk layaknya sebuah mata tombak.
Jarak Brain dan makhluk itu sekarang telah sangat dekat kemudian makhluk itu bersiap menusuk Brain dengan menggunakan tangan kanannya yang telah berubah, namun sesat sebelum Brain terkena serangannya, Brain kemudian mengaktifkan sihir level 88 miliknya.
***
Ditempat lain tepatnya di distrik central wilayah Himaya. Terlihat Strega yang baru saja sampai telah ditunggu oleh Vedova.
"Bagaimana, apa kau sudah membereskan para pengangguran itu" tanya Vedova.
Bersamaan dengan pertanyaan itu, Strega kemudian menyadari jika Ratu Penyihir Terkutuk yang iya perintahkan untuk menghabisi sisa-sisa dari pasukan pembebasan, hawa keberadaannya perlahan mulai menjauh.
"Sudah selesai, para pengangguran yang berada di distrik 4 sudah dibereskan" kata Strega sambil berjalan melewati Vedova.
"Lalu, kapan kau akan pergi" tanya Vedova lagi.
"Tenang saja, setelah aku membereskan semua penelitian ku di asosiasi Researcher aku akan segera pergi dari sini" Kata Strega.
"Padahal aku sangat berharap kau tinggal disini bersamaku, mungkin saja kita bisa membuat hubungan yang lebih jauh lagi sebagai seorang raja dan ratu" kata Vedova.
"Huuuh.. Jagan bermimpi, nikmati saja wilayah ini sendirian"
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Strega Cagna lalu pergi meninggalkan Vedova yang patah hati.
...----------------...