
Mempersiapkan diri untuk perjalan baru, tanpa membuang waktu, Brain yang telah selesai berdiskusi dengan Randalf dan Benjamin, memutuskan untuk masuk kedalam Portal Dimensi Harta miliknya.
Didalam sana Brain kembali dibuat terkejut setelah melihat perubahan yang terjadi didalam Portal Dimensi Harta, jika sebelumnya, saat memasuk portal Brain langsung berada didalam sebuah ruangan, kali ini disana Brain berada didepan sebuah istana yang terbilang cukup besar.
"Simi.. Apa maksudnya ini"
(Menjawab. Portal Dimensi Harta tidak memiliki batasan untuk berkembang. Semua itu terjadi setelah anda menempatkan makhluk hidup didalamnya dan perkembangan yang terjadi akan mengambil energi sihir milik anda)
Mendengar hal tersebut membuat Brain akhirnya menyadari alasan kenapa selama ini iya bisa tiba-tiba merasa lelah, seolah tenaga dan energi sihirnya telah terkuras secara misterius.
"Jadi perubahan didalam sini dilakukan oleh Mooi dengan menggunakan energi sihir ku"
(Menjawab. Benar sekali)
"Begitu yah.. ngomong-ngomong, Simi.. kenapa kau baru memberitahukan hal sepenting ini sekarang" kata Brain kecewa.
(Menjawab. Anda tidak pernah bertanya tentang hal ini)
Mendengar perkataan tersebut membuat Brain menjadi stres, iya berpikir jika selama ini iya hanya beruntung saja bisa selamat dari beberapa peristiwa yang beresiko tinggi. Ketidaktahuannya tentang kemampuannya sendiri dan semua rahasia yang ada dunia ini, membuatnya kembali berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan terus memantau semua yang ada disekitarnya.
"Begini yah Simi atau Harits siapa lah itu.. untuk sekarang kalau bisa, jika sesuatu hal itu menyangkut nyawaku, tolong beritahu aku secepatnya"
(Menjawab. Perintah diterima)
Ditengah percakapan tersebut, pintu gerbang istana didalam Portal Dimensi Harta kemudian terbuka, dari sana Mooi keluar dan berjalan menuju ke arah Brain.
Makhluk ini, hanya dalam waktu beberapa hari saja, iya sudah membuat tempat sebesar ini.. seberapa banyak energi sihirku yang iya gunakan untuk membuat tempat ini.. sialan.
Mooi yang berjalan ke arah Brain terlihat menunjukkan wajah yang penuh kebahagiaan. Iya berfikir jika Brain akan memujinya karena telah membuat Portal Dimensi Harta menjadi lebih mewah.
"Tuan.. selamat datang, maafkan aku tuan.. sebenarnya saat tuan tadi memanggilku keluar, aku ingin memberitahukan kepada tuan tentang keadaan didalam sini" kata Mooi.
__ADS_1
"Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tambahkan disini, tapi karena tuan sudah disini, aku harap tuan bisa senang dengan penampilan Portal saat ini" kata Mooi menambahkan.
"Mooi.. apakah kau tahu berapa biaya untuk membuat semua ini"
"Maaf tuan.. aku tidak paham"
"Dengar yah.. untuk sekarang jangan pernah lagi melakukan sesuatu didalam portal ini tanpa persetujuan ku"
"Apakah tuan tidak menyukai perubahan yang aku lakukan ini"
"Mooi.. asal kau tahu saja, dengan kau melakukan semua ini, energi sihirku terkuras cukup banyak"
Mendengar hal tersebut, Mooi langsung meminta maaf. Iya yang sebelumnya terlihat bahagia sekarang menjadi sangat ketakutan, Mooi takut jika Brain mengusirnya dari tempat ini.
Setelah memberikan beberapa nasihatnya, Brain dan Mooi kemudian masuk kedalam istana yang berada didalam Portal Dimensi Harta.
Walaupun wilayah didalam Portal Dimensi Harta sekarang terlihat sangat luas, namun hal itu hanya sebatas ilusi semata, dimana jika berjalan terlalu jauh dari istana yang menjadi pusat portal, maka kita akan mendapati adanya sebuah penghalang disana. Luas wilayah Portal Dimensi Harta sekarang telah menjadi 1000 meter persegi.
Semua perubahan yang dilakukan Mooi didalam Portal iya ambil berdasarkan ingatannya saat masih berada di dunianya sendiri dan istana yang iya buat mengikuti istana tempat tinggalnya dahulu, Itulah sebabnya Mooi sangat senang tinggal didalam Portal Dimensi Harta.
Mooi lalu menunjukkan beberapa ruangan didalam sana, iya kemudian menyarankan Brain untuk memilih salah satu ruangan tersebut untuk dijadikan kamarnya. Menghabiskan beberapa waktu mengelilingi istana itu, Brain hampir lupa dengan tujuan sebenernya masuk kedalam Portal Dimensi Harta.
"Hey Mooi.. menurutmu apakah aku bisa mengalahkan makhluk yang bernama Jenglord itu"
Mendengar perkataan tersebut, Mooi yang terus berbicara sambil menerangkan beberapa hal mengenai ruangan-ruangan yang ada didalam istana seketika berhenti, Iya lalu memandangi Brain dengan sangat serius.
"Tentu saja tuan.. aku yakin tuan bisa mengalahkan makhluk itu dengan sangat mudah"
"Kalau begitu, bersiaplah.. kita akan pergi mencari makhluk itu dan satu hal lagi.. aku ingin kau mengingat semua informasi mengenai makhluk itu"
"Baik tuan.. apapun yang anda inginkan, asal aku bisa tinggal ditempat ini, aku akan berusaha untuk melakukan semua perintah tuan"
__ADS_1
Setelah percakapan itu dan setelah melanjutkan tour keliling istana, Brain kemudian keluar dari Portal Dimensi Harta.
***
Tidak berselang lama setelah Brain keluar dari Portal Dimensi Harta, iya yang saat ini masih berada di dalam kamar tempat dimana iya sebelumnya beristirahat, kemudian sedikit terkejut ketika seseorang masuk tanpa mengetuk pintu sambil meneriakkan namanya.
"Apa yang dikatakan Randalf itu benar" kata Daria yang terlihat begitu cemas.
"Yah.. aku akan pergi, ada sesuatu hal yang harus aku lakukan" kata Brain.
"Tapi.. kondisimu, dengan kau yang baru sadar.. istirahatlah beberapa hari lagi" kata Daria sambil berjalan ke arah Brain.
"Maafkan aku.. ini menyangkut nyawaku"
Mendengar perkataan tersebut, Daria yang telah berada tepat dihadapan Brain hanya bisa memberikannya sebuah pelukan.
"Bolehkah aku menemanimu"
"Tidak.. kau disini saja, kau lebih aman berada disini"
"Aku tahu.. sebagai seorang perempuan yang sudah berumur sepertiku, aku hanya akan menjadi beban"
Berada didalam pelukan Daria, mendengar perkataan tersebut membuat Brain merasa sangat tidak enak. Iya kemudian membalas pelukan Daria dengan perlahan dan seketika itu, Brain merasa jika jantungnya berdetak lebih cepat.
"Kalau memang seperti itu, tetaplah disini untuk sebentar saja, aku ingin.." Sambil melepaskan pelukannya, Daria yang wajahnya terlihat memerah, kemudian mencium Brain dengan lembut.
Ciuman itu telah membuat Brain langsung kehilangan kontrol akan tubuhnya dan dengan perlahan mereka berdua yang berdiri tepat disamping ranjang terjatuh dengan posisi Daria yang menindih tubuh Brain.
"Apakah kau tidak keberatan dengan perempuan berumur sepertiku"
Aku tidak tahu perasaan ini.. aku tidak mengerti kenapa tubuhku bergerak sendiri, apakah ini tidak masalah.
__ADS_1
Perkataan dan pikiran mereka berdua telah dikalahkan oleh tubuh mereka yang seolah memiliki kehendaknya sendiri untuk bergerak. Pakaian yang terbuka satu persatu, ******* yang menggelikan telinga dan keringat yang keluar walau didalam keadaan sejuk, membuat suasana yang terjadi saat ini, sangat tabu untuk dituliskan terlalu panjang.
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...