
Melihat Zijoor, Brain lalu mencoba melihat status informasinya.
[Ras : Dark Elf / Level : 80 /Kelas : Warior / Job : Swordsman]
Status informasi ini.. sama seperti seseorang yang memiliki Sistem Jiwa. Apa maksudnya ini Simi.
(Menjawab. Sistem Jiwa pada dasarnya merupakan kemampuan dari makhluk yang berasal dari Portal Dimensi. Namun semua itu hanya terdapat pada makhluk yang memilki kecerdasan)
(Perbedaan terletak pada Sistem Level. Untuk manusia level nya berdasarkan kelas. Degan kata lain manusia akan mendapatkan level nya saat berhasil mendapatkan kelas nya. Job pada manusia pada umumnya bisa didapatkan dengan cara berlatih namun ada juga yang mendapatkannya karena suatu alasan tertentu)
(Sedangkan untuk Ras yang berasal dari Portal Dimensi, level mereka berdasarkan perkembangan fisik dan energi sihir mereka. Dengan kata lain saat mereka terlahir, mereka sudah mendapatkan levelnya sendiri (Level 1). Untuk kelas dan job yang dimiliki makhluk yang berasal dari Portal Dimensi didapatkan saat mereka mencapai level tertentu atau mendapatkannya dalam keadaan tertentu)
Jadi begitu yah.. aku paham sekarang, informasi ini akan aku ingat untuk melanjutkan perjalananku.. Terimakasih Simi
Setelah mendapatkan informasi itu, Brain yang saat ini sedang berjalan mengikuti kelompok Dark Elf akhirnya sampai disitu tempat yang menjadi lokasi dimana para Dark Elf berkumpul.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Brain, ditempat itu terdapat setidaknya 200 Dark Elf yang memilki level rata-rata 40. Mereka semua terlihat mengenakan armor setengah badan dan masing-masing dari mereka juga memegang senjata.
Sesampai disana, Brain merasa terintimidasi oleh tatapan para Dark Elf. Merasakan hal tersebut, Brain hanya bisa diam sambil terus mengamati sekitarnya.
"Kenalkan namaku Lesdrie.. aku harap anda tidak merasa terganggu dengan keadaan ini" Dark Elf yang memiliki kemampuan penyembuhan itu berjalan kearah Brain sambil mengatakan hal tersebut.
Lesdrie memiliki tinggi badan sekitar 130 cm, walaupun tidak terlalu tinggi, tidak membuatnya terlihat seperti anak-anak. Lesdrie memakai armor setengah badan berwarna kuning dan iya juga memegang sebuah tongkat kecil yang menandakan jika iya merupakan seorang penyihir.
"Tidak masalah.. sebagai ras yang berbeda aku rasa itu hal yang wajar" kata Brain.
"Sebenarnya.. alasan mereka melakukan itu, semu itu karena para manusia telah banyak menculik saudara kami" kata Lesdrie.
Ditengah percakapan mereka, Lesteen muncul kemudian menyela percakapan mereka dengan tidak sopan. Sangat jelas wajahnya menunjukkan ketidaksukaan terhadap Brain.
__ADS_1
"Hey kau manusia.. jangan pikir kau bisa menyembunyikan sifat Satyriasis mu dihadapan ku, kalian semua sama saja"
Mengatakan Hal tersebut, Lesteen kemudian menarik tangan Lesdrie untuk menjauhkannya dari Brain. Tidak berselang lama, terlihat 3 Dark Elf pria mendatangi Brain, salah satu diantara mereka adalah Zijoor.
"Bisakah kau ikut denganku" kata Zijoor.
Brain lalu dibawa ke satu-satunya tenda yang ada disana. Sampai disana, Brain kembali disambut oleh tatapan sinis dari beberapa orang yang ada didalam tenda tersebut.
Tenda yang cukup besar itu, terlihat seperti sebuah tempat pertemuan, dimana terdapat meja yang cukup besar dan sebuah peta yang terbuka diatasnya. Disisi lain meja tersebut berdiri sosok Dark Elf yang terlihat begitu berwibawa.
"Jadi kau manusia yang berasal dari wilayah Himaya.. perkenalkan namaku Hoofdlange Oren, aku adalah pemimpin dari pasukan Dark Elf yang disini"
Mendengar perkataan tersebut, Brain seolah merasa harus berlaku sopan terhadap sosok yang ada dihadapannya. Brain kemudian kembali memperkenalkan dirinya dan iya juga kembali memberitahukan maksud dan tujuannya menuju ke Valley of Misfortune.
"Jika kau tidak keberatan, aku ingin bertanya satu hal" kata Hoofdlange Oren.
"Silahkan tuan" jawab Brain sopan.
Mendengar pertanyaan tersebut, Brain tanpa ragu menceritakan semua yang terjadi di wilayah Himaya dan setelah iya menjelaskan semuanya, pandangan para Dark Elf yang berada disana seketika berubah.
"Jadi begitu yah.. aku tidak menyangka jika manusia yang bernama Vedova itu bisa dikalahkan"
Dari semua yang dikatakan oleh Brain mengenai Wilayah Himaya, hanya iya yang mengalahkan Vedova dan dirinya yang mendapatkan kutukan kematian saja yang iya tidak ungkapan.
"Maaf tuan.. jika anda tidak keberatan, bolehkah tuan memberitahukan tujuan Dark Elf melakukan semua ini"
Pertanyaan Brain kemudian mendapatkan penolakan dari semua orang yang ada didalam tenda tersebut, menyadari suasana yang kembali memanas, Hoofdlange Oren kemudian memerintahkan para Dark Elf untuk tetap tenang.
"Dengar kalian, aku ingin mengajak manusia bernama Brain ini untuk ikut serta dalam tujuan kita dan aku harap kalian tidak keberatan dengan keputusanku"
__ADS_1
Mendengar pemimpinnya mengatakan hal tersebut, para Dark Elf yang ada didalam tenda tersebut hanya bisa terdiam. Hoofdlange Oren kemudian menyuruh semua orang yang ada disana untuk meninggalkan mereka berdua.
Setelah semua orang keluar dari tenda, disana tersisa tinggal Brain dan Hoofdlange Oren saja. Hoofdlange Oren kemudian melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga, dimana iya yang tiba-tiba menundukkan kepalanya.
Haa.. orang ini, apa yang iya lakukan.
"Sebenarnya aku sudah mendengar semuanya.. kau lah yang telah mengalahkan Vedova itu.. aku mohon pinjamkan kekuatan mu pada kami" kata Hoofdlange Oren yang masih menundukkan kepalanya.
Hee.. apa maksudnya, bagaimana dia bisa mengetahui semuanya. tunggu-tunggu dulu.. aku harus melihat informasi status orang ini terlebih dahulu.
[Ras : Dark Elf / Level : 85 / Kelas : Mage / Job : Elementalist / Title : Pendengar Ahli]
Title Pendengar Ahli.. keahlian apa itu.. jangan-jangan dia bisa..
"Benar tuan.. seperti yang tuan pikirkan, aku memilki kemampuan untuk bisa mendengarkan sesuatu yang bahkan itu ada didalam pikiran"
Mengetahui semua itu, Brain merasa takjub sekaligus takut terhadap Dark Elf yang ada dihadapannya. Brain kemudian bersikap untuk tenang dan terus memikirkan berbagai hal mengenai Hoofdlange Oren.
"Tenanglah tuan, kemampuan ku ini tidak bisa aku gunakan terus menerus, aku tidak bisa menyaring semua suara yang kudengar"
"Jadi kau bisa mendengarkan isi hatiku yah.. kemampuan mu itu luar biasa" kata Brain memuji.
"Jujur saja kemampuan ku ini, selalu membuat ku sakit kepala saat digunakan.. seperti yang kukatakan tadi, aku tidak bisa menyaring suara yang ingin aku dengar"
"oke baiklah, lalu sekarang apa maumu"
Hoofdlange Oren kemudian menjelaskan semua masalah yang tengah menimpa kaumnya, dimana Jenglord menyerang mereka, membantai, menculik semua anak-anak dan mengusir mereka dari wilayah mereka sendiri. Karena hal itu mereka sekarang berniat untuk melakukan balas dendam atau lebih tepatnya mengambil kembali apa yang menjadi hak para Dark Elf.
Mendengar semua kisah itu, membuat Brain sangat marah tentang apa yang dilakukan oleh makhluk yang bernama Jenglord. Karena tujuan mereka sama, Brain akhirnya menerima permintaan Hoofdlange Oren untuk bersama-sama mengalahkan Jenglord.
__ADS_1
...---Sistem-Jiwa-Terkutuk---...