Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 25 "Kontroversi dan Propaganda"


__ADS_3

Setelah kepergian The Controller, Strega Cagna dan Vedova Distruttore mulai berdebat mengenai pertemuan mereka sebelumnya.


"Jadi kau akan meninggalkan tempat ini" kata Vedova.


"Tentu saja, lagipula aku hanya ditugaskan untuk menggantikan ketua asosiasi Researcher yang sebelumnya" kata Strega.


"Syukurlah kalau begitu, berarti kesempatanku untuk menjadi raja tunggal di wilayah ini semakin besar.. hahaha" kata Vedova.


"Terserah kau saja, kalau begitu bagaimana dengan mata-matamu, bukankan kau sudah mengetahui lokasi orang-orang pengangguran itu" kata Strega.


"Yah, aku sudah tahu, kalau saja The Controller tidak datang, tentunya orang-orang pengangguran itu sudah aku bereskan" kata Vedova.


"Kalau begitu, aku saja yang melakukannya, aku ingin secepatnya pergi ke kota utama" kata Strega.


"Kalau kau mau melakukannya, aku sangat tertolong, lagi pula aku harus membereskan sedikit masalah yang ada di distrik dalam" kata Vedova.


Setelah semua percakapan itu, Strega kemudian pergi menuju ke asosiasi Researcher untuk mempersiapkan penyerangan yang akan iya lakukan, sedangkan Vedova kembali ke asosiasi Shield untuk melakukan sesuatu terhadap masyarakat yang sedang berkumpul disana.


***


Didalam wilayah Himaya tepatnya di distrik 1, terlihat masyarakat yang cukup ramai sedang berkumpul di depan gedung asosiasi Shield. Masyarakat yang berkumpul tidak hanya berasal dari distrik 1 saja, masyarakat dari distrik 2 dan distrik 3 juga ikut bergabung.


Apa yang dilakukan orang-orang itu tidak lain menuntut asosiasi Shield agar secepatnya mengatasi masalah pangan yang sudah semakin parah sejak seminggu terakhir.


"Aku dengar semua masalah ini terjadi akibat sekelompok orang yang dikenal sebagai pasukan pembebasan"


"Itu benar sekali, semua ini karena orang-orang dari pasukan pembebasan itu telah menghasut para pekerja di distrik luar"


"Para pekerja di distrik luar seperti manusia tanpa Sistem Jiwa saja, mereka mudah sekali di bodohi"


"Yah yah, kita harus menuntut tuan Vedova untuk menghukum mereka semua"


Percakapan yang penuh kontroversi itu terjadi dikalangan masyarakat yang menghuni distrik bagian dalam wilayah Himaya.


Orang-orang yang tinggal di distrik dalam atau distrik 1,2 dan 3. Mereka merupakan orang-orang yang termaksud dalam masyarakat kelas menengah ke atas dan mereka menganggap, jika orang-orang yang tinggal di distrik luar atau distrik 4 sampai dengan 9 hanyalah sebagai pekerja yang tidak perlu untuk diperhatikan secara layak.


Semua orang-orang ini juga memiliki Sistem Jiwa, namun kelas di Sistem Jiwa mereka kebanyakan adalah kelas Akademik, Kelas Pengrajin, Kelas Pengusaha dan berbagai kelas elit lainnya.


Ditengah kegaduhan pemikiran mereka, suara Vedova kemudian terdengar dan hal itu membuat keadaan ditempat tersebut menjadi hening.

__ADS_1


"Untuk masyarakat distrik dalam, aku Vedova Distruttore memohon maaf atas keaadan yang tidak mengenakan yang terjadi beberapa minggu terakhir ini" kata Vedova yang suaranya dapat didengar melalui pengeras suara yang terpasang di seluruh distrik bagian dalam.


"Untuk kalian yang sedang melakukan aksi didepan asosiasi Shield, aku harap kalian bisa kembali ke rumah kalian masing-masing" lanjut kata Vedova.


Setelah perkataan tersebut, suara-suara masyarakat mulai Kembali terdengar di depan gedung asosiasi Shield. Apa yang mereka bicarakan sedikit membuat Vedova tersinggung, dimana beberapa suara itu telah menyebutkan jika ketiga Asosiasi sudah gagal dalam mengendalikan orang-orang yang berada di distrik luar.


Vedova yang sedang berdiri di balkon gedung asosiasi Shield kemudian merespon suara-suara sumbang tersebut.


"Aku dan kedua ketua Asosiasi Researcher dan Liberation telah menemukan lokasi persembunyian dari pasukan pembebasan dan kami akan sesegera mungkin melakukan tindakan terhadap mereka" kata Vedova.


Mendengar penyampaian Vedova masyarakat yang berkumpul kemudian menjadi sangat bersemangat, terdengar teriakan beberapa orang yang juga ingin membantu dalam menindak para pasukan pembebasan.


Setelah semua penyampaian itu, Vedova akhirnya kembali masuk kedalam gedung asosiasi Shield dan masyarakat yang berkumpul disana perlahan mulai kembali pulang.


***


Matahari yang mulai menampakkan sinarnya, terlihat begitu indah di distrik 4 dimana lokasi persembunyian pasukan pembebasan berada.


Zhipheng yang sebelumnya pergi ke lokasi pertarungan antara Nicholas dan Vedova telah kembali dan disana iya hanya melihat bekas darah yang telah mengering tanpa adanya jasad.


Menurut Zhipheng jasad Nicholas kemungkinan besar telah dimakan oleh monster atau hewan liar yang ada disana, Daria yang mendengar informasi itu merasa sangat bersalah kemudian iya meminta izin untuk pergia keluar.


"Informasi apa itu" Tanya Hendry.


Zhipheng kemudian menjelaskan tentang propaganda yang dibuat oleh orang-orang dari asosiasi, dimana mereka mengatakan jika kekacauan yang terjadi di wilayah Himaya, semua itu disebabkan karena ulah pasukan pembebasan.


"Mau bagaimana lagi, selama ini kita sangat sulit untuk mengakses distrik dalam" kata Hendry yang terlihat frustasi.


"Aku tidak melihat Layla dan Brain, dimana mereka" tanya Zhipheng.


Mendengar pertanyaan itu, Hendry yang stres menjadi sedikit teralihkan.


"Layla pergi ketempat Randalf untuk membantunya menyiapkan Poison penyembuhan dan Brain aku menyuruhnya berjaga di pintu gerbang luar" kata Hendry.


Mereka berdua kemudian melanjutkan pembicaraan dan disini Hendry mengatakan, jika Poison sudah selesai disiapkan, iya akan langsung melakukan pergerakan ke distrik central.


***


Ditempat Brain berjaga diluar pintu gerbang distrik 4, iya melihat Daria keluar dari pintu gerbang. Brain kemudian menyapa Daria dan tentu saja Daria yang mendengar sapaan itu juga membalasnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini" tanya Brain.


"Aku ingin mencari monster untuk menghilangkan stres" jawab Daria.


"Aku sudah memeriksa tempat ini dan sepertinya aku sama sekali tidak menemukan keberadaan monster" kata Brain.


Mengetahui itu, Daria yang sudah terlihat stres menjadi semakin stres. terlihat jelas raut wajahnya yang penuh dengan penyesalan dan hal itu membuat Brain mengingat pengalamannya sendiri yang kehilangan beberapa teman dekatnya.


"Aku juga pernah merasakan kehilangan orang terdekat dan itu sungguh sangat menyakitkan" kata Brain.


Mendengar itu, Daria yang hanyut dalam pikiran negatif perlahan berubah dan iya kemudian mendekati Brain untuk memulai percakapan.


"Aku tidak memikirkan pengorbanan Nicholas, tapi aku berfikir jika keberadaan ku di dalam pasukan pembebasan hanyalah menjadi beban" kata Daria.


"Jangan berfikir seperti itu, pada dasarnya manusia memanglah makhluk yang lemah, walaupun sudah memiliki Sistem Jiwa, kita tetaplah hanyalah manusia yang memerlukan proses untuk berkembang" kata Brain.


"Yang kau katakan memang benar, tapi aku, sebagai seseorang yang masuk di dalam lingkaran Hendry dan lainnnya, menjadi satu-satunya orang yang tidak berguna" kata Daria yang kembali diselimuti pemikiran negatif.


"Percayalah, setiap orang itu telah memiliki waktu dimana iya akan menjadi sangat dibutuhkan, menunggu itu datang, sebisa mungkin kita harus menjaga pribadi kita dan terus percaya diri"


Mendengar itu Daria terlihat sedikit tersenyum dan iya merasakan hatinya mulai kembali tenang. Daria kemudian mulai mengamati Brain secara sembunyi-sembunyi dan menurutnya Brain terlihat sangat dewasa.


"Hey Brain, kalau boleh tahu berapa umur mu sekarang" tanya Daria.


"Aku pikir 19 tahun" jawab Brain


Mendengar jawaban itu, Daria tertawa pelan dan hal itu membuat Brain menjadi bertanya-tanya.


"Umur kita cukup jauh, seandainya itu tidak terlalu jauh, aku pikir ceritanya akan berbeda" kata Daria.


Mendengar itu Brain hanya bingung, iya tidak paham maksud dari Daria dan tiba-tiba Simi sang Sistem memberikan informasi.


(Informasi. Hubungan dengan lawan jenis yang memilki jarak umur yang cukup jauh itu dimungkinkan)


Mendengar informasi tersebut, Brain yang memandangi Daria terlihat wajahnya memerah.


"Ada apa Brain" tanya Daria.


Belum sempat Brain menjawab, suara ledakan yang cukup keras tiba-tiba terdengar dan hal itu membuat mereka berdua kaget.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2