Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 32 "Sihir vs Sihir"


__ADS_3

Selain memiliki efek yang menyebabkan seseorang kehilangan nafsu hidupnya, Curse Magic Cage of Lust's curse juga memiliki fungsi lain sebagai penghalang yang dapat mengurung targetnya.


Target yang telah menerima efek dari sihir ini tidak akan bisa keluar dari penghalang yang berbentuk seperti sangkar burung itu dan takdir apa yang akan diterima oleh target yang terkurung, semua tergantung dari keinginan Brain. Sihir ini tidak dapat digunakan kembali jika masih terdapat seseorang atau makhluk didalamnya.


Setelah menangkap makhluk summon Strega Cagna dan mendengar ledakan sihir, Brain kemudian membuka Portal Dimensi Harta miliknya kemudian memanggil Mooi Haar yang berada didalamnya.


Terlihat tubuh Mooi sedikit berisi daripada sebelumnya, tidak hanya itu saja, energi sihir Mooi juga sedikit bertambah. Brain berpikir jika hal itu terjadi disebabkan karena Mooi telah mengkonsumsi batu kristal sihir yang ada didalam Portal Dimensi Harta miliknya.


"Terimakasih atas hidangannya tuan"


Itulah perkataan Mooi Haar setelah keluar dari Portal Dimensi Harta, mendengar hal itu Brain menjadi sangat yakin tentang pemikirannya mengenai Mooi yang memakan batu kristal energi sihir.


"Terlalu cepat untukmu berterimakasih. Sesuai janjiku, sekarang kau bisa membalaskan dendam mu kepada perempuan itu" kata Brain.


"Dimana perempuan sialan itu" kata Mooi bersemangat.


Brain kemudian menunjukkan lokasi dimana Strega Cagna berada dan dengan semangat yang menggebu-gebu, Mooi langsung bergegas ke lokasi tersebut.


Sebelum Mooi pergi, iya meminta izin kepada Brain jika setelah urusannya selesai dengan Strega Cagna, iya ingin kembali kedalam Portal Dimensi Harta dan tentu saja Brain dengan senang hati menerima permintaan tersebut.


"Aku harap mereka semua baik-baik saja"


Mengatakan hal tersebut, Brain yang sudah tidak dapat melihat sosok Mooi yang terbang meninggalkannya, iya kemudian bergegas menyusul Hendry dan lainnnya.


***


Pertarungan sihir antara Strega Cagna melawan Randalf Potter terlihat begitu intens. Serangan sihir dan pertahanan sihir, silih berganti digunakan oleh kedua orang tersebut.


"Sial.. Minotaur itu, dia dikalahkan degan mudah" kata Strega.


Melihat kearah Daria yang tengah pingsan, Strega kemudian berniat menyerangnya. Hal itu disadari oleh Layla, iya kemudian menyelematkan Daria lalu membawanya ketempat yang aman.


Menyadari hal itu, Strega tetap melancarkan serangan sihirnya. Menggunakan sihir petir Strega berhasil mengenai Daria dan juga Layla, walaupun begitu mereka tidak mendapatkan cedera yang parah dan hal itu dikarenakan Layla dengan sigap menggunakan penghalang suci untuk mengurangi daya serangnya.


"Cih.. perempuan itu, dia sangat menggangu, aku harus menyingkirkannya terlebih dahulu" kata Strega Cagna marah.


Tugas Layla dalam pertarungan ini memang sangatlah penting, sebagai support Layla terus memberikan sihir penguatan dan setiap cedera yang diterima oleh Randalf, Layla tidak henti-hentinya memberikan sihir penyembuhan.

__ADS_1


Layla juga sesekali melakukan serangan, walaupun itu hanya sekedar memberikan debuff, hal itu telah membuat Strega beberapa kali dapat terkena serangan sihir yang dilancarkan oleh Randalf.


"Apa kau baik-baik saja" teriak Randalf memastikan keadaan Layla dan Daria


"Kami baik-baik saja" jawab Layla.


Tepat setelah perkataan tersebut, Strega Cagna kembali melancarkan sihirnya dan kali ini iya menggunakan sihir nuklir dengan skala yang lebih kecil, dimana pada saat sihir tersebut digunakan, seolah-olah Strega menembakan sebuah peluru dari telapak tangannya dan itu melesat dengan sangat cepat ke tempat Layla dan Daria.


Sihir nuklir yang ditembakkan oleh Strega disadari oleh Layla, iya kemudian kembali menggunakan penghalang suci untuk mengahalau serangan tersebut, namun semua itu terlambat sebab sihir Strega telah meledak sesaat sebelum penghalang suci digunakan.


Melihat hal tersebut Randalf sangat marah, iya lalu menembakan sihir cahaya kearah Strega. Menyadari itu, Strega langsung menahan serangan tersebut menggunakan tongkat sihirnya yang mengeluarkan pelindung transparan, walaupun iya harus terdorong cukup jauh, Strega tidak mendapatkan cedera yang berarti.


Randalf yang mendapatkan kesempatan kemudian bergerak menuju ketempat Layla dan Daria. Terlihat mereka berdua mengalami luka yang cukup serius, dimana hampir sekujur tubuh kedua perempuan tersebut mengalami luka bakar.


"Syukurlah kalian masih hidup" kata Randalf sambil menggunakan satu-satunya sihir penyembuhan yang iya ketahui.


"Kalahkan perempuan itu"


Mengatakan hal tersebut, Layla lalu menggunakan kemampuan dari job Saint nya yang bernama Holy Nun's Blessing. Kemampuan ini dapat meningkatkan semua status dari seseorang sampai 10 kali lipat, namun itu memiliki durasi selama 10 menit.


Setelah menggunakan kemampuannya, Layla langsung pingsan, hal itu disebabkan kemampuan yang iya gunakan akan mengambil seluruh energi sihir yang iya miliki.


***


Strega yang sempat terdorong cukup jauh akibat sihir cahaya yang sebelumnya digunakan oleh Randalf, terlihat begitu marah. Strega yang telah kembali melihat perubahan dari Randalf.


"Hoo.. jadi sekarang kau baru mau menunjukkan kekuatan mu yang sebenarnya yah" kata Strega. "Baiklah, aku juga akan mengeluarkan seluruh kekuatan ku"


Setelah mengatakan hal tersebut, terlihat aura energi berwarna merah mengalir ditubuh Strega.


"Ini adalah kekuatan penuh dari Sistem Jiwa ku, tidak seorangpun yang pernah selamat setelah aku menggunakan ini" kata Strega.


Menyadari hal itu, Randalf tidak gentar, iya kemudian bersiap menggunakan sihir terkuat yang iya miliki. Terlihat pola sihir berwarna biru berukuran besar terbentuk disekitar Randalf.


"Fire Magic. Firmament Fire Light" kata Randalf melepaskan sihirnya.


Bersamaan dengan itu Strega juga bersiap menggunakan sihir terkuatnya, dimana pola sihir berwarna merah terbentuk di sekitarnya.

__ADS_1


"Destruction Magic. Atomic World Destroying" kata Strega melepaskan sihirnya.


Layaknya sebuah laser berukuran besar yang ditembakkan, terlihat kedua warna sihir biru terang dan merah gelap saling berbenturan, tepat setelah kedua sihir itu bertemu, ledakan gelombang energi pun pecah dan menyapu seluruh bangunan yang ada di distrik 1 hingga habis tak tersisa.


Debu yang menyelimuti distrik 1 akibat benturan dan ledakan kedua sihir itu mulai menghilang secara perlahan, terlihat Randalf memuntahkan darah yang cukup banyak dan kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Strega, dimana iya terlihat masih baik-baik saja.


Sebenernya mereka berdua, selain menggunakan sihir untuk menyerang, mereka juga menggunakan sihir perlindungan untuk melindungi diri mereka sendiri dan alasan Randalf bisa kalah tidak lain karena sihir perlindungannya tidak mampu menahan ledakan gelombang energi sihir itu.


"Inilah akibatnya jika kau berurusan dengan ku" kata Strega yang telah berada tepat dihadapan Randalf yang berlutut.


"Sebagai hadiah perpisahan untukmu, aku akan membuat kematian tanpa rasa sakit untukmu" kata Strega lagi kemudian sedikit mengambil jarak dengan Randalf.


Setelah merasa jarak mereka sudah cukup, Strega kemudian bersiap menggunakan sihirnya. Randalf yang melihat hal itu hanya bisa pasrah dengan apa yang akan menimpanya.


"Adamantium Hair Prison"


Bersamaan dengan Strega yang melepaskan sihirnya, tiba-tiba iya telah dikurung oleh sesuatu yang terbuat dari rambut dan hal itu membuat sihir yang dilesatkan oleh Strega meledak didalam penjara rambut itu bersama dirinya.


Melihat hal tersebut, Randalf hanya bisa bingung dan setelah penjara rambut itu menghilang, sosok perempuan terbang mendekat.


"Bagaiman rasanya terkena sihirmu sendiri"


Kata Mooi Haar yang telah berada dihadapan Strega yang terlihat dipenuhi luka bakar di sekujur tubuhnya, bahkan seluruh pakaian dan rambutnya telah habis dilahap oleh sihirnya sendiri.


"Ba.gai.mana bi.sa ka.u" kata Strega terbata-bata.


"Ini adalah pembalasan untukmu"


Mengatakan hal tersebut, tangan Mooi kemudian terurai seperti rambut kemudian membentuk layaknya pedang yang sangat tajam. Menggunakan itu, Mooi lalu memenggal kepala Strega Cagna.


Randalf yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam. Mooi yang telah memastikan kematian Strega Cagna lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


***


Di distrik central, sesuatu yang tidak terduga terjadi, terlihat tubuh Hendry telah tertembus oleh suatu benda tumpul.


"Sialan kau" kata Hendry yang kehilangan banyak darah.

__ADS_1


"Ini adalah takdir mu" kata seseorang yang berbicara dibelakang Hendry.


...---SistemJiwaTerkutuk---...


__ADS_2