Sistem Jiwa Terkutuk

Sistem Jiwa Terkutuk
Chapter 33 "Sang Penghianat"


__ADS_3

Tepat sebelum Brain memasuki Distrik Central, Mooi Haar kembali dari misi balas dendam nya. Terlihat rasa puas tergambar dari raut wajahnya dan hal itu membuat Brain merasakan sedikit ketenangan.


Dia melakukannya dengan sangat cepat. Pikir Brain


"Terimakasih sudah memberikan aku kesempatan untuk balas dendam" kata Mooi sambil membungkukkan sedikit badannya. "Jika tuan tidak keberatan, ada hal yang ingin aku bicarakan"


Brain yang ingin segera menyusul kelompok Hendry, kemudian memberitahukan kepada Mooi untuk membicarakan maksudnya nanti, Brain lalu menyuruh Mooi masuk kedalam Portal Dimensi Harta miliknya.


Sebelum masuk kedalam portal, Mooi berpesan jika Brain membutuhkan bantuannya, iya akan dengan senang hati membantunya dan setelah percakapan singkat itu, Brain yang berada tidak jauh dari pintu gerbang menuju distrik central, kemudian melanjutkan perjalanannya.


Masuk kedalam distrik central Brain dibuat sangat terkejut, Dimana semua orang dari pasukan pembebasan yang mengikuti Hendry mereka sudah tidak bernyawa.


Tidak percaya dengan apa yang iya lihat, mata Brain terhenti setelah melihat Hendry yang sudah tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan segera Brain mendekati Hendry dan beruntung iya mendapati Hendry masih bernafas.


"Sial.. Siapa yang melakukan ini" kata Brain sambil membenarkan posisi Hendry, iya lalu menggunakan sihir kutukan Disease Transfer untuk menghilang luka ditubuh Hendry dan tidak berselang lama Hendry akhirnya sadar, melihat itu Brain sangat bersyukur.


"Zhipheng.." kata Hendry.


"Dimana Zhipheng, aku akan membantunya" kata Brain.


Dengan susah payah Hendry kemudian menjelaskan "Zhipheng penghianat, dia adalah penghianat nya"


Mendengar hal tersebut Brain sangat sulit untuk mempercayainya, sampai Zhipheng kemudian menyapanya dari kejauhan, disana Zhipheng terlihat berdiri disamping Vedova.


"Kau bercanda kan, apa yang kau lakukan disana" tanya Brain.


Tidak menjawab pertanyaan tersebut, Zhipheng kemudian memberitahukan ke Vedova jika yang membunuh Groot Zwaard adalah Brain.


"Apa kau yakin dengan perkataan mu" tanya Vedova.


"Awalnya aku juga tidak mempercayai perkataan bocah itu, tapi jujur saja dia cukup tangguh" kata Zhipheng.

__ADS_1


"Lalu siapa yang lebih tangguh, aku atau bocah itu" kata Vedova.


"Tentu saja anda tuan, tidak ada seseorang disini yang lebih kuat dari anda tuan" kata Zhipheng memuji.


Mendengar perkataan tersebut Vedova tertawa, iya lalu bertanya kepada Zhipheng apakah iya bisa mengalahkan Brain sendirian.


"Tentu saja tuan, semua kemampuan bocah itu sudah aku ketahui" kata Zhipheng sombong.


Brain yang menyaksikan keakraban Zhipheng dan Vedova merasa sangat kecewa dan marah, namun iya masih tidak percaya jika Zhipheng lah penghianat nya.


Ditengah suasana yang tidak terduga itu, Brain masih mencoba untuk mempertanyakan semua kebenarannya kepada Zhipheng, namun apa yang Brain dapatkan hanyalah sebuah hinaan yang keluar dari mulut Zhipheng.


"Brain.. sudah cukup, masih ada waktu, pergilah, kau tidak akan bisa mengalahkan mereka" kata Hendry yang masih tergolek lemah.


"Aku tidak akan lari, aku sudah menentukan tujuanku saat mendapatkan Sistem Jiwa ini, mereka adalah orang-orang yang bertanggungjawab atas kematian Robbert, aku akan menyelesaikan semuanya" kata Brain yang terlihat begitu marah.


Melihat dan mendengar tekad Brain membuat Hendry tidak bisa membantahnya lagi, iya hanya meminta Brain untuk berhati-hati dan menyarankan, jika Brain nantinya merasa kesulitan sebaiknya iya memilih untuk mundur.


Berdiri dengan kemarahannya, Brain yang diselimuti dengan aura membunuh mendapatkan teguran dari Simi sang Sistem tentang mengontrol emosi. Butuh beberapa saat untuk Brain mencerna teguran tersebut dipikirkannya, namun pada akhirnya Brain kembali ketitik dimana iya dapat mengontrol seluruh jiwa dan raganya.


Disini Brain masih menggunakan kelas Fighter nya, sebagai seseorang dengan job Crused Stick Fighting, tentunya Brain bertarung menggunakan tongkat. Setelah kehilangan Toya Naga Api dalam pertarungannya melawan Verkrachter Goblin (Cpt. 16), Brain lalu diberikan tongkat baru oleh Zhipheng saat mereka berlatih bersama.


"Jadi sudah sampai dimana kemampuanmu menggunakan tongkat itu" kata Zhipheng.


"Penghianat sepertimu sebaiknya diam saja" kata Brain.


Mendengar hal tersebut membuat Zhipheng terlihat sangat marah, namun iya tidak sampai terbawa suasana dan kehilangan konsentrasi.


"Sebagai seorang guru, aku tidak tega harus membunuhmu, tapi ini adalah takdirmu, kau harus mati ditangan ku" kata Zhipheng.


Memasang kuda-kuda khas seorang petarung tongkat, Zhipheng lalu memulai serangannya. Begitu juga dengan Brain, sesaat Zhipheng mulai menyerangnya, iya langsung mengambil tindakan untuk menghadapi semua serangan tongkat dari Zhipheng.

__ADS_1


Pertarungan mereka berdua terlihat imbang, serangan demi serangan silih berganti antara keduanya. Namun hal itu tidak berlangsung lama, sebab pengalaman Zhipheng menggunakan tongkat lebih banyak dibandingkan Brain.


Merasa tertekan, Simi sang Sistem menyarankan Brain agar memadukan Kelas fighter dengan kelas Mage nya, alhasil tongkat Brain tiba-tiba mengeluarkan aura energi berwarna hitam dan hal itu membuat tongkat Zhipheng perlahan berubah menjadi batu.


Menyadari hal tersebut, Zhipheng yang awalnya bertarung hanya menggunakan keahlian beladiri, mulai menggunakan kemampuan bawaan dari job Stick Fighting nya. Dimana iya juga melapisi tongkatnya dengan energi sihir.


"Ternyata kau sudah sampai ditingkatkan ini yah" kata Zhipheng sambil terus beradu serangan.


Walaupun sebagai seseorang dengan kelas Fighter, Zhipheng juga bisa menggunakan sihir elemen petir dan api, namun sihir yang iya gunakan hanya sebatas untuk meningkatkan kemampuan dari tongkatnya.


Terlihat tongkat Zhipheng yang berubah menjadi batu dibeberapa bagiannya, mulai kembali seperti semula. Menggunakan elemen petir, tongkat Zhipheng seolah berubah, dimana dikedua sisinya sekarang terlihat membentuk mata tombak yang terbuat dari petir.


Pergerakan Zhipheng juga jadi semakin cepat, walaupun begitu Brain yang telah memadukan kedua kelas nya dapat mengimbangi semua serangannya.


Vedova yang melihat dari kejauhan, mulai meragukan Zhipheng. Vedova lalu mengatakan jika Zhipheng kalah maka iya akan membunuhnya. Mendengar hal tersebut membuat Zhipheng merasa harus mengeluarkan semua kemampuannya, iya lalu mengambil jarak untuk mempersiapkan tekniknya.


"Sudah cukup main-mainnya.." kata Zhipheng yang telah memiliki jarak dengan Brian. "Stance Killer Shadow Wand"


Terlihat 4 tongkat melayang dibelakang Zhipheng dan dengan itu iya kembali menyerang Brain. Keempat tongkat yang melayang tersebut juga bergerak sendiri untuk melakukan serangan dan hal itu telah membuat Brain beberapa kali terkena damage.


"Stance Killer Shadow Wand"


Mendapatkan Damage, Brain lalu menggunakan jurus yang sama seperti yang digunakan oleh Zhipheng, namun jika Zhipheng mengeluarkan 4 bayangan tongkat, Brain mampu mengeluarkan 8 bayangan tongkat.


Zhipheng sangat terkejut melihat hal tersebut, iya kemudian berfikir untuk kembali mengambil jarak, namun hal itu tidak sempat iya lakukan sebab Brain dengan cepat langsung menggunakan kombo untuk melakukan serangkaian serangan.


"Aku sangat berterimakasih atas semua yang telah kau ajarkan" kata Brain dihadapan Zhipheng yang telah terjatuh dan terlihat iya telah babak-belur akibat semua serangan yang dilancarkan oleh Brain.


"Hey Brain, dengarkan penjelasan ku" kata Zhipheng tidak berdaya.


"Aku sangat muak melihat mu, kau adalah manusia yang paling hina"

__ADS_1


Menyudahi perkataannya dengan kedelapan bayangan tongkat yang ujungnya telah berubah menjadi runcing, kemudian meluncur kearah Zhipheng, menusuk, menembus tubuhnya hingga tewas.


...---SistemJiwaTerkutuk---...


__ADS_2