Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Mau Taruhan?


__ADS_3

Ferdi mengantar Aurel ke sebuah bangunan tua kosong dengan ada banyak Grafity tidak jelas, udara didalamnya juga sangat dingin.


Bahkan Ferdi mengerutkan keningnya, semenjak memiliki keterampilan ilmu gaib tingkat Master, dia dapat merasakan hal-hal gaib melebihi orang biasa.


Jadi dia tau kalau hantu disini sangatlah buruk dan kuat, energi Negatif didalamnya sangatlah menjijikan tapi juga sangat menguntungkan baginya, sebagai seorang dukun dia tau kalau mengambil hantu yang kuat maka itu akan membantunya dalam menggunakan ilmu gaib.


"Aurel, apa aku boleh ikut juga?" tanya Ferdi dengan tenang.


"Baiklah, ikuti aku tapi jangan mengacau!" kata Aurel dengan tenang dan pergi.


Ferdi tetap tenang saja di belakang, meski dia tau ada hantu yang kuat atau menyeramkan sekalipun dia tetap diam, bagaimana pun dia seorang pengguna ilmu gaib tingkat Master.


Ferdi tidak dapat melihat hantu karena dia belum membuka mata batin atau indra keenamnya, bagaimanapun dia dulu tidak ingin menggunakan ilmu gaibnya secara terbuka.


Tapi sekarang berbeda, bagaimana bisa mengusir hantu tanpa melihatnya secara langsung, jadi dia membuka mulutnya dan mengucapkan sebuah kalimat kuno lalu membuat ludah sembari mengolesnya ke sekitar mata dan alisnya.


Setelah itu dia membuka mata membuatnya sangat terkejut, bagaimanapun pengelihatannya sudah berbeda dari orang biasa, dia sekarang dapat melihat setan atau aura seseorang dengan mudah.


"Jadi kamu benar-benar ahli dalam ilmu gaib huh?" tanya Aurel kepada Ferdi.


Aurel terkejut saat melihat Ferdi membaca mantra yang tidak dia ketahui tapi saat Ferdi membuka mata semua itu berubah, bahkan aura Ferdi juga berubah membuat Aurel terkejut.


"Ya, dan aku adalah Master dibidang ini!" kata Ferdi sedikit sombong.


"Heleh, bagaimana bisa seorang Master baru membangkitkan indra keenamnya?" kata Aurel mengejek.


Ferdi tenang saja, dia menatap Aurel dan terkejut karena aura disekitar Aurel berwarna hitam pekat serta sangat jahat saat ini.


"Apa kamu pernah membunuh orang?" tanya Ferdi tiba-tiba membuat Aurel berhenti.


"Jangan mengatakan itu lagi! Ayo kita harus menemui klien ku lebih cepat!" kata Aurel dengan dingin kepada Ferdi lalu melanjutkan berjalan.


"Yaa terserahlah, aku tidak mau terlalu usil dengan keinginan orang lain tapi auramu sangat hitam pekat dan itu sangat berbahaya!" kata Ferdi dengan serius.


"Aku tau tentang diriku sendiri!" kata Aurel lalu diam.


Ferdi juga diam saja dan mulai mengamati sekeliling, dia juga tidak segan-segan membaca mantra dan meletakannya di suatu sudut ruangan.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di atap bangunan tersebut, angin malam dan energi Negatifnya cukup kuat sampai membuat Ferdi merasa mual tapi masih bisa dia tahan.


Di atap dia melihat dua orang pria, yang satu dengan setelan jas berkelas dan yang lainnya berjubah hitam dengan aura gelap disekelilingnya.


Bahkan aura Negatif di tubuhnya cukup banyak dan melimpah yang artinya dia adalah tipe orang yang sering melakukan kejahatan.


"Hati-hati soalnya dia lebih kuat dan kejam dari padamu!" bisik Ferdi memperingatkan.


"Aku tau!" kata Aurel singkat.


Meski pengelihatannya berbeda dengan Ferdi tapi dia juga tau satu hal yaitu pria berbaju hitam itu bukanlah penipu atau orang biasa malah dia adalah pengusir hantu profesional.


"Aurel, aku sudah bilang kalau aku membatalkan kontrak denganmu!" kata pria berjas itu kepada Aurel.


"Kita tidak bisa membatalkannya secara sepihak begitu saja!" kata Aurel dengan tegas dan keras kepala.


"Gadis kecil, lebih baik kamu pulang dan minum susu sana, tempat ini tidak cocok untukmu!" kata pria berjubah hitam itu dengan arogan.


"Kamu..."


"Bertanding? Baiklah tapi kita perlu ada taruhan, kalau aku menang maka gadis kecil itu akan ikut denganku selama seminggu!" kata pria berjubah itu dengan arogan.


"Baiklah tapi bila aku menang maka kamu minta maaf kepada Aurel dan membayar 1 juta kepadaku!" kata Ferdi dengan berani.


"Baiklah" kata Pria itu maju dan mengulurkan tangannya ke Ferdi.


"Deal!" kata Ferdi menyambut tangan Pria itu.


Aurel yang menjadi bahan taruhan disini merasa wajahnya berkedut, baru kali ini dia menjadi bahan taruhan ditangan orang lain apalagi orang itu adalah tetangganya sendiri.


"Ferdi kamu keterlaluan!" kata Aurel marah.


"Apa kamu tidak mau bonus 1 juta" tanya Ferdi dengan senyum.


"Y-Ya itu... Tapi tetap saja dia bukanlah orang sembarangan kamu harusnya tau itu!" kata Aurel dengan marah.


Meski sebenarnya dia kekurangan uang kalau tidak dia tidak akan begitu maksa untuk tetap menjalankan bisnis ini tapi menjadi bahan taruhan yang dimana pemenangnya sudah jelas pihak lawan rasanya seperti di berikan secara gratis.

__ADS_1


"Tenanglah, kalau aku berani bertaruh maka aku tau batasanku!" kata Ferdi dengan tenang.


"Terserahlah tapi kalau kamu kalah maka aku akan membunuhmu!" kata Aurel penuh kebencian.


"Ya aku tau, kamu tenang saja dan apa kamu punya kertas jimat kosong, kuas dan tinta?" kata Ferdi dengan tenang.


"Ada, aku akan ambil dulu!" kata Aurel mencarinya di ransel kecil di punggungnya.


"Lakukan saja semaumu, aku akan pergi dulu dan nona kecil itu lebih baik bersiaplah kareba kamu akan menemaniku selama seminggu~" kata Pria berjubah itu dengan percaya diri lalu pergi ke lantai bawah.


Pria berjas masih tetap diam saja si atas bersama dengan Ferdi dan Aurel, Ferdi menulis jimat dengan keahliannya sendiri toh jimat sudah termasuk keterampilan ilmu gaib tapi hanya jimat tertentu saja.


"Kamu ahli dalam jimat juga!?" tanya Aurel terkejut.


"En, aku hanya tau sedikit!" kata Ferdi dengan tenang.


"Kenapa kalian masih disini? Cepatlah usir setan itu secepatnya!" kata Pria berjas itu dengan tidak sabaran.


"Buat apa? Aku hanya akan disini saja~" kata Ferdi dengan tenang dan duduk santai.


"Hei Fer, bukankah kita sedang bertaruh!? Ayo cepat, aku tidak mau kalau disuruh seminggu sama orang jelek itu!" kata Aurel yang juga tidak sabaran.


"Santuy, kita tidak akan kalah kok~" kata Ferdi masih tenang.


"Kenapa kamu bisa tetap tenang?" tanya Aurel bingung.


"Aku punya prinsip 'Hadapi permasalahan dengan santuy tapi akhiri permasalahan dengan bar-bar!' jadi kamu bisa tenang!" kata Ferdi dengan tenang.


"Bagaimana aku bisa tenang kalau aku yang jadi taruhannya disini njirt!?" kata Aurel kesal.


"Tunggu 5 menit saja!" kata Ferdi menenangkan.


"Baiklah!" kata Aurel setuju dengan engan.


Meski dia tidak terlalu mempercayai Ferdi tapi entah kenapa dia merasakan harus menururi perkataan Ferdi itu sendiri dan berada hanya didekat Ferdi juga membuatnya merasa aman.


"Perasaan menjijikan apa ini!" kata Aurel dalam hati mencoba menolak perasaan itu.

__ADS_1


__ADS_2