
Di pagi hari Ferdi pergi narik taksi online, kan acaranya malam jadi masih ada waktu buat narik taksi online dulu.
Hitung-hitung ngabisin waktu sekalian siapa tau misi Systemnya aktif kan lumayan hadiah dari tugas System keseringan lebih dermawan dibanding tugas hariannya.
Saat Ferdi sedang narik dengan Karlmann King miliknya tiba-tiba ada yang memesan taksi onlinenya.
Yang memesan adalah seorang siswa pelajar yang masih kecil, mungkin buat berangkat sekolah atau kesuatu tempat lain, Ferdi tidak terlalu memikirkannya toh dah biasa kalau masih pagi ada anak-anak untuk berangkat sekolah.
Jadi dia membawa kendaraanya ke posisi anak itu berada, tapi disana tidak hanya ada anak kecil tapi juga ada ibu-ibu.
"Liat nak, kalau kamu tidak belajar yang giat nanti kamu akan bernasib sama seperti dia!" Kata ibu-ibu itu sambil menunjuk ke seorang satpam.
"Kamu juga liat, belajar yang giat juga akan membuatmu memiliki banyak hal dan hidup mewah seperti dia!" Kata ibu-ibu itu sambil memunjuk ke seseorang berjas yang masuk ke mobil SUV miliknya.
"Um, aku akan belajar giat untuk menjadi kaya!" Kata anak itu dengan semangat dan penuh tekad.
"Liat juga di ponselmu, bila kamu tidak belajar dengan giat maka kamu hanya akan menjadi supir taksi online seperti dia!" Kata Ibu itu lagi menunjuk profil Ferdi yang ada di apk.
Ferdi mendengar percakapan mereka dengan jelas, tapi dia tidak marah atau kesal karena mendidik langsung seorang anak agar giat belajar sebenarnya sangat bagus tapi yang dilakukan ibu itu juga masih sedikit salah.
Ferdi menghampir keduanya dengan sopan dan profesional lalu berkata dengan ramah, "Selamat pagi, apa anda nak Heri? Taksi online anda sudah disini!"
"Kemana mobilmu?" Tanya ibu-ibu itu, dia tau itu adalah Ferdi karena di profil nya terlihat jelas foto Ferdi tapi dia tidak tau dari mana Ferdi turun dan mobilnya membuatnya aneh.
__ADS_1
"Yang ini!" Kata Ferdi menunjuk Karlmann King miliknya yang ada tepat di belakang Ferdi meski butuh 5 langkah darinya.
"Itu? Apakah kamu berbohong dengan kami?" Kata ibu itu tidak senang.
"?" Ferdi memiringkan kepalanya bingung tapi dia langsung tersenyum lalu berbalik dan membuka pintu otomatis yang perlu dengan sidik jari.
"Dengan ini anda percaya?" Kata Ferdi dengan senyum ramah.
Ibu-ibu itu membuka mulutnya terkejut yang sama dengan putranya itu, dia baru saja mengejek Ferdi karena menjadi supir taksi online tapi siapa sangka Ferdi punya mobil mewah seperti ini?
"Bu aku mau jadi supir taksi online!" Kata Heri dengan semangat.
"..." Ibu-ibu itu tidak tau harus berkata apa, dia baru saja mendidik anaknya itu tapi dengan cepat anaknya malah milih pekerjaan yang lain.
"Kamu harus belajar yang giat dan mendapatkan pekerjaan yang layak untukmu, juga ingat tidak peduli apa pekerjaannya selama itu Halal dan Legal maka kamu bisa bekerja tanpa harus memandang rendah mereka karena setiap pekerjaan ada tugasnya masing-masing!" Kata Ferdi dengan ramah menepuk kepala Heri.
Ibu-ibu itu mengangguk malu, dan mengantar Heri kedalam mobil Ferdi yang juga langsung jalan, ibu-ibu itu mungkin sudah mendapatkan pelajaran dari perkataan Ferdi dan tidak akan memandang rendah pekerjaan yang lainnya.
Karena itu benar sebuah komplek, kampung, rumah, atau kantor kalau tidak ada satpam atau security maka akan ada maling atau pencuri disana, karena itu setiap pekerjaan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing yang saling melengkapi satu sama lainnya.
Jadi salah bila memandang rendah mereka, karena di Indonesia ini adalah negera yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Kalau semua orang memandang rendah orang lain karena pekerjaan maka hanya akan ada keruntuhan dan pepecahan saja, karena Indonesia banyak pulau, Daerah, Suku, serta istiadat yang berbeda disetiap tempat jadi apakah kita harus memandang rendah mereka juga? Jawabanya tidak, justru kita harus menjaga dan menghormati semuanya agar kesatuan dan persatuan negeri ini tetap terjaga dengan baik.
__ADS_1
Ok kembali ke topik utama, Ferdi mengantar Heri ke sekolahnya itu dan tentu saja didalam mobil Ferdi bahkan berselfi ria, kapan lagi naik mobil mewah? Jadi foto dulu buat kenang-kenangan dan juga bahan cerita untuk menyombongkan diri didepan teman-temannya.
"Selamat belajar dan jangan lupa berikan pujian bintang lima untukku!" Kata Ferdi dengan ramah.
"Um, aku akan berikan pujian super bintang lima untukmu bang!" Kata Heri dengan semangat dan antusias sembari mengacungkan jempolnya.
[Ding! Selamat host mendapatkan pujian bintang lima(29) menghadiahkan 40% saham Rumah Sakit Awal Bros]
Rumas Sakit Awal Bros adalah rumah sakit yang dibuat di Riau tapi sekarang sudah maju dan memiliki 15 Rumah Sakit di beberapa kota seperti Medan, Tanggerang, Jakarta, dan masih ada lagi.
40% saham yang dimiliki Ferdi sudah cukup untuk menjadi pemegang saham terbanyak kedua di sana, pelayanan dan fasilitas rumah sakit disana bisa dibilang salah satu dari yang terbaik di Indonesia.
"Sebas, aku membeli saham di rumah sakit Awal Bros, aku minta kamu mentrasfer lagi uang senilai 600 Miliar ke mereka dan gunakan itu sebagai biaya untuk orang-orang yang tidak mampu membayar tagihan serta untuk meningkatkan fasilitas dirumah sakit, katakan saja kepada pemiliknya kalau aku tidak akan terlalu terlibat disana selama rumah sakit itu berjalan dengan baik dan melayani para pasien dengan profesional!" Kata Ferdi memberi instruksi.
"Baik Tuan, dan Tuan anda baru saja membeli sebuah pulau di Hawai bukan? Apa anda ingin saya melihatnya untuk anda?" Kata Sebas kepada Ferdi.
"Uhm.. Baiklah lakukan saja dengan baik!" Kata Ferdi mengangguk setuju.
"Baik Tuan, saya tidak akan mengecewakan anda!" Kata Sebas di telpon.
Dia bisa telepati tapi Ferdi tetap memaksanya membeli telpon serta menggunakannya untuk menghubungi Ferdi, alasannya untuk hidup layaknya manusia untuk sementara waktu saja.
Setelah Ferdi mendapatkan kekuatan lebih dia pasti tidak akan menggunakan barang-barang duniawi seperti ponsel lagi untuk menghubungi bawahannya.
__ADS_1
Ferdi melanjutkan nariknya sampai siang dan kembali ke rumah untuk istirahat, bogan(bobo ganteng), mabar(makan bareng) Annisa dan Ayu, dan tentu melakukan apapun di rumah seperti membantu belajar Ayu dan lain sebagainya.
Sampai malam hari tepat 1 jam sebelum acara di mulai, Ferdi dan Annisa bersiap untuk berangkat reuni bareng teman-teman Ferdi, Ayu mah tidak ikut karena kurang seru menurutnya dan tidak ada anak seumurannya jadi bagaimana Ayu mau ikut.