Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Mencari Masalah?


__ADS_3

Ferdi membawa Annisa ke Mall yang cukup terkenal di jakarta, alasannya adalah kemewahan dan produk di Mall ini untuk orang-orang kalangan atas yang sudah pasti kaya raya.


Ferdi dan Annisa berkeliling memasuki beberapa toko dari pakaian, jam, perhiasan, elektronik, dan sepatu.


Namun dari semua hal tersebut hanya berapa saja yang di beli untuk Ferdi dan Annisa tapi banyak barang yang mereka beli "khusus" untuk Ayu.


Bisa dibayangkan Ferdi dan Annisa membeli pakaian Maid, Pelaut, Seragam sekolah, pakaian renang, pakaian cosplay lain bahkan mereka sampai membeli beberapa barang perlengkapannya seperti tongkat, kacamata, topi, wig, kuping kucing, rubah, dan serigala yang khusus digunakan untuk Ayu.


Bahkan Ayu yang belajar dirumah sampai bersin-bersin serta merinding tanpa sebab dan memiliki firasat buruk tentang sesuatu yang tidak bisa dia bayangkan atau pikirkan.


"Nee kenapa kita membeli banyak barang aneh buat Ayu?" tanya Ferdi baru sadar.


"Eh? Apa kamu tidak ingin melihat Ayu memakai pakaian ini?" kata Annisa yang nafasnya berat tidak beraturan saat memikirkannya.


"Ayu memakai pakaian ini.... Muehehehe~" kata Ferdi yang juga membayangkannya.


"Siapa yang membicarakan aku sih?" tanya Ayu yang sekali lagi bersin di kamar.


"Dah lah males belajar mungkin aku terlalu banyak belajar kali, mending baca novel fanfict yang authornya ganteng aja seperti Muhammadsofyan2864~" kata Ayu dengan jujur.


(A: Nice Yu, promosini lagi siapa tau saya terkenal dan dapet jodoh juga kaya abangmu itu!)


Ferdi dan Annisa membuat tawa yang cukup menyeramkan yang tentu didengar oleh pengunjung lain di sebelahnya.


"Lalu bayangkan dia memakai ini, ufufufu~" kata Annisa mengeluarkan pakaian maid dan bando bertelinga kucing.


Sayangnya Annisa mau membeli ekor kucing juga sekalian tapi di larang oleh Ferdi dengan mengatas namakan kenyamanan Ayu, alasan lainnya yaitu Ferdi tidak akan membiarkan pantat Ayu yang mungil nan indah itu di lukai oleh mainan ekor kucing!


Tapi meski bukan itu ada juga jenis ****** ***** bermodel ekor kucing yang di beli Ferdi, harganya sedikit mahal tapi lubang anal Ayu tidak akan terluka!


Ini jiwa seorang kakak Sis-Con, dia tidak akan membiarkan Ayu terluka bahkan oleh mainan seperti ekor kucing sekalipun!


"Hei, Ferdi kah? Sudah lama sekali kita tidak bertemu!" kata seorang pria bertubuh cukup kekar dan tinggi, sepertinya orang tersebut adalah seorang pegulat.


"Siapa?" Ferdi mengerutkan keningnya tidak mengenali pria tersebut.


"Apa kamu melupakanku? Kita satu kelas waktu kelas 3 SMP loh?" kata pria kekar itu.


"Uhm... Tidak kenal" kata Ferdi dengan datar dan dingin.

__ADS_1


Dia tidak menyukai pria kekar itu alasannya adalah dia menganggu obrolannya dengan Annisa, hal lain adalah sok akrab dengannya padahal tidak dia kenal.


"Aku Yuda, apa kamu benar-benar melupakan aku?" Kata pria kekar itu dengan sedih.


"Yuda? Uhm... Ah bocah pendek itu? Aku tidak menyangka tubuhmu menjadi tinggi dan kekar!" Kata Ferdi dengan ramah tapi itu hanya untuk formalitas saja.


"Hei jangan mengatakan masa lalu, kamu sekarang kerja apa?" Kata Yuda merasa sedikit kesal karena di panggil pendek oleh Ferdi.


"Supir taksi online" kata Ferdi singkat.


"Eh? Dulu kamu pintar bukan? Aku tidak menyangka orang sepertimu bisa jatuh ke level ini!" kata Yuda dengan sedih tapi dalam hati dia merasa jijik dan menghina.


"Lihat lah aku, sekarang aku adalah pegulat profesional dan mengajar di sebuah tempat yang terkenal, gaji bulananku saja bisa 10 juta!" kata Yuda sedikit bangga dan sombong.


"Terus? Apakah di wajahku ini peduli? Tidak kan? Pergi lah jangan menganggu kencanku!" kata Ferdi mengusir.


10 juta sebulan dah sombong? Uang yang Ferdi berikan untuk jajan Annisa saja sudah cukup untuk menampar Yuda sampai mati jadi apakah Ferdi harus peduli?


"Huh? Ngomong-ngomong siapa gadis ini?Nona lebih baik ikut saja denganku, aku bisa belikanmu beberapa barang mahal dan dijamin kamu pasti selalu aman dan berkecukupan!" kata Yuda menggoda Annisa.


Yuda sebenarnya sudah tertarik pada Annisa makanya meski dia berbicara pada Ferdi sebelumnya tapi dia juga melirik sedikit ke Annisa, terutama payudara Annisa yang terlihat cukup menarik.


Annisa mengangkat alisnya tidak senang, apalagi mendengar hal seperti itu dari Yuda serta pandangan mesum Yuda membuatnya tidak nyaman.


"Huh? Berapa gaji mu sebulan? Dari pada gadis cantik ini hidup susah denganmu lebih baik denganku, lebih kaya dan lebih kuat dibandingkan denganmu!" kata Yuda memandang Ferdi dengan jijik.


Tubuh Ferdi sebenarnya terlihat kurus tapi kalau dia buka baju entah berapa banyak gadis yang tergila-gila dengan tubuhnya, apalagi wajahnya yang lumayan tampan jadi nilai Ferdi dari segi penampilan saja sudah melebihi Yuda.


Meski badan Yuda itu tinggi tapi aslinya dia memiliki wajah pas-pasan yang kalah jauh dari Ferdi, otaknya juga tidak sepintar Ferdi itulah kenapa dia tidak terlalu menyukainya, apalagi melihat Ferdi pergi dengan gadis cantik nan semok seperti Annisa, pria mana yang tidak iri?


"10 juta huh? Apakah kamu begitu bangga dengan uang receh seperti itu?" kata Ferdi dengan dingin bahkan dia sudah melupakan status Yuda sebagai "kawan sekelas"


"Uang receh? Bung apa kamu mengingau? Otakmu sepertinya tidak beres!" kata Yuda menghina.


"Ini uang 2 juta untukmu, gunakan untuk bersenang-senang tapi jauhi gadis ini!" kata Yuda lagi sambil melempar uang dua juta rupiah miliknya.


Annisa sebenarnya marah kali ini, pacarnya di hina seperti itu didepan umum membuatnya cukup marah apalagi Yuda seperti mengatakan membelinya seharga 2 juta rupiah?


Banyak orang sedang menonton pertunjukkan bagi mereka ini layaknya hiburan jalanan yang mengasikkan apalagi gratis, mereka bahkan tidak repot-repot membantu Ferdi atau Yuda melainkan hanya menonton atau menikmati makanan.

__ADS_1


Ferdi marah tapi setelah menghela nafas dia tersenyum kecil, tapi aura milik Raja Tentara tingkat Dewa keluar dan menekan Yuda.


Penampilan Ferdi tidak banyak berubah tapi auranya berbeda, meski wajahnya tersenyum tapi matanya seakan seperti seekor binatang buas yang melihat mangsa.


Yuda tiba-tiba gemetar, dia bahkan tidak berani menatap mata Ferdi secara langsung, sebagai pegulat dia sudah biasa dengan aura para petarung tapi aura yang ditunjukkan Ferdi bukanlah aura petarung melainkan aura pembunuh yang sudah membunuh ribuan bahkan jutaan orang.


Saat seperti itu tiba-tiba ponsel Ferdi bergetar, membuatnya menghentikan auranya dan melihat ponsel yang ternyata dari Sebas yang menelpon dirinya.


"Ada apa Sebas?" tanya Ferdi ringan.


"Tuan, beberapa perusahaan akan mengirimkan uang kepada anda sebagai pendapatan anda selama setahun ini, apa langsung kumemasukkannya ke rekening anda?" tanya Sebas.


"Berapa? Aku bahkan baru menghabiskan beberapa puluh juta disini dan masih belum menguras sisa uangku jadi jangan kirim yang banyak!" kata Ferdi jujur dia bahkan belum menghabiskan uang sebanyak 20 juta tapi sekarang dia menghasilkan uang lagi? Bagaimana caranya dia menghabiskan uangnya?


"Ada sekitar 50 Miliar untuk anda saat ini!" kata Sebas.


Suaranya di telpon tapi Yuda, Annisa, dan beberapa pengunjung serta pelayan dapat mendengarnya, beberapa dari mereka tertegun dan tercengang karena bagaimanapun itu adalah uang besar.


"Kirim saja 1 Miliar ke rekeningku sisanya bisa kamu gunakan, aku masih ada 100 Miliar yang belum habis bahkan 10% nya saja!" kata Ferdi jujur dan sedikit sedih.


"Tapi tuan, 1 miliar terlalu kecil, bagaimana aku mengirimkan uang sebanyak 10 Miliar dan sisanya akan disimpan ke kartu kredit anda yang baru akan kubuat?" kata Sebas, meski dia tidak memandang uang tapi dia tau manusia masih memerlukan uang untuk hal-hal lainnya.


"10 Miliar? Hadeh, baiklah kirim saja!" kata Ferdi tidak.


Setelah telepon tertutup  sebuah notif dari bank muncul, Yuda tidak jauh dari Ferdi tentu melihat hal itu dan ternyata benar yang membuatnya terkejut.


Dia menghasilkan uang sebanyak 10 juta sebulan sudah menjadi penghasilan yang luar biasa tapi Ferdi menghasilkan 50 Miliar dan menerima 10 Miliar masih menghela nafas? Dia akhirnya tau kalau perkataan Ferdi tadi adalah benar.


10 juta hanyalah recehan didepan 10 Miliar dan dia berani menyombongkan hal itu? Astaga berapa tingkat kebodohan yang dia miliki sebenarnya!?


"Sudahlah, ayo pergi Nis dan apa mahar yang ingin kamu terima?" kata Ferdi melupakan hal tersebut barusan.


"Ma-Mahar apa!? Memangnya siapa yang mau menikahimu!?" kata Annisa berwajah merah padam.


"Ahaha sikapmu sudah membuktikannya, baiklah aku akan memberikan pulau pribadi saja kepadamu? Aku mendengar sebuah pulau di Portugal sedang di jual dengan harga $350 juta USD, bagaimana? Meski murah dan masih kurang modern tapi kita bisa membuatnya maju bersama!" kata Ferdi ringan tapi semua orang disana terkejut.


Bahkan Yuda pun berlutut karena kakinya lemas, bisa dibayangkan sebuah pernikahan dengan mahar sebuah pulau pribadi ditambah itu adalah pulau pribadi di luar negeri seharga $350 juta USD!!


Annisa juga terkejut tapi dia hanya bisa mengelengkan kepala saja, menurutnya Ferdi hanya mengertak saja tapi tanpa Annisa sadari kalau Ferdi serius kali ini.

__ADS_1


Ferdi pergi bersama Annisa setelah membayar tentunya, mereka meninggalkan Yuda yang masih berlutut disana, namun apakah Ferdi benar-benar melepaskannya?


Jawabannya tidak, dia mengirimkan foto Yuda ke Sebas untuk di tangani dan tentu Sebas tidak akan menahannya kali ini karena Yuda sudah menyinggung Ferdi maka kematian mungkin cara termudah baginya untuk lolos dan selamat dari azab yang akan menantinya.


__ADS_2