Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Pembicaraan


__ADS_3

"Makasih bang karena selalu ada untukku!" kata Ayu sambil menyenderkan kepalanya di dada Ferdi, entah kenapa ia merasa nyaman dalam posisi tersebut.


"Aku akan selalu ada di sisimu kok, tidak peduli siapa indentitasmu selama kamu masih menganggapku sebagai kakakmu maka aku tidak peduli hal lainnya!" kata Ferdi dengan tenang dan lembut namun ada ketetapan hati dan keseriusan di kalimatnya.


Bagi Ferdi, Ayu adalah satu-satunya keluarganya,  sosok yang ingin dia lindungi tidak peduli apapun yang terjadi, selama Ayu bisa hidup tenang itu sudah cukup baginya.


Ayu merasakan kelembutan dan kehangatan serta cinta keluarga yang selama ini ia rindukan, ia semakin menyenderkan kepalanya ke Ferdi seakan tidak ingin lepas dari Ferdi.


Baik itu Testarossa, Sebas, dan Diablo yang berada disana segera menyingkir dan mengawasi dari jauh, tidak ingin menganggu keharmonisan keluarga kecil itu.


"Ngomong-ngomong bang, sebenarnya siapa kau dan yang lainnya?  Kekuatan kalian jelas bukan berada di tingkat manusia normal. " tanya Ayu penasaran, ia menatap Ferdi dengan ekspresi kucing yang penasaran.


Ayu tidak peduli siapa Ferdi tapi ia hanya penasaran saja, jelas Ferdi juga sedang menyembunyikan indentitasnya sama seperti dirinya ini.


"Aku? Saat ini aku hanya seorang manusia biasa dan cukup itu yang kamu ketahui saja" kata Ferdi dengan tenang dan jujur, karena dia memang manusia biasa bukan mahluk supernatural seperti yang lainnya.


"Sebas adalah kepala pelayanku, dia juga seorang Dragonoid sebuah ras campuran antara Naga dan Manusia."


"Diablo adalah orang kepercayaanku,  dia adalah seorang Iblis Primordial, dia juga ketua dari pasukan Black Corps yang berisi para Iblis di Neraka."


"Testarossa juga sama seperti Diablo dan dia adalah salah satu bawahan Diablo yang terkuat diantara yang lainnya." jelas Ferdi dengan tenang memperkenalkan yang lainnya.


"I-itu ..." Ayu terkejut, dia tidak pernah menyangka kalau Sebas dkk adalah mahluk supernatural yang lebih langka dan kuat darinya!


Ras Vampire mungkin di anggap mulia oleh beberapa ras lain seperti Manusia namun semua itu masih omong kosong di hadapan ras Iblis dan Dragon.


Ras Dragonoid meski hanya ras cabang dari ras Dragon tapi tetap saja kedudukan dan status mereka di atas ras Vampire, dan jangan bilang soal Iblis Primordial karena itu adalah ras terbaik di ras Iblis!


Tinggal dan akrab dengan mereka tanpa tau silsila dan status sungguh hal yang luar biasa, mungkin ini lah yang pepatah kuno katakan "Rasa Ingin Tau Dapat membunuh kucing" karena sekarang informasi ini cukup untuk menghebohkan orang-orang sampai mati!!

__ADS_1


"Ada apa?  Takut?  Mereka tidak gigit kok." kata Ferdi dengan tenang, ia bahkan bercanda sedikit dengan Ayu agar Ayu tenang.


"Bang,  sebenarnya kau siapa? Tidak mungkin manusia bisa memiliki bawahan seperti itu!" kata Ayu dengan serius dan bersungguh-sungguh.


"Aku manusia kok, namun dulunya aku bukan manusia biasa yaa sekarang juga sih namun ras ku masih manusia,  untuk detail lebih jauh aku tidak bisa mengatakannya biarkan saja waktu dan situasi yang mengatakannya." kata Ferdi dengan tenang karena apa yang ia bilang adalah kejujuran.


Dia bukan manusia biasa karena dia seorang Reinkarnator, jelas itu bukanlah hal biasa bagi manusia dan dia juga punya System jadi dia jelas bukan manusia biasa seperti yang di obral di tempat umum.


"Dengan kata lain kau seorang reinkarnator?" tanya Ayu ringan.


"Yups, seperti itu." Kata Ferdi ringan


Jelas setelah semua hal ini maka rahasianya sudah tidak bisa di rahasiakan lagi, karena hanya itu alibinya yang masuk akal.


"Apa kak Annisa tau tentang indentitasmu?" tanya Ayu penasaran, karena sebelumnya Annisa lebih dulu tau tentang kekayaan Ferdi ketimbang dirinya jadi dia penasaran apakah Annisa juga tau hal ini atau tidak.


Meski ia menyukai Annisa tapi dia belum mengungkapkan hal ini karena mana ada manusia yang akan menerima dengan tenang kalau sebenarnya ada mahluk gaib di dekat mereka, ya kan?


Ayu mengangguk dan merasa senang, karena indentitas mereka akan menjadi rahasia kecil bagi keduanya, itu menyenangkan untuk Ayu.


Ayu dan Ferdi mengobrol dengan tenang, sebuah obrolan keluarga yang harmonis dan menenangkan.


Sementara itu di sebuah gang sempit dan gelap terdapat seorang gadis kecil yang sedang berdiri di atas tumpukan mayat tak dikenal,  gadis itu tidak lain adalah Ultima salah satu dari Iblis Primodial yang di panggil Ferdi sebelumnya.


"Seperti yang di katakan oleh tuan, ternyata ada kroco yang mau mencelakai nona Ayu!" kata Ultima dengan dingin.


Ia pun kemudian menghilang dan para mayat itu juga menghilang tersapu angin, mereka tewas karena racun mematikan Ultima yang bahkan dapat melelehkan daging dan tulang karena itu mereka menghilang di kegelapan malam.


Balik lagi ke TKP.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu?  Masih lapar?" tanya Ferdi dengan lembut dan penuh kasih.


"Aku baik,  perutku sudah penuh bang dan darahmu adalah darah terbaik dari yang terbaik yang pernah aku minum!" kata Ayu dengan semangat,  tidak lupa dia memuji Ferdi karena memiliki darah yang luar biasa enak.


"Baguslah, kalau kamu mau lagi bilang saja jangan sampai hal ini terjadi lagi!" kata Ferdi lembut namun ada peringatan dan teguran didalamnya.


"Um, aku janji tapi aku tidak bisa meminum darahmu terlalu sering bang, soalnya nanti kamu akan Hipotensi dan Ayu bisa kecanduan kalau terlalu sering menghisap darahmu, bang!" kata Ayu berjanji dan menolak.


Meski darah Ferdi sangat enak namun Ayu juga sangat peduli dengan kondisi Ferdi,  sama seperti Ferdi, Ayu juga menganggap Ferdi sebagai satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini karena Ayu tidak ingin hal buruk terjadi kepada kakak tercintanya ini.


Mendengar kepedulian Ayu membuat Ferdi senang,  ia kemudian berkata dengan lembut,  "Bila kau ingin katakan saja,  jangan pedulikanku karena melihatmu senang saja sudah membuatmu senang!" sambil mengusap kepala Ayu yang lembut dan halus itu.


Mendengar ini Ayu merasa senang,  ia pun mencium pipi Ferdi sambil berkata "Ayu sangat mencintai Abang!" lalu pergi meninggalkan Ferdi dengan malu.


Ferdi terdiam, ia merasakan pipinya memanas dan hidungnya hangat, ia hampir mimisan karena tingkah Ayu barusan namun ia menghentikannya karena ada seseorang yang datang ke posisinya.


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Ferdi dengan dingin, sikap hangat dan pengertian sebelumnya telah lama berubah sejak Ayu pergi meninggalkannya barusan.


"Seperti yang telah anda perkirakan, tuan. Terdapat sekitar 26 orang yang mengaku sebagai pemburu Vampire dan berniat membunuh nona Ayu, saya telah memusnahkan ke-26 orang tersebut dengan baik tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, tuan!" kata Ultima dengan serius saat muncul didepan Ferdi dan juga bersikap hormat kepadanya.


"Kerja bagus, namun aku meminta kepadamu untuk mengusut masalah ini lebih jauh, dan musnahkan semua yang ingin mencelakai Ayu, tidak peduli siapa itu, apa kau bisa melakukannya, Ultima?" kata Ferdi dengan serius.


"Saya selalu siap dan menerima setiap perintah dari anda, tuan!" kata Ultima dengan serius.


"Bagus, sekarang pergi lah!" kata Ferdi dengan senang dan juga serius.


Ultima segera pergi dengan hormat dan cepat, sekarang dia siap untuk melakukan pembantaian lagi sementara Ferdi tidak peduli dengan yang lainnya.


Bagaimana Ferdi bisa mengetahui semua itu? Jelas karena Item Nomor yang ia terima dan pakai sebelumnya membuatnya dapat mengetahui apa yang akan terjadi, ditambah pengingat Diablo yang membuat Ferdi menjadi yakin akan ramalan itu.

__ADS_1


__ADS_2