
"Siapa yang menelpon? Temanmu lagi?" Tanya Annisa dengan senyum di wajahnya.
"Um, sahabatku saat smp baru saja kembali dari Australia setelah kuliah disana, dia ngajakin ngumpul bareng dan memintamu juga ikut gabung~" kata Ferdi menjelaskan singkat ke Annisa.
"Eh? Aku juga?" Tanya Annisa terkejut.
"Um, dia memintaku membawa kekasihku ya sudah jelas kamu lah, emangnya siapa lagi pacarku kalau bukan kamu?" Kata Ferdi dengan manis.
"Gombal, cowok sepertimu itu pasti dah banyak simpanannya kan?" Kata Annisa dengan senyum curiga.
"Simpanan? Yaa aku memilikinya!" Kata Ferdi jujur.
"Kata Sebas dia akan membuat tabungan baru buatku dan disana akan berisi uang simpananku yaa aku tidak terlalu ingin sih tapi apalah daya~" kata Ferdi mengangkat bahunya tak berdaya.
"..." Annisa menepuk keningnya setelah mendengar perkataan Ferdi, dia tidak menyangka Ferdi akan membahas uang lagi padahal yang dia maksud itu adalah gadis lain.
"?" Ferdi memiringkan kepalanya bingung, dia tidak tau kenapa Annisa melakukan itu.
"Jadi acaranya adalah Senin?" Tanya Annisa mengubah topik pembicaraan.
"Um, malam Selasa lebih tepatnya!" Kata Ferdi dengan yakin.
"Apa temanmu yang tadi akan datang juga?" Tanya Annisa ragu.
"Tenanglah, soal dia itu kamu tidak perlu pikirkan, kalau kamu mau dia menghilang maka aku tidak keberatan mengkhabulkannya!" Kata Ferdi dengan tenang.
"Tidak, jangan lakukan itu!" Kata Annisa cepat.
Dia mulai mengetahui sikap Ferdi sedikit, kalau pemuda itu mengatakan hal seperti ini maka Yuda pasti akan benar-benar menghilang, apakah dia mau Ferdi jadi seorang kriminal? Jawabannya tidak.
"Kamu tidak perlu khawatir karena aku mengatakan dia menghilang maka dia menghilang tapi aku tidak membunuhnya melainkan membuatnya pergi ke Afrika buat mengajar gulat disana!" Kata Ferdi berbohong.
Mendengar itu Annisa menghela nafas lega, dia tidak mau Ferdi melanggar hukum karena keegoisannya itu, meski dia benci sikap Yuda dalam tingkat tertentu tapi itu bukan berarti dia ingin Yuda mati.
"Jadi mau kemana lagi? Aku siap mengantar nona cantik sepertimu~" kata Ferdi dengan tenang.
"Pulang saja, aku sedikit lelah dan sudah malam juga!" Kata Annisa dengan senyum kecil diwajahnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu~" kata Ferdi tidak keberatan.
Baginya menghabiskan waktu dengan Annisa cukup menyenangkan, ya menghabiskan waktu dengan gadis yang kamu suka itu pasti sangat lah menyenangkan tapi disaat itu pula waktu akan berlalu cepat.
Ferdi mengubah mobil dengan meminta Sebas untuk membawa Advanzanya ke cafe lalu dia menyerahkan kunci Zenvo miliknya ke Sebas.
Ferdi dan Annisa pulang dengan santai dan tenang, mengobrol sedikit didalam mobil untuk menikmati perjalanan agar tidak membosankan.
"Terima kasih buat hari ini,itu tadi sangat menyenangkan!" Kata Annisa senang.
"Selama kamu suka maka aku tidak keberatan~" kata Ferdi santai.
Namun apa yang tidak di waspadai Ferdi adalah Annisa maju serta mencium pipi Ferdi sebelum berlari kedalam kos-kosan.
Ferdi tertegun dan memegangi pipinya yang di cium Annisa, ada senyum kecil di wajahnya karena itu tadi cukup lucu juga.
[Ding! Selamat host mendapatkan pujian bintang lima(28) menghadiahkan 100% Pulau Lanai]
Pulau Lanai adalah pulau Pribadi di dekat Hawai, di dengar kalau pulau tersebut dibeli oleh CEO dari perusahaan teknologi ternama seharga $300 juta USD, dan di kembangkan pada tahun 2016 dengan uang investasi sebanyak $500 juta USD.
Tapi sekarang Ferdi sudah mendapatkan pulau Lanai secara keseluruhan, tidak hanya itu tapi System juga memberinya beberapa hal disana seperti resort mewah, cafe, pembangkit listrik tenaga nuklir yang dapat menghidupi listrik di seluruh Amerika tanpa berhenti, teknologi disana juga di kembangkan dengan maju.
Jadi meski disana hanya ada tanah tapi Ferdi sudah mendapatkan fasilitas mewah, bahkan bandara pribadi kecil serta pelabuhan sudah disiapkan disana khusus untuk Ferdi.
Biaya penginapan disana juga bisa dikatakan mahal namun mewah, bahkan ada berita menginap disana saja bisa menghabiskan jutaan USD permalam, ditambah ada beberapa orang kalangan atas yang sudah pernah kesana untuk liburan, menikah, dan bulan madu jadi sudah jelas pulau Lanai memiliki harga yang mahal untuk penginapan disana.
Membaca itu Ferdi terkejut meski awalnya dia ingin membeli pulau secara pribadi(meski Sebas yang disuruh beli) tapi siapa sangka kalau System akan memberinya pulau Pribadi seperti ini.
Yang membuatnya terkejut adalah kapan Annisa memesan layanan taksi onlinenya!?
"Gadis bodoh itu!" Kata Ferdi sembari mengelengkan kepalanya.
Dia kembali ke kamar hanya untuk mendapatkan wajah cemberut Ayu, Ayu sebenarnya tidak terlalu kesal hanya saja Ferdi dan Annisa tidak pernah cerita soal hubungan mereka dan itulah yang membuat Ayu sedikit kesal.
"Coba jelaskan!" Kata Ayu dengan nada tinggi.
Tingkah marahnya sebenarnya cukup lucu dan mengemaskan tapi Ferdi mencoba menahan hasrat untuk memeluk Ayu atau mencubit pipinya itu.
__ADS_1
"Jangan marah, aku dan Annisa tidak pacaran kok!" Kata Ferdi dengan tenang.
"Eh!? Tapi tadi sepertinya kalian dekat!? Padahal Ayu sudah sedikit senang abang suka dengan seseorang gadis!" Kata Ayu sedikit sedih.
Bibir Ferdi berkedut mendengar perkataan Ayu, kalau saja yang ngomong adalah laki-laki dan bukan Ayu sudah pasti Ferdi akan menghajarnya dengan parah.
"Kami memang tidak pacaran tapi minggu besok aku berniat kerumah orang tua Annisa untuk melamarnya!" Kata Ferdi jujur.
"Apa!? Benarkah itu!?" Kata Ayu dengan mata berbintang.
Ferdi mengangguk sebagai tanda kalau dia benar-benar akan melakukan itu, melihat abangnya menjawab "Iya" membuat Ayu bersemangat.
"Yeay! Ayu dapat kakak ipar yang cantik~" kata Ayu melompat senang.
"Kamu juga cantik kok~" kata Ferdi mengelus kepala Ayu.
"Kalau itu Ayu juga tau, ehehe~" kata Ayu narsis.
"Apa kamu sudah makan?" Tanya Ferdi kepada Ayu.
"Uhm... Belum!" Kata Ayu jujur.
"Eh? Apa kamu serius belajar hari ini membuatmu lupa waktu lagi?" Kata Ferdi menatap adik kecilnya itu.
"Tidak, hari ini Ayu hanya keasikan baca Novel~" kata Ayu dengan senyum cerah.
"Eh? Tumben biasanya belajar?" Kata Ferdi merasa ada yang aneh.
"Lagi pengen aja sih, sekalian cari hiburan baru dan istirahat otak~" kata Ayu dengan ceria.
"Um, baguslah kamu boleh belajar giat tapi ada juga waktu untuk istirahatnya dan juga waktu buat liburan juga~" kata Ferdi mengangguk setuju.
"Um, Ayu tau kok!" Kata Ayu juga setuju dan tau.
"Yosh hari ini akan abang masakkan sesuatu yang spesial untukmu!" Kata Ferdi dengan semangat.
"Yeay!" Ayu melompat senang karena masakan Ferdi itu selalu enak di lidahnya.
__ADS_1