Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Ke Pulau Baru


__ADS_3

Ellizabet memerintahkan untuk 60.000 orang MBT (Manusia Bawah Tanah) untuk hadir di sebuah lapangan dengan panggung tinggi didepannya.


"Hei, menururmu apa yang akan di sampaikan Yang Mulia?" Tanya si A penasaran.


"Entah, mungkin bangsa manusia permukaan mengadakan damai kali?" Kata si B penuh harap.


"Paling kita di minta pindah lagi!" Kata si C pesimis.


"Sstt, bisakah kalian diam? Yang Mulia akan menyampaikan pesannya!" Kata si D menghentikan obrolan ketiganya dan yang lain.


"Aku memiliki berita mengembirakan untuk kalian!" Kata Ellizabet dengan senyum cerah.


Semua orang bingung karena mereka tidak tau kenapa Ellizabet begitu bahagia dan berita gembira apa yang akan di sampaikan oleh Ellizabet.


"Kalian penasaran?" Tanya Ellizabet menggoda.


Semua penduduk terkejut melihat sikap Ellizabet hari ini begitu ceria dan bersemangat tidak seperti biasa yang serius, tegas, dan berwibawa.


"Hari ini kita bisa hidup di permukaan!!!" Kata Ellizabet dengan semangat.


"Apa!?"


"What!?"


"Onamae wa mo shinde iru!"


"Nani!?"


"Bau bawang njir!"


Seru semua orang antara senang, gembira, sedih, dan canda. Hal itu di akibatkan kehidupan mereka yang selalu di bawah tanah membuat keinginan untuk tinggal di permukaan bumi.


"Apakah pihak manusia permukaan setuju?" Tanya seseorang tiba-tiba membuat beberapa MBT menatap Ellizabet dengan penuh harap.

__ADS_1


"Tidak, tapi ada seseorang yang mengijinkan kita tinggal di wilayahnya!" Kata Ellizabet tanpa mengubah wajah senangnya.


"Untuk itu aku akan membiarkan tuan Ferdi untuk memberikan pidatonya!" Kata Ellizabet dengan penuh hormat kepada Ferdi.


Semua MBT merasa tidak nyaman dan tidak beres karena mereka tidak mengetahui alasan kenapa Ellizabet menghormati Ferdi.


"Ahem! Maaf menganggu waktu kalian dan perkenalkan aku Ferdi!" Kata Ferdi memperkenalkan diri kepada yang lain.


"Singkat saja, aku sudah berdiskusi dengan nona Ellizabet untuk membahas kepindahan kalian, aku setuju memberikan kalian tempat tinggal dan makanan namun aku menginginkan timbal balik kalian yaitu kalian bekerja untukku!" Kata Ferdi dengan tenang.


"Kalian bisa tenang karena walau aku memberikan kalian tempat tinggal dan makanan tapi tetap menggaji dan memberikan asuransi untuk kenyamanan kalian!" Kata Ferdi dengan ringan.


"Aku memberikan kalian semua itu kalau kalian ingin bekerja denganku dan bila tidak ya tidak akan kuberikan, ada juga janji ku kepada kalian para MBT kalau aku akan memberikan indentitas kalian di permukaan agar kalian dapat berkelana dan beradu nasib di permukaan namun hal itu bisa terwujud saat aku mendapatkan status yang tinggi untuk mewakili manusia permukaan!" Kata Ferdi dengan lantang.


"Bagaimana kami tau kalau apa yang kamu katakan itu benar!" Kata Si A tidak langsung mempercayainya.


Ellizabet ingin berbicara tapi dihentikan oleh Ferdi, Ferdi tersenyum lalu berdiri dengan tenang di atas panggung.


"Bagaimana kalau kamu berbohong dan mengkhianati kami!?" Kata si B kepada Ferdi.


"Apakah kamu berpikir seperti itu? Bila aku ingin mengkhianati atau memusnahkan kalian itu semudah membalikkan telapak tanganku dan juga bila aku berbohong lantas apa yang membuatku harus melakukannya? Apakah kalian memiliki harta? Benda berharga? Atau hal lain?" Tanya Ferdi dengan ringan.


Semua orang diam, ya memang tidak ada hal penting bagi Ferdi untuk membohongi mereka dan juga bila Ferdi ingin memusnahkan mereka itu hanya perlu menelpon militer negara ini atau gabungan negara tetangga sudah cukup untuk menghancurkan mereka.


"Ta-Tapi kami tetap tidak tau apakah kamu berbohong atau tidak!" Kata si C pesimis.


"Aku tidak suka bicara banyak, intinya bila kalian mau bekerja untukku maka itu akan berarti kenyamanan dan masa depan cerah didepan kalian namun bila kalian memilih tidak maka masa depan sudah ada untuk kalian lihat sendiri!" Kata Ferdi dengan ringan.


Di bagian akhir kalimatnya ia masih sempat melihat ke orang banyak, semua orang saling memandang satu sama lain karena sudah jelas maksud Ferdi yang di akhir adalah dirimu sendiri lah yang memutuskan masih ingin tetap di bawah tanah dan membusuk disana tanpa harapan atau tinggal di permukaan dengan harapan baru.


"Kalau begitu bagaimana cara kita untuk pergi dari sini? Kalau manusia permukaan melihatnya sudah jelas mereka akan menyerang kami!" Tanya si D tidak yakin.


"System buatlah gerbang di tembok besar dibelakangku ini!" Kata Ferdi kepada System.

__ADS_1


[Ding! Koordinat gerbang sudah tersedia apakah host ingin memasangnya sekarang?]


"Bila aku menjentikan jariku maka disaat itu juga kamu mesang Gerbangnya!" Kata Ferdi dengan tenang.


Ferdi lalu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, merapatkan jari jempol dengan tengah, dan diakhiri jentikan jari yang tidak kencang itu dan kemudian muncul ledakan tiba-tiba.


Booomm!!


Sebuah energi besar berkumpul di belakang Ferdi, semua MBT terkejut bahkan bagi Luna, Sina, dan Ellizabet sekalipun mereka masih terkejut dengan kekuatan Ferdi dan diyakinkan kali ini kalau ucapan Sebas itu benar.


Energi berkumpul dan bagai diisap oleh pusaran air itu berkumpul disatu tempat saja yaitu tembok raksasa di belakang Ferdi, bila kejadian itu ada di luar mungkin akan menciptakan awan menjadi gelap, petir menyambar di segala hal dan sebuah cahaya dari balik awan membuka sebuah gerbang yang megah tapi sayangnya ini bukan di permukaan.


Semua energi itu berkumpul bersama dengan angin, hampir semua peralatan, kain, dan hal yang dapat terbang langsung terlempar ke udara dengan sangat luar biasa.


Lalu bunyi ledakan lagi dan dinding di belakang Ferdi mulai menghitam dan berubah menjadi pusaran air raksasa, mungkin lebih tepat menyebutnya sebagai lubang hitam raksasa yang tetap disana tanpa menghisap apapun kecuali tersentuh oleh benda asing.


"Bila kalian mempercayaiku maka silakan melewati portal ini, bila tidak maka tinggalah di sini!" Kata Ferdi dengan lantang tapi pembawaanya ringan.


Semua orang memandang satu sama lain dan akhirnya mereka memgangguk untuk mempercayai satu hal yaitu pergi bersama dengan Ferdi dan yang lainnya!


Satu persatu dari mereka mulai berjalan ke arah gerbang transportasi lalu melewatinya, hanya butuh dari 2 jam untuk benar-benar memindahkan 60.000 orang sekaligus, untung saja gerbang sangat lah besar jadi dapat memuat ratusan orang sekaligus dalam satu waktu.


Ferdi, Ellizabet, Luna, Sina, Elmod, dan Sebas akhirnya masuk kedalam dengan tenang terutama Ferdi dan Sebas karena keduanya sudah sangat yakin satu sama lain.


Ferdi sangat yakin dengan kemampuan System dan hadiah atau benda menarik dari System tapi Sebas berbeda karena bagi Sebas Ferdi adalah dewa baginya yang dapat merubah hal yang mustahil menjadi mungkin.


Saat semua orang melintas semuanya sangat terkejut dengan pemandangan didepan mereka, para orang tua meneteskan air matanya, orang dewasa memandang dengan takjub sementara anak-anak memandang dengan penasaran.


Mereka yang belum pernah ke permukaan benar-benar sangat terkejut karena pemandangannya benar-benar sangat indah bahkan bagi mereka yang sudah pernah ke permukaan dan berkeliling pun terkejut dan kagum dengan pulau milik Ferdi.


Sebas mengangguk puas karena baginya hal yang di miliki Ferdi bukanlah hal yang buruk sama sekali bahkan bila itu adalah sampah sekalipun.


Ferdi juga mengangguk puas karena pulau yang luasnya hampir sebesar pulau Jawa itu memang indah, pulau ini terletak di pertengahan samudra pasifik dengan luas yang sama dari luas Jawa barat ke Jawa tengah itu.

__ADS_1


__ADS_2