
Ferdi dan Annisa pergi dengan mobil Zenvo, saat di rumah Ferdi sebenarnya Sebas sudah tidak ada karena pergi ke Lanai buat melihat-lihat keadaan di pulau tersebut.
"Ngomong-ngomong dirumahmu tadi aku tidak melihat Sebas, kemana dia?" Tanya Annisa penasaran.
"Sedang pergi ke Lanai!" Kata Ferdi singkat dan santai.
"Lanai? Dimana itu?" Tanya Annisa bingung.
"Oh kamu tidak mengetahuinya? Ya cukup wajar sih, Sebas sedang pergi ke Pulau Lanai yang dekat dengan Hawai, pulau Lanai adalah pulau pribadiku dan baru kubeli beberapa waktu lalu jadi Sebas meminta ijin untuk pergi kesana!" Kata Ferdi santai dan ringan.
"Kamu tidak serius ingin memberikanku pulau pribadi kan!?" Kata Annisa dengan datar.
Dia terkejut mendengar Ferdi sudah membeli sebuah pulau pribadi, namun meski begitu Annisa tidak terlalu kaget karena Ferdi memiliki uang banyak dan tidak aneh untuk beli sebuah pulau pribadi tapi siapa sangka itu terjadi cukup cepat.
"Ya, tapi milikmu bukan pulau Lanai namun ada di portugal, kamu bisa cek sendiri dan aku belum membelinya jadi santai saja~" kata Ferdi dengan ringan.
"Atau kamu tidak sabar untuk memiliki pulau pribadi milikmu?" Kata Ferdi sambil menyeringai.
"Tidak, siapa juga yang ingin sebuah pulau!" Kata Annisa menolak dengan cepat.
"Bagiku bisa berada disisimu saja sudah lebih dari cukup!" Sambung Annisa dengan pelan.
"Aku juga, ahh tidak sabar aku untuk menikahimu!" Kata Ferdi sedikit bersemangat.
"Jangan mengatakan seperti itu!" Kata Annisa malu mendengarnya.
Meski dia ingin menikah dengan Ferdi tapi mengakuinya sedikit memalukan, apalagi mereka bahkan belum mendapatkan restu dari orang tua Annisa.
"Baiklah lupakan itu dan kita menikmati hari bersama dengan yang lainnya saat ini~" kata Ferdi dengan ringan dan santai.
"Um, kamu benar dan kuharap tidak ada yang mengganggu disana!" Kata Annisa berdoa.
"Ahaha, kalau ada yang mengganggu ya tinggal di usir~" kata Ferdi dengan ringan.
Tempat tujuan mereka adalah sebuah Hotel bernama Totem, jenis hotel bintang 3 yang berada di Jakarta Selatan.
Di sana Ferdi sampai tepat waktu dan langsung menghubungi Zaki untuk diantar langsung olehnya.
"Oi Zak, kamu dimana? Aku didepan nih!" Kata Ferdi dengan nada memerintah.
"Tunggu aku!" Kata Zaki langsung menutup telpon.
__ADS_1
"Hadeh, tuh anak kebiasaan langsung tutup telpon tidak ngomong di ruangan berapa!" Kata Ferdi merasa sikap Zaki tidak berubah sama sekali.
"Oi, ku kira kamu tidak akan datang!" Kata Zaki baru muncul.
"Ngapa? Aku datang tepat waktu loh!" Kata Ferdi menunjukkan jam tangannya yang menampilkan waktu dia datang dan menunggu.
"Heleh, kamu itu yang terlambat dibanding yang lain, ayo ikut aku!" Kata Zaki mengejek.
"Apa!? Sial kupikir aku sudah tepat waktu!" Kata Ferdi mengutuk.
"Ahaha, dengan ini rekor keterlambatanmu masih di pertahankan!" Kata Zaki bercanda.
"Biarlah, toh protagonis utama mah selalu datang terlambat dan yang pasti selalu menjadi topik utama dimana pun dia berada~" kata Ferdi narsis.
"Hilih, bisa bae nih anak ngelesnya!" Kata Zaki datar.
Annisa sebenarnya cukup terkejut dengan sikap Ferdi yang sedikit berbeda dibanding biasanya.
"Oh ya siapa ini? Kamu tidak memperkenalkannya kepadaku?" Kata Zaki manatap Annisa dengan kagum.
Bagaimana pun Annisa itu cantik jadi tentu membuat pria manapun akan terkagum dengan kecantikannya, Zaki juga termasuk salah satunya.
"Dia Annisa, kekasih sekaligus calon tunanganku!" Kata Ferdi memperkenalkan Annisa ke Zaki.
"Dan kalau kamu kenal beberapa teman wanita yang cantik bisa lah kenalkan kepadaku~" sambung Zaki berbisik ke telinga Ferdi.
"Eh? Kamu ingin kenal dengan wanita!? Wah berita heboh nih kalau di beritahu teman sekelas kita yang lain!" Kata Ferdi dengan wajah terkejut.
"Sialan kau!" Kata Zaki memukul perut Ferdi.
"Ahaha~" Ferdi tentu menghindar dan tertawa senang.
"Oh ya, namamu Annisa kan? Panggil saja aku Zaki teman si sialan ini!" Kata Zaki mengulurkan tangannya ke Annisa.
"Um, salam kenal!" Kata Annisa ramah dan menanggapi tangan Zaki.
Mereka bersalaman sebentar dan mulai mengorbol dijalan, Annisa sebenarnya cukup menyukai sikap Zaki yang ramah dan sopan apalagi juga konyol.
Zaki selama perjalanan selalu saja bercanda dengan Ferdi yang pasti cukup konyol didepan umum, dan selama perjalanan singkat itu Annisa tau siapa Ferdi selama smp.
Zaki menceritakan banyak sejarah kelam Ferdi kepada Annisa yang pasti disambut tinju Ferdi, hal itu membuat Annisa cukup nyaman mengobrol dengan Zaki apalagi Ferdi juga sudah menceritakan sikap Zaki sebelumnya.
__ADS_1
Saat sampai di dalam ruangan yang cukup besar tapi tidak mewah dengan beberapa makanan ringan serta jus atau minuman lain, ada juga beberapa rekan sekelas Ferdi yang cukup ramah dengannya.
"Yoo tamu terpenting kita akhirnya datang dan dia tidak sendirian, jadi sambutlah Ferdiansya!" Kata Zaki seperti host di acara tv swasta.
"Sialan, kamu hanya ingin mengatakan kalau aku itu sering terlambat bukan!?" Kata Ferdi menendang Zaki.
"Ahaha, tapi itu benar bukan Fer?" Kata seorang pria jangkung bernama Rahmat.
"Enak saja, aku sudah datang tepat waktu kok hanya kalian saja yang kegetapan datangnya!" Kata Ferdi mencibir.
"Ahaha ya itu lah Ferdi kita~" kata Tini, wanita berusia 20 tahun yang berkulit sawo matang.
"Yo lama tidak bertemu!" Kata Tony, pria bertubuh sedang namun kurus.
Ferdi berbasa-basi singkat dengan mereka sambil memperkenalkan Annisa ke yang lain.
Sampai suatu ketika keheningan terjadi karena suatu suara, "hallo Fer, lama ya kita tidak bertemu~" kata seorang gadis cantik berhijab.
"Hallo juga, ya sudah lama tidak bertemu Rei!" kata Ferdi menjawab canggung.
Gadis itu bernama Reihana, seorang gadis muslimah yang cantik, tidak hanya cantik tapi juga pintar serta berbakat.
Reihana sebenarnya adalah kenalan Ferdi di kehidupan sebelumnya dan dikehidupan ini statusnya berubah menjadi mantan kekasih.
Meski begitu aslinya Reihana bukanlah seorang reinkarnasi seperti Ferdi namun dirinya yang dikehidupan lama Ferdi dengan yang sekarang bisa dikata sama bahkan tidak banyak berubah.
Ferdi juga menyukai Reihana dari kehidupan sebelumnya namun dulu dia hanya sebatas teman sekelas yang dikenalkan oleh temannya tapi dikehidupannya yang sekarang dapat mengubah statusnya menjadi pacaran dan mantan pacar.
Ferdi dan Reihana waktu disekolah bisa dibilang sepasang kekasih yang dilahirkan khusus karena keduanya bisa dikata sebagai jenius sekolahan.
Mereka selalu mendapatkan nomor 1 dan 2 disetiap kali ujian jadi bisa dibayangkan kalau dua jenius itu berpasangan akan menjadi hal yang sangat luar biasa.
Apalagi keduanya memang tampan dan cantik jadi sudah bisa dikatakan kalau mereka memang dilahirkan khusus untuk itu, Ferdi dan Reihana juga di anggap sebagai siswa yang ramah dan rajin saat bersekolah dan bergaul di masyarakat.
Namun sayang keduanya harus berpisah karena mengejar cita-cita yang berbeda, Reihana ingin menjadi seorang dokter makanya mulai dari SMK dia milih yang ada jurusan kedokteran sementara Ferdi masuk ke SMK perkantoran disekolah swasta.
Permintaan putus itu juga diambil karena keterpaksaan keduanya dalam memilih jalan yang berbeda, Ferdi pernah berpikir meski hubungan cintanya dengan Reihana putus tapi komunikasi tidak namun sayangnya Reihana mengantik nomornya tanpa Ferdi ketahui.
Reihana sebenarnya juga berpikir begitu namun karena beberapa hal membuatnya ganti nomor dan jarang menghubungi siapapun termasuk Ferdi, saat dia akan menghubungi Ferdi ternyata Ferdi juga sudah ganti nomor kontak.
Saat dia mendengar orang tua Ferdi meninggal dan keluarga Ferdi jatuh bangkrut membuatnya ingin datang kesana untuk menghibur Ferdi tapi sayang itu gagal lagi karena Ferdi sudah pindah dan Reihana tidak tau Ferdi pindah kemana bahkan teman Ferdi saat itu juga tidak tau kemana Ferdi tinggal.
__ADS_1
Itu lah kenapa meski keduanya masih ingin tetap bersama namun selalu saja gagal sampai akhirnya Reihana dan Ferdi bertemu kembali disituasi saat ini.
Sungguh pasangan yang ironis karena baru bisa bertemu setelah sekian lama namun situasi dan status mereka sudah berubah bagaikan di permainkan oleh takdir.