
Hari ini adalah hari dimana Ferdi pergi kerumah Annisa untuk melamar Annisa tentunya, di hari-hari terakhir Ferdi hanya mendapatkan uang tunai yang masuk ke rekeningnya, kartu rekeningnya juga muncul yang baru karena rekening sebelumnya dah kelebihan.
Ferdi saat ini memiliki 3 kartu bank yang terdiri 1 berisi uang rupiah, 1 berisi uang dollar, 1 khusus untuk amal. Ketiga kartu itu memiliki nilai yang di atas miliaran rupiah jadi bisa di katakan uang Ferdi sangat banyak.
Oh ya selama waktu itu Ferdi juga mengirimkan uang jajan untuk Ayu dan kalian tau berapa jumlahnya? Rp.500 juta sebulan! Ferdi memberinya juga karena Ayu masih smp kalau tidak pasti akan diberikan uang yang lebih banyak!
Ayu awalnya menolak tapi mengetahui jumlah uang jajan Annisa dan Ferdi yang senilai Miliaran dan triliunan membuatnya dengan terpaksa menerimanya.
(A: Rp.500 juta dan lu terpaksa menerimanya? Kalau gw udh diterima dengan senang hati♪)
Saat ini Ayu tidak ikut dengan Ferdi and Annisa karena masih harus fokus dengan belajarnya yang tinggal dua minggu lagi sebelum ujian kenaikan kelas nya, untuk kenyamanan Ayu dalam belajar membuat Ayu diminta tinggal di rumah Ferdi dengan Sebas dan Testarossa yang tinggal disana.
Sementara Ferdi dan Annisa pergi dengan Diablo yang menyetir mobil, hal ini dilakukan agar Ferdi dan Annisa memiliki waktu untuk tidak tegang saat menghadapi orang tua Annisa.
"Jadi Diablo adalah orang kepercayaanmu yang lain?" Tanya Annisa bingung.
"Um, dia adalah yang bisa kuandalkan selain Sebas!" Kata Ferdi tenang.
"Kalau begitu ada berapa banyak orang yang bisa kamu percayai?" Tanya Annisa dengan curiga.
"Banyak, tapi bukan artinya aku mudah percaya sama orang lain~" kata Ferdi tenang.
"Nee Diablo, boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Annisa dengan penasaran.
"Silakan saja~" kata Diablo dengan ringan.
"Kenapa kamu terlihat setia dan sangat menghormati Ferdi?" Tanya Annisa yang membuat Diablo dan Ferdi terkejut.
Sebenarnya Annisa sudah sangat ingin tau hal ini karena saat melihat Sebas saja Annisa sudah penasaran kenapa Sebas begitu menghormati Ferdi dan saat menemui Diablo yang bersikap sama membuatnya tambah penasaran.
"Kenapa? Tuan Ferdi sangat membantuku saat aku memerlukan bantuan, dia mau menerimaku dan membiarkanku sampai ke diri ku saat ini!" Kata Diablo dengan hormat sambil membayangkan masa lalunya.
"Untuk karena itu aku bersedia menjadi bawahannya yang setia, dan akan membantu tuan disetiap kondisi!" Sambung Diablo dengan penuh rasa terima kasih dan hormat.
__ADS_1
Annisa terdiam tapi Ferdi mengangguk senang, setelah itu mereka mengobrol singkat tentang apa yang disukai oleh orang tua Annisa dan lain sebagainya.
Rumah orang tua Annisa berada di Karawang dan butuh beberapa jam agar sampai ke tujuannya kalau pakai mobil, mobil yang di gunakan Ferdi saat ini adalah mobil Advanza miliknya.
Meski menggunakan Advanzanya tapi itu sudah di modifikasi beberapa waktu sebelumnya jadi interiornya berkelas serta mahal, body mobil di ganti menjadi anti peluru, bannya di ganti agar dapat mengisi saat terkena peluru, didalamnya juga ada peralatan pendukung kesehatan kalau-kalau penumpang kekurangan darah atau perlu obat.
Meski begitu eksterior mobil tetap di buat sama dengan kecepatan mobil di ubah agar dapat melaju sekitar 420 km/jam, dengan ini mobil Advanza Ferdi setara dengan tank dan mobil sport.
Ada juga pistol di dekat kemudi mobil, pistol itu tersembunyi jadi tidak ada yang akan menyangka ada pistol didalam mobil, hal ini di lakukan untuk melawan balik dan memberi peluang bagi Ferdi untuk kabur.
Kembali ke cerita, Ferdi dan Annisa akhirnya sampai di depan rumah keluarga Annisa saat hari sudah siang, orang tua Annisa juga sudah di depan rumah menunggu kepulangan putri mereka.
"Indung, bapa!" Panggil Annisa saat keluar dari mobil.
Sementara itu Ferdi mengambil beberapa oleh-oleh dari Jakarta untuk orang tua Annisa.
"Selamat Siang paman, bibi." sapa Ferdi dengan sopan.
"Siang. " jawab mereka dengan ramah.
"Sampai repot-repot bawain kita oleh-oleh, perhatian sekali~" kata ibu Annisa ramah.
"Ayo masuk, tidak enak mengobrol di luar~" kata ayah Annisa ramah.
"Um, maaf merepotkan" kata Ferdi dengan sopan masuk setelah orang tua dan Annisa masuk.
Diablo keluar dari mobil setelah memarkirkannya dan pergi keluar untuk jalan-jalan santai.
Ferdi duduk dan mengobrol santai dengan kedua orang tua Annisa, awalnya mereka akan bercerita dengan berbagi pengalaman sampai akhirnya menceritakan tentang masa kecil Annisa.
"Nak Fer, sekiranya apa maksud tujuanmu datang kemari?" Tanya ayah Annisa dengan ramah, tentu bahasanya adalah bahasa Sunda.
"Begini, maksud dan tujuan saya disini adalah untuk melamar putri anda yaitu Annisa!" Kata Ferdi singkat.
__ADS_1
"Lalu apa pekerjaan nak Ferdi?" Tanya ayah Annisa lagi.
"Saya membuka sebuah bisnis kecil yang sekiranya dapat mencukupi kebutuhan Annisa saat kami menikah kelak!" Kata Ferdi dengan tenang dan sopan.
"Lalu berapa penghasilanmu dan siapa yang akan mengurus keuangan kalian saat menikah?" Tanya ibu Annisa.
Hal ini bukanlah karena mereka mata duitan atau matre, tapi karena mereka ingin tau penghasilan Ferdi dan siapa yang akan mengurus keuangan mereka, ini juga dimaksud untuk mengetahui bagaimana Ferdi dalam mengelola uang dan menempatkan kedudukan Annisa di rumah.
"Aku memiliki penghasilan senilai beberapa juta dan yang mengurus keuangan saat kami menikah akan kuserahkan kepada Annisa!" Kata Ferdi dengan tenang.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Tanya ibu Annisa lagi.
"Aku mempercayai Annisa, karena menurutku Annisa dapat mengatur keuangan lebih baik dari aku sendiri!" Kata Ferdi jujur, hal ini dia tau saat dia menanyakan uang jajan Annisa.
Annisa mendengarnya sedikit berkeringat, dia berpikir harus mengatur milyaran uang Ferdi saat di rumah, belum berrumah tangga saja Ferdi sudah memberikannya uang bulanan senilai 1 miliar apalagi nanti setelah menikah, bukankah itu sama saja dengan membunuhnya dengan uang?
"Lalu bagaimana bila Annisa ingin meneruskan pendidikannya saat kalian sudah menikah?" Tanya ayah Annisa.
"Aku menyetujuinya, bila hal itu yang diinginkan Annisa dan hal itu adalah kegiatan yang positif maka aku akan mengijinkannya!" Kata Ferdi singkat tapi jujur.
"Sudah berapa lama kalian saling kenal?" Tanya ibu Annisa.
"2 tahun, dan Annisa adalah tetangga tempat aku tinggali!" Kata Ferdi singkat.
"Apa yang kamu sukai dari Annisa?" Tanya ibu Annisa.
"Annisa adalah gadis yang baik dan sering membantuku, disaat aku memerlukan bantuan dia selalu dapat membantuku, adikku juga sudah menganggap Annisa sebagai kakak perempuannya karena disaat aku harus sibuk dengan pekerjaanku, Annisa lah yang menemaninya, dari ini lah aku menyukainya!" Kata Ferdi jujur.
"Lalu bagaimana dengan keluargamu? Kenapa kamu tidak mengajak mereka?" Tanya ayah Annisa sedikit serius.
"Orang tuaku sudah meninggal 2 tahun yang lalu, dan adikku saat ini sedang ingin fokus untuk ujian kenaikan kelasnya makanya dia tidak datang tapi dia sangat senang dan menyetujui kami!" Kata Ferdi jujur.
"Kami turut berduka" kata keduanya prihatin.
__ADS_1
Annisa juga sudah tau hal ini, dia juga tau seberapa keras Ferdi berusaha agar adiknya dapat tetap belajar dan makan, meski Ferdi harus bekerja sangat keras untuk mengwujudkannya sampai akhirnya Ferdi tidak diberikan waktu untuk libur.