
Waktu berlalu begitu saja, sudah 2 hari sejak indentitas Ayu diketahui.
Saat ini Ferdi sedang duduk di warteg kesayangannya, dimana lagi selain warteg Juminten namun kali ini bukan untuk mengutang namun hanya sekedar datang untuk bersantai.
"Nak Ferdi tidak pergi bekerja?" tanya Juminten yang melihat Ferdi masih duduk didepan wartegnya, kebetulan emang lagi sepi.
"Kerja mbok, tapi lagi sepi penumpang aja sekalian hemat bensin soalnya bbm naik lagi!" kata Ferdi dengan ringan ia juga ingat kalau Pertalite di naikkan dari 8k ke 10k.
"Hm, begitu ya? Yaa si mbok juga paham sih soalnya harga pangan udah naik lagi." kata Juminten yang juga paham karena seperti biasa bila BBM naik maka yang lain akan mengikuti.
Meski kenaikannya hanya 2 ribu tapi harga seperti cabai bisa naik 5-10 ribu bahkan 2-3 kali lipat dari harga aslinya, alasan penjual pasti pada petani cabai, hal ini juga terjadi pada pangan dan yang lainnya yang berkaitan dengan kehidupan dan keseharian masyarakat.
"Ya kan? Jawaban pemerintah juga karena yang beli pertalite kebanyakan orang kaya padahal orang berkehidupan menengah seperti kita juga membelinya." kata Ferdi ringan meski ia mengatakan menengah namun juga menyinggung kasta bawah.
"Mau bagaimana lagi? Keputusan sudah di ambil dan kita hanya bisa mengikuti, mau demo pun hanya cuman jadi tontonan saja!" kata Juminten sambil menghela nafas menghadapi hal ini.
"Ya benar ..." kata Ferdi setuju namun tiba-tiba ia mendapat sebuah pesanan membuatnya segera menerima hal itu.
"Maaf ya mbok, aku tinggal dulu ada orderan!" kata Ferdi ringan.
"Ga masalah, pergi sana cari uang!" kata Juminten mengusir dengan senyum di wajahnya.
Hal ini karena Juminten sudah cukup lama mengenal Ferdi karena biasanya Ferdi akan datang untuk makan dan mengutang, ia juga tau kalau Ferdi adalah pemuda yang bekerja keras dan pantang menyerah.
Karena hal itu lah Juminten selalu mendukung dan menyemangati Ferdi sebagai seorang yang lebih tua, ia bahkan tidak keberatan bila Ferdi telat bayar meski jarang sekali hal itu terjadi.
Ferdi segera berangkat dengan Advanza miliknya, titik penjemputannya cukup jauh dan perlu waktu 8 menit untuk sampai ke tujuan.
"Hallo, dengan kak Anatasha? Taksi online anda sudah tiba di titik penjemputan." telpon Ferdi langsung saat sudah ada di tempat penjemputan.
"Ah iya mas, tunggu disitu ya saya akan kesana!" sebuah suara seorang gadis terdengar di ujung telpon.
"Baik kak." jawab Ferdi singkat, ia pun keluar dari mobil dan menunggu.
"Maaf mas menunggu lama!" seorang gadis keluar dengan pakaian sekolah sma, itu gadis yang cantik dengan kulit putih dan rambut hitam mengkilap.
__ADS_1
"Iya kak santai aja, mau duduk di depan atau belakang, kak?" kata Ferdi ringan, matanya tidak menunjukkan keserakahan atau kemunafikan hanya polos seperti biasa.
"Nn... Didepan aja kak." kata gadis itu dengan malu-malu, namanya adalah Anatasha biasa di panggil Ana.
"Ok kak." kata Ferdi ringan, ia bahkan tidak terlalu memikirkan perubahan panggilan Ana ke dirinya.
Ana sebenarnya terkejut, seorang pria tampan seperti Ferdi ternyata seorang supir taksi, ia berpikir bisa saja Ferdi menjadi model atau Idol boy band yang pasti lebih menguntungkan.
Tidak hanya tampan tapi lembut dan rendah hati, "Maaf Oppa, sepertinya hatiku sudah berpindah haluan!" pikir Ana sambil membayangkan artis K-Pop yang dia suka.
Meski itu tampan tapi Ferdi lebih tampan! Hei kenapa aku tidak tau kalau ada supir taksi setampan ini sebelumnya?
"Kak, sudah lama jadi supir taksi online begini?" tanya Ana membuka obrolan.
"Ya sekitar 1-2 tahun sih kak, kakak sendiri masuk siang?" kata Ferdi ringan dan bertanya balik.
"Iya kak, lagi masuk siang." kata Ana ringan.
"Dua tahun aku melewatkan bertemu supir taksi tampan ini, hiks sial!" kata Ana didalam hati, rasanya ia ingin mengacau perusahan taksi online karena selalu memberinya bapak-bapak tua yang kadang genitnya minta ampun!
Kemudian sampailah mereka ke tempat tujuan yaitu sebuah sekolah sma yang cukup besar.
"Bila anda menyukai pelayanan taksi kami, silakan berikan bintang lima untukku!" kata Ferdi dengan sopan.
"Iya kak, oh ya kak apa bisa aku minta nomormu biar kalau aku ingin pesan taksi online bisa langsung menghubungimu?" tanya Ana dengan penuh harapan.
"Bisa ...." kata Ferdi dan keduanya kemudian bertukar kontak lalu tambahan Ana juga meminta foto bareng karena kapan lagi ketemu cowok tampan seperti Ferdi.
Kemudian Ferdi pergi meninggalkan Ana yang masih menatap kepergiannya.
"Ciee, mandangin siapa tuh sampai bengong begitu~" kata seorang didekat Ana, itu seorang gadis yang tidak kalah cantiknya dari Ana.
"Jessy, sepertinya aku sudah tidak menyukai Janh Chuk lagi dah! " kata Ana yang masih menatap kepergian Ferdi.
"Huh? Jadi kau mau menghianati perkumpulan kita gitu!?" tanya gadis itu tidak senang, gadis yang di panggil Jessy oleh Ana.
__ADS_1
"Bukan begitu, tapi bila kau melihatnya langsung pasti bakal berpikir sama sepertiku dan lagi Janh Chuk juga tidak mengenal dan benar-benar mencintai kita fansnya, tapi dia berbeda dan aku bisa dekat dengannya secara langsung!" kata Ana bersungguh-sungguh.
"Kau sudah gila, kau bahkan mengatakan hal tabu seperti itu di depanku!" kata Jessy tidak senang.
"Sigh, aku tidak percaya ada pria lain yang lebih baik dari pada Janh Chuk, bahkan bisa merubah jalanmu selaku fans garis kerasnya." sambung Jessy dengan tidak percaya karena Jessy tau kalau Ana itu fans garis keras yang cinta mati sama Janh Chuk, idola K-Pop kesukaannya.
"Coba lihat dan bandingkan dengan Janh Chuk itu! " Kata Ana sambil menyerahkan ponselnya yang menampilkan foto dirinya dengan Ferdi.
"Hei, idol mana dia? Kau tidak mengundangku saat ada konser boyband Korea sih! " Keluh Jessy kepada Ana.
Jessy berpikir kalau Ferdi adalah idol baru yang sedang keliling dunia dan sedang melakukan konser di Indonesia.
"Idol apa, kau tidak lihat seragam dan backgroundnya?" Kata Ana dengan wajah marah menatap Jessy, ia bahkan menunjuk ke hal yang ia maksud agar Jessy tau siapa Ferdi itu sebenarnya.
"Seragam? Ah bukankah ini seragam taksi online langganan ku? Backgroundnya juga mirip dengan gerbang sekolah ... Jangan katakan kalau dia itu tunanganmu?" Kata Jessy yang mempertegas foto itu lalu ia melihat ada yang tidak benar disana.
Bagaimana bisa ada pria tampan yang memakai seragam taksi online? Ia kemudian menatap Ana lalu bertanya, "Ini editan kan?"
"Editan nenekmu! Ini sungguhan dan aku baru saja menaiki mobilnya, hei itu menakjubkan apalagi dia ramah bet jadi betah dah di mobil!" Kata Ana sambil membayangkan kenangan indah mengobrol dengan Ferdi.
"Ahh, kenapa kau tak mengatakannya kepadaku! Oh ya apa kau punya nomornya atau kode verifikasi akunnya biar nanti aku pesan taksi onlinenya juga?" Kata Jessy yang awalnya kesal karena tidak diberitahu oleh Ana tentang ini namun setelah itu ia meminta kontak Ferdi agar bisa melakukan hal yang sama seperti Ana.
"Punya dong tapi bila kau ingin makan traktir aku di kantin hari ini!" Kata Ana mencoba menjualnya.
"Ok nyonya!" Jessy langsung setuju, omong kosong bila dia ingin melewatkan momen ini karena siapa tau dia bisa berjodoh soalnya kan jodoh ga ada yang tau.
Bahkan dia juga ikut melupakan si idol Korea bernama Janh Chuk dan beralih ke Ferdi yang produk lokal asli namun dapat bersaing dengan produk internasional.
Ingat "Cintai produk-produk Indonesia!".
"Betina!" Kata beberapa cowok yang melihat tingkah keduanya karena percakapan mereka jelas bukan hal yang kecil dan suaranya cukup untuk memancing perhatian beberapa siswa disana.
Sementara itu di dalam mobil.
[Ding! Selamat host mendapatkan pujian bintang lima (56) Mendapatkan Buah Iblis Tsuna-Tsuna no Mi]
__ADS_1