
Hari berlalu dari kejadian tersebut, Ferdi juga tidak melatih skill nya karena tidak ada lawan yang bisa dia gunakan sebagai objek penelitian, kadang Ferdi sedikit bosan dengan kesehariannya ini.
"Haa~ membosankan... Aku sepertinya melupakan sesuatu tapi aku tidak ingat... Ya sudahlah namanya juga lupa ya pastinya ga ingat lah!" kata Ferdi ringan dan agak konyol.
Saat ini dia berada di rumahnya dan sendirian... Sudah punya calon istri tapi kuliah, ada adik imut tapi sekolah, punya pengikut cantik tapi pergi... Hadeh, sungguh malang nasib Ferdi saat ini.
[Host, apakah anda tidak menarik taksi hari ini?] tanya System penasaran dan bingung karena biasanya Ferdi rajin narik taksi.
"Uhm.... Tidak, aku perlu istirahat! Aku mau malas-malasan sekarang karena aku bosan!" Kata Ferdi kekanak-kanakan.
[...] System tidak tau kalau ada sisi seperti ini di tubuh Ferdi.
"Bosan, apakah tidak ada musuh? Atau orang bodoh yang ingin melawanku? Aku memiliki keterampilan bela diri dan raja tentara tapi aku tidak pernah menggunakannya dengan baik... Sekarang aku juga sudah memiliki skill yang lumayan op tapi ga bisa digunakan... Argh!!" Kata Ferdi mengeluh.
"Apakah ada sesuatu yang perlu aku lakukan, Tuan?" Tanya Diablo yang baru saja masuk ke kamar Ferdi.
"Uhm... Tidak perlu, aku ingin malas, jadi keluarlah!" Kata Ferdi ringan lalu mengangkat selimutnya dan mengabaikan Diablo.
Diablo memiringkan kepalanya bingung, dia tidak tau Ferdi memiliki sisi seperti ini... Atau lebih tepatnya kepribadian Ferdi sepertinya ada yang aneh?
Saat siang hari baru lah Ayu pulang ke rumah Ferdi, dia melihat ruangan sepi dan ada Diablo yang terlihat bingung namun bukan hanya Diablo tapi ada juga Testarossa, Carrera, Ultima, dan Sebas.
Mereka semua bingung karena Ferdi dari pagi hanya di kamar saja tanpa keluar kamar, hal ini agak aneh karena mereka tidak pernah melihat Ferdi seperti itu.
"Ada apa ini? Apakah abang melakukan hal lain lagi?" Tanya Ayu penasaran.
"Eh? Nona Ayu, maaf kami tidak menyadari kamu sudah pulang!" Kata mereka bersamaan dengan hormat meski mereka tau sekalipun tapi fokus mereka sekarang ada di Ferdi karena itu lah mereka telat menyapa Ayu.
"En, tidak masalah dan apa yang terjadi? Kenapa kalian terlihat kebingungan seperti itu?" Tanya Ayu bingung.
"Begini... Tuan Ferdi hari ini bertingkah sangat aneh, dia sekarang menjadi pemalas dan mengurung diri di kamarnya... Kami tidak tau apa yang sebenarnya terjadi!" Kata Sebas menjelaskan dengan jujur.
"Eh? Apakah sudah 3 bulan?" Kata Ayu terkejut.
"3 bulan? Apakah anda mengetahui hal ini!?" Tanya Diablo semangat dengan rasa ingin tau.
__ADS_1
"Um, abang selalu begitu setiap 3 bulan sekali, dia akan jadi sangat malas, suka mengurung diri, mengeluh, tidur, dan lain sebagainya yang tentu berlawanan dengan sikap biasanya dan hal ini keseringan di lakukan di kamarnya saja!" Kata Ayu menjelaskan.
"Jadi ini seperti siklus 3 bulanan yang akan dialami tuan setiap 3 bulan sekali?" Kata Ultima sedikit berpikir.
"Apakah anda tau kapan hal ini terjadi atau dimulai?" Tanya Sebas penasaran.
"Uhm... Sepertinya semenjak orang tua kami meninggal, aku pernah menanyakan hal ini kepada dokter tapi tidak ada jawaban pasti sama sekali mengenai hal seperti ini!" Kata Ayu menghela nafas.
"Jadi seperti itu... Apa yang anda lakukan saat tuan seperti ini?" Tanya Testarossa kali ini.
"Ra-ha-si-a~ aku akan membuatnya mau keluar!" Kata Ayu tersenyum centil... Tidak, harusnya dia menyeringai jahat.
Semua orang bingung tapi melihat Ayu berjalan langsung ke kamar Ferdi membuat semua orang penasaran dan ingin melihat tapi sayangnya Ayu menutup pintu kamarnya.
Namun siapa mereka? Para makhluk tingkat tinggi, jadi akan ada cara bagi mereka dapat melihat walaupun pintu dan jendela di tutup.
Ayu tentu tidak menyadari hal ini jadi dia hanya masuk dengan santai saja, kemudian dia mendekati Ferdi dengan ringan lalu membuang selimut Ferdi ke lantai.
"Onii-chan, bangunlah~" kata Ayu yang duduk di atas perut Ferdi dan menggoyangkan kerah baju Ferdi dengan ringan untuk membangunkanya.
Melihat Ferdi masih tidak ingin bangun membuat Ayu menghela nafas lalu berkata dengan dingin, "Tsk, masih tidak ingin bangun, huh!?"
"Guhuk..." Ferdi berbatuk kesakitan karena perutnya di tendang oleh Ayu dengan kuat.
"Ehehe, Nii-chan berkata 'Guhuk' seperti burung hantu!" Kata Ayu dengan senyum bercanda.
Adegan ini hampir sama seperti saat Shido dibangunkan oleh Kotori... Tidak, tapi memang ini adalah rekap ulang adegan tersebut.
Semua bawahan Ferdi entah kenapa merasa aneh, mereka mau marah tapi Ayu adik Ferdi dan Ferdi juga sudah memberikan perintah mutlak kalau Ayu tidak boleh terluka ditambah hal yang dilakukan Ayu itu agar Ferdi mau keluar jadi mereka semua hanya bisa menahan emosinya saja.
"Ugh... Sakit, Yu, kamu kenapa sih menendang perutku!" Kata Ferdi kesakitan.
"Itu agar kamu bangun dan ayo keluar, semua orang mengkhawatirkanmu, baka!" Kata Ayu dengan sedikit dingin.
Sikapnya seperti gadis Yandere yang sedang membangunkan seseorang atau seperti bos galak yang sedang memerintah anak buahnya jadi kalian bisa pilih salah satu meski Author lebih milih yang kedua, aku suka yang sadis mbak ... ahhh~
__ADS_1
"Yasudah kau menyingkir dulu!" Kata Ferdi dengan nada malas.
"Tidak, kau pasti bakal tidur lagi!" Kata Ayu menolak.
"Lalu bagaimana aku bisa bangun, huh!?" Kata Ferdi lagi sedikit kesal.
"Buka matamu dan bangun lah!" Kata Ayu dingin.
Sikap keduanya sangat berbeda, seakan keduanya adalah musuh yang sudah lama berperang lisan, hal ini membuat semua orang tambah bingung.
"Apakah kalian merasa sikap nona Ayu juga berbeda?" Tanya Testarossa dan di jawab anggukan semua orang.
"Apakah ini penyakit keturunan? Atau penyakit menular?" Tanya Carrera bingung.
"Mau beransumsi yang kedua?" Tanya Ultima setengah bercanda.
"Tidak, menurutku sikap tuan mungkin efek samping dari sesuatu sementara sikap nona Ayu kemungkinan adalah sikap aslinya..." Kata Diablo sambil berpikir
"Kalau seperti itu berarti nona Ayu menipu kita selama ini? " Tanya Carrera serius.
"Um, Aku juga berpikir seperti itu tapi kita tidak bisa mengambil tindakan jauh sesuai dugaan ini!" Kata Sebas dengan tenang.
"Kita diminta untuk menjaga dan jangan sampai Ayu dilukai oleh orang lain tapi tidak ada perintah untuk menyelidikinya, jadi aku akan menyelidiki hal ini secara pribadi!" Kata Diablo mengambil keputusan secara pribadi.
"Tapi bukankah kamu juga memiliki tugas untuk mengetahui dalang dari kematian kedua orang tua tuan? Apakah itu sudah diselesaikan?" Tanya Sebas penasaran.
"Belum, ada energi supranatural dalam hal ini dan aku sudah memberi tahu tuan kalau kemungkinan ada makhluk supranatural yang ikut campur dalam kecelakaan tersebut jadi prosesnya kemungkinan akan lama, jadi tidak masalah juga bagiku untuk menyelidiki siapa Ayu sebenarnya dan meminta tuan untuk memberikan perintah lebih lanjut soal itu!" Kata Diablo menjelaskan dengan panjang lebar.
"Apakah perlu bantuan? kami bisa membantu!" Kata Ultima dan Testarossa menawarkan bantuan.
"Tidak perlu, kemungkinan hal ini lebih sulit dibanding yang kita kira, makanya tuan meminta diriku sendiri untuk menyelidikinya!" Kata Diablo menolak.
"Baiklah, dan jaga keamananmu!" Kata Semua orang dengan serius.
Mereka semua setuju dengan cepat juga karena Diablo adalah orang terkuat diantara mereka bahkan Sebas sendiri juga menganggapnya seperti itu, meski Sebas unggul dalam kekuatan fisik tapi Diablo masih dapat melawan dan memojokkannya kalau mereka saling bertarung dengan serius.
__ADS_1
Percakapan selesai dengan Diablo yang akan menyelidiki siapa Ayu yang sebenarnya dan juga siapa dalang dari kecelakaan orang tua Ferdi, disaat yang sama Ayu berhasil menyeret Ferdi keluar kamarnya.
Sikap kedua orang itu juga kembali normal meski begitu Sebas dkk masih agak waspada dengan Ayu namun tidak mereka tunjukkan saja jadi Ayu tidak mengetahui hal ini.