Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Manusia Bawah Tanah?


__ADS_3

Butuh waktu selama 2 jam lebih dikit untuk sampai daerah tujuan Andin dan Dewi, alasannya karena macet dan jauh.


Selama waktu perjalanan itu Andin dan Dewi cukup puas, bagaimana pun keduanya menggunakan semua fasilitas disana dengan happy, bahkan Andin sekalipun masih ingin menikmati fasilitas didalam mobil Ferdi.


Ferdi sendiri sebenarnya cukup bosen tapi melihat Andin dan Dewi senang dan menikmati fasilitas dimobilnya membuatnya ikut senang dan puas.


Bagaimana pun dia adalah supir taksi yang sudah tugasnya untuk mengantar penumpang lalu sebagai seseorang yang bekerja di pelayanan jasa sudah sangat wajar untuk memuaskan pelanggan dengan pelayanan yang di tawarkan.


Jadi sudah jelas kalau Ferdi senang, apalagi dalam perjalanan juga dia banyak melihat lingkungan seperti perkebunan teh dan pepohonan hijau yang akan sangat jarang ditemukan di Jakarta.


Ferdi memberhentikan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup besar dan bergaya klasik yang hampir semua furniturenya dibuat dengan bahan dasar kayu yang cukup klasik.


"Terima kasih Fer sudah mau jauh-jauh mengantar kita kemari!" kata Andin dengan tulus.


"Um, fasilitas di mobilmu benar-benar bintang lima super!" kata Dewi memuji dengan tulus dan bersemangat.


"Ahaha, tidak masalah karena sudah tugasku untuk mengatar penumpang dan jangan lupa memberikanku pujian bintang lima~" kata Ferdi dengan ramah dan santai.


"Um kalau ada pujian bintang tujuh atau sepuluh sudah pasti aku akan memberikannya khusus untukmu, Fer!" kata Dewi dengan semangat.


Walau yang menelpon awalnya Andin tapi sebenarnya yang memesan adalah Dewi, bagaimana pun waktu itu sudah Andin yang memesan dan membayar jadi sekarang gantian.


[Ding! Selamat host mendapatkan pujian bintang lima(30) menghadiahkan keterampilan Akting tingkat Dewa]


Setelah notif langsung informasi dalam jumlah besar memasuki kepala Ferdi, itu adalah pengalaman akting dan lainnya yang berhubungan dengan akting masuk ke dalam kepala Ferdi.


Ferdi tersenyum cukup puas bagaimana pun baik keterampilan dan property adalah hal penting bagi Ferdi yang keduanya saling berkaitan satu sama lain untuk membantunya.


"Kalau begitu aku pergi dulu!" kata Ferdi dengan ringan berbalik dan mengendarai mobilnya.


Karena sudah ada di puncak Ferdi memutuskan untuk mencari penumpang dekat sini sembari istirahat minum kopi atau es.

__ADS_1


Disaat itu pula ada sosok yang mengenakan pelindung kepala, topeng, syal, kacamata, masker, topi serta pakaian yang tertutup mendekati mobil Ferdi dengan cara mengendap-endap.


"Ada perlu apa mbak dengan mobilku?" tanya Ferdi yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Hyaa!" Gadis itu melompat kaget dan menjauh dari Ferdi.


"Hei jangan takut, aku hanya nanya kenapa kamu mendekati mobilku?" Tanya Ferdi penasaran.


"A-Aku tidak bermaksud jahat, sungguh! A-Aku hanya ingin menumpang di mobilmu, apa boleh?" Tanya Gadis itu dengan ragu dan takut-takut.


"Menumpang? Bisa saja tapi aku sebenarnya akan cukup senang kalau kamu memesan layanan taksi onlineku!" Kata Ferdi ramah.


"Taksi Online? Huh, ya aku akan memesannya!" Kata gadis itu terkejut tapi melihat pakaian Ferdi membuatnya mengangguk setuju.


Ferdi membukakan pintu mobilnya dengan tenang, "Kayanya aku harus mencari mobil lagi yang mewah tapi tidak pake sidik jari, haa cari mobil yang nyaman, aman, dan mewah memang susah!" Kata Ferdi dalam hati.


"Silakan masuk nona!" Kata Ferdi ramah dengan sikap tolong.


"Um" gadis itu masuk mobil tapi saat dia masuk itu membuatnya terkejut, bagaimana pun interior mobil Ferdi benar-benar mewah.


Ferdi dengan tenang dan santai masuk ke dalam mobilnya, dia juga menurunkan tv yang membatasi pandangan keduanya.


"Tujuannya kemana mbak?" Tanya Ferdi tenang.


"Aku sudah memberikan alamat lengkapnya di aplikasi!" Kata gadis itu kepada Ferdi.


"Ok!" Jawab Ferdi dengan singkat.


Gadis itu mulai membuka segala macam benda yang dapat menutupi wajahnya itu, Ferdi sebenarnya cukup penasaran dengan indentitas penumpangnya tapi dia tidak terlalu menganggapnya serius dan terlalu kepo.


Gadis itu menelpon seseorang dengan bahasa asing yang tidak dikenal oleh siapapun bahkan author sendiri namun penguasaan bahasa yang diberikan oleh system tentu dapat menerjemahkannya.

__ADS_1


"Apa? Bagaimana bisa!? Apakah pihak kita ketauan?" Kata gadis itu penuh dengan pertanyaan.


"Um, aku serahkan kepadamu Elmod, bangsa kita harusnya tidak banyak menderita oleh bangsa permukaan!" Kata gadis itu dengan serius.


"Permukaan? Bangsa? Elmod? Apakah dia berasal dari ras lain yang tinggal di bumi?" Tanya Ferdi dalam hati.


"Mbak, dari bangsa dalam bumi?" Tanya Ferdi dengan ringan.


"Eh!? Kamu mengerti bahasa kita!?" Kata Gadis itu terkejut bahkan dia mengeluarkan sesuatu seperti pistol.


"Mengerti sedikit dan simpan senjata itu, aku tidak akan usil urusanmu tapi lebih baik kerja sama dengan orang permukaan seperti kami dari pada bermusuhan!" Kata Ferdi dengan ringan dan santai.


"Mana ada! Kami sudah mencoba kerja sama dengan kalian tapi kalian lah yang menolak dan mulai menyerang kami, bagaimana mungkin kami akan berdamai dengan kalian!?" Kata gadis itu dengan serius.


"Benarkah? Aku tidak tau hal itu karena hanya pemimpin saja kali yang mengetahui kalian, penduduk permukaan sepertiku tidak mengetahui apapun~"  kata Ferdi jujur


"Bohong! Kalau begitu bagaimana kamu bisa tau bahasa kami kalau kamu tidak terlibat atau mengetahui tentang kami!?" Kata Gadis itu dengan serius.


"Aku mengerti berbagai bahasa karena aku menyukainya namun bahasa hewan adalah hal yang tidak kutahu~" kata Ferdi dengan ringan.


"Tentang bahasa kalian itu aku menemukan sebuah buku kuno yang berisi beberapa bahasa unik namun sayangnya buku itu hilang di laut dan tidak ku temui lagi!" Kata Ferdi sambil menghela nafas.


Wajahnya cukup meyakinkan apalagi dengan keterampilan Akting tingkat dewa nya membuatnya seakan itu sungguhan padahal tidak.


Gadis itu mendengar dan melihat itu seakan di yakinkan kalau itu benar jadi dia menurunkan senjatanya tapi bukan berarti dia mempercayai Ferdi sepenuhnya.


"Antar saja aku ke lokasi tujuanku dan jangan bicarakan hal ini ke orang lain!" Kata gadis itu dengan serius dan dingin.


"Aku bukanlah orang yang usil dan sebagainya, lagian tadi aku hanya sedikit penasaran saja~" kata Ferdi dengan ringan.


"Ngomong-ngomong kamu terlihat tenang menghadapi bangsa lain selain manusia permukaan sepertimu?" Kata gadis itu menatap Ferdi sedikit aneh.

__ADS_1


"Aku supir taksi dan sudah cukup banyak makhluk hidup yang menaiki mobilku jadi apa aku harus terkejut dengam kalian?" Kata Ferdi dengan ringan tapi itu bohong.


Alasan kenapa dia tidak terkejut itu karena dia memiliki System yang sudah di luar logika manusia, lalu tetangganya adalah pengusir atau pemburu hantu, dan kepala pelayannya adalah dragonoid jadi apakah dia harus terkejut sama "Bangsa Manusia bawah tanah"?


__ADS_2