Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Ayu Ngambek


__ADS_3

Keesokan harinya Ferdi dan Annisa kembali pulang dan sampai di rumahnya Ferdi, saat di rumah mereka berdua di sambut wajah cemberut Ayu.


"Eh? Ada apa ini? Apakah ada yang menganggumu, Ayu?" Tanya Ferdi serius dan bingung.


"Hmph!" Ayu membuang wajahnya dan pergi kebelakang rumah dengan wajah cemberut.


"Ada apa dengan Ayu?" Tanya Annisa bingung.


"Anda akhirnya kembali, tuan!" Kata Testarossa dengan sopan.


"En, apakah kamu tau kenapa Ayu seperti ini?" Tanya Ferdi dengan serius ke Testarossa.


"Begini tuan... Saat anda pergi, nona Ayu berniat menelpon anda semalam namun ponsel anda tidak bisa di hubungi di tambah selama anda pergi juga tidak mengabarinya membuat nona Ayu sedikit marah!" Kata Testarossa menjelaskan dengan sopan ke Ferdi dan Annisa.


Mendengar itu sontak membuat Ferdi terkejut, tidak hanya Ferdi saja tapi Annisa juga terkejut, mereka lupa kalau ponsel mereka pada dimatikan.


Khususnya Ferdi karena dia tidak ingin ada yang menelponnya karena sesuatu urusan, tapi dia juga kelupaan menghubungi adik kesayangannya karena asik mengobrol dengan keluarga Annisa.


Ferdi membawa Testarossa ke jarak yang lebih jauh dari Annisa dan membisikkan sesuatu dengan marah.


"Kenapa kamu tidak menghubungiku dengan telepati!?" Tanya Ferdi dengan sedikit marah.


"Anda memberikan perintah kalau kita harus bersikap selayaknya manusia biasa dan tidak menggunakan sihir sampai anda mengijinkan!" Kata Testarossa dengan tenang.


"Lain kali kalau soal Ayu atau hal penting lain segera kabari aku baik dengan telpon atau menggunakan telepati, aku tidak ingin sesuatu terjadi dengan mereka!" Kata Ferdi memberikan perintah lain.


"Baik tuan, dan maaf karena tidak menghubungi anda!" Kata Testarossa dengan mengerti dan meminta maaf dengan tulus.


"Lain kali jangan ulangi!" kata Ferdi dengan ringan.


Dia lalu pergi ke arah dimana Ayu berada saat ini, terlihatlah Ayu sedang duduk di atas kursi yang berada di teras belakang.


Wajah Ayu saat ini cemberut sambil memegangi buku novel romance miliknya, Ayu terlihat masih marah dan ini membuat Ferdi merasa bersalah.


"Apakah kamu marah?" tanya Ferdi ringan.


"Pikir saja sendiri!" kata Ayu singkat dan terkesan dingin.

__ADS_1


"Ok, abang akui kalau abang salah karena mematikan ponsel abang tapi itu juga karena abang tidak ingin ada yang menganggu acara kemarin!" kata Ferdi menjelaskan.


"Jadi abang menganggap Ayu sebagai pengganggu?" tanya Ayu serius menatap Ferdi dengan tidak senang.


"Bukan kamu tapi orang lain, kemarin banyak yang menelponku makanya abang matiin ponselnya dan karena keasikan mengobrol dan membuat citra yang baik untuk orang tua Annisa membuat abang lupa mengabarimu!" kata Ferdi jujur.


"Kamu harus tau acara ini sangat penting bagiku dan juga pertama kalinya aku menemui mereka jadi aku ingin agar mereka memiliki kesan yang positif tentangku!" sambung Ferdi menjelaskan keadaannya.


"Tapi melupakanku juga bukanlah hal yang benar, bukan!? Kalau abang menganggap Ayu mengganggu maka Ayu pindah aja ke kos-kosan!" kata Ayu masih marah.


"Tidak, kamu adalah adikku jadi mana mungkin aku menganggapmu mengganggu? Jangan lah marah denganku!" kata Ferdi memelas.


"Aku akan kabulkan satu permintaanmu! Bagaimana!?" kata Ferdi dengan cepat dan bersungguh-sungguh.


"1 permintaan? Apakah kamu yakin bisa mengkabulkannya?" tanya Ayu dengan tidak percaya.


"Um, apa yang Ayu inginkan? Uang? Kekayaan? Kekuatan? Keabadian? Alam semesta? Apapun itu sebutkan saja!" kata Ferdi bersungguh-sungguh.


Testarossa dan Sebas disana berkeringat dingin, bagi mereka yang mengenal Ferdi pasti tau kalau Ayu meminta salah satu saja dari itu semua maka Ferdi akan memberikannya, toh dimata keduanya Ferdi adalah Makhluk yang dapat melakukan apapun bahkan disaat dia terluka sekalipun.


"Jangan bercanda denganku! Apakah kamu menganggap dirimu sherlong!?" kata Ayu tertawa dan bercanda.


"Baiklah kalau begitu Ayu ingin kentucky! Banyak kentucky!" kata Ayu dengan sungguh-sungguh dan bersemangat.


"Awas makanan cepat saji tidak menyehatkan!" kata Ferdi memperingatkan.


"Hmph! Biarlah, Ayu lagi mau makan! Hmph!" kata Ayu mendengus dingin.


"Ahaha" Ferdi tertawa melihatnya.


"Karena itu hanya kentucky maka itu mudah, aku akan memberikan kentucky yang banyak untukmu!" kata Ferdi dengan senang hati.


"Benarkah!?" tanya Ayu dengan mata bercahaya.


"Um, kamu mau makan kentucky di KFC atau di rumah?" tanya Ferdi dengan ringan.


"Uhm... Rumah saja, Ayu tidak terlalu suka makan didepan banyak orang!" kata Ayu menyarankan.

__ADS_1


"Baiklah!" kata Ferdi mengangguk.


"Tuan, aku sudah menghubungi manajer KFC terdekat untuk membawakan 20 porsi besar kentucky dan mengirimnya ke rumah dalam 10 menit!" kata Testarossa memberi tau Ferdi dan Ayu.


"Nice, kamu memang bisa di andalkan Testarossa!" kata Ferdi mengacungkan jempol dan hal ini juga dilakukan Ayu.


Annisa melihat kakak-beradik itu kembali akur membuatnya senang dan lega, dia awalnya takut Ayu akan ngambek dalam waktu yang cukup lama tapi semua itu sirna karena kentucky...


Sungguh hal yang sedikit konyol namun juga hal yang cukup lucu, siapa yang menduga dari segala hal menakjubkan yang disebutkan Ferdi tadi Ayu malah memilih makan kentucky.


Hal ini juga membuat Sebas dan Testarossa merasa memiliki kesan baik untuk Ayu, bagaimana pun Ayu memilih hal yang dia senangi dibanding hal yang menakjubkan.


Ayu juga orangnya periang yang kadang mau memaafkan orang lain dengan mudah tapi bukan berarti dia tidak pernah marah, namun Ayu memiliki caranya sendiri agar dapat menyalurkan amarahnya yaitu dengan makan makanan yang dia sukai seperti ayam kentucky!


Setelah menunggu akhirnya semua orang termasuk Testarossa dan Sebas makan kentucky bersama dengan senang hati, Testarossa juga memesan hamburger serta kentang goreng jadi mereka juga menikmati kedua hal tersebut.


Setelah menghabiskan semua hal tersebut, baru lah Ferdi menceritakan apa yang terjadi di sana sampai keputusan kedua orang tua Annisa tentang menerima lamaran Ferdi untuk menikahi Annisa namun ada syarat yaitu menunggu Annisa lulus kuliah.


"Jadi kurang lebih 1-2 tahun lagi kalian menikah?" tanya Ayu penasaran.


"Um, tahun ini akan menjadi tahun ketigaku jadi mungkin tahun besok aku bisa wisuda!" kata Annisa mengangguk setuju.


"Masih ada kata 'Mungkin'... Apakah kamu ragu huh?" tanya Ferdi dengan menyeringai.


"Ti-Tidak, bukan itu!" kata Annisa dengan cepat membantah.


Dia sebenarnya adalah mahasiswa yang males bikin hal seperti makalah dan skripsi makanya dia mengucapkan kata 'Mungkin' kalau tidak ya tidak akan di sebutkan soal itu.


Ferdi menyipitkan matanya saat menatap Annisa, wajahnya seakan sudah menebak pemikiran Annisa tapi dia tidak menyebutkanya namun tindakan ini saja sudah membuat wajah Annisa memerah malu.


"Oh ya Bang, apakah kamu tidak ingin meneruskan kuliahmu itu?" tanya Ayu penasaran dan secara tiba-tiba.


"Uhm... Aku akan memikirkannya lagi soal itu!" kata Ferdi ringan setelah berpikir cukup lama yaitu 2 detik.


"Oh" Ayu mengangguk ringan.


Baik Annisa dan Ayu dapat mengerti hal ini, bagi orang berduit seperti Ferdi tuh status pendidikan bisa aja di beli atau coba ambil hal ini dengan ujian khusus, namun bagi Sebas dan Testarossa tuh berbeda karena bagi Mereka Ferdi tuh dah sangat pinter serta berumur panjang jadi buat apa menghabiskan waktu untuk hal seperti itu?

__ADS_1


Apalagi mereka berdua memiliki sudut pandang yang cukup merendahkan Manusia, mereka selalu menganggap manusia tuh hanya makhluk bodoh tak berguna meski begitu mereka masih dapat bersikap profesional kalau sedang bertugas.


__ADS_2