Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
item baru


__ADS_3

Hari ini cukup membosankan dan yups itu yang di pikirkan oleh Ferdi, saat ini dia sedang mengendarai mobil Advanzanya dengan cukup lancar jaya.


Kenapa tidak Karlmann King miliknya yang mewah? Alasannya karena tuh mobil lagi di service oleh Sebas, ya biasa Service bulanan agar selalu aman saat mengendarainya.


Ferdi mengendarai mobil dengan santai lalu memarkirkannya di pinggir Flyover, hal ini di lakukan karena cukup indah... Ya begitu lah kalau sore.


Disekitar Flyover juga ada pemuda-pemudi yang asik duduk mesra-mesraan sambil ngomong "ayang-ayangan" namun cemilannya hanya kuaci dan teh botol... Mana minumannya hanya satu lagi.


"Mau mesra-mesraan tapi kere... Hadeh, dasar anak muda jaman sekarang!" kata Ferdi menghela nafas.


Bagi Ferdi tuh kalau mau mesra-mesraan dan romantisan ya di Mall, Cafe, Bioskop,Taman Bermain, Taman Kota, bahkan Hotel tapi ini di atas Flyover? Mana angin kencang, banyak kendaraan lewat, kalau ada polisi ya kena tangkap.


Meski Ferdi tau hal ini tapi memang di Flyover sore-sore gini agak bagus toh menadangan langit sore, angin sepoy-sepoy, dan kepadatan warga disore hari membuat pemandangan tersendiri bagi mereka yang tinggal di sekitar ibukota.


Seperti biasa saat nongkrong begini Ferdi akan mengeluarkan kopi susu sekaligus kacang kulit untuk menemani, melihat sisi lain yang sedang pacaran hanya makan kuaci membuat Ferdi melemparkan beberapa bungkus kacang miliknya.


"Oi bro, tangkap!" kata Ferdi ramah.


"Eh? Thanks Bray!" katanya yang awalnya terkejut tapi saat Ferdi melemparkan makanan serta minuman untuk mereka membuatnya cukup senang.


"Santuy gan~" kata Ferdi ringan.


Gadis disebelah menatap Ferdi cukup senang, apalagi tau Ferdi cukup tampan dibandingkan cowoknya ditambah lagi Ferdi menggunakan mobil serta jadi ada hal plus di hatinya.


Meski pakaian Ferdi hanya supir taksi online tapi dilihat olehnya Ferdi harusnya pemuda yang jomblo namun cukup kaya, dibanding cowoknya yang hanya menggunakan motor bebek.


"Oh ada yang pesan taksi online toh!" kata Ferdi pelan saat melihat ponselnya.


"Bro, pergi dulu ya dan kalian jangan lama-lama disini soalnya takut ada polisi lewat!" kata Ferdi pamit dan menasehati dengan ramah.


"En, ok bray, gw tau kok!" katanya dengan tenang dan santuy.


Ferdi pergi dengan santai, dia melihat sepertinya yang memesan kali ini orang jepang lagi, tapi siapa sangka saat dia mengendarai mobilnya ke lokasi penumpang tiba-tiba muncul seseorang di kursi penumpang yang ada di belakang.


Ferdi sontak memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan dan melihat ke belakang.


"Siapa kamu? Dan mau apa kamu memasuki mobilku!?" kata Ferdi sedikit dingin.


Yang masuk ke dalam mobil Ferdi adalah pemuda tampan dengan rambut putih keperakan dan mata berwarna merah terang bagai ruby.


Dia mengenakan pakaian hitam biasa, meski begitu wajahnya cukup terlihat membosankan membuat nilai ketampanannya sedikit berkurang.

__ADS_1


"Pelangganmu, namaku Azuya Kirigami, kamu pasti Ferdiansya bukan?" kata Azuya dengan tenang dam terkesan santai.


"En, jadi kamu yang memesan..." kata Ferdi menghela nafas sedikit lega.


"Lalu kemana tujuanmu?" tanya Ferdi ringan.


"Uhm... Bagaimana pelabuhan, aku ingin melihat laut soalnya!" kata Azuya  dengan tenang.


"Baiklah!" kata Ferdi mengangguk, meski pelabuhan agak jauh dan makan waktu apalagi disore begini paling nyampe kesana langit dah gelap tapi karena hal ini kemauan penumpang maka tidak masalah baginya.


"Kamu terlihat cukup tenang saat mengetahui ada orang yang masuk mobilmu secara tiba-tiba?" kata Azuya cukup tertarik.


"Ahaha, aku sepertinya dah biasa mengantar dan menemui penumpang seperti dirimu itu!" kata Ferdi dengan ringan.


"Hoo, apakah disini makhluk supranatural sudah lah hal yang biasa?" tanya Azuya penasaran.


"Tidak, namun sebagai supir taksi aku tentu memiliki peluang paling besar untuk menemui mereka jadi aku sudah biasa~" kata Ferdi dengan ringan.


"En, kamu juga bukanlah manusia biasa bagiku!" kata Azuya mengangguk dan berkata cukup misterius.


Walau tingkatnya lebih tinggi dari Ferdi dan beberapa makhluk didunia ini namun dia tidak dapat mengecek Status Ferdi secara lengkap seperti biasanya.


Tapi hal ini memang benar, karena banyak makhluk supranatural yang berasal dari dunia berbeda membuat System dan penguasa Universal ini akhirnya memberikan perlindungan cukup tinggi buat Ferdi, hanya mereka yang cukup kuat lah yang dapat melihat Status Ferdi.


Azuya sebenarnya cukuplah kuat makanya dia dapat melihat beberapa informasi Ferdi meski tidak lengkap, tapi hal ini tentu membuat Azuya merasa Ferdi itu menarik.


"Oh ya, apakah didunia  ini ada hal yang menarik dan kuat?" tanya Azuya tiba-tiba.


"Uhm... Sepertinya, tapi aku belum banyak berkeliling jadi aku tidak tau!" kata Ferdi jujur.


"Yaa aku mengerti, hanya mengetahui dunia ini ada makhluk supranatural saja sudah cukup menarik~" kata Azuya dengan tenang dan santai.


"En, namun juga kadang lebih merepotkan!" kata Ferdi dengan ringan juga menambahkan perkataan Azuya.


"Memang sih, oh ya pelabuhan cukup jauh dari sini, apakah tidak masalah bagi mu mengantarku kesana?" kata Azuya cukup pengertian.


"Tidak masalah, aku cukup memiliki waktu luang dan ya dirumah juga sedikit membosankan~" kata Ferdi dengan santai.


Dia tidak bisa menunjukkan ketidak sukaannya secara langsung dan jelas kepada penumpang atau hal ini akan membuat penumpamg tidak nyaman dan berakhir dengam ulasan yang cukup buruk.


Ferdi dan Azuya cukup mengobrol dan dapat berbicara dengan ringan, apalagi keduanya cukup akrab dan asik saat membahas tentang game.

__ADS_1


Butuh waktu 2 jam bagi Ferdi untuk mengantar Azuya ke pelabuhan yang berada di Jakarta, pelabuhan tersebut jelaslah rame dan padat jadi butuh sedikit kesabaran ekstra untuk dapat masuk ke dalam pelabuhan.


"En, cukup disini aja kamu mengantarku!" kata Azuya dengan tenang.


"Y-Yaa apa boleh buat, kalau kamu menyukai pelayanan taksi onlineku maka jangan lupa memberiku pujian bintang lima!" kata Ferdi dengan ramah kepada Azuya.


"En, dan aku juga akan memberikan hal yang mungkim berguna untukmu!" kata Azuya dengan ringan.


[Ding! Uang tunai 5 triliun rupiah berhasil masuk ke rekening anda... Silakan diperiksa kartu kredit anda!]


[Ding! Host mendapatkan item Nomor!]


[Ding!  Host mendapatkan item Lighter aneh!]


Melihat dan mendengar notif dari ponsel dan Systemnya membuat Ferdi terkejut.


"Tu-Tunggu, kamu memberiku ini semua!?" kata Ferdi terkejut.


"En, barang itu tidak berguna untukku tapi mungkin akan berguna untukmu jadi gunakan saja dengan baik!" kata Azuya dengan tenang dan tersenyum kecil muncul di wajahnya.


"Itu... Terima kasih banyak!" kata Ferdi mengangguk dengan semangat.


Lalu Azuya menghilang dengan teleportasi.


[Ding! Host mendapatkan pujian bintang lima (35) menghadiahkan keterampilan Programmer tingkat Dewa!]


Mendengar itu sebuah arus informasi tentang ilmu Programmer masuk ke kepala Ferdi, hal ini membuatnya sangat ahli dalam membuat program komputer atau menghack komputer orang toh Hacker aslinya adalah seorang programmer.


Ferdi juga melihat hal lain yang diberikan Azuya kepadanya yaitu adalah item bernama Nomor dan Lighter aneh.


[Nomor : Item sekali pakai yang akan memberikan seseorang sebuah informasi yang akan mendatang dalam waktu acak.]


[Lighter aneh : Item yang berisi kegunaan ketiga jenis Lighter yaitu merah, kuning, dan biru. Benda ini dapat digunakan sebanyak 177013 kali sebelum akhirnya berubah menjadi korek gas biasa.]


di lighter tersebut, terdapat tiga pilihan warna. merah, kuning, biru.


jika memilih merah dan kemudian menyalakan api, maka akan memanggil khodam(jin penunggu, tidak seperti jin lampu ya!) yang ada di dalam lighter.


jika menyalakan api saat memilih tombol kuning, benda acak akan muncul. benda tidak dapat berukuran lebih dari pengguna.


jika memilih biru dan digunakan untuk menyulut rokok, maka rokok tersebut akan membesar dan berubah menjadi pedang cahaya. efek ini akan hilang dalam satu jam.

__ADS_1


__ADS_2