Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Tragedi dan Kehangatan keluarga.


__ADS_3

Ferdi, Aurel, dan pria berjas itu tetap di atap dengan tenang... Sebenarnya hanya Ferdi dan pria berjas yang tenang tapi Aurel tidak.


Selama 5 menit Ferdi sudah mencari asal-usul bangunan terbengkalai ini dari pria berjas itu dan juga di internet.


Awalnya bangunan ini adalah sebuah perusahaan yang berdiri di tahun 2003 dan menjadi perusahaan tingkat menengah yang cukup menganggumkan.


Awalnya perusahaan berjalan baik dan seperti perusahaan lainnya mereka bisa dibilang sebagai perusahaan baru terbaik, namun semua itu berubah pada tahun 2013 lebih tepatnya pada tanggal 05 November 2013 terjadi kebakaran di perusahaan tersebut.


Kebakaran itu menewaskan 20 pegawai dan juga direktur perusahaan, polisi memberitahu kalau penyebab kebakaran adalah konsleting listrik dan mesin pengingat saat itu sedang dalam perbaikan jadi tidak ada pegawai yang menyadari sampai akhirnya api menjadi besar.


Selang 2 tahun tanah disini dibeli oleh seorang pengusaha untuk membuat Mall tapi sebelum bangunan ini di runtuhkan ada saja kendalanya bahkan sampai akhirnya terjadi korban jiwa lagi di atas bangunan ini.


Hal itu mengundang tanda tanya publik sampai akhirnya seorang paranormal mengatakan kalau bangunan ini berhantu, karena itu proyek penghancuran diberhentikan.


Selang waktu tempat ini menjadi salah satu destinasi uji nyali bagi beberapa Youtubers, dan pernah menjadi salah satu tempat uji nyali yang disiarkan di tv swasta Indonesia.


Dikabarkan hantu di bangunan ini itu adalah sang direktur perusahaan, ada juga yang mengatakan kalau itu adalah salah satu pegawai yang penasaran.


Meski begitu banyak paranormal yang mengatakan hanya ada satu hantu saja namun bagi Ferdi itu salah, dari matanya saat memasuki bangunan sudah ada 20 lebih hantu dengan berbagai wujud.


Mata Ferdi saat ini bukanlah mata biasa melainkan mata yang sudah di bekali dengan mantra pengelihatan tingkat tinggi jadi dia dapat melihat apapun dengan mudah.


5 menit berlalu tapi tiba-tiba terdengar suara gaduh dari dalam bangunan, disana tiba-tiba pintu ruang atap terbuka dan menampilkan sosok pria berjubah hitam yang ketakutan.


Pria berjubah itu awalnya dibawah sedang bertarung dengan hantu wanita tapi siapa sangka hantu wanita itu sangat kuat dan membuatnya terluka.


Pria itu berniat kabur keluar dari bangunan ini tapi semua jalan keluar tertutup dan terkunci tanpa bisa di mengerti olehnya.


Jadi dia dengan susah payah berlari ke atap dengan niat meminta bantuan toh mungkin saja Ferdi dan Aurel masih ada di sana.


Saat di atap dia melihat Ferdi, Aurel, dan pria yang memperkerjakannya itu membuatnya senang dan lega tapi tiba-tiba wajahmya menjadi jelek saat melihat sesuatu.


Itu adalah hantu wanita yang mengejarnya ternyata ada di belakang pria berjas hitam itu, hantu itu berniat menyerang pria berjas hitam tersebut.


Pria berjubah ingin memperingatkannya tapi dia tau itu akan sia-sia namun saat dia berpikir pria berjas hitam itu akan mati tiba-tiba sebuah tembok tembus pandang mementalkan hantu wanita itu.


"Aku tidak menyangkan akan bertemu denganmu secepat ini~" kata Ferdi membuat semua orang terkejut.


Semua orang terkejut dan melihat sebuah jimat aneh terbang didepan pria berjas itu kemudian terbakar tanpa sebab.


"Si... Apa... Ka... Mu...?" sebuah suara serak dan dingin terdengar dari bibir hantu wanita itu.


"Siapa aku? Hanya seorang supir taksi online~" kata Ferdi memperkenalkan dirinya singkat dan acuh tak acuh.


Sementara itu semua orang terkejut, terutama bagi Aurel dan pria berjubah tersebut, mereka bukan terkejut karena perkataan Ferdi tapi karena hantu wanita itu bisa berbicara.


Bagi mereka hantu juga di kategorikan menjadi beberapa tingkatan yaitu dari Rendah, Menengah, dan Tinggi. Dimana tingkat Rendah hanyalah hantu atau setan biasa, lalu Menengah adalah hantu atau setan yang cukup kuat dan mampu berpikir, dan terakhir adalah tingkat Tinggi dimana hantu atau setan mampu berbicara dan berpikir.


Hantu jenis ini sangat lah langka dan juga kuat, hanya pemburu hantu tingkat Master dan Grandmaster yang dapat menghadapinya, tapi di balik itu ada jenis Hantu lain yang sangat kuat yaitu adalah hantu tingkat Mitos.


Dikabarkan tingkat ini para hantu tidak hanya kuat, mampu berpikir, atau berbicara tapi juga mampu menyamar dan memerintah para hantu lain untuk menyerang.


Keduanya hanya tau kalau ada hantu wanita disini dan tingkatannya mungkin hanya menengah tapi siapa sangka kalau itu adalah tingkat Tinggi.


Ferdi masih tenang bahkan dia melihat ke arah bulan purnama diatas, dia tau di bulan purnama adalah malam dengan energi Negatif terkuat dan murni apalagi pas malam Jumat Kliwon.


Bisa-bisa kekuatan para hantu akan meningkat 10 kali lipat dari kekuatan asli mereka karena bantuan energi Negatif yang kuat dari alam, dan dengan bantuan perasaan Negatif lain sudah cukup bagi mereka naik tingkat ke level yang lebih tinggi.


"Untung bukan malam jumat~" kata Ferdi menghela nafas lega.


Karena walau dia bisa menghadapi hantu ini dengan mudah meski di malam jumat kliwon tapi hal itu juga diperlukan persiapan tapi sekarang berbeda karena dia tidak memiliki persiapan apapun saat ini dan hanya ada beberapa jimat serta botol yang di miliki oleh Aurel.


"Roarr!" hantu itu meraung marah mendengar jawaban asal dari Ferdi dan berniat menyerang tapi dapat dengan mudah di hindari oleh Ferdi.

__ADS_1


Semua orang mundur dan berlindungi di belakang Ferdi bahkan pria berjubah hitam itu sekalipun, karena hantu wanita ini bukan lah lawannya bahkan dalam keadaan prima sekalipun.


"Anak muda, hantu ini adalah hantu tingkat Tinggi, kami harus bersatu menghadapinya supaya bisa menang melawannya!" kata pria itu dengan serius.


"Tidak perlu!" kata Ferdi singkat.


"Orang ini benar, hantu ini adalah adalah tingkat Tinggi bahkan bila kita bersatu sekalipun itu masih belum cukup mengalahkannya!" kata Aurel serius.


"Tidak perlu karena mereka tidak mengincar kita tapi dia~" kata Ferdi santai sambil menunjuk ke pria berjas hitam.


"A-Apa maksudmu... A-Aku tidak mengerti!" kata pria itu dengan ketakutan.


"Jangan berpura-pura lagi pak Herianto, suami dari pemilik perusahaan ini!" kata Ferdi dengan tenang.


Herianto terkejut karena indentitasnya terbongkar, tapi dia tidak terlalu memikirkannya karena dari nada bicara Ferdi di awal seperti dia sudah mengetahu siapa dirinya sebenarnya.


"Apa maksudmu? Dan kenapa kamu mengatakan mereka bukankah hanya ada satu hantu disini?" tanya Aurel bingung.


"Hantu wanita ini adalah seorang direktur perusahaan yang terbengkalai ini, dia menjadi korban kebakaran bersama 20 pegawai lainnya dan alasan kebakaran itu harusnya ada sangkut pautnya denganmu bukan pak Herianto?" kata Ferdi dan kali ini semua orang terkejut.


"I-Itu tidak... A-Aku tidak melakukan apapun!" kata Herianto dengan gugup dan ketakutan.


"Kamu membunuh mereka dengan cara membakarnya, lalu menjual perusahaan serta menyogok polisi agar kasus selesai tapi saat ada rasa bersalah di hatimu dan mendengar perusahaan ini berhantu membuatmu semakin tidak nyaman dan memutuskan mencari paranormal dan pemburu hantu untuk melawannya, bukan?" kata Ferdi panjang lebar menjelaskan.


"Ba-Bagaimana kamu tau semua itu!?" kata Herianto terkejut.


"Para karyawan yang tewas disini sering mengatakannya di balik beberapa ruangan selama aku pergi menemuimu!" kata Ferdi dan itu membuat Aurel terkejut.


Dia akhirnya mengingat kenapa Ferdi sering pergi ke sudut atau melihat sekelilingnya selama pergi ke atap, ternyata dia mendengarkan hal seperti itu selama perjalanan.


"Tu-Tunggu maksudmu ada hantu lain disini?" kata pria berjubah hitam itu terkejut.


"Ya, ada 20 lebih hantu disini, awalnya hanya ada 21 disini yaitu para karyawan dan direkturnya, tapi setelah itu ada beberapa korban lagi disini jadi jumlahnya meningkat sekitar 30-an!" kata Ferdi masih tenang.


"Tamatlah kita..." kata Herianto itu menyesal datang dan menunggu di atap.


"Apa kamu ada rencana?" tanya Aurel karena dia melihat Ferdi masih terlihat tenang artinya mungkin Ferdi ada rencana lain.


"Pak Herianto, aku sarankan kamu meminta maaf kepada mendiang istri dan karyawan yang kamu bunuh itu atau jiwa mereka tidak akan pergi!" kata Ferdi membujuk.


"A-Aku..." Herianto ragu.


"Mereka ingin mendengar pengakuanmu dan dengan cara ini jiwa mereka bisa tenang!" kata Ferdi membentak.


"Aku minta maaf! Jujur aku tidak bermaksud membunuhmu atau yang lain, aku hanya ingin kamu menjual perusahaan yang hampir bangkrut ini dan membuat hal baru bersama lagi... Ta-Tapi aku... Maaf kan aku!" kata Herianto bersujud, dia menangis menyesal karena bagaimanapun korban disana adalah istrinya yang dia cintai selama ini.


Bahkan setelah istrinya meninggal dia tidak menikah lagi dan hidup sendiri dengan mengurus putri mereka yang akan lulus S1 nya.


"Saat itu aku tidak bisa mengaku kalau tidak sekolah putri kita pasti akan berhenti jadi maaf kan aku.... Aku akan mengaku kepada polisi dan menjalani hukumanku... Karena itu maafkan aku!" kata Herianto yang menangis menyesal.


"Pem... Bu... Nuh... Ha... Rus... Ma... Ti...!" kata hantu perempuan itu dengan terbata-bata.


"Nona, aku sarankan kamu melepasnya kali ini, dia benar-benar menyesal dan bahkan belum mencintai gadis lain bahkan saat ini dia hanya ingin meminta maaf kepadamu dan yang lain!" kata Ferdi dengan tenang.


"Memang meminta maaf saja tidak bisa menghidupkanmu dan yang lainnya tapi dengan itu kamu bisa pergi ke duniamu yang asli!" kata Ferdi masih tenang.


Saat itu tiba-tiba hantu yang lain muncul atau lebih tepatnya menampakkan diri mereka didepan ke empat orang tersebut.


"Ayah!" saat seperti itu tiba-tiba muncul seseorang gadis yang terlihat berkeringat dan cemas.


Gadis itu adalah putri Herianto yang sudah lulus kuliah tapi saat akan memberitahu ayahnya di rumah ternyata tidak ada siapapun disana, jadi dia berjalan cepat ke tempat ini karena dia tau ayahnya sering kemari.


"Bunga! Kenapa kamu disini, disini berbahaya cepat pergi!" kata Herianto terkejut.

__ADS_1


"Ayah, aku lulus!" kata Bunga yang tidak terlalu mendengar perkataan Herianto.


"Bu... Nga..." hantu wanita itu berbalik dan melihat gadis tersebut.


Dia mengingat terakhir kali dia melihat putrinya itu saat masih muda tapi waktu berlalu dan Bunga sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan imut, dia juga pintar dan berprestasi.


Melihat gadis didepannya itu hantu wanita itu mengeluarkan air mata, dia menangis dan rasa dendam di hatinya sedikit berkurang.


Selama bertahun-tahun bertahan dengan penyesalan dan dendam untuk membunuh orang yang sudah membunuhnya tapi semua itu saat ini menghilang saat melihat putri kesayangan mereka.


"I-Ibu... Kau kah itu?" kata Bunga terkejut saat mendengar suara wanita yang memanggilnya.


"Ibu, ibu, dimana kamu? Aku merindukanmu!" kata Bunga sedih saat mengingat ibunya.


"Bu, muncul lah, Bunga kanget sama kamu, liat bu Bunga sudah lulus kuliah dan mendapat nilai yang baik... Muncullah bu!" kata Bunga sedih dan mencari-cari sosok ibunya.


Bunga tidak bisa melihat sosok hantu wanita itu karena dia tidak ingin menunjukkannya, hantu wanita itu tidak berani menunjukkan sosoknya ke Bunga saat ini.


"Nona tunjukkan saja sosokmu, biarkan keluarga kecil kalian berkumpul kembali walau hanya sementara!" kata Ferdi dengan santai dan tenang.


Mendengar perkataan Ferdi akhirnya wujud wanita itu muncul didepan Bunga, Bunga awalnya terkejut dan ketakutan tapi melihat itu adalah ibunya membuatnya memberanikan dirinya.


"Bu, aku kanget kepadamu!" kata Bunga ingin memeluknya tapi malah menembus tubuh hantu wanita tersebut.


Keduanya terasa patah hati, mereka ingin sekali saling bersentuhan dan berpelukan tapi mereka tidak bisa karena keduanya sudah berbeda alam.


"Haa, baiklah!" kata Ferdi menghela nafas lalu melempar sebuah jimat ke arah hantu wanita itu.


Saat jimat itu terbakar saat menyentuh tubuh hantu wanita itu terlihat sedikit lebih nyata.


"Kalian bisa saling berpelukan!" kata Ferdi lalu berbalik ke arah pak Herianto.


"Datanglah dan biarkan kehangatan keluarga kepada istri dan putrimu!" kata Ferdi sembari menepuk pundak Herianto.


Herianto mengangguk dan berjalan ke keduanya untuk saling berpelukan.


Aurel tersentuh melihat hal ini sementara Ferdi dan pria berjubah itu menjauh dan menatap pemandangan malam di atas atap bangunan.


"Merokok?" kata pria itu menawarkan.


"Terima kasih!" kaa Ferdi ringan dan menerima sebatang sebelum menyalakan dan meroko.


"Maaf, aku tadi keterlaluan!" kata pria itu tiba-tiba.


"Katakan saja kepada Aurel nanti dan pertaruhan ini aku yang menang!" kata Ferdi santai.


"Um, aku akan bicarakan dengan nona Aurel... Namaku Damar, boleh aku tau namamu?" kata pria berjubah itu dengan tenang.


"Ferdi, panggil saja begitu!" kata Ferdi dengan santai sambil menghembuskan asap rokonya.


"Ferdi ya... Terima kasih karenamu aku sepertinya mendapat suatu pelajaran disini~" kata Damar dengan tulus.


"Terserahlah, oh ya kalau kamu ada waktu coba lah berbuat baik lain kali!" kata Ferdi dengan sedikit ramah memberitahu.


"Berbuat baik kah? Aku sudah terlalu banyak melakukan salah dan jatuh ke posisi ini, apa aku pantas melakukan hal baik?" kata Damar merasa sedikit menyesal.


"Entahlah, aku bukan Tuhan tapi berbuat baik itu bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh orang baik saja lagian melakukan itu bukanlah hal yang salah!" kata Ferdi dengan tenang.


"Aurel aku akan tunggu di mobil!" kata Ferdi yang melompat dari lantai 5.


Meski begitu dengan jimat layang-layang yang dia buat membuatnya dapat melayang sebentar dan mendarat dengan selamat.


"Orang itu! Sebenarnya siapa dia?" tidak hanya Aurel bahkan Damar juga terkejut saat melihat Ferdi melompat atau melayang di udara.

__ADS_1


__ADS_2