
Di dalam mobil, Ferdi dan Geisha terdiam cukup canggung karena tidak tau harus membahas apa saat keduanya sedang didalam mobil.
"Ngomong-ngomong apa kau ingin melakukan kerja kelompok, kak Geisha?" tanya Ferdi ringan sebagai pembuka percakapan.
"Iya mas, kerjaan dari dosen." kata Geisha ringan.
"Hmm ... Ngomong-ngomong apa kau tidak keberatan bila aku bicara ringan?" tanya Ferdi santai.
"Ah iya mas, santai aja lagian kita juga kelihatannya seumuran, panggil aja Geisha seperti saat dirumah." kata Geisha ringan, dia tidak keberatan sama sekali.
"Oh ok, panggil aku juga seperti sebelumnya, rasanya kurang nyaman bila di panggil mas-mas sama yang seumuran atau lebih, ahaha." kata Ferdi santai.
"Ngomong-ngomong, lokasinya lumayan juga ya, kalau kau tadi maksa naik angkot pasti bakal telat." kata Ferdi basa basi.
"Ahaha, tidak juga kok, tapi maaf ya karena kakek malah jadi merepotkanmu seperti ini." kata Geisha meminta maaf dengan tulus.
"Apa masalahnya, kau ini pelangganku jadi apa masalahnya? Kakek Joko juga orangnya baik dan ramah aku lah yang harusnya minta maaf karena merepotkanmu saat di rumah dan terima kasih juga." kata Ferdi ringan.
"Tapi aku masih harus membayar tagihan taksinya!" kata Geisha kali ini serius.
"Baiklah, bayar setengahnya saja anggap potongan harga buat kopi tadi, bagaimana?" kata Ferdi memberikan usulan, toh kalau dia tetap memaksa seperti sebelumnya belum tentu Geisha mendengarkan.
"Tapi ... Baiklah bila kau memaksa." kata Geisha yang awalnya ingin menolak tapi dia melihat wajah Ferdi yang seakan memaksanya untuk menerima usulan tersebut membuatnya harus menerima.
Dia juga paham kalau dia tidak menerima hal ini pasti bakal berujung debat yang cukup panjang, ongkos taksi tidak seberapa tapi rasa kesal dan lelah karena berdebatnya lah yang paling menyebalkan.
Jadi tidak ada pilihan untuk menerimanya, toh itu bukan berarti dia di gratisin, anggap saja seperti mendapatkan diskon khusus.
Itu lah yang mungkin di pikirkan oleh Geisha dan nilai Ferdi di matanya menjadi naik sedikit lebih tinggi dan positif.
Ferdi juga menghela nafas lega, dia sudah memperkirakan kalau Geisha itu gadis yang keras kepala namun bukan berarti dia bodoh dan tidak menyadari sifatnya itu, karena itu dari pada berdebat bodoh lebih baik memotomg harga taksi yang relatif lebih baik dan lebih bijak.
"Oh iya Fer, apa tidak masalah kupanggil begitu?" tanya Geisha ringan.
"En, tidak masalah, tapi ada apa memanggil?" kata Ferdi ringan.
__ADS_1
"Berapa banyak yang kau hasilkan dari menjadi supir taksi?" tanya Geisha tiba-tiba.
"Hmm ... Tergantung orderan sih, namun itu dulu tapi sekarang supir taksi online sepertiku sudah diberikan gaji mingguan sampai bulanan yang rutin, meski pasti harus mendapatkan kouta harian sih, lalu kalau pesanan terus membaik dan meningkat akan ada bonus dari hal tersebut, terkadang ada juga uang tip dari penumpang namun jangan mengharapkan banyak hal karena hanya sedikit orang yang memberikannya." kata Ferdi menjelaskan sesuai dengan yang ia tau.
"Lalu apa aja persyaratan untuk melamar?" tanya Geisha penasaran.
"Persyaratan yaa ... Aku sih pakai orang dalam jadi cuman nyerahin KTP, surat lamaran beserta dokumen pendukung, sama SIM. Beberapa perusahaan juga akan menyewakan kendaraan bila pekerjanya tidak memiliki kendaraan, namun uang gajimu akan terpotong sesuai dengan sewaannya." kata Ferdi ringan.
"Kenapa kau bertanya hal itu? Hmm ... Apa kau tertarik untuk menjadi supir taksi?" tanya Ferdi langsung setelah memperhatikan topik pembicaraan.
"Y-ya, aku ingin mendapatkan uangku sendiri karena itu aku ingin bekerja tapi aku tidak punya pengalaman dan koneksi jadi sering di tolak." kata Geisha dengan serius namun dia menundukkan kepalanya merasa cukup rendah diri akibat seringnya di tolak untuk bekerja.
"Hmm ... Jadi kau ingin kerjaan part-time atau full?" tanya Ferdi.
"Mmm, kerja Full juga tidak masalah soalnya kuliahku di weekend, aku juga bisa mengubahnya jadi kuliah malam kalau diperlukan." kata Geisha dengan yakin.
"Jurusan? Apa ada keahlian khusus?" tanya Ferdi .
"Jurusanku Adm. Perkantoran, saat ini sedang kuliah jurusan Akutan, keahlian khusus ... Kurasa tidak ada yang khusus." kata Geisha, dia sedikit berpikir untuk keahlian khususnya namun karena tidak ada yang berkaitan dengan pekerjaan jadi dia tidak mengatakannya.
"Eh? Ah ti-tidak usah Fer, aku tau niatmu baik tapi aku tidak bisa untuk terus merepotkanmu, aku juga tidak sedang benar-benar cari kerjaan kok, ahahaha." kata Geisha dengan cepat, dia menolak karena merasa tidak enak dengan Ferdi, mereka baru saja kenal namun Ferdi terus membantu yang membuatnya merasa sangat tidak enak.
"Tidak apa-apa kok, aku hanya membuka jalan untukmu dan kalau kau tidak mau ya sudah, mungkin akan ada yang mengisinya apalagi kudengar gajinya cukup besar." kata Ferdi ringan namun apa yang dia katakan terdengar sangat menggiurkan bagi Geisha.
"Ka-kalau memang lagi cari pegawai sih aku mau ..." kata Geisha pelan sambil menundukkan kepalanya, jujur dia cukup malu saat mengatakan hal ini.
Baru saja dia tolak namun dia justru tergiur dengan gaji yang dikatakan oleh Ferdi, betapa malu dirinya saat ini.
"Ahahaha, ok kalau begitu akan aku tanyakan soal pekerjaan itu, kuusahakan kalau itu pekerjaan part-time yang tidak banyak menyita waktu dan agar kau bisa lebih fokus kuliah dan mengurus kakek." kata Ferdi ringan namun juga senang.
"Terima kasih." kata Geisha tulus dari hatinya.
"Tapi, kalau gajinya gede kenapa tidak kau saja yang melamarnya, Fer?" tanya Geisha tiba-tiba, mengingat kasus Ferdi yang terlihat kekurangan uang bukankah akan lebih baik bila dia sendiri yang melamar dan bekerja ketimbang menarik taksi.
"Oh soal itu ... Karena pekerjaan ini menyenangkan." kata Ferdi ringan tanpa beban..
__ADS_1
"Menyenangkan?" tanya Geisha bingung.
"Iya, aku suka mengemudi namun bila harus balapan liar atau ugal-ugalan tentu aku tidak tertarik, karena itu aku memilih pekerjaan taksi online, kalau yang truck atau bis tidak bisa karena bis dan truck perlu SIM C kalau tidak ya bakal kena denda serta tilang dan juga tidak bakal di terima. "
"Lalu karena aku bekerja di bidang jasa membuatku banyak melihat orang baru, banyak mendapat informasi baru, pengalaman, dan sebagainya jadi seperti menjalani hobi dan pekerjaan di satu waktu." kata Ferdi menjelaskan ringan.
"Hee, kedengarnya seru." kata Geisha iri.
"Ahaha, seru dan tidak seru, tidak serunya adalah bayaran ku cukup rendah, kalau bukan karena ekonomiku sedang baik ya aku akan mulai cari penghasilan tambahan seperti menjadi buruh konstruksi lagi." kata Ferdi dengan jujur.
Karena menjadi supir taksi online hanyalah pekerjaan tambahan untuk uang saku bukan pekerjaan utama, namun semua itu berubah sejak System datang menemuinya.
"Iya sih ... Ah, berhenti disini saja, Fer!" kata Geisha tiba-tiba karena sudah melihat kalau dia sudah sampai ke tempat yang di tuju.
"Eh? Serius, ini masih lurus dan perlu mutar balik ke pertigaan didepan baru sampai loh." kata Ferdi karena apa yang di tunjukkan oleh maps itu masih perlu waktu dan jarak tempuh.
"Tidak apa-apa kok, sebenarnya rumah temanku itu bisa lewat sini juga, lewat belakang yang lebih dekat jadi turun disinu saja, Fer." kata Geisha menjelaskan.
"Oh ok, aku tidak masalah." kata Ferdi mengangguk mengerti.
Mobil segera menepi, Geisha kemudian turun setelah memberikan ongkos taksi yang dapat diskon 50%.
"Oh iya, aku minta kontakmu, Sha biar aku bisa segera menginfokan soal pekerjaan itu." kata Ferdi yang juga turun dari mobilnya.
"Ah iya benar!" kata Geisha baru ingat.
Keduanya kemudian saling bertukar nomor ponsel agar lebih muda untuk saling menghubungi satu sama lain.
"Terima kasih, bila anda menikmati pelayanan jasa kami, tolong berikan pujian bintang lima kepadaku!' kata Ferdi ringan dan penuh profesionalitas.
"Um, aku akan berikan lima bintang besar untukmu!" kata Geisha dengan riang, ia kemudian berbalik dan pergi berlari.
[Ding! Host mendapatkan pujian bintang lima (57) mendapatkan ...]
"Ini!!"
__ADS_1