Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Janji


__ADS_3

Acara berlangsung tenang tanpa ada yang menganggu sedikit pun, Ferdi kembali dengan Annisa namun mereka pulang terakhir tentu saja mereka juga tukeran nomor dengan beberapa orang termasuk Reihana dan Andre.


Didalam mobil Ferdi dan Annisa mengobrol sebentar membahas yang ada disana.


"Fer, apa kamu masih menyukai Reihana?" tanya Annisa tiba-tiba.


"Eh? Kenapa kamu menanyai hal itu?" tanya Ferdi terkejut.


"Intuisi, aku merasa kamu sepertinya masih menyukai Reihana~" kata Annisa santai dan tenang.


"Intuisi wanitamu sepertinya sedikit akurat untuk beberapa hal dan ya aku memang masih menyukainya, bagaimana pun Rei adalah cinta pertamaku jadi itu masih sedikit berbekas di hatiku apalagi perpisahaan kami juga dikarena perbedaan jalan padahal kami masih bisa melanjutkan hubungan tapi apalah daya, takdir sering kali mempermainkan hati manusia~" kata Ferdi dengan jujur.


"Um, apa sekarang kamu tidak sedih membiarkan Reihana dekat dengan Andre?" tanya Annisa penasaran.


"Sedikit ya dan juga tidak~" kata Ferdi dengan ringan.


"Eh? Kenapa?" tanya Annisa bingung.


Ferdi tidak berbicara tapi mengeluarkan ponselnya dan memberikannya ke Annisa, Annisa melihat hal itu dan terkejut karena itu berisi data Andre baik dari kehidupan sosialnya, sekolahnya, dan tempat kerja.


"Aku diam-diam meminta Sebas untuk menyelidikinya dan seperti yang kamu lihat kalau Andre pemuda yang baik dari data disitu jadi aku bisa tenang tapi bila dia menyakiti Reihana, bisa ku pastikan akhirnya tidak akan menyenangkan!" kata Ferdi santai di awal tapi serius di akhir.


"Kamu terkesan seperti Yandere~ lalu bagaimana bila aku tiba-tiba minta putus dari mu dan menikahi orang lain?" kata Annisa santai awalnya namun tiba-tiba berubah.


Mendengar itu Ferdi secara tiba-tiba menghentikan mobilnya yang sedang melaju, untung saja jalanan sepi dan tidak ada kendaraan di belakang mobil Ferdi saat ini.


"Fer itu tadi bahaya tau!" kata Annisa yang terkejut dan sempat sedikit syock.


"Kamu ingin tau jawabanku soal pertanyaanmu tadi?" tanya Ferdi serius tanpa melihat Annisa.

__ADS_1


Annisa diam, dia tau pertanyaan tadi mungkin tidak nyaman di pertanyakan saat ini tapi dia masih ingin tau jawabannya.


"Aku akan melihat dulu apakah kamu serius karena mencintai pria lain atau dipaksa, aku juga akan menyelidiki pria tersebut dan kalau kalian memang cocok dan kamu bisa bahagia dengannya maka aku terima,tentu semua itu juga kalau aku tidak bisa membahagiakanmu!" kata Ferdi sambil menatap Annisa dengan serius.


"Aku akan berjanji kepadamu kalau aku akan berusaha membahagiakanmu sampai kapanmu dan terus mencintaimu tidak peduli bagaimana dunia membenci hubungan kita ini!" kata Ferdi serius dan penuh tekad.


Annisa diam, dia dapat melihat keseriusan Ferdi bahkan ada tekad dan cinta yang kuat di matanya hitamnya yang polos.


Merasakan hal itu hati Annisa sedikit hangat lalu dia menyenderkan kepalanya di bahu Ferdi dengan santai dan nyaman.


"Aku tidak akan meninggalkan pria sepertimu, itu janjiku seumur hidupku kepadamu!" kata Annisa dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Ferdi juga merasa senang dan hangat mendengarnya, dia pun mengelus kepala Annisa dengan lembut.


"Kita kembali dulu, sudah malam dan berbahaya di tengah jalan begini!" kata Ferdi dengan nada menggoda.


"Oh ya, apa kamu tidak cemburu atau kesal karena mengetahui aku masih ada perasaan dengan Rei?" tanya Ferdi ingin tau.


"Kalau aku bilang tidak maka itu bohong, aku cemburu dan marah mengetahui kamu masih menyukai mantanmu tapi aku juga tau kalau mungkin di luar sana masih banyak gadis cantik yang akan menyukaimu bahkan mungkin kamu akan tergoda oleh mereka!" kata Annisa dengan jujur dan sedikit sedih.


"Lalu aku juga berpikir kalau pria sepertimu tidak mungkin hanya akan memiliki satu gadis saja, jadi aku sudah mencoba menenangkan diriku kalau-kalau kamu mencoba mendekati gadis lain selain diriku asal kamu masih mencintai dan adil terhadapku saat kita pacaran atau nikah nanti!" kata Annisa membuat Ferdi terkejut.


"Apa itu artinya kamu memperbolehkanku poligami dan membuat harem?" tanya Ferdi menatap Annisa dengan aneh.


"Bisa dibilang begitu, selama kamu masih tetap disisiku aku tidak keberatan sama sekali tapi itu juga kalau kamu dan gadis itu saling mencintai!" kata Annisa dengan pelan.


Dia tau kalau pria berstatus, kaya dan tampan seperti Ferdi mungkin tidak akan hanya mencintainya saja tapi pasti ada gadis lain yang dia sukai jadi Annisa sudah mencoba membiasakan diri dalam hal itu.


"Aku akan tetap mencintai gadis baik dan cantik sepertimu, lagian memiliki pasangan yang pengertian sepertimu adalah berkah bagiku yang diturunkan Tuhan khusus untukku!" kata Ferdi dengan penuh kasih dan sayang.

__ADS_1


Ferdi tau kalau sejak dia mendapatkan System... Bukan tapi sejak dia dilahirkan kembali dengan ingatan full itu sudah membuktikan kalau dia bukanlah orang biasa namun hal itu memerlukan sesuatu untuk mengerakkannya seperti System.


Meski begitu Ferdi memang benar-benar mencintai Annisa dan akan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, Ferdi bahkan berjanji di hatinya kalau dia akan mencoba untuk berusaha tidak melukai perasaan Annisa dan Ayu sebaik mungkin.


"Um, aku mempercayainya~" kata Annisa senang dan bahagia.


Dia senang dan bahagia karena memiliki pria baik dan perhatian seperti Ferdi yang selalu melakukan apa yang dia katakan.


"Oh ya, apa kamu benar-benar memiliki kenalan untuk acara bulan madu?" tanya Annisa penasaran.


"Ada, kamu tenang saja, jaringan bisnisku besar jadi untuk beberapa hal aku dapat membantu~" kata Ferdi dengan ringan.


"Apakah benar? Bukan sesuatu yang menjadi milikmu atau sesuatu yang 'Baru' kamu beli?" kata Annisa curiga.


"Tergantung mau kemana mereka bulan madunya, lalu bagaimana dengan kita? Kamu mau kemana? Di luar atau di dalam?" tanya Ferdi dengan senyum ambigu.


Wajah Annisa sedikit memerah karena melihat senyum ambigu Ferdi, dia tau kalau dia menjawab salah satu dari dua pilihan Ferdi pasti akan ada jebakan didalamnya.


"Mooo, bicarakan itu setelah kita menikah saja!" kata Annisa dengan wajah merah padam.


"Ahahaha, baik nyonya~" kata Ferdi tertawa dan bercanda.


Setelah itu seperti biasa Ferdi menukar mobilnya dengan Advanza sebelum kembali ke kos-kosan yang mereka berdua tinggali.


"Aku benar-benar bingung kenapa kamu masih saja merahasiakannya kan kalau mengatakannya kamu tidak perlu seperti ini bukan!?" kata Annisa tidak habis pikir dengan Ferdi.


"Aku akan katakan tapi bukan sekarang, biarkan saja Ayu fokus ke pelajarannya untuk saat ini!" kata Ferdi beralasan.


Dia sebenarnya juga ingin jujur tapi masih menunggu waktu yang tepat saja, namun dia tidak tau kapan waktu tepat itu akan tiba.

__ADS_1


__ADS_2