Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!

Sistem Kekayaan : Aku Hanya Seorang Supir Taksi Online!
Janji Seorang Kakak


__ADS_3

Sebas dkk kemudian datang ke arah Ferdi yang sedang menunggu mereka di ruang kerjanya.


"Ada perlu apa tuan memanggil kita?" tanya Sebas dengan hormat.


"Apa kalian bisa merasakan atau mencium bau vampire di tubuhku kecuali bau Ayu?" kata Ferdi cukup serius.


"Tidak tuan, anda adalah manusia normal, tidak ada bau vampire atau ras lain yang berasal dari tubuh anda,  tuan!" kata ketiganya bersamaan.


"Begitu, aku dan Ayu adalah kakak adik secara kandung tapi bagaimana Ayu bisa mendapatkan garis darah Vampirenya? Apa ayahku Vampire atau ada Vampire lain yang mencoba mencelakai ibuku?" gumam Ferdi dengan serius.


Yang terlintas di kepalanya hanya lah dugaan kalau ibunya berselingkuh atau di rape oleh seorang Vampire bangsawan.


"Itu mungkin saja tuan,  namun vampire yang menjadi orang tua kandung nona Ayu harusnya bukanlah vampire biasa mengingat kekebalan nona Ayu terhadap matahari." kata Diablo.


"Itu mungkin, masalah ini masih perlu penyelidikan lebih lanjut!"


"Diablo, bisakah kau menyelidikinya?  Kurasa hal ini berkaitan dengan kasus kecelakaan orang tuaku." kata Ferdi dengan tenang menyerahkan tugas penyelidikan ke Diablo.


"Siap tuan!" kata Diablo setuju dengan cepat.


"Aku harus meningkatkan kekuatanku atau mencari bawahan kuat lagi." pikir Ferdi dengan serius mempertimbangkan prospek dimasa depan.


Dia mulai yakin kalau di dunia ini benar-benar banyak ras atau mahkluk lain selain manusia,  apalagi akhir-akhir ini juga para pengguna System dari berbagai dunia mulai bermunculan.


Meski mereka memberikan kekuatan dan uang tapi tetap saja kejadian ini sangat berbahaya, untung yang datang atau yang ia temui kebanyakan cukup baik dan ramah tapi bagaimana bila yang datang adalah mahluk jahat?


"Kalian bubar dulu,  lakukan saja tugas kalian masing-masing namun tetap hati-hati!" kata Ferdi dengan serius.


"Ya tuan,  kalau begitu kami permisi dulu!" kata ketiganya malu mereka akhirnya keluar.


"Sistem, bagaimana aku bisa meningkatkan kekuatanku?" tanya Ferdi kepada System.


[Host dapat meningkatkan kekuatan dengan rajin menarik taksi, hadiah bintang lima bisa berupa keterampilan dan aset yang pasti menguntungkan bagi anda!]


"Aku kurang rajin dari mananya?  Hampir setiap hari aku narik taksi tapi kebanyakan hadiahnya adalah kekayaan, namun sekarang berbeda jadi bisakah lebih di tambahkan kekuatan sebagai hadiah ketimbang kekayaan?" kata Ferdi menjelaskan.


[Ding!  Mempertimbangkan keputusan host ....]


[Error!!!]


[Akses tidak dapat di tuju, saran anda tidak dapat di pertimbangkan, harap tingkatkan otoritas anda!]

__ADS_1


"Hoi, kau tidak apa-apa kan?  Tiba-tiba mengangetkanku saja!" kata Ferdi yang terkejut melihat reaksi System seperti itu.


Tidak seperti biasanya, reaksi System kali ini cukup berlebihan seakan ada entitas lain yang menegurnya akibat mencoba mempertimbangkan perkataan Ferdi tadi.


"Sudahlah, kepalaku sakit gara-gara semua ini, lebih baik turu dulu lalu memikirkan langkah selanjutnya!" kata Ferdi sambil memegangi kepalanya yang mulai pusing.


Ia kembali ke kamar dan tidur dengan tampan setampan Authornya 😎.


Di pagi hari,  Ferdi bangun lebih pagi dan sedang ada di gym yang tersedia di rumahnya, ia berolah raga karena itu penting buat kesehatan jasmani dan rohani.


"Abang, pagi!" kata Ayu yang datang menyapa.


"Oh, pagi!" sapa balik Ferdi sambil menaruh kembali barbellnya.


"Seperti biasa, tubuhmu memang bagus bang!" kata Ayu sambil memberikan jempol dan menutup hidung serta mulutnya dengan tangan lain.


Hal ini karena Ferdi hanya memakai celana olahraga saja, atasannya bugil yang menunjukkan postur tubuh yang sempurna dan ditambah keringat serta mentari pagi menambah ketampanan Ferdi ke tingkat maksimal.


Ditambah Ferdi jarang bertelanjang dada seperti ini, kalau mandi saja ia sering ganti si toilet langsung ketimbang di kamar jadi kesempatan ini cukup jarang dan langka.


"Jangan seperti itu, kau terlihat seperti orang mesum saja!" kata Ferdi menegur dengan datar karena tingkah dan ekspresi Ayu yang berlebihan.


"Bwee, kau juga sering bersikap beginikan, bang!" kata Ayu sambil menjulurkan lidah kecilnya.


"Ah,  tidak bukan begitu ... Tu-tunggu bang jangan mendekat, tu-tubuhmu berkeringat nanti Ayu jadi bau!!" kata Ayu yang mundur perlahan karena melihat Ferdi yang berjalan ke arahnya sambil berpose siap menerkamnya.


"Ehehehe,  ayo sini abang peluk~" kata Ferdi dengan senyum jahatnya.


"Tidak, Ayu sudah mandi dan sudah rapi-rapi, nanti malah bau keringat kalau di peluk abang!" kata Ayu menolaknya sambil terus melangkah mundur.


"Tidak ada penolakan, roaara!" kata Ferdi sambil melompat untuk menerkam Ayu.


"Tidak!!" Ayu berlari sambil berteriak.


Meski begitu keduanya memiliki senyum di wajah mereka, rasanya mereka sangat suka dengan keharmonisan ini.


"Ahh,  Ayu jadi bau kan!" kata Ayu cemberut karena ia berhasil di peluk oleh Ferdi.


"Keringat abang mah ga bau tapi wangi, dijadiin parfum aja pasti bakal banyak yang beli!" kata Ferdi narsis.


"Ya,  yang beli orang stress semua, ahahaha!" celetus Ayu sambil tertawa.

__ADS_1


Meski tubuhnya bau keringat Ferdi namun Ayu sebenarnya cukup menyukainya, apalagi ia juga suka di peluk sama Ferdi.


"Yaudah, sarapan dulu yuk nanti abang anter ke sekolahan!" kata Ferdi ringan.


"Nn." Ayu mengangguk senang.


Seperti biasa, Ferdi selalu memanjakannya membuat Ayu sangat senang dan nyaman bila didekat Ferdi.


"Bang, apa yang akan kamu lakukan kepada ras vampire atau pemburu vampire?" tanya Ayu tiba-tiba.


"Kenapa kamu bertanya?" tanya Ferdi balik.


"Penasaran aja~" kata Ayu ringan.


"Aku hanya menyelidiki saja,  keduanya cukup memiliki arti didunia ini jadi memusnahkan mereka bukan lah jalan keluar namun  hal ini tak berlaku bagi musuhku!" kata Ferdi ringan.


Ferdi bukanlah orang bar-bar yang suka membunuh dan membantai orang lain, ia justru ingin menyelesaikan masalah dengan cara damai tanpa pertumpahan darah.


Namun Ferdi bukanlah orang yang naif, pembicaraan hanya bisa di lakukan bila kedua belah pihak hanya memiliki kesalahan atau bentrok kecil-kecilan.


Tapi itu berbeda dengan musuhnya, karena Ferdi pasti bakal membunuh atau menyiksa pelakunya hingga mereka merasa kematian adalah satu-satunya cara untuk kabur dari penyiksaan tersebut.


Namun kematian bukan lah jalan keluar bagi mereka karena bisa saja Ferdi membangkitkan mereka itu pun kalau kekuatan Ferdi meningkat dan dia telah menguasai hukum kematian dan kehidupan.


"Oh ..." Ayu cukup memahaminya, dia juga bukan gadis yang bodoh dan tau kalau abangnya pasti akan melakukan tindak kejahatan bila di perlukan.


"Bang, kalau aku sebenarnya bukan adik kandungmu, apa tanggapanmu?" tanya Ayu tiba-tiba, namun setelah mengatakan itu ia malah merasa menyesalinya.


"Nn? Bukankah aku sudah mengatakannya sebelumnya? Tidak peduli apapun yang terjadi di masa depan selama kamu masih menganggapku sebagai abangmu maka kamu akan tetap menjadi adikku!"


"Bahkan bila seluruh dunia membenci atau langit runtuh pun aku akan tetap berdiri di depanmu untuk menjaga dan melindungimu, itu janjiku kepadamu semenjak melihat kelahiranmu saat itu!" kata Ferdi dengan serius dan bersungguh-sungguh.


Baginya selama Ayu masih menganggapnya sebagai 'Kakak' maka itu sudah cukup, bila dunia membencinya maka ia juga akan membenci dunia dan menghancurkan mereka yang berniat mencelakai keluarganya.


Mendengar ucapan Ferdi, Ayu merasa sangat senang dan bahagia meski semalam ia juga merasa bahagia tapi kali ini ia tambah bahagia.


"Ayu juga, Ayu akan tetap menganggap abang sebagai abangku tidak peduli apapun itu karena aku sangat menyukaimu!" kata Ayu sambil memeluk Ferdi dengan penuh kasih.


"Ya." Ferdi mengangguk dan memeluk Ayu balik.


"Ok, sudahi pelukannya kau masih perlu sekolah dan jangan lupa pakai parfum biar pakaianmu tidak bau keringatku!" kata Ferdi melepas pelukan dari Ayu.

__ADS_1


"Siap bang!" kata Ayu yang segera pergi kembali ke kamarnya namun alih-alih memakai parfum, Ayu justru mengganti pakaiannya dan menyimpan yang lama agar ia selalu bisa mencium bau keringat Ferdi.


__ADS_2