Sister (The Siblings Rival)

Sister (The Siblings Rival)
About Miss K


__ADS_3

Kisako menghempaskan tubuhnya di sofa apartemen miliknya. Ia begitu lelah mempresentasikan beberapa konsep desain miliknya dihadapan owner dan pimpinan sebuah brand fashion ternama.


Kontraknya memang berharga fantastis, dengan fasilitas yang lumayan. Konsekuensinya Kisako harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi tuntutan dari prand fashion tersebut. Hari ini saja total 30 desain ia presentasikan, tetapi tak satupun juga menarik perhatian mereka.


"Ahhh melelahkan sekali," batinnya sambil sekejap memejamkan mata.


"Klek!" terdengar suara jendela dibuka pelan-pelan.


Sayangnya Kisako sudah terlelap dan terlalu lelah untuk bereaksi. Meski samar-samar ia melihat sebuah pergerakan tak biasa dari balik gordennya.


"Hoahm!"


Kisako terbangun dan meregangkan ototnya sesaat. Ia kemudian melihat jam pada telepon pintarnya. Pukul 14.30, sudah saatnya Kisako berdandan, memakai wig dan menggunakan kacamata. Sebagai Miss K, seorang desainer ternama.


"Anak buahku sudah menunggu di lobby bawah!" sebuah pesan masuk ke gawai Kisako.


"Ya, aku sedang dalam perjalanan turun," jawab Kisako. Ia berjalan tenang dan santai menuju lift. Menekan tombol lobby dan menemui pewawancaranya itu dengan ramah.


"Selamat Sore. Maaf sudah menunggu," Kisako sebagai Miss K menyapa meski dengan suara yang angkuh.


Kedua pewawancara itu mengangguk segan padanya dan segera memulai wawancara. Mereka menanyakan tentang desain, tentang kisah-kisah dibalik produk best sellernya dan macam-macam. Kisako menjawab semua pertanyaan dengan singkat.


"Lalu, Miss K. Bisakah kami menanyakan hal-hal sedikit pribadi dari anda?" gadis wartawan itu meminta izin.


"Aku akan menjawab sebatas hal umum yang aku bisa. Jika aku tidak nyaman, aku akan menolak menjawab," ucapnya dingin.


"Ehem, baiklah," kata gadis itu. Ia nampak merasa terintimidasi dengan kalimat Kisako.


Kisako tersenyum tipis, sebuah senyuman dengan aura dingin dan angkuh yang kental. Sebuah senyuman peringatan.


"Ehem ... maaf sebelumnya, Miss K. Apakah dalam kehidupan pribadi anda memiliki anggota keluarga yang membantu anda memunculkan ide dan kreatifitas anda?" tanya gadis wartawan itu.


"Well, mungkin ada," jawab Kisako sambil tersenyum. "Dia adikku, wanita itu selalu menjadi inspirasi untukku," lanjutnya.


Kisako memikirkan Annete, kemudian tersenyum sendiri. Ia mengingat bagaimana wanita naif itu selalu menjadi pelepasan stress karena tekanan pekerjaannya. Sekilas Kisako seperti melihat Annete melintas di sekitarnya. Annete yang berjalan tergesa-gesa, lalu menghilang.


"Ohhh ... luar biasa sekali. Anda sungguh sayang pada adik anda begitu ya," timpal pewawancara itu. "Sepertinya hubungan anda dengan keluarga anda begitu kuat ya, Miss K," lanjutnya.


Kisako mengangguk, ia kemudian memejamkan matanya sesaat lalu kembali tersenyum. "Ahhh ... imaginasiku begitu kuat hingga bisa memvisualisasikan Annete disini," batinnya geli.


"Baiklah, Miss K. Bisakah anda sampaikan konsep desain selanjutnya seperti apa?" tanya sang pewawancara.

__ADS_1


"Oh, well ... itu rahasia. Pihak brand sangat ingin saya segera menyediakan desainnya dan kami akan membicarakannya lebih lanjut nanti. Yang jelas, ini akan menjadi luar biasa," jelas Kisako.


Wawancara itu berjalan lancar meski sedikit tegang. Kisako menjawab beberapa pertanyaan lagi sebelum sesi wawancara akhirnya selesai. Tanpa berbasa-basi terlalu lama, ia segera undur diri.


Kisako naik ke lantai atas, menghapus make up dan mengambil beberapa barangnya lalu bergegas turun lagi. Ia kemudian turun ke basement untuk mengambil mobilnya. Mengendarai mobil itu keluar dari gedung apartemen dan pergi ke suatu tujuan.


"Baiklah, Annete! Mari kita sedikit bersenang-senang," ucapnya sambil tersenyum smirk.


Kisako bergegas memacu mobilnya menuju salah satu toko kue milik Annete. Ia kemudian membeli satu kue, membungkusnya dan membawanya masuk dalam mobil.


"Cekrek!"


Kisako membuka bungkus kue tersebut dan mengambil foto kue yang dibelinya, setelah memakan kue itu beberapa gigitan. Ia kemudian mengunggah ke akun media sosialnya hasil foto kue itu.


"Aku baru saja membeli kue di salah satu toko kue di jalan Gardenia. Orang bilang toko kue ini sangat enak. Aku baru memakannya beberapa gigit dan aku kecewa. Ada kulit telur yang cukup besar dalam kuenya. Membuatku tidak nyaman memakannya. Aku tersedak dan hampir menelan kulit telur yang mungkin akan bahaya untuk lambungku."


Begitu tulisnya sebagai caption dalam unggahan fotonya tersebut. Kisako sengaja melakukannya agar beberapa fansnya menyerang toko kue milik Annete tersebut.


"Hahahaha ... selamat menikmati, Annete. Bagaimana rasanya diberikan review jelek oleh desainer favoritmu," ucap Kisako jahat. "Itu adalah balasan, karena telah mengacak-acak kamarku beberapa hari yang lalu," lanjutnya.


Kisako kemudian membuang sejenis dessert cake yang dibelinya. Lalu sambil tertawa bahagia ia memacu mobil menuju rumah kedua orang tuanya.


Sebuah suara dalam diri Kisako membuatnya memperlambat laju mobilnya.


"Tak ada yang boleh menyetuh barang-barang pribadiku seenaknya! Siapapun itu, mereka layak dihukum!" ucap Kisako.


"Tapi dia adikmu!"


"Ya, bahkan jika orang tuaku melakukannya. Aku akan menghukum mereka!" bentak Kisako.


"Apa yang telah kau lakukan pada hidup adikmu jauh lebih kejam!"


"Itu adalah bagian dari latihannya untuk menghadapi kerasnya kehidupan! Gadis itu terlalu lembek!" hardiknya lagi.


"Sudahlah, Kisako! Jangan lagi mengganggu ketenangan hidup orang lain untuk kesenanganmu sendiri."


"Dan, kau! Makhluk yang bersemayam dalam diriku! Pergilah! Aku tak butuh nasehat dan ocehanmu!" Emosi Kisako makin memuncak.


"Sadarlah, Kisako. Berhentilah membanci hingga merusak hidup orang lain."


"Argh!!!! Pergi! Pergilah dan jangan usik hidupku!!!!!" teriak Kisako.

__ADS_1


"Dinnnn! Dinnnnnnnn!"


"Ckitttttt!!!! Ckiiiitttt!!!Sssrrrtttt!!!!!"


Entah apa yang terjadi, tapi mobil Kisako sempat keluar jalur yang membuat pengemudi yang berlawanan arah dengannya membunyikan klakson sekencang-kencangnya.


Kisako yang terkejut kemudian membanting kemudi ke arah kiri hingga hampir terjadi tabrakan dengan mobil di jalur yang sama dengannya.


"Woiii!!! Nyetir jangan ngelamun!" teriak pengemudi yang sejalur dengannya dan sempat hampir bertabrakan dengannya.


Mobil itu berlalu, sementara Kisako menepikan mobilnya dan berhenti.


"Aaarrrggghhhh!!!! Semua ini gara-gara Annete!" teriaknya putus asa.


Kisako meninju udara kosong dan terus berteriak pada dirinya sendiri untuk beberapa saat.


"Ring-ring!"


Tiba-tiba gawainya berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari sebuah nomor tak dikenal terlihat menghubunginya.


"Hallo!"


"Kamu ada waktu?" sebuah suara berat menyapanya.


"Siapa ini?" tanya Kisako.


"Hanaga!" jawab lawan bicaranya singkat.


"Oh ... hai mantan adik ipar. Ada apa? Aku tidak menjumpai seseorang tanpa ada sebuah urusan yang jelas!" ucap Kisako. Ia tersenyum licik dari balik kemudi mobilnya.


"Baiklah, cukup 15 menit dan aku akan mulai berbicara. Dengar Kisako! Aku tak akan segan-segan melukai siapapun yang mengganggu hidup Annete. Jadi jangan pernah kamu mencoba untuk mengacaukan hidupnya lagi!" hardik Hanaga kasar.


"Hei, kasar sekali! Apa maksudmu dengan semua ancamanmu ini?" Kisako membalas dengan sengit.


"Aku tidak main-main, Kisako. Ketika kamu menjebakku dan membuat pernikahan kami gagal, aku memaafkanmu. Tetapi jika sampai kamu bertindak berlebihan dengan merusak usaha toko kue yang dirintis Annete dengan sepenuh hati. Aku tak akan tinggal diam! Hapus review burukmu tentang toko kue Annete di akun Miss K. Atau kamu mau aku bongkar siapa Miss K yang sesungguhnya pada masyarakat!" Hanaga sungguh terdengar sangat emosional.


Kisako terhenyak tak percaya. Ia tak mengira lelaki gentleman seperti Hanaga akan tega menghardiknya sekasar itu. Lagipula, darimana Hanaga tahu jika Miss K adalah dirinya? Apakah, Jims Morrison yang memberi tahu Hanga?


Berbagai pertanyaan dan spekulasi berputar di kepala Kisako. Ia mulai frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Arghhhhh!!!! Semua ini gara-gara Annete! Hidupku tak pernah berjalan lancar semenjak dia hadir ke dunia ini!" teriaknya sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2