Sister (The Siblings Rival)

Sister (The Siblings Rival)
Annete Goal


__ADS_3

Mrs. Rodrigues menyapa Annete dan Hanaga ramah senja itu. Ia bahagia melihat putri bungsunya sudah berbaikan dengan lelaki yang sempat menjadi calon menantunya itu. Sebagai seorang ibu, ia memiliki intuisi bahwa lelaki itu sungguh menyayangi putrinya.


Setali tiga uang dengan Mrs. Rodrigues, Mr. Rodriguespun nampak bahagia menyapa mereka. Membersilahkan sepasang kekasih iti menikmati afternoon tea bersama mereka, sambil menunggu dinner disiapkan oleh para maid.


"Kalian datang kesini tepat waktu. Kisako baru saja pergi, pagi ini," ucap Mrs. Rodrigues ramah.


"Sayang, apa maksudmu?" Mr. Rodrigues nampak tak nyaman dengan untaian kalimat yang diucapkan istrinya barusan.


"Ah ..., sayang. Maksudku, aku merasa sebaiknya mereka menghindari Kisako untuk sementara, sayang. Kau tahu, Kisako sedang tidak stabil dan melihat mereka berdua kembali mesra bisa semakin mengganggu emosinya," jelas Mrs. Rodrigues.


"Sudahlah, papa. Mama benar, aku juga merasa sebaiknya Kisako tak perlu tahu kami sudah berbaikan," ucap Annete membela ibunya.


"Ah ... ya sudahlah, kalian atur baiknya bagaimana. Pria tua ini sudah sangat pikun untuk memikirkan hal berat seperti itu," ucap Mr. Rodrigues. Meski merasa mereka tak perlu berbuat demikian tetapi ia menyadari, ada hal-hal dalam dunia wanita yang kadang tak dipahaminya sebagai pria.


"Sebaiknya kita berkeliling untuk melihat koleksi tanaman palm anda, Sir. Aku mulai tertarik untuk ikut mengoleksinya sejak anda menunjukkanya padaku waktu itu," ajak Hanaga. Ia sudah paham situasinya dan harus mengalihkan pembicaraan.


"Ahhh, kamu benar. Ayo kita tinggalkan saja para wanita ini bergossip," ucap Mr. Rodrigues sambil berjalan beriringan dengan Hanaga menuju salah satu bagian dari halaman rumahnya yang sangat luas. Tempat ia meletakkan koleksi tanaman palm kesayangannya.


"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Mrs. Rodrigues. Ia mengajak Annete berbicara serius setelah melihat kedua lelaki itu menjauh.


"Semuanya sedang diatasi, mama. Kami mengeluarkan produk baru kemarin dan hingga saat ini respon customer cukup baik. Hanaga juga membantuku memblokir berita buruk yang dibuat Kisako," jelas Annete.


"Syukurlah, mama senang semuanya baik-baik saja, Annete. Maafkan kakakmu, ia selalu saja menyusahkanmu dan mama tak tahu harus bagaimana menghentikannya," jelas Mrs. Rodrigues. Sebagai ibu ia selalu merasa bersalah ketika Kisako menyakiti Annete.


Annete hanya tersenyum saja. Ia sangat paham bahwa tak akan ada yang bisa menghentikan Kisako dengan segala tindakan gilanya terhadap Annete.


"Sudah hampir gelap, sayang. Aku akan ke dapur melihat persiapan makan malam oleh para maid. Kamu mau ikut mama?" tanya Mrs. Rodrigues.


Annete berpikir untuk sepersekian menit kemudian. Lalu berkata," Sepertinya aku ingin mengunjungi kamarku sebentar, mama. Ada beberapa benda yang ingin aku cari. Setelahnya aku akan membantu mama di dapur."

__ADS_1


Mrs. Rodrigues mengangguk, mereka berjalan beriringan hingga pintu samping mansion mewah keluarga Rodrigues. Selanjutnya mereka berpisah, Annete menuju tangga lantai dua, sementara Mrs. Rodrigues berjalan ke dapur.


"This is the time, Kisako. I will make you pay back to me!" kata Annete dalam hati sambil mantap melangkah menuju kamar kakaknya.


"Klik!" Annete membuka pintu kamar Kisako dengan kunci cadangan yang dibuatnya beberapa hari lalu. Annete sudah memperkirakan Kisako akan lebih waspada setelah tahu Annete memasuki kamarnya waktu itu.


"Jackpot!" seru Annete bahagia setelah berhasil masuk. Ia melihat beberapa desain kasar yang masih berserakan di meja kerja Kisako.


Annete memotret beberapa dan segera mengirimkannya pada sang rekan balas dendam imaginer. Tak berapa lama telepon pintarnya berdering. Sudah bisa ditebak siapa yang menghubunginya, tentu saja.


"Temukan copy desainnya! Apakah di tempat itu ada PC atau laptop? Wanita itu sungguh teliti dan berhati-hati. Ia tidak menyimpan kontrak kerjanya di apartemen Miss K. Mungkin semuanya ada di rumahmu!"


Annete memasang earphone pada telepon pintarnya. Menyelipkan gawainya itu di saku celananya dan bekerja sesuai instruksi sang rekan balas dendam imaginernya itu.


Butuh setengah jam bagi Annete untuk meretas laptop yang ada di kamar Kisako. Wanita itu menerapkan pengamanan berlapis meski untuk benda pribadinya di dalam kamar di rumahnya sendiri.


Lelaki misterius itu terus membantunya memecahkan kode keamanan dan kemungkinan dimana Kisako menyimpan file-file tersembunyinya. Mereka cukup kesulitan karena ada banyak file yang disimpan Kisako. Hingga Annete akhirnya menemukan sebuah folder dengan judul 'Lanikai Beach' yang membuatnya terkejut.


Ia lalu membuka folder tersebut dan, "Binggo! I got you Kisako!"


Semua file pekerjaannya tersimpan di folder itu termasuk file presentasi untuk proyek terbarunya.


"Aku menemukannya!" pekik Annete girang.


Annete hampir menyalakan perangkat lunak untuk pemindahan data dari laptop ke gawainya ketika sang partner memperingatkan.


"Jangan mentransfer data apapun!"


Annete membatalkan apa yang hendak dilakukannya.

__ADS_1


"Lakukan sesuai petunjukku!"


Annete kembali menurut dan melakukan apapun perintah sang partner. Ia mengirimkan email melalui laptop Kisako kepada alamat yang diberkan sang partner. Melakukan beberapa lagi perintah sang parner dan merapikan semuanya agar Kisako tidak curiga.


"Kau yakin dia tidak memasang CCTV dalam kamarnya?" tanya sang partner sebelum Annete keluar dari kamar Kisako.


Annete bergeming, ia ingat bahwa kakaknya itu sangat teliti dan waspada. Matanya berpedar melihat ke berbagai sudut kamar Kisako. Benar saja, ia melihat sebuah CCTV terpasang di sebuah sudut yang menjangkau hampir seluruh kamar Kisako.


Sang partner meminta Annete memeriksa dimana rekaman CCTV itu disimpan lalu menghancurkannya. Annete sudah hampir melakukannya, namun dibatalkannya. Tiba-tiba sesuatu terlintas di pikiran Annete.


Ia mendekati kamera CCTV tersebut dan tersenyum konyol. Ia menulis sesuatu pada secarik kertas dan menghadapkannya pada kamera tersebut.


"Sayang, kamu sedang tidur di kamarmu karena kelelahan ya!" suara Hanaga terdengar di depan kamar Annete.


Annete tahu, itu adalah kode dari Hanaga agar ia segera keluar dari kamar Kisako. Annetepun bergegas meninggalkan kamar kakaknya dan menguncinya.


"Klik!"


"Kamu yakin semuanya akan baik-baik saja?" tanya Hanga cemas.


Annete mengangguk tenang sambil tersenyum pada kekasihnya itu. Ia lalu menggandeng Hanaga ke kamarnya dan meminta Hanaga membantunya membersihkan diri.


Perbuatannya barusan membuat Annete sungguh tegang dan tak henti berkeringat. Ia ingin mandi dan berganti pakaian agar tampak segar.


"Kamu nggak mau mandi bersamaku?" goda Annete manja.


Hanaga tersenyum dan mengecup puncak kepala Annete. Sementara Annete entah mengapa menjadi begitu bergairah dan mencium bibir Hanaga penuh hasrat.


"Kamu menggodaku ya! Bagaimana mungkin, babe? Ini di rumah calon mertuaku!" ucap Hanaga kesal disela ciuman mereka.

__ADS_1


Annete tertawa terpingkal-pingkal dan bergegas meninggalkan Hanaga setelah memberikan ciuman french kiss yang basah. Ia mengunci pintu kamar mandi kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower.


"Ahahaha ... akhirnya aku membalasmu, Kisako!" ucap Annete bahagia.


__ADS_2