Sister (The Siblings Rival)

Sister (The Siblings Rival)
The Scandal


__ADS_3

Kisako menikmati segelas red wine sambil memandang ke luar jendela apartemennya. Sudah sebulan ia tidak pulang semenjak mengacaukan pernikahan adiknya. Ia tahu Mr. dan Mrs. Rodrigues akan sangat marah padanya. Beberapa kali ia melihat nomor kedua orang tuanya itu menghubunginya tetapi tak pernah diangkatnya. Pesan-pesan mereka pada aplikasi obrolan daring pun diabaikannya.


Kisako muak dengan kedua orang tuanya. Mereka selalu saja berusaha bersikap baik-baik saja. Padahal tak pernah ada sebuah keluarga yang selalu baik-baik saja. Keluarga Kisako dan Annetepun begitu, mempunyai kisah kelamnya sendiri. Well ya mungkin bukan mereka, hanya Kisako. Ya, mungkin hanya Kisako sendiri.


Kisako adalah gadis yang sangat cerdas. Prestasi sekolahnya tak perlu diragukan lagi. Ia selalu menduduki peringkat terbaik dengan nilai-nilai yang sempurna. Hasil tes intelegensi akademik juga menunjukkan bahwa Kisako adalah gadis jenius.


Menjadi gadis jenius tidak selalu menyenangkan. Setidaknya itulah yang dirasakan Kisako. Hidupnya menjadi sangat membosankan setelah ia selalu berhasil menjadi peringkat satu dan memenangkan berbagai perlombaan. Selanjutnya ia butuh tantangan untuk menyalurkan adrenalinnya.


Sayangnya fisik Kisako lemah dan tidak sehebat otaknya. Sejak kecil Kisako hanya bisa duduk di kursi penonton ketika pertandingan olahraga antar kelas diselenggarakan. Itulah yang membuatnya berbeda 180° dengan Annete.


Annete tidak terlalu hebat dalam pelajaran. Nilai-nilainya bahkan hampir pas-pasan. Namun ia populer sebagai pemain basket inti dan ketua tim dancer sekolah. Annete jauh lebih populer dibanding Kisako. Apalagi Annete memiliki kepribadian yang hangat dan mudah akrab. Berbeda dengan Kisako yang cenderung penyendiri dan tidak terlalu suka keramaian.


Jika kalian berpikir Kisako menjadi jahat karena iri pada Annete, kalian salah! Terus ikuti kisah ini dan kalian akan mengerti kenapa perseteruan mereka menjadi sangat brutal dan mendarah daging.


"Ting-tong!"


Bel pintu apartemen Kisako berbunyi.


Kisako bergerak malas membuka pintu ruang tamunya. Ia tahu siapa yang datang, itulah yang membuatnya malas membuka pintu. Kecerdasannya membuat Kisako jeli dalam membaca situasi dan memperkirakan apa yang akan terjadi. Bukan peramal, hanya sekedar membaca situasi dan membuat prediksi.


"Wow, you looks good, babe. Very good untuk ukuran seorang yang telah menghancurkan rencana pernikahan adiknya," sapa seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu.


"Sudah aku duga kau pasti akan kemari. Apakah Hanaga sudah menemuimu?" tanya Kisako tanpa basa-basi. Ia membiarkan laki-laki itu masuk, lalu menutup pintu.


"Sudah, tentu saja! Dan aku langsung menyadari semua permainanmu setelah dia menemuiku," laki-laki itu tersenyum smirk.


"Berapa yang kau mau? Aku akan membayarmu dengan harga yang pantas," jelas Kisako.

__ADS_1


"Kau menyuapku?" lelaki itu nampak tersinggung. Ia kemudian tertawa menghina.


"Kau tidak mau? Aku pikir kau butuh uang untuk bisnismu yang sedang lesu," ujar Kisako tenang.


"Aku tak menginginkan uang, babe! Aku menginginkanmu," ucap lelaki itu sambil mengelus rambut pendek Kisako.


Elusannya bergerak hingga pundak dan lengan Kisako. Membuat kuduk Kiskao meremang karena tak nyaman.


"Berhentilah berbuat jahat, babe. Jadilah kekasihku, lalu ayo kita menikah," pinta lelaki itu lembut.


Kisako menghempas tangan lelaki itu dari lengannya. Ia tertawa merendahkan, lalu duduk di kursi dengan posisi menjauhi sang lelaki.


"Kau mengigau? Aku tidak tertarik dengan pernikahan!" hardik Kisako. Ia menatap laki-laki itu dengan tatapan merendahkan.


"Tapi aku tertarik padamu, sayang. Tahukah kau aku begitu tergila-gila padamu," ujar lelaki itu. Ia tetap merayu Kisako dan tak peduli dengan penolakan Kisako.


Kisako tahu siapa Jims, Morrison. Seorang wartawan yang juga memiliki bisnis penerbitan. Laki-laki ambisius yang kerap kali menjual berita rahasianya pada penguasa atau orang yang berkepentingan agar memperoleh uang banyak.


"Kau tahu, sayang! Sebenarnya kita pasangan psikopat yang serasi. Aku suka permainanmu dan kita bisa menjalani hubungan yang harmonis, aku rasa," kata Jims Morrison tanpa beban. "Aku punya banyak simpanan harta lebih dari yang kau bayangkan. Tak perlu lagi kau bersembunyi dibalik nama 'Miss K' untuk mencari uang. Berapa sih, gajimu sebagai seorang desainer?" cemooh Jims Morrison. Ia mulai menyerang harga diri Kisako.


"Kau gila, Jims. Dasar psikopat! Aku tak butuh hartamu!" hardik Kisako yang mulai kesal. "Pergi! Sebelum aku menghancurkan kepalamu dengan vas bunga ini!" bentak Kisako lagi.


"Whoooaaaa! Tenanglah, sayang. Apakah kau tidak penasaran bagaimana aku mengetahui 'Miss K' adalah nona Kisako Adeline Rodrigues?" Jims Morisson masih menggodanya.


"Prang!"


Kisako benar-benar melempar vas bunga yang berada di tangannya. Meski melesat dan hancur setelah menabrak tembok, tetapi serpihannya sempat menggores pipi Jims Morisson.

__ADS_1


"Hahahahaha ... ahhh! Kau terlihat sangat emosional, sayang. Tenanglah sedikit! Aku janji aku akan pergi setelah puas bermain-main," ucap Jims Morrison sambil tertawa menyebalkan. Ia mengusap darah yang menetes akibat serpihan kaca yang menggores pipinya.


Kisako bangkit dari tempat duduknya dan berusaha mengusir lelaki itu pergi dari apartemennya. "Pergi! Pergi aku bilang! Enyahlah dari hadapanku!" bentaknya.


Jims Morrison menangkap kedua tangan Kisako. Menyatukannya di atas kepala Kisako, lalu mengunci tubuh wanita itu dalam pelukannya.


"Kau, begitu mempesona. Kisako ... sayang!" ucap Jims Morrison sambil ******* bibir Kisako kasar.


Kisako berusaha memberontak tapi sia-sia. Ia terkunci, kalah power dan tak kuasa menolak bibir Jims Morrison yang telah ******* bibirnya.


Kisako lalu meladeninya, membalas tiap sentuhan bibir Jims dan permainan lidahnya. Hingga kemudian ....


"Awww!"


Jims Morisson memekik kencang dan memegangi bibirnya. Darah menetes dari luka gigitan pada sudut bibir bagian bawanya yang robek.


Kisako yang berhasil melepaskan diri dari Jims Morisson segera menjauh dan menjaga jarak. Mencari zona aman untuk dirinya.


Jims Morisson mengusap darah dari luka di bibir itu dengan punggung tangannya. Ia kemudian tetawa dan memandang Kisako penuh hasrat.


"Kau memang luar biasa, Kisako. Aku yakin aku akan mendapatkanmu," ucapnya sebelum pergi meninggalkan Kisako. "Jagalan dirimu baik-baik sayang. Aku tidak mau milikku tergores sedikitpun," ujarnya. Suaranya menggema di lorong lantai 7 apartemen.


"Arghhhhhh!!! Kau gila, Jims. Dari dulu kau memang benar-benar gila!" teriak Kisako kesal. Ia terduduk kembali di meja kerjanya dan mengatur nafas agar normal.


Jims Morrison memang selalu seperti itu. Hanya dia yang mampu membuat ketenangan dan keanggunan Kisako runtuh. Laki-laki itu selalu mampu membongkar topeng kaca yang digunakan Kisako. Memancing emosi Kisako sampai wanita itu menanam kebencian yang mendarah daging.


"Kamu begitu bodoh, Kisako! Mengapa kamu menggunakan Jims dalam rencanamu. Harusnya kamu paham bahwa hanya butuh waktu beberapa hari, hingga Jims Morisson menyadari bahwa 'Miss K' adalah dirimu!" geramnya dalam hati.

__ADS_1



__ADS_2