SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
21. SEJENGKAL JARAK


__ADS_3

    Pukul delapan kurang sepuluh menit, Min Yoongi sudah menanti kehadiran Lee Yura dengan cemas, pasalnya sejak kejadian pagi tadi perempuan itu tidak merespons sama sekali pesan maupun panggilan telepon Min Yoongi. Lelaki itu hanya duduk dengan gusar dan sesekali melongok kearah jendela kaca diruang tamu untuk memastikan tanda – tanda kehadiran istrinya.


    Ia sudah selesai berkemas, bahkan seluruh barang bawaannya telah dimasukkan kedalam mobil, namun Lee Yura sama sekali belum memberi kabar. Manajer Jang juga beberapa kali menelpon namun sama saja nihil, pada panggilan telepon terakhir justru terdengar nada sambung yang mengisyaratkan bahwa ponsel Lee Yura mati.


    Tit Ti Riririri..


    Suara pintu otomatis terdengar terbuka, Min Yoongi lantas bangkit berdiri mendekat kearah sumber suara. Segala gelebah resahnya lenyap dalam sekerjap saat melihat Lee Yura menampakkan batang hidungnya, masuk kedalam rumah.


    “Kenapa tidak memberiku kabar? Aku sudah menunggu mu. “ ucap lelaki itu dengan cemas.


    “Maaf membuat mu menunggu, aku mandi sebentar. Kebetulan tadi ponselku kehabisan daya. Sepuluh menit lagi aku turun, tunggu disini saja. “ jawab Lee Yura datar tanpa ekspresi.


    Perempuan itu meletakkan tas laptop beseta tas jinjingnya diatas sofa ruang tamu tempat Min Yoongi menunggunya. Lalu bergegas ia naik menuju lantai dua untuk membasuh tubuhnya beserta mengganti pakaiannya. Tidak sampai sepuluh menit, Lee Yura sudah kembali turun menghampiri Min Yoongi sembari menenteng satu buah tas berisi baju ganti dan perlengkapannya yang lain.


    “Ayo. “ ajaknya.


    “Sudah makan malam? “ Min Yoongi menatap lurus kedua netra Lee Yura yang tampak sayu.


    “Nanti saja, aku tidak lapar. “jawab Lee Yura sekenanya.


    Jang Manajer tampak membantu Lee Yura membawa barang – barangnya menuju kendaraan milik Min Yoongi. Lalu ketiganya naik kedalam mobil, Jang Manajer duduk pada kursi depan disamping lelaki yang ternyata sudah standby dibelakang kemudi  mobil sejak beberapa saat lalu. Sementara Lee Yura dan Min Yoongi duduk bersandingan di kursi penumpang.


    “Ingin beli makan apa? “ tanya Min Yoongi dengan lembut, Lee Yura menggelengkan kepalanya seolah ia memang tak ingin bicara.


__ADS_1


(Source : Pinterest)


    “Lee Yura –ssi, mau ku belikan hotteok –(panekuk berisi pasta kacang khas Korea)? “ Jang Manajer memberi ide.


    “Tidak Jang maenijeo, aku belum lapar. Aku mau tidur saja. “ jawab Lee Yura dengan wajah yang membesengut. Min Yoongi hanya menatapnya dengan wajah sayu dan membiarkan perempuan itu terhanyut dalam heningnya. Sampai tanpa disadari, disepanjang perjalanan yang mereka tempuh Lee Yura sudah terlelap.


    “Jang maenijeo, nanti kalau aku tertidur tolong tetap singgah di toko kue yang biasanya ya. Tolong beli beberapa pastry untuk berjaga – jaga kalau Yura bangun dan lapar ditengah jalan. “ pesan Min Yoongi pada manajernya.


    “Oke Yoongi – a, kau tidurlah dahulu. Pasti kau juga sangat lelah bukan. Kupastikan tetap singgah nanti. “ Manajer Jang mengiyakan perintah Min Yoongi. Tak butuh waktu lama, Min Yoongi juga turut jatuh kedalam alam mimpi. Ia tertidur dengan lelapnya, sama seperti perempuan disampingnya yang sudah terlebih dahulu jatuh keperaduan.



(Source : Pinterest)


***


    “Yoongi –a, kita sudah sampai. “ Manajer Jang menepuk perlahan lutut Min Yoongi dan laki –  laki itu tampak menggeliat membuka matanya perlahan. Diliriknya Lee Yura yang masih tertidur dengan begitu nyenyaknya, sampai – sampai ia tidak tega untuk membangunkan perempuan itu.


    “Yura –ya, ayo bangun kita sudah sampai. “ ucap Min Yoongi dengan lembut, namun perempuan itu  masih saja belum bergeming.


    “Yura – ya, kita sudah sampai. “ lagi, terdengar lirih suara lelaki itu mencoba membangunkan Lee Yura, namun tetap saja ia masih terlelap.


    Beberapa saat tercenung seraya terus memandang wajah polos Lee Yura yang begitu mempesona, tanpa sadar jemari Min Yoongi terulur dan mengusap – usap dengan lembut sebelah pipi Lee Yura. Sepasang matanya masih saja terpaku pada paras ayu wanita didepannya itu.


    “Yura –ya, “ bisiknya lagi, sebelah tangannya masih menempel pada pipi Lee Yura, bahkan jarak keduanya begitu dekat.

__ADS_1


    Perlahan Lee Yura membuka kedua netranya, ia begitu terkejut saat pandangan matanya langsung bertemu dengan kedua manik mata milik Min Yoongi. Betapa tidak, hampir tiada jarak yang menjeda keduanya, bahkan hembus nafas yang keluar dari hidung Min Yoongi terasa hangat menyapu wajah Lee Yura.


    “Oh, sudah sampai ya. “ wajah Lee Yura memerah. Ia tersadar bahwa tidak ada lagi jarak yang berarti diantara ia dan Min Yoongi, gegas Lee Yura menepis tangan berotot milik Min Yoongi yang masih mendarat disalah satu sisi wajahnya.


    “Iya, kita sudah sampai. “ Min Yoongi kini menarik tubuhnya sehingga mencipta jeda diantara ia dan Lee Yura. Lalu lelaki itu mengajak Lee Yura segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Ibu Min Yoongi sudah terlihat menyambut kedatangan putra dan menantunya diteras rumah. Wanita itu bergegas memeluk anak lelaki kesayangannya lalu berpindah pada Lee Yura.


    “Kalian pasti sangat lelah bukan? Istirahat dulu, nanti Ibu antar minuman hangat keatas. “ ucap wanita itu setelah merenggangkan dekapannya.


    “Tidak usah Bu, aku mau langsung tidur saja setelah ini Bu. Tidak perlu repot – repot Bu, lagi pula ini sudah hampir pagi. Ibu beristirahat saja. “ Lee Yura menimpali.


    “Iya Bu, kami langsung keatas saja ya. Selamat istirahat Bu. “ sahut Min Yoongi yang baru saja kembali masuk kedalam rumah sembari menenteng tas milik Lee Yura dan membawanya sampai kedalam kamar tidurnya.


    Lee Yura bergegas mengambil sepasang baju gantinya dari dalam tas dan bergegas ia masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya serta menukar pakaian. Setelah beres, ia langsung naik keatas pembaringan tanpa berucap sepatah katapun pada Min Yoongi yang masih duduk diatas kursi disamping ranjang.


    “Yura –ya, apakah kamu begitu marah pada ku? “ ucap Min Yoongi, namun Lee Yura tidak bergeming. Ia semakin memejamkan matanya dan berusaha tidak menanggapi perkataan suaminya.


    “Yura –ya, “ Min Yoongi mencoba meraih jemari Lee Yura akan tetapi perempuan itu serta merta menepisnya.


    “Apa sebenarnya yang kamu inginkan? Sampai kapan kita seperti ini? Beberapa minggu ini kamu sungguh membuatku bingung dengan sikapmu yang sangat manis itu! Kamu membuatku merasa seolah – olah memang benar aku ini istrimu yang begitu kamu cinta! “ mata Lee Yura berkaca – kaca.


    “Tapi siapa sangka, bahkan kita tinggal di satu bangunan yang sama dengan kekasihmu itu! Kenapa kamu tidak pernah mengatakan sejak awal semuanya! Apalagi yang masih kamu sembunyikan dariku! Sampai kapan kamu mempermainkan perasaanku Min Yoongi! “ ucap Lee Yura sambil berurai air mata.


    “Tolong! Berikan batasan yang jelas pada hubungan kita, jangan membuatku terlihat seperti orang bodoh dihadapanmu! “


    Min Yoongi tenggelam dalam kebisuannya dalam beberapa saat lamanya.

__ADS_1


    “Yura – ya, aku mohon beri aku waktu. Jangan membuat jarak diantara kita aku mohon. Berikan aku sedikit waktu lagi. “ lirih lelaki itu.


    "Bagaimana jika kita berpisah saja Min Yoongi? " bulir sebening air telaga tampak mengalir dari pelupuk mata Lee Yura. Ia meminta perpisahan.


__ADS_2