SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
42. MEMILIH JALAN KU SENDIRI


__ADS_3

    Seberkas cahaya matahari tampak menerobos jendela kaca, kamar yang tengah ditempati Lee Yura hingga memantulkan bayangan berupa – rupa yang jatuh pada dinding bercat abu – abu terang itu. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, perempuan itu sudah bangun sejak berjam – jam lalu namun ia belum kunjung beranjak dari atas pembaringan. Bagi Lee Yura, detik waktu kala itu terasa bergulir lebih lama jika dibandingkan dengan hari - hari biasanya.


    Ia beranjak dari atas ranjang bersiap untuk keluar dari dalam kamar, di jam – jam biasanya Min Yoongi pasti sudah meninggalkan rumah. Lekas Lee Yura memutar anak kunci dan menarik tuasnya hingga pintu menganga. Terkejutnya ia saat mendapati Min Yoongi yang sedang duduk didepan pintu kamar itu dengan canggung berusaha bangkit berdiri karena kehadiran sosok Lee Yura didepan matanya.


    “Chagiya, kamu sudah bangun? “ ucap lelaki itu dengan gugup. Lee Yura hanya menatap lurus kedua bola mata Min Yoongi yang berkilauan namun sepatah katapun tidak keluar dari mulutnya. Lee Yura langsung melenggang masuk kedalam kamar utama, menyelinap kebilik air, membasuh tubuhnya dari ujung muka hingga ujung kaki kemudian berganti pakaian. Tidak lupa ia mengoleskan lotion pada seluruh wajahnya yang cantik itu.


    Min Yoongi belum mampu berucap apa – apa, hanya kedua biji matanya yang bergerak kekanan dan kekiri mengikuti setiap langkah kaki Lee Yura didalam kamar itu. Ponselnya yang beberapa kali terdengar berderingpun ia biarkan begitu saja hingga seseorang yang tengah memanggilnya merasa jengah diabaikan.


    Setelah rampung memoles wajah dan bibirnyanya, Lee Yura bergegas menyandang tas selempang yang biasa ia kenakan untuk mengajar. Tidak luput meraih ponsel yang sudah semalaman ia geletakkan begitu saja diatas nakas disamping tempat tidurnya dikamar utama, kemudian ia memasukkan dengan asal benda itu kedalam tasnya.


    “Mau kemana? Ayo aku antar, aku tidak bisa membiarkanmu menyetir sendirian. “ ucap Min Yoongi seraya meraih lengan Lee Yura yang tertutup oleh baju lengan panjangnya.


    “Tidak perlu aku bisa sendiri, lepaskan aku. “ Lee Yura menepis tangan yang sebenarnya ia rindukan sentuhannya  itu.


    “Setidaknya katakan padaku, kamu akan pergi kemana? “ Min Yoongi kembali mencegah langkah kaki istrinya


itu.


    “Ke kampus! Minggir! “ Lee Yura mendorong tubuh suaminya itu lalu bergegas ia menuruni tangga dan mencari kunci mobilnya. Setelah mendapatkan barang yang dibutuhkannya bergegas ia menuju ruang parkir kendaraannya. Lee Yura menyalakan mobilnya, menginjak pedal gas perlahan lalu kuda besi itu mulai menderu.

__ADS_1


    Kendaraan yang dilajukan oleh Lee Yura bukannya membawa perempuan itu menuju kampus, tetapi ia justru menuju ke pengadilan negeri. Setibanya disana, Lee Yura bergegas keluar dari dalam mobilnya dan menuju kebagian pendaftaran. Setelah dipanggil nomor urutnya, ia tampak masuk kedalam sebuah ruangan, berdiskusi singkat dan kemudian ia keluar sembari membawa sebuah map yang berisikan beberapa berkas. Lee Yura mengugat cerai Min Yoongi suaminya.


***


    Malam harinya Min Yoongi baru saja kembali dari bekerja, ia langsung masuk kedalam kamar namun ruangan itu


senyap, bahkan lampu masih padam dan tirai tetap dibiarkan terbuka. Lelaki itu kemudian bergegas menutup korden dan menyalakan seluruh lampu didalam kamar utamanya, dan dalam sekerjap matanya menangkap bayangan map berwarna cokelat yang dibiarkan teronggok diatas meja. Min Yoongi langsung meraihnya dan membuka isinya, dadanya terasa sesak dan pedih. Satu hal yang tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya, berpisah dengan Lee Yura. Jelas ia membaca surat permohonan perceraian yang diajukan oleh Lee Yura hari itu, bahkan terlihat tegas perempuan itu sudah menandatangani nya.


    Dalam degup kesedihan yang bercampur dengan penyesalan, Min Yoongi membawa map cokelat itu bersamanya keluar dari dalam kamar utama. Ia kemudian mengetuk perlahan daun pintu kamar yang ia tahu sedang digunakan oleh istrinya, beberapa kali ia memukul – mukul pintu berwarna hitam itu namun Lee Yura tidak menggubrisnya. Hingga ketukan pelan perlahan itu lama kelamaan berubah menjadi suara debum keras yang menggebu – gebu. Namun sama saja nihil, Lee Yura enggan membukanya.


    Tidak kehabisan akal, Min Yoongi lantas turun menuju lantai bawah membongkar box penyimpanan kunci dan mengambil sepasang kunci cadangan dari sana dan kembali membawanya menuju kamar itu. Bergegas ia mendorong anak kunci masuk kedalam lobangnya dan seketika pintu terbuka. Dilihatnya Lee Yura yang terduduk diatas pembaringan seraya menangis dalam senyap.



(Source : Pinterest)


    “Apa kamu tidak bisa membaca? “ jawab Lee Yura tanpa memandang wajah suaminya.


    Min Yoongi meraup udara sebanyak – banyaknya dan mengisi penuh rongga dadanya yang sudah terlebih dahulu penuh sesak dengan kesedihan dan penyesalan. Tanpa ragu, Min Yoongi merobek – robek map ditangannya dan membiarkan berkas – berkas didalamnya ikut terpotong secara tidak teratur menjadi bagian yang begitu kecil.

__ADS_1


    “Min Yoongi! “ pekik Lee Yura sembari berusaha merebut berkas yang sudah terkoyak itu dari tangan Min Yoongi, tetapi ia tidak berhasil.


    “Aku bisa mengabulkan apapun yang kamu minta tetapi tidak dengan ini! Aku tidak akan pernah menceraikanmu! Tidak akan pernah Lee Yura! “ sorot mata Min Yoongi yang dingin bagaikan bongkahan batu es menembus kedua


 netra Lee Yura yang sembab berkaca – kaca.



(Source : Pinterest)


    “Aku tidak ingin yang lain, berbahagialah bersama dia. Aku tidak akan pernah menghalangi kebahagiaan kalian, aku akan hidup bahagia juga bersama anakku. “ lirih Lee Yura. Dadanya sesak, ia tidak ingin menggugurkan tangisan namun apa dayanya, ia tidak sanggup.


    “Chagiya, aku mohon maafkan aku. Beri aku kesempatan. Aku akan menemukan cara untuk Park Eunji, tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku! “ Min Yoongi tampak berlulut dibawah kaki istrinya.


    “Menemukan cara? Kau pikir aku akan baik – baik saja jika melihatmu merawat bayi lain yang bukan milik ku? Lebih baik aku tidak melihatnya Min Yoongi, aku tidak sudi. “ kali ini tangis tak bisa dibendung, butiran sebening telaga kembali mengucur dari pelupuk matanya.


    “Aku mohon sayang, aku mohon. Aku tidak ingin berpisah, aku sangat mencintaimu! Demi Tuhan, aku tidak pernah menyentuh perempuan itu sejak memutuskan berkomitmen dengan mu! Aku membiarkannya tetap tinggal disana, dirumah itu karena dia mengatakan sedang mengandung anakku. Aku berbuat baik padanya semata – mata hanya karena anak didalam perutnya. Demi Tuhan aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. “Min Yoongi masih bersimpuh dibawah Lee Yura.


    “Aku mohon sayang, berikan aku waktu. Aku akan menyelesaikan semuanya. “ sambung lelaki itu lagi.

__ADS_1


    “Menyelesaikan dengan cara seperti apa? Menggugurkan kandungannya? Jangan gila Min Yoongi itu darah dagingmu! “ masih berurai air mata, Lee Yura menjawab setiap butir kata yang keluar dari mulut suaminya.


    “Tidak ada pilihan terbaik selain kita berpisah, aku bisa melahirkan bayiku begitu juga dengan dia. Ini satu – satunya cara yang paling tepat, keluarlah aku ingin sendirian. “ Lee Yura kembali naik keatas pembaringan, mengistirahatkan tubuh dan hatinya yang sedang kelelahan.


__ADS_2