
Hiruk pikuk suasana konser yang digelar dengan sangat megah begitu kental terasa, ini adalah kali pertama bagi
Lee Yura menyaksikan konser boyband kenamaan BTS secara langsung dengan mata kepalanya. Namun konser hari itu sangat jauh diluar bayangan Lee Yura sebelum - sebelumnya. Bagaimana tidak, lantaran Lee Yura hadir bukan hanya untuk sekedar menonton pertunjukan saja, tetapi ia hadir sebagai istri Min Yoongi, ia menemani suaminya untuk melakukan pekerjaannya.
Terang saja begitu jauh dari perkiraannya, sebab hari itu Lee Yura tidak perlu berebut untuk membeli tiket, Lee Yura tidak perlu mengantri saat akan masuk kedalam venue dan tetapi ia juga tidak dapat berdiri di baricade seperti impiannya selama ini, justru ia berada di backstage menonton hingar bingar konser di balik layar.
Didalam ruangan seluas kurang lebih tujuh meter persegi itu dengan bersuka cita Lee Yura menyaksikan pertunjukan kelompok penyanyi yang diketuai oleh Kim Namjoon itu melalui layar monitor datar berukuran besar, lengkap dengan perangkat audio yang memadai. Meski suaranya jelas bersaing dengan hingar bingar euphoria yang terjadi diluar.
Pada dasarnya Lee Yura begitu menikmati penampilan yang sedang digelar di Seoul hari itu dengan begitu antusias, akan tetapi rasa gembiranya serta merta memudar direnggut oleh kecemburuannya pada penggemar. Min Yoongi yang beberapa kali terlihat turun dari atas panggung untuk sekedar menyapa dan berfoto bersama penggemarnya memicu rasa iri didalam hati Lee Yura. Wajahnya yang semula penuh senyuman kini berubah membesengut dan terlihat masam dari pertengahan hingga akhir pertunjukan.
(Source : Pinterest)
Pentas telah usai, kini seluruh anggota sudah berganti baju dan turut masuk kedalam ruangan yang ditempati Lee Yura, mereka akan melakukan evaluasi singkat sekaligus makan malam bersama. Min Yoongi yang sudah turut mengganti baju pun segera berjalan mendekati istrinya yang duduk pada salah satu sofa.
(Source ; Pinterest)
Jemari Min Yoongi yang berotot itu tampak membelai paras ayu Lee Yura yang tengah memandang kearahnya dengan tatapan sinis tidak bersahabat. Tangan halus itu beberapa kali mengusap – usap wajah Lee Yura namun perempuan itu bergegas menepisnya.
“Kenapa? “ tanya Min Yoongi dengan lembut.
“Pegang saja wajah perempuan - perempuan yang tadi berdiri di baricade. “ seloroh Lee Yura sembari memanyunkan bibirnya hingga hampir menyerupai kuncup bunga.
__ADS_1
“Loh kenapa? “ wajah Min Yoongi terlihat kebingungan.
“Bukan kah tadi Oppa menyentuh tangan mereka? Ish, “ kesal Lee Yura sembari mencubit perut Min Yoongi untuk meluapkan kekesalannya.
“Aw, sakit sayang. “ lelaki itu tampak meringis sembari mengusap – usap perutnya yang terasa sedikit panas karena cubitan Lee Yura.
“Nunna –(panggilan untuk kakak perempuan dari adik laki – laki), ayo makan dahulu? “ suara bariton Kim Taehyung menggelegar memanggil Lee Yura yang masih memasang wajah kesal pada suaminya.
“Oh –(iya) Taehyung –a, silahkan dan selamat makan untuk kalian. “ Lee Yura terpaksa merekahkan senyumannya sembari memandang ke arah Kim Taehyung.
Min Yoongi mengusap lembut pucuk kepala istrinya dan mengecupnya singkat, lalu lelaki itu bergegas bergabung dengan teman – temannya untuk makan malam sembari melakukan evaluasi dan siaran langsung untuk menyapa para penggemarnya. Lee Yura memandang nanar pada wajah lelaki itu, sesaat terbesit rasa bersalah didalam hatinya karena ia sudah cemburu tidak pada tempatnya. Penggemar adalah salah satu nadi yang hidup didalam setiap aliran darah Min Yoongi, jika tanpa penggemar ia bukan siapa – siapa. Jadi sudah sepatutnya Min Yoongi melakukan segala hal yang istimewa untuk para penggemarnya.
Gelas – gelas kaca yang diisi penuh dengan anggur terdengar nyaring berdenting saling beradu, menjadi penanda perayaan pesta makan malam telah dimulai sekaligus ia menjadi penutup atas kesuksesan mereka menggelar konser secara apik dan tak terlupa. Ketujuh pria itu bersama – sama menyesap wine yang sudah tersaji didalam gelasnya masing – masing. Sama halnya dengan yang lain, Min Yoongi juga tampak mengangkat gelasnya, sesaat ia memandang wajah istrinya dari kejauhan, hingga akhirnya ia mencucup gelas yang tengah dipegangnya.
(Source : Pinterest)
Setelah seluruh rangkaian pekerjaan Min Yoongi usai, lelaki itu bergegas mengajak istrinya untuk segera kembali kerumah. Didampingi oleh Manajer Jang, mereka masuk kedalam mobil dan membiarkan kendaraan berwarna hitam itu membawa mereka menuju kekawasan elit kediaman Min Yoongi. Gurat kelelahan jelas tercetak pada wajah tampan Min Yoongi, sepanjang perjalanan lelaki itu tampak memjamkan matanya, sementara Lee Yura yang duduk disebelahnya, tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wajah Min Yoongi.
“Kenapa memandangku begitu? “ Min Yoongi yang tiba – tiba membuka matanya tampak menatap Lee Yura dengan teduh. Manik matanya berkilauan memantulkan sorot lampu jalanan yang berpendar kekuningan.
“Tidak ada, hanya saja aku sangat menyukai rambut hitam mu yang sebelumnya. " hening menyela diantara Lee Yura dan Min Yoongi.
" Oppa, maafkan aku. Karena aku sempat merajuk. “ sambung Lee Yura.
__ADS_1
Min Yoongi tertawa kecil saat mendengar pengakuan istrinya itu, jujur saja tanpa Lee Yura mengatakan bahwa ia sedang merajuk, Min Yoongi sudah menyadarinya. Bahkan ia sudah menyadari dimana letak kesalahannya.
“Maafkan aku sayang, akupun hanya bekerja. Aku tidak ingin mengecewakan para penggemar. “ lelaki itu tampak membelai anak rambut Lee Yura yang jauth menutupi hampir separuh keningnya.
“Aku yang meminta maaf Oppa, karena aku tidak mau memahami keadaanmu. Aku sangat sadar betapa berharganya penggemar untuk kalian. Jadi tidak sepantasnya aku marah – marah bukan? “ binar kecoklatan yang menembus manik mata Lee Yura belum kunjung redup.
Hampir bersamaan keduanya mengulum senyuman, netra keduanya yang saling bertemu itu seolah berbicara bahwa selisih paham diantara keduanya telah diluruskan. Lee Yura yang begitu dewasa akan dengan mudah mengkoreksi titik salahnya, bahkan ia tidak sungkan untuk mengakuinya lalu meminta maaf. Sehingga ia dan Min Yoongi tidak perlu berlarut – larut dalam pertikaian yang tidak semestinya.
Setibanya dirumah, sepasang suami istri itu langsung masuk kedalam kamar utama. Min Yoongi yang hampir kehabisan tenaga tampak menjatuhkan tubuhnya yang berisi keatas sofa. Sementara Lee Yura membereskan beberapa barang yang tadi ia bawa dan mengembalikan pada tempatnya.
“Chagiya, aku ingin berendam air panas. Apa kamu mau menemaniku? “ tutup Min Yoongi dengan lugas, lantas ia beranjak dari tempatnya mendekati Lee Yura yang membatu didepan cermin. Perempuan itu tengah menghapus sisa – sisa make up yang ia poles tipis pada wajah ayunya.
“Ha? Mandi bersama? “ Lee Yura tergagap.
“Iya, ayo? Kamu tidak mau? “ jemari kekar itu tampak menangkup wajah Lee Yura yang mungil menggemaskan.
“Hmm, katamu kamu lelah Oppa “ semburat kemerahan tampak merona pada kedua sisi tulang pipi Lee Yura yang menonjol.
“Jika untuk itu aku tidak lelah sayang, ayolah aku belum pernah merasakan mandi bersama mu! “ Min Yoongi tersenyum nakal menggoda istrinya yang tengah malu bukan kepalang.
“Selesaikan saja dulu membersihkan wajahmu, aku akan menyiapkan airnya, dimana bomb bath nya? “ seolah memaksa Min Yoongi bergegas masuk kedalam kamar mandi, mengisi bathtub dengan air hangat dan mulai membuka laci didalam kabinet kamar mandi satu persatu.
“Sini biar aku saja. “ sembari mengulum senyum Lee Yura yang baru saja menyusul masuk kedalam kamar mandi tampak meraih satu toples kaca bening berisi bomb bath beraneka warna, ia mengambil beberapa lalu membuka bungkusnya dan melemparkan isinya kedalam bak yang sudah setengah penuh terisi air.
“Ayo. “ Lee Yura mulai menanggalkan satu persatu helaian kain yang membungkus tubuhnya, lalu bergegas
__ADS_1
mencelupkan tubuhnya yang polos kedalam air. Ia menatap wajah Min Yoongi yang kini semakin berhasrat, lelaki itu bergegas menyusul masuk kedalam bak yang sudah ditempati oleh Lee Yura.
Uap air panas tampak menguar dilangit - langit dan tampak bulir - bulir embun halus berjejak pada dinding kaca, gelak tawa cengkerama, riak air yang sesekali menggema menjadi penutup malam melelahkan dan juga menyegarkan. Keduanya dipeluk kehangatan dan diakhiri dengan manisnya penyatuan.