
Malam itu Min Yoongi baru saja tiba dikediamannya, hari – hari melahapnya dengan cepat karena kesibukannya yang begitu padat. Bahkan ia sampai melewatkan beberapa panggilan telepon dari istrinya, lantaran disepanjang hari ponsel miliknya tersimpan rapi didalam tas yang dititipkan pada Manajer Jang. Tidak ada sedikitpun kesempatan untuk bersantai – santai barang sejenak untuk membaca pesan.
Rumah sudah sangat lengang, lampu dapur juga sudah padam, Min Yoongi langsung masuk kedalam kamar utama yang remang. Namun hatinya sesaat terkembang saat melihat sesosok wanita yang begitu ia rindukan sudah tampak terlelap diatas pembaringan. Bergesa ia meletakkan barang – barangnya dengan asal diatas tempat duduk, dan langsung ia mendekati Lee Yura yang sudah jatuh kedalam alam mimpi.
“Chagiya, “ bisik Min Yoongi seraya mengusap lembut wajah Lee Yura yang tidur begitu lelap seperti seorang bayi mungil.
(Source : Pinterest)
Perlahan Lee Yura mengerjapkan matanya yang sipit itu dan berusaha memandang seseorang dihadapannya didalam temaram. Tangannya berusaha mencari – cari remot lampu yang ia letakkan diatas nakas. Belum sempat jemarinya menyentuh remot, Min Yoongi sudah terlebih dahulu meraih benda itu dan seketika kamar menjadi terang benderang.
“Oh Yoongi –a¸kamu baru pulang? Aku menelponmu sore tadi. “ ucap wanita itu seraya merekahkan senyuman cantiknya.
“Mihane, aku tidak sempat memegang ponselku sama sekali. Pukul berapa kamu tiba di Seoul Yura –ya? “ Min Yoongi menimpali.
“Hmm sekitar pukul delapan malam, mandilah dahulu Yoongi – a, lekas beristirahat. Ingin kuseduhkan teh? “ Lee Yura menyentuh pipi suaminya dengan ragu. Min Yoongi menggeleng, menolak tawaran Lee Yura baru saja.
“Peluk saja, aku sudah rindu. “ lelaki itu merentangkan kedua tangannya bersiap menerima pelukan. Lee Yura tersenyum tipis, ia pun bergegas menangkup tubuh Min Yoongi yang terlihat kian berisi. Didekapnya dada bidang itu, kembali terhirup aroma segar dari tubuhnya, aroma yang sudah beberapa hari ini Lee Yura rindukan.
“Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Park Eunji, selambatnya di bulan depan Eunji akan pindah dari apartemen ini. “ bisik lelaki itu tiba – tiba.
“Aku menemuinya beberapa hari yang lalu dan kami sepakat untuk mengakhiri semuanya. “ sambung lelaki itu lagi.
Sekerjap Lee Yura mengendurkan dekapannya, ditatapnya kedua netra Min Yoongi yang berkilauan terkena pantulan cahaya lampu. Lee Yura mendapat kejujuran yang tergurat dari tatapan mata yang meneduhkan itu.
“Syukurlah, kini tidak ada siapapun diantara kita berdua bukan? Kita pasangan suami istri yang penuh bukan? Aku milikmu dan kamu milikku? “ Lee Yura memastikan dan lelaki itu mengangguk dengan penuh keyakinan. Lee Yura kembali menyusupkan tubuhnya, mendekap raga Min Yoongi yang sudah ia miliki seutuhnya. Bukan hanya raga, tapi hati dan jiwanya adalah milik Lee Yura sepenuhnya.
“Jangan pernah tinggalkan aku Yura –ya, tetaplah bersamaku selamanya. “ bisik lelaki itu dengan lembut, diakhiri dengan kecup hangat pada puncak kepala wanitanya.
__ADS_1
***
Esok paginya, Lee Yura yang baru saja membuka mata tampak sibuk mencari – cari keberadaan Min Yoongi. Ia tampak kesal, karena suaminya itu sudah pergi bekerja tanpa berpamitan padanya. Padahal Lee Yura ingin sekali menemaninya sarapan, lantaran berhari – hari ia sudah pergi meninggalkannya sendirian.
Selepas mencuci wajahnya dan menggosok gigi, Lee Yura yang memang sedang tidak ada jadwal mengajar tampak keluar dari kamar utama menuju dapur. Namun betapa terperanjatnya ia, pikirinya Min Yoongi sudah pergi bekerja. Tetapi siapa sangka ia sedang berkutat didapurnya, membuat sesuatu dengan tangannya.
“Yoongi –a, kupikir kamu sudah pergi bekerja. Apa yang sedang kamu kerjakan? “ tanya Lee Yura sembari mendekati lelaki itu.
(Source : Pinterest)
“Yoongi –a? “ gerutu Min
Bisa tidak memanggilku dengan lebih sopan lagi? “ lelaki itu memasang wajah kesal seraya melirik Lee Yura yang sedang berdiri disampingnya.
“Memangnya itu tidak sopan? Jadi aku harus memanggilmu apa? Yoongi –ssi? Begitu? “ Lee Yura menimpali.
“Panggil aku Oppa! Cepat! “ perintah Min Yoongi lagi.
“Oppa? “ ucap Lee Yura dengan terbata.
“Ah nanti saja, aku belum terbiasa! “ keluh Lee Yura tiba – tiba.
Min Yoongi terlihat begitu jengkel karena Lee Yura tidak mengindahkan perintahnya baru saja, ia hanya memandang wajah istrinya itu dengan tatapan sinis. Lee Yura yang menyadari perubahan suasana hati suaminya bergegas ia mengalungkan kedua tangannya melingkari pinggang Min Yoongi dan mendekap tubuh lelaki itu dengan erat dari belakang.
Aroma harum khas Min Yoongi menyapa pembauan Lee Yura, dalam sekerjap runtuk yang tidak terucap berubah menjadi seulas senyuman yang terkembang merekah pada sudut – sudut bibir lelaki itu. Ia begitu senang melihat Lee Yura yang terus menempel kepadanya, ia begitu senang melihat istrinya berlaku manja.
“Yoongi –a, apakah aku boleh mengundang Oppa ku untuk datang kemari? Bolehkah? “ bisik Lee Yura dari balik punggung Min Yoongi.
__ADS_1
“Oppa mu? “
“Hmm Choi Siwan. Bolehkah? Aku ingin memperkenalkan mu padanya. “ sambung wanita itu yang belum juga merubah posisinya. Min Yoongi diam sesaat, ia sedang menimbang – nimbang banyak hal dalam benaknya, hingga pada akhirnya ia setuju mengiyakan.
Keduanya kini sedang menyantap masing – masing satu mangkuk sujebi –(sup kaldu khas korea dengan pangsit sobek) yang dibuat oleh Min Yoongi baru saja. Lee Yura menyuapkan setiap sendok sup kedalam mulutnya dengan rona bahagia dan begitu gembira. Rasanya baru kali ini ia bisa makan sup senikmat itu, mungkin karena memang Min Yoongi yang memasak untuknya.
“Hari ini kamu liburkan? Ikut aku ke agensi saja, temani aku latihan. “ ucap Min Yoongi menyela keheningan. Lee Yura tidak menjawab, sesaat ia tampak menggigit – gigit bibir bawahnya dengan gelisah sembari beberapa kali ia terlihat menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
“Kenapa? “ Min Yoongi meletakkan sendoknya diatas meja tepat disamping mangkuk supnya.
“Aku ada janji temu dengan temanku. “ jawab Lee Yura terbata.
“Temanmu? Yang mana? Siapa? Aku tidak mengenal teman – temanmu. “ sambung lelaki itu sembari bersedekap tangan memandang ke arah Lee Yura.
“Siwan Oppa. “ jujur Lee Yura.
“Bukankah kamu mau mengundangnya kemari? Jadi buat apa bertemu? “ nada bicara Min Yoongi terdengar begitu tegas dan tandas meski tidak meninggi sedikitpun.
“Iya, hanya saja aku ingin menjelaskan terlebih dahulu bahwa aku sudah menikah. Aku tidak ingin dia kaget saat sudah tiba dirumah ini. “ Lee Yura berusaha menenangkan Min Yoongi yang tampak sedikit kesal.
“Hmm, seperti dia orang tua mu saja. “ gumam lelaki itu.
“Yoongi –a, “ lirih Lee Yura.
“Waeyo –(Kenapa)?, iya sudah temui saja. Pukul berapa kalian bertemu? Aku jemput nanti sana, selepasnya ikut aku. “
“Tidak usah dijemput Yoongi –a, aku bisa pergi sendiri. “
“Tidak, aku menjemputmu nanti. Kalian bertemu dimana? Pukul berapa? “ jelas Min Yoongi tidak ingin dibantah.
__ADS_1
Lee Yura mengerucutkan bibirnya, ia seperti tidak menyetujui rencana suaminya namun terpaksa ia harus mengindahkannya. Perempuan itu tidak ingin bahagia rumah tangganya yang saat ini sedang dalam puncak kehangatan tiba - tiba disergap musim dingin yang menyesakkan dada. Ia tidak ingin hanya karena hal sederhana kembali merubah suasana harmonis kehidupan pernikahannya.