SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
29. JAMUAN MAKAN MALAM


__ADS_3

    Lee Yura bersama Bibi terlihat tengah menyusun menu makan malam yang sengaja dibuat lebih spesial dari biasanya, mengingat hari ini ia bersama Min Yoongi sudah bersepakat mengundang Choi Siwan untuk makan bersama. Mulai dari Japchae –(sohun khas Korea yang dimasak bersama sayuran serta daging), dduenjang jjigae  (sup pasta kedelai), yukgaejang –(sup daging sapi pedas), galbi –(iga sapi yag dipanggang) dan menu – menu rumahan lainnya yang begitu menggugah selera.


    Waktu hampir menunjukkan pukul tujuh malam, namun tanda – tanda kehadiran Choi Siwan maupun Min Yoongi belum terlihat. Wanita berparas ayu itu tampak sesekali mengecek ponselnya untuk memastikan jika Choi Siwan tidak membatalkan janji temunya hari itu. Lee Yura  juga terlihat mengirimkan beberapa pesan pada suami nya supaya ia bisa bergegas pulang. Sambil menunggu kehadiran tamu dan suaminya, perempuan itu beranjak menuju kamar utama untuk menukar pakaian.


    Selepas mengganti bajunya, Lee Yura segera turun menuju ruang tamu lantaran beberapa saat yang lalu ia sayup – sayup mendengar nada pintu terbuka. Saat menuruni anak tangga, rumah masih terasa lengang, namun ketika ia masuk ke area ruang tamu dilihatnya Choi Siwan yang berbusana dengan begitu rapi duduk diatas sofa.


    “Oppa! “ sapa Lee Yura dengan girang.


    “Oh –(iya), bagaimana kabarmu? “ lelaki itu turut bangkit dari tempatnya.


    Keduanya kini tengah berbincang – bincang, Bibi juga telah menyajikan dua cangkir teh diatas meja, diruang tamu. Gegas Choi Siwan mengulurkan satu buah tas jinjing kertas berwarna merah muda mengkilat pada Lee Yura yang tengah duduk tepat disebelahnya.


    “Wah apa ini Oppa? Kau tidak perlu repot – repot seperti ini. “ Lee Yura menerima bungkusan itu dengan seraut wajah yang sumringah.


    “Buka lah, itu mainan yang kamu inginkan sejak lama sepertinya. “ Choi Siwan tampak menunjuk benda dipangkuan Lee Yura dengan sudut pelipisnya.


    Begitu antusias Lee Yura mengeluarkan satu kotak mainan yang berisi buku mewarnai berikut enam puluh empat jenis pensil warna beraneka rupa. Tidak dapat dipungkiri Lee Yura terlihat sangat bahagia, meski hanya dengan hal – hal sederhana seperti yang Choi Siwan lakukan padanya.


    “Oppa, bagaimana bisa kamu mendapatkannya? Seri ini sudah habis diseluruh penjuru kota Seoul. “ Lee Yura  terkagum, ia mulai membuka satu – persatu halaman buku bergambar itu sembari terus mengulaskan senyuman cantiknya.


    Sekerjap perasaan hangat turut merambat memenuhi hati Choi Siwan, ia turut bahagia bahkan bahagia nya sangat  tidak terkira saat melihat sepasang senyuman itu merekah pada bibir Lee Yura. Lelaki itu turut tersenyum sambil terus menatap wajah perempuan yang akan terus seperti gadis mungil baginya.


Dit tirirriiii,


 

__ADS_1



(Source : Pinterest)


Ditengah canda cengkerama Lee Yura dan Choi Siwan, pintu tiba – tiba saja terbuka dengan begitu lebar. Terlihat sosok Min Yoongi dengan wajah yang terperanjat dan berubah mengeras saat mendapati Lee Yura yang masih bersenda gurau dengan  lelaki yang duduk tepat disamping wanitanya tanpa jarak. Dalam beberapa saat Min Yoongi mematung ditempatnya dengan tatapan tajam menghujam ke arah Lee Yura dan Choi Siwan.



(Source : Pinterest)


    Sama terperanjatnya, wajah Choi Siwan yang semula terpulas dengan senyuman perlahan pudar. Ia menatap nanar sosok lelaki yang kini masih berdiri diambang pintu sembari terus memandang kearahnya tanpa senyuman. Melihat keadaan yang begitu canggung, Lee Yura bergegas berdiri dari tempatnya dan mendekati Min Yoongi. Begitu lembut jemarinya meraih tangan Min Yoongi lalu menuntun suaminya itu agar turut mendekat ke arah Choi Siwan.


    “Oppa, perkenalkan dia suami ku. Min Yoongi. “ Lee Yura membuka mulutnya. Sementara Choi Siwan masih mencoba mencerna segala keadaan yang tengah dihadapinya.


    “Min Yoongi. “ suara bariton Min Yoongi terdengar menyapa pria yang berdiri didepannya, senyuman Min Yoongi


terpulas, namun sorot matanya yang tajam sama sekali tidak berubah.


    “Choi Siwan, senang berjumpa dengan mu Yoongi –ssi. “ sedikit terbata Choi Siwan menyambut jawab perkenalan singkat suami Lee Yura itu.


    “Kalian lanjutkan saja dahulu aku mandi sebentar. “ Min Yoongi menatap sinis tumpukan buku dan pewarna yang berhamburan diatas meja lalu ia menghilang menuju kamar utama.


***


    Ketiga nya kini sudah berkumpul diruang makan, tidak banyak pembicaraan yang tercipta diantara Choi Siwan dengan Min Yoongi. Hanya sesekali obrolan basa basi dan sesekali ucapan – ucapan yang tak berarti itu menguar begitu saja. Justru Lee Yura yang terlihat lebih cerewet hari itu, sampai – sampai Choi Siwan merasa gemas pada tingkah perempuan yang duduk berseberangan dengannya itu.

__ADS_1


    “Aigo –(Ya Ampun), lama – lama ku cubit pipi mu itu Lee Yura. “ tanpa sadar ucapan itu terlepas begitu saja dari mulut Choi Siwan.


    Mendadak Min Yoongi menghentikan aktifitas makannya dan melempar pandangannya yang dingin pada Choi Siwan yang kini mulai tersadar bahwa ia mengucapkan perkataan yang tidak seharusnya didengar oleh Min Yoongi.


    “Ah Yoongi –ssi, maaf aku tidak bermaksud apa – apa. Aku hanya, “


    “Tidak masalah Hyungnim –(panggilan adik laki – laki pada kakak laki – laki), hanya saja perlu kita  sama – sama  ingat bahwa Lee Yura sudah memiliki suami. “ Min Yoongi memotong perkataan Choi Siwan dan berusaha menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya.


    Makan malam yang sedianya menjadi media pendekatan Min Yoongi dan Choi Siwan justru terasa menjadi malam penuh kecanggungan. Min Yoongi terlihat jelas membuat sekat baik untuk dirinya dengan Choi Siwan maupun bagi Lee Yura dengan Choi Siwan. Hingga akhirnya saat bulan sudah benar – benar di peraduan, Choi Siwan berpamitan.


    Selepas kepergian Choi Siwan, Lee Yura bergegas menuju kamar mengikuti Min Yoongi yang sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang tamu. Sebelumnya Lee Yura membereskan terlebih dahulu peralatan mewarnainya dan membawanya turut masuk kedalam kamar. Setibanya didalam kamar, terlihat Min Yoongi sudah membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sembari menutup wajah tampannya dengan bantal.


    “Yoongi –a, “ Lee Yura yang menyadari suasana hati Min Yoongi yang buruk, turut naik keatas tempat tidur dan berusaha mengambil bantal yang menutupi wajah pria itu. Min Yoongi tidak bergeming.


    “Yoongi –a, “ lirih perempuan itu sembari meraih lengan Min Yoongi namun lelaki itu justru menepis tangan istrinya.


    “Bersenang – senang saja dengan Oppa mu itu. “ gumam Min Yoongi dari balik bantal, sekerjap Lee Yura menyadari kecemburuan tengah menyala didada suaminya, bergegas ia memeluk tubung Min Yoongi dan mengecup dada bidang  lelaki itu beberapa kali.


    “Yoongi Oppa. Chagiya -(Sayang). “ panggil Lee Yura dengan dengan nada bicara menggemaskan. Mendengar


panggilan itu dilontarkan oleh Lee Yura bergegas Min Yoongi membuang bantal yang semula menutup wajahnya.


    Lelaki itu kemudian turut balik menangkup tubuh Lee Yura dan mendekap wanita itu dengan sangat erat. Ia kemudian mengecup sekilas bibir ranum Lee Yura dan membiarkan perempuan itu rebah diatas tubuhnya yang berisi.


    “Panggil aku dengan sebutan itu, Oppa atau Chagiya, aku tidak mau jika kamu menggunakan panggilan yang lain. “ bisik lelaki itu tepat di telinga Lee Yura.

__ADS_1


__ADS_2