SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
31. KEJUTAN DI HARI ULANG TAHUN


__ADS_3

    Hari ini Min Yoongi genap berusia tiga puluh tahun, seperti tahun – tahun biasanya lelaki itu tidak berniat untuk mengadakan pesta. Ia tidak biasa melakukan perayaan – perayaan dengan megah, cukup meniup lilin, memotong kue dan bercengkerama bersama para penggemarnya. Itu sudah lebih dari cukup bagi Min Yoongi.


    Tetapi kali ini sungguh berbeda, ia sudah memiliki Lee Yura disisinya dan tentu saja wanita itu tidak ingin berdiam diri. Ia ingin Min Yoongi menerima perayaan yang istimewa darinya, ia ingin membuat cerita tak terlupakan bagi suaminya meski hanya sebuah perayaan yang sederhana. Lee Yura ingin, hari spesial itu ditutup dengan sesuatu yang manis menurutnya.


    Sampai - sampai perempuan itu sengaja mengambil cutinya dan mengosongkan satu jadwal mengajarnya, ia bahkan meminta bantuan Bibi untuk membuat cake khusus bagi Min Yoongi. Jujur saja, Lee Yura tidak terlalu mahir memasak, namun berkat bantuan Bibi satu buah kue sederhana berhasil iia buat dengan tangannya. Bukan hanya itu, Lee Yura juga sudah mempersiapkan beraneka rupa masakan yang begitu menggugah selera, tidak terlupa sup rumput laut juga turut ia sajikan diatas meja. Bahkan Lee Yura juga sudah mendekorasi bagian ruang makan dengan sedikit ornamen khas perayaan ulang tahun.


    Tepat pukul tujuh malam suara pintu terbuka menggaung menyela senyap didalam rumah, Lee Yura sengaja membiarkan rumahnya gelap gulita. Jemari Min Yoongi tampak meraba - raba salah satu bagian dinding berusaha menemukan saklar lampu diruang tamu, namun belum sampai ia menggapainya terlihat seberkas cahaya lilin yang berpendar redup kekuningan mengikis gelap yang menyelimuti peglihatannya.


    Sayup – sayup suara Lee Yura yang ternyata cukup merdu, terdengar mendendangkan sebait lagu khas perayaan hari kelahiran. Dalam tangkupan tangan mungilnya ia tampak membawa satu buah kue berwarna cokelat yang sudah dibuatnya sejak siang tadi. Min Yoongi tersenyum begitu gembira saat melihat Lee Yura sudah berdiri didepan matanya.


    “Selamat ulang tahun sayang. “ bisik Lee Yura, matanya tampak berkaca – kaca.


    “Oh –(Iya), terima kasih banyak sayang. “ Min Yoongi mengusap pipi wanitanya, lalu ia sejenak mengulukkan doanya kemudian menghembuskan nafasnya perlahan meniup lilin yang menyala dihadapannya.


    “Yey! “ teriak gembira terlontar dari mulu Lee Yura.


    Lampu ruang tamu kembali menyala, Min Yoongi bergegas memeluk wanita didepannya dan mengecup sekilas bibir Lee Yura yang dipoles dengan lipstik tipis menyerupai warna buah peach. Min Yoongi pun menerima kue yang disodorkan oleh Lee Yura kepadanya dengan senyuman bungah merekah. Jelas tercetak kebahagiaan yang tidak terkira pada raut muka nya, meski ia sedikit malu - malu.



    “Oppa ayo dicoba kue nya, aku membuatnya sendiri bersama Bibi. “ Lee Yura begitu bersemangat.


    “Wah? Ini kamu membuat sendiri? Perhatian sekali istri ku ini. “ Min Yoongi mengusap – usap puncak kepala Lee Yura lalu mengecupnya sesaat.


    Keduanya bergegas masuk kedalam ruang makan, sebelum menikmati sajian makan malam Min Yoongi tampak terlebih dahulu memotong kue yang dibuat oleh Lee Yura. Ia memindahkannya pada satu cawan berukuran kecil, menyendok beberapa bagian dan memasukkannya kedalam mulutnya yang mungil. Lelaki itu kembali tersenyum dengan kedua sudut alis yang terangkat.


    “Wah kamu harus mencobanya sayang, ini enak sekali. Teksturnya tidak begitu lembek dan sedikit padat lalu yang paling penting ini tidak terlalu manis. Aku suka. “ gumam lelaki itu memberikan pujian.

__ADS_1


    “Benarkah? Bibi membantuku tadi, sehingga kuenya bisa enak dan sesuai dengan selera mu. “ Lee Yura turut tersenyum, Min Yoongi tampak mengulurkan satu sendok kue kearah Lee Yura dan perempuan itu membuka mulutnya menerima suapan dengan gembira.


    Makan malam yang sederhana namun begitu bermakna, ini adalah kali pertama Min Yoongi merayakan pesta bersama seseorang yang sangat berarti baginya. Bahkan ia begitu menikmati sajian makan malam yang dibuat sendiri oleh istrinya, meski Bibi turut membantunya.


    “Ah kenyang sekali. “ ucap Min Yoongi seraya mengusap – usap perutnya.


    “Haha aku lihat Oppa begitu lahap makan malam ini. “


    “Iya, sampai – sampai celana ku terasa sempit. Aku keatas sebentar ya mengganti celana, kamu disini saja sayang, aku turun segera “ Min Yoongi tampak beranjak dari kursi ruang makan dan masuk kedalam kamar utama, sementara Lee Yura masih dibawah turut membantu Bibi membersihkan sisa – sisa piring kotor.


***


    Min Yoongi sudah menukar celananya dengan celana training berwarna gelap serta melepaskan cardigan yang semula membungkus tubuhnya. Tepat saat ia hendak keluar dari kamar, ponsel didalam saku celananya terasa berderit tanpa henti. Gegas ia menghentikan langkah kakinya dan memeriksa telepon genggamnya. Terlihat nama Park Eunji tampil diatas layar yang tengah menyala – nyala itu. Sedikit ragu, Min Yoongi mengangkat panggilannya.


    “Oh Eunji –ya, ada apa? “ Min Yoongi menjawab telpon Park Eunji, lalu terlihat jeda suara selama beberapa saat lamanya, lelaki itu membiarkan lawan bicaranya bersuara dari seberang sana.


    “Baiklah aku akan kesana, tapi aku tidak bisa berlama  - lama. “ putus Min Yoongi pada akhirnya.


    Setelah menghembuskan sepotong nafas yang terdengar kasar dan berat, Min Yoongi memutar tubuhnya dan urung keluar dari dalam kamar utama. Ia justru kembali membuka pintu rahasia yang terkoneksi dengan unit sebelah rumah yang masih ditinggali oleh Park Eunji. Saat mendorong daun pintu seketika tubuhnya sudah berpindah tempat, ia kini berada didalam kamar tidur yang sebelumnya sering ia gunakan untuk bermesraan dan bercinta dengan mantan kekasihnya itu. Dalam kamar yang terang benderang itu tampak sosok Park Eunji yang duduk bersila diatas ranjang.


    



(Source : Pinterest)


    “Selamat ulang tahun Oppa. “ ucap Park Eunji tanpa merubah posisinya saat melihat Min Yoongi sudah berdiri tepat dihadapannya.

__ADS_1


    “Oh gomawo ­–(iya, terima kasih). Apa yang ingin kau sampaikan Eunji –ya, aku tidak bisa berlama – lama. “


    “Apakah karena istrimu sudah menunggu? Sepertinya kamu sudah benar – benar jatuh cinta padanya Oppa. Apakah dia sebaik itu? Hingga bisa secepat ini kau melepaskanku? “ tanya Eunji dengan mata yang berkaca – kaca.


    “Ini yang ingin kau bicarakan denganku? Aku pergi saja, sepertinya memang tidak ada hal penting yang ingin kau sampaikan. Oh ya, jadi kapan kau akan pindah? “ suara Min Yoongi terdengar datar, ia benar – benar sudah tidak bergairah, bahkan hanya untuk membicarakan hal – hal remeh.


    “Tentu saja bukan ini yang ingin ku bicarakan, duduklah. “ Park Eunji bangkit dari atas pembaringan dan mendekati nakas disamping tempat tidurnya. Ia membuka laci pertama nakas berwarna putih itu dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.


    Park Eunji mengulurkan sebuah stik berwarna putih dengan penutup merah muda pada ujungnya kepada Min Yoongi. Wajah lelaki itu tampak kebingugan namun tetap saja ia menerima benda asing itu dari tangan Park Eunji. Sesaat Min Yoongi memandang nanar alat penguji kehamilan yang sudah berpindah ketangannya itu, raut mukanya menjadi pias saat ia berhasil membaca tanda garis dua berwarna merah yang tergambar disana.



(Source : Pinterest)


    “Jadi kau hamil? “ suara Min Yoongi terdengar bergetar.


    “Kau tidak minum pil kontrasepsi? Sejak kapan? “ deru nafas terdengar naik turun dari dada Min Yoongi, matanya yang terasa panas turut memerah. Tergambar kecemasan bercampur kemarahan terurai dari kedua sorot matanya.



(Source : Pinterest)


    “Aku lupa, aku baru menyadarinya tadi malam. Ternyata sudah sejak dua bulan lalu aku tidak datang bulan Oppa. “ suara Park Eunji tercekat.


    “Bisa – bisa nya kamu seteledor itu Park Eunji. “ Min Yoongi membuang alat uji kehamilan ditangannya itu dengan emosi yang begitu membuncah, dengan kesal ia mengacak –acak rambutnya yang semula tersisir dengan begitu rapi.


    “Oppa! “ Park Eunji berteriak histeris.

__ADS_1


__ADS_2