SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
32. BERITA YANG TIDAK DINYANA


__ADS_3

    Dalam puncak kekesalannya Min Yoongi dan Park Eunji masih bersitatap, keheningan melerai keduanya. Tatapan mata yang tajam menghujam kedua bola mata Park Eunji yang redup, air mata menggenang hampir luruh tidak terbendung.


    “Oppa, bukankah kita sama – sama melakukannya? Kenapa kau melemparkan kesalahan hanya padaku? Karena aku lupa minum pil kontrasepsi? Kenapa kau juga tidak menyalahkan dirimu yang tidak memakai alat pengaman? “ lirih Park Eunji.


    “Iya aku sedang mengutuki diriku sendiri yang bodoh ini! Kenapa aku tidak memakai alat pengaman, mengapa aku harus menumpahkan didalam dan mengapa kita begitu jauh berhubungan! “ ucap Min Yoongi dengan frustasi.


    “Kau tidak ingin menikah denganku sejak awal Eunji -ya. Tentu saja kau tidak menginginkan bayi ini ada bukan? “ sambung lelaki itu putus asa.


    “Apa? Aku menginginkan bayi ini, ini bayi kita! Apakah kau tidak menginginkannya? Kenapa? Karena Lee Yura? Kau ingin aku membunuh bayi kita? “ tangis Park Eunji membuncah.


    “Eunji –ya, apakah semua akan baik – baik saja jika membiarkan bayi ini terus ada? Bagaimana dengan karirmu? Agensi mu? Rekan – rekan grup mu, apakah semuanya akan setuju? “ Min Yoongi menatap lekat wajah Park Eunji yang sudah banjir air mata. Wanita itu masih belum reda tangisnya, ia masih bergumul dengan perasaannya yang sama kacaunya seperti Min Yoongi.


    “Oppa, jujur saja kau berkata seperti itu bukan karena memikirkan aku dan bayi kita bukan? Kau mengkhawatirkan karir mu sendiri dan juga Lee Yura bukan? Aku tahu bahwa hatimu sudah milik Lee Yura, tetapi apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkanmu menghilangkan bayi ini. “ Park Eunji kukuh dengan kemauannya.


    “Hah! Aku belum bisa memikirkan apapun Eunji -ya, beri aku waktu. Untuk sementara tetaplah tinggal dirumah ini. Aku butuh waktu, aku mau menjernihkan pikiran ku terlebih dahulu. “ Min Yoongi lantas beranjak dari tempat itu hendak kembali kedalam kamar utama di kediamannya bersama Lee Yura.


    “Oppa, bagaimana jika aku membutuhkan sesuatu? “ Park Eunji meraih tangan Min Yoongi.


    “Panggil saja aku, jika memerlukan sesuatu kabari saja. “


    “Bagaimana jika aku memerlukanmu? Apakah kamu akan tetap disini? Bisakah malam ini Oppa tidur disini? “ lirih Park Eunji.


    “Aku tidak bisa Eunji –ya, beri aku waktu dahulu. Biarkan aku sendiri dulu. “ tolak Min Yoongi.


    “Berapa  lama Oppa? “

__ADS_1


    “Secepatnya, tunggulah kabar dariku. “ Min Yoongi lantas bergegas keluar dari dalam kamar Park Eunji untuk kembali kedalam kamar utama.


    Min Yoongi mendorong daun pintu dengan keras, setengah mati jantungnya  hampir lepas dari tempatnya lantaran Lee Yura saat itu sudah berdiri tepat diambang pintu. Secepat kilat Min Yoongi mendorong pintu dibelakangnya agar segera menutup, sebelum Lee Yura sempat melongok kedalam bilik dibelakangnya.


    “Oppa, kausedang apa? Aku menunggu mu lama sekali tidak kunjung turun, ternyata Oppa malah ke studio. Ada apa? “ seolah tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan Min Yoongi, wanita itu dengan lugas bertanya.


    Lelaki itu tertegun untuk sejenak, beberapa kali juga tampak Min Yoongi menggaruk – garuk kulit kepalanya dengan gusar. Ia  menatap wajah istrinya, sesaat rasa bersalah menyeruak begitu saja didalam dadanya. Perlahan jemarinya meraih tubuh mungil Lee Yura lalu mendekapnya kedalam dadanya yang bidang.


    “Waeyo –(ada apa)? Apakah ada masalah? “ tanya Lee Yura dengan sabar sembari mengusap – usap punggung Min Yoongi perlahan.


    “Tidak ada apa – apa sayang, tadi mendadak PD Nim -(produser) memintaku merevisi sesuatu. “ kilah Min Yoongi.


    “Ya sudah kalau begitu,  mandilah Oppa, kamu belum mandi sejak tadi. Mau kusiapkan air hangat? “ senyuman kembali merekah pada paras ayu Lee Yura.


    “Tidak perlu sayang, aku mandi dengan shower saja. Beristirahatlah, kamu juga pasti lelah bukan? Aku mandi dahulu ya. “ Min Yoongi lantas beranjak menuju kamar mandi, sementara Lee Yura menatap tajam pada alat pengunci otomatis yang ada didepan matanya. Perempuan itu merasakan ada sesuatu yang janggal didalam sana.


    Sore itu matahari sudah turun dari singgasana nya, Lee Yura baru saja menyelesaikan tugas mengajarnya disalah satu kelas. Perempuan berparas ayu itu tampak keluar dari dalam kelas untuk menuju halaman parkir tempat ia meninggalkan mobilnya. Namun saat ia hendak melangkah kan kakinya, tubuhnya terasa ringan seperti kapas dan langsung luruh keatas tanah. Beruntung nya ada mahasiswa yang berhasil menangkup tubuh Lee Yura yang lemas sebelum ia terantuk diatas tanah.


    “Gyousu Nim, “ teriak mahasiswa yang tengah menopang tubuh Lee Yura yang tak sadarkan diri.


    “Panggil 119! “ salah seorang menimpali dengan panik.


    Tidak lama berselang mobil ambulans telah tiba dipelataran universitas, para medis terlihat dengan gesit mendorong tandu membawa tubuh Lee Yura yang terbaring tidak berdaya masuk kedalam mobil. Sirine dibunyikan, kendaraan itu lantas melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi menyusur jalanan Seoul yang merayap.


    Setibanya dirumah sakit Lee Yura langsung mendapat penanganan dari dokter, lantaran ia belum terlihat membuka matanya. Perawat juga tampak menghubungi keluarga Lee Yura, mengabarkan bahwa wanita itu tengah menerima perawatan. Dalam asuransi kesehatannya tercatat Min Yoongi sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas wanita itu, sehingga bagian administrasi rumah sakit langsung saja menghubungi suami Lee Yura itu.

__ADS_1


    Kini Lee Yura telah kembali siuman, dilihatnya lamat – lamat cairan infus yang terus menetes mengalir kedalam nadi – nadi darahnya. Sayup – sayup suara derap kaki berlarian juga terdengar menyapa pendengarannya. Hingga kini matanya bisa dengan jelas melihat sosok pria yang begitu ia cintai berdiri disisi ranjang sembari berbincang dengan dokter.


    “Oppa! “ lirih Lee Yura.


    “Oh Chagiya –(iya sayang), kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan? “ kecemasan jelas tergambar pada raut wajah Min Yoongi. Lee Yura menggelengkan kepalanya perlahan, mencoba menenangkan hati lelakinya.


    “Jika begitu kita pindahkan ke kamar dahulu ya Nyonya, karena perlu dilakukan tes lebih lanjut. “ gumam dokter yang baru saja mengecek kondisi tubuh Lee Yura.


    Dosen muda itu nampak duduk diatas pembaringan sembari menyandarkan tubuhnya yang lemas pada bantal yang sengaja diletakkan mengganjal punggungnya. Sementara Min Yoongi masih dengan wajahnya yang cemas duduk pada salah satu kursi diruangan tersebut.


    “Oppa, ayo kita pulang saja. Aku tidak apa – apa, sepertinya aku hanya kelelahan. “ ucap Lee Yura seraya menatap kearah Min Yoongi.



(Source : Pinterest)


    “Tidak sayang, kita lakukan pemeriksaan dahulu. Aku tidak ingin terjadi apa – apa padamu. Cukup tes darah hari ini dan hasilnya tidak lama, sebentar lagi perawat akan datang. “ jelas dari tatapan matanya Min Yoongi tidak ingin dibantah.



(Source : Pinterest)


    Proses pengambilan sampel darah hanya berlangsung beberapa menit kemudian kurang dari satu jam hasil sudah keluar, Min Yoongi yang kini turut duduk ditepi ranjang tampak gusar menanti pembacaan oleh dokter. Ia khawatir jika istrinya menderita suatu penyakit, ia tidak rela jika harus melihat wanita itu harus bergelut dengan kesehatan tubuhnya.


    “Tuan Min Yoongi dan Nyonya setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada sampel darah, bersyukur bahwa Nyonya Lee Yura tidak menderita penyakit apapun. Sekaligus, selamat karena gejala - gejala yang sedang dialami oleh Nyonya Lee Yura disebabkan oleh kehamilan. “ pria berjas putih itu menjelaskan seraya terus merekahkan senyumannya, seolah itu turut bahagia atas kabar gembira yang sedang ia bawa.

__ADS_1


    Akan tetapi Lee Yura dan Min Yoongi justru tampak membatu, keduanya sama – sama tidak percaya dengan apa


yang dikatakan oleh dokter baru saja. Jujur saja, Lee Yura belum memikirkan sejauh sana bahwa ia dan Min Yoongi akan secepat ini memiliki keturunan. Sementara Min Yoongi tentu saja pikirannya kian bercabang, selain Lee Yura yang tengah membawa darah dagingnya juga ada Park Eunji yang juga tengah mengandung benih didalam rahimnya. Lelaki itu benar – benar kalut.


__ADS_2