SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
34. HUJAN CINTA BAGI LEE YURA


__ADS_3

    Pagi itu ruang perawatan Lee Yura yang lengang semalaman berubah menjadi penuh dengan gegap gempita. Pasalnya Tuan Min dan istrinya sudah turut tiba disana pagi tadi hampir bersamaan dengan Bibi serta Manajer Jang. Jelas terlihat kebahagiaan tidak terperi terpancar dalam rona wajah kedua orang tua Min Yoongi, terlebih Ibunya.


    Pernikahan yang bermula dari sebuah perjodohan, nyatanya berakhir dengan begitu bahagia, begitu pikir wanita setengah baya itu. Min Yoongi menghadirkan keturunan didalam keluarganya, setelah terlebih dahulu istri Min Geum Jae mengandung cucu pertama mereka.


    “Apa tidak sebaiknya Yura cuti mengajar saja? Kontrak menulis bisa kita tunda dahulu tidak apa –apa, Ayah ingin melihat cucu ku lahir dengan sehat. “ Min Jisung lelaki kaku dan keras itu terlihat begitu lunak saat berbicara pada Min Yoongi mengenai Lee Yura dan bayi yang sedang dikandungnya itu.


    “Iya, aku ingin kamu mengambil istirahat dahulu sayang. Percayalah, biar aku saja yang bekerja. “ untuk kali pertama Min Yoongi menyetujui pendapat Ayahnya.


    “Tapi, “


    “Tidak boleh menolak ya, atau aku akan marah. Kondisi mu belum stabil, aku tidak ingin terjadi hal yang buruk


padamu dan juga pada anak kita. Dengarkan aku Yura -ya. “ Min Yoongi memotong perkataan Lee Yura yang belum selesai diucapkan. Ia sudah bulat, ia ingin Lee Yura tinggal dirumah merawat kehamilannya.


    “Jika bosan, Ibu akan siap menemanimu setiap hari Yura –ya. “Ibu Min Yoongi turut menimpali. Lee Yura hanya terdiam, seolah – olah ia tengah menimbang keputusannya.


    “Baiklah, setelah kondisi ku membaik, aku akan segera mengajukan cuti. Lalu Ayah, aku memohon maaf karena belum dapat menyelesaikan buku sesuai jadwal. “ sesal Lee Yura.


    “Tidak masalah, kesehatan menantu dan cucu Ayah adalah yang utama. “ jawab lelaki itu dengan cuek dari atas tempat duduknya.


***


    Setelah menghabiskan kantong infus terakhirnya, Lee Yura terlihat berganti pakaian. Ia siap kembali ke kediamannya bersama suami juga kedua mertuanya. Hatinya terasa tenang dan lega, ia bisa pulang kerumah dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Lee Yura bertubi – tubi merasakan bahagia yang tidak terkira, Min Yoongi yang semakin mencitainya, buah hati yang tumbuh didalam rahimnya dan juga kedua mertua yang teramat memperhatikannya. Lee Yura bahagia menerima jutaan cinta menghujani kehidupannya.

__ADS_1


    “Sudahlah Oppa biarkan aku yang membawanya, aku sudah baik - baik saja. “ Lee Yura berusaha mengambil alih tas jinjing yang tengah dipegang oleh Min Yoongi.


    “Biarkan saja, apa salahnya aku membantu membawa tas milik istriku. Ayo sudah kita pulang, bukan kah kamu bilang ingin cepat tiba dirumah? “ Min Yoongi tampak membetulkan poni Lee Yura yang jatuh tepat menutupi keningnya. Ia lega, wajah istrinya tampak lebih berseri dibanding dengan hari sebelumnya.



(Source : Pinterest)


    Seraya menenteng tas disebelah tangannya tampak Min Yoongi dan Lee Yura beserta rombongan keluaganya berjalan menyusuri lobi rumah sakit yang ramai. banyak mata yang memandang kearah lelaki itu. Tidak jarang tampak beberapa orang mencuri – curi kesempatan untuk mengambil gambar, namun Min Yoongi tidak peduli. Saat ini justru ia ingin dunia tahu bahwa ia sudah memiliki Lee Yura sebagai istrinya.



(Source : Pinterest)


    “Eomma sangat senang, akhirnya keluarga putra ku benar – benar utuh dan penuh. Terima kasih Yura –ya, karena sudah melunakkan hati Min Yoongi. “ jemari lembut wanita berambut lurus itu tampak meraih tangan Lee Yura. Perempuan itu hanya tersenyum sekilas, menatap kedua netra Ibu mertuanya.


    “Jika menginginkan sesuatu sampaikan saja pada Ibumu, biarkan Ibumu yang membantu mu menyiapkan semuanya. Ayah tidak ingin melihatmu masuk rumah sakit lagi karena terlalu lelah. “ sambung Min Jisung dengan nada bicara yang datar. Seolah seperti tidak memiliki emosi, namun nyatanya justru Min Jisung begitu memperhatikan Lee Yura.


    “Iya Ayah. “


***


    Sementara didalam kamar utama, tampak Min Yoongi memasukkan kombinasi kunci pintu digital didepannya. Tidak lama pintu itu menganga, gegas ia menyelinap masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Park Eunji. Jendela kaca terlihat bebas terbuka tidak ditutup oleh korden maupun vitrase, sehingga cahaya matahari siang itu tampak jatuh menembus diding kaca mengisi penuh kamar itu. Park Eunji tampak meringkuk dibalik selimut tebal dengan mata yang terpejam, dari kejauhan Min Yoongi hanya memperhatikan perempuan itu dalam tenang.

__ADS_1


    “Eunji –ya, mihane –(maafkan aku). “ bisik Min Yoongi lirih tak terdengar. Seberkas rasa bersalah menjejak ulu hatinya begitu saja. Park Eunji yang dulu teramat ia cintai kini telah tergantikan oleh sosok Lee Yura. Wanita yang kesabaran nya jauh – jauh melebihi apapun didunia.


    Begitu berhati – hati Min Yoongi meletakkan satu kantong buah strawberi yang diminta oleh Park Eunji iatas meja. Ia pun berjalan dengan sangat perlahan agar ia  tidak menimbulkan kegaduhan, lelaki itu tidak ingin membangunkan Park Eunji yang masih jatuh dalam lelapnya. Jemari Min Yoongi hampir saja meraih handle pintu bersiap meninggalkan kamar itu, namun dersik suara selimut membuatnya urung pergi.


    “Oppa, “ panggil Park Eunji dari atas pembaringan.


    “Oh –(iya). “ pria itu urung membuka pintu.


    “Oppa sudah datang? Kenapa pergi lagi? “ Park Eunji beranjak dari tempat tidur dan mendekati Min Yoongi yang masih mematung diambang pintu.


    “Aku takut mengganggu tidurmu, dan itu aku sudah membawakan strawbery nya. “ ucapnya seraya menunjuk bungkusan diatas meja.


    Park Eunji melirik sekilas keatas meja, lalu ia menghampiri Min Yoongi dan bergegas menangkup tubuh berisi lelaki itu dengan begitu eratnya. Ia merengkuh raga lelaki itu dengan sesekali mengecup ringan bagian leher Min Yoongi dengan batang hidungnya.


    “Eunji ­–ya apa yang kamu lakukan. “ Min Yoongi menarik tubuhnya dan memaksa Park Eunju menghentikan tingkahnya.


    “Aku hanya menghirup aroma yang sudah kurindukan Oppa, ah bukan aku tapi bayi kita. “ sambung wanita itu sembari menunjuk perut nya yang benar – benar masih rata.


    “Jangan melakukan itu lagi padaku Park Eunji. “


    “Waeyo –(kenapa)? Bagaimana jika aku ingin? Bagaimana jika aku menginginkanmu Oppa. “ jemari Park Eunji yang lentik tampak meraba – raba bagian dada Min Yoongi dengan penuh goda, seolah memang ia sedang menyimpan hasrat yang begitu dalam padanya.


    “Apa kamu tidak rindu kita berbagi ranjang dan bertukar keringat disana Oppa? “ semakin genit Park Eunji mencobai Min Yoongi yang masih mematung di hadapannya.

__ADS_1


    “Hentikan Eunji –ya, apakah kau tidak ingat kalau sedang hamil? “ tatap tajam dari kedua bola mata kehitaman milik Min Yoongi menghujam kearah Park Eunji, ia seperti sedang kesal dengan kelakukan mantan kekasihnya itu.


    “Oppa, itu bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Ayolah, aku sangat merindukanmu. “ Park Eunji tampak mengalungkan kedua tangannya pada leher Min Yoongi, bibirnya yang tipis turut merambah kearah wajah lelaki didepannya itu.


__ADS_2