
Setiba dirumah, Min Yoongi langsung menuju dapur bahkan ia tidak sempat untuk menukar pakaian. Ia bergegas mengaduk – aduk isi kulkas untuk melihat bahan – bahan makanan yang bisa digunakan untuk memasak dengan cepat. Lee Yura turut mengekor suaminya, bahkan dalam setiap jengkal langkah kaki Min Yoongi sudah ada Lee Yura yang terus menempel padanya.
“Jadi mau makan apa? “ Min Yoongi masih mematung didepan pintu kulkas yang setengah mengaga dengan Lee Yura yang bergelayut pada tubuhnya. Tangan Lee Yura begitu erat melingkar pada perut Min Yoongi dan badannya menempel pada punggung suaminya yang berdiri tegak.
“Bulgogi Bibimbap –(nasi campur daging sapi dan sayuran khas Korea). “ pinta Lee Yura dengan nada bicara yang begitu manja.
“Oke. Telurnya dimasak matang ya? Ingat kata dokter kemarin kan? Tidak boleh mengkonsumsi sesuatu yang masih mentah. “ Min Yoongi melirik wajah wanita yang tersempil pada sebelah bahunya dan menatap wanita itu dengan lembut. Lee Yura mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.
Gegas Min Yoongi mengeluarkan seluruh bahan – bahan yang akan digunakan dari dalam lemari pendingin, mulai dari bayam, tauge, wortel, mentimun, daging sapi yang dipotong dengan ukuran sangat tipis, saus gochujang –(saus pasta merah pedas) serta bahan pelengkap seperti kimchi sawi dan damjuji –(acar lobak). Ditengah – tengah Min Yoongi mempersiapkan bahan memasak bersama Lee Yura yang masih bergelayut pada tubuhnya tentu saja, Bibi terlihat masuk kedalam rumah sembari menenteng barang – barang belanjaannya dari supermarket.
“Tuan, biar saya saja yang kerjakan. “ ucap perempuan paruh baya itu sembari berlari tergopoh – gopong menuju dapur.
“Sudah Bi, minta tolong bereskan saja belanjaan nya, baby memang sedang ingin makan masakan Appa. “ tukas Lee Yura tanpa melepaskan dekapannya.
“Iya Bi, sedang manja. “ Min Yoongi terlihat berbicara dengan nada yang dibuat serendah – rendahnya agar perempuan dibelakangnya tidak menyadari perkataannya. Bibi hanya tersenyum kecil melihat sepasang suami istri didepannya itu, bagaimanapun Bibi menyadari perubahan sikap karena kehamilan adalah sesuatu yang sangat lumrah.
Min Yoongi mulai merebus sayuran yang sudah dipotongnya satu persatu, setelah semuanya matang, lelaki itu mulai menyusun setiap bahan kedalam piring saji, mulai nasi yang telah dibumbui dengan minyak wijen dan sedikit garam, sayuran, tumisan daging sapi, telur dan terakhir ia membuka kimchi dari toples kaca didepannya. Tepat disaat tutup toples diputar dan hampir terbuka, Lee Yura langsung melepaskan Min Yoongi dari dekapannya. Perempuan itu berlari kedalam toilet yang tidak begitu jauh dari dapur bersih.
“Oppa, bau kimchi! “ rengek wanita itu setelah menumpahkan berbagai wujud sisa makanan dari perutnya.
“Sini bersihkan dulu mulutnya. “ Min Yoongi menyeka setiap sudut bibir wanita itu dengan handuk yang memang tersedia didalam kamar mandi. Sementara Lee Yura hanya berdiri mematung menerima setiap perlakuan Min Yoongi kepadanya.
__ADS_1
“Kalau begitu tidak usah pakai kimchi ya? Ayo sedikit lagi makanannya jadi. “ sambung lelaki itu sembari meraih tangan istrinya.
“Ah tidak mau aku disini saja didapur bau kimchi. “ keluh Lee Yura lagi.
“Yasudah tunggu disini, Oppa bereskan dulu dapurnya. “ sejenak Min Yoongi membereskan toples kimchi dari atas meja dan menyimpannya kembali kedalam lemari pendingin. Bergegas ia membasuh kedua tangannya dan berjalan kearah kotak penyimpanan obat didekat ruang makan. Diraihnya satu lembar masker kesehatan dan membawanya menuju kamar mandi.
“Pakai ini dulu barang kali masih berbau kimchi didapur. “ dengan sabar Min Yoongi mencoba memakaikan benda berwarna putih itu pada kedua telinga Lee Yura.
(Source : Pinterest)
Lee Yura bergegas keluar dari dalam toilet dan langsung menempati salah satu kursi dimeja makan dan tentu saja sembari mengenakan masker. Sementara Min Yoongi kembali masuk kedapur meraih nampan berisi makanan dan membawanya ke meja makan. Sesaat ia meletakkan sepiring bibimbap dihadapan Lee Yura dan bergegas ia menambahkan sedikit minyak wijen keatas sayuran.
(Source : Pinterest)
“Makan bersama saja! “ Lee Yura lantas mengulurkan sendok kearah suaminya dan keduanya menyantap makan siang dihari yang hampir gelap dari satu piring yang sama.
***
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Lee Yura sudah jatuh dalam lelapnya diatas sofa didalam kamar sementara sebuah video masih berputar didalam tablet yang dibiarkan diatas meja. Min Yoongi yang baru saja selesai mandi tersenyum melihat istirnya yang sudah kembali tertidur, Lee Yura ternyata menjadi mudah terlelap saat ia tengah mengandung.
“Sayang, ayo pindah ke ranjang. “ bisik Min Yoongi seraya mengangkat tubuh Lee Yura dari atas tempat duduk dan memindahkannya menuju ranjang tidur. Lee Yura tidak bergeming, ia masih mengatupkan matanya seolah tidak terusik dengan gerak Min Yoongi yang membopong tubuhnya. Perlahan lelaki itu menggeletakkan Lee Yura keatas pembaringan dan menutup sebagian tubuhnya dengan selimut tebal.
Lelaki itu hampir naik keatas pembaringan, namun ia teringat belum menyerahkan barang yang diminta oleh Park Eunji pagi tadi. Bergegas Min Yoongi meraih tas kerjanya yang teronggok diatas kursi dan mengambil dua kotak parfum dengan merek disainer kenamaan lalu membawa kedua benda itu menyelinap masuk kedalam unit kamar yang ditempati Park Eunji. Tanpa disadari oleh Min Yoongi, bahwa Lee Yura tengah terjaga, wanita itu hanya menatap lurus kearah suaminya yang kini sudah menghilang dibalik pintu.
“Oppa! “ girang Park Eunji saat menyadari kehadiran Min Yoongi.
“Ini titipan mu tadi pagi. “ ucap pria itu sembari mengulurkan dua kotak wewangian yang masih tersegel rapi didalam kemasannya.
“Wah aku senang sekali! Terima kasih Oppa! “ Park Eunji merekahkan senyumannya tanda bahagia, tanpa ragu ia segera membuka salah satu parfum dari pembungkusnya dan menyemprot – nyemprotkan wewangian itu keseluruh tubuhnya.
“Eunji –ya, hentikan! Istriku tidak suka aroma wewa.. “ Min Yoongi urung melanjutkan perkataannya, sedang matanya menatap kedua netra Park Eunji penuh telisik. Sontak saja sikap Min Yoongi baru saja memaksa Park Eunji agar menghentikan aktivitasnya.
“Waeyo Oppa? “ pekik Park Eunji.
“Eunji –ya, aku sangat senang sepertinya bayi didalam perutmu tumbuh dengan begitu sehat. Bahkan aku melihat dirimu sangat kuat membawa anak itu kesana kemari, kamu jarang mengeluh sakit kepala, aku tidak pernah melihat mu muntah apalagi marah – marah tidak jelas hanya karena mencium aroma sesuatu. Ternyata anak ku didalam perutmu sungguh anak yang manis. Bahkan kamu tidak berubah menjadi wanita yang mudah mengantuk. “ ucap Min Yoongi seraya mengusap perut Park Eunji yang belum berubah sedikitpun.
“Tentu saja! Anak ini begitu pengertian pada Ibunya bukan? Dia sudah tahu bahwa Daddy tidak begitu perhatian padanya, sehingga dia tidak ingin menyusahkan Ibunya. “ sindir Park Eunji sembari naik keatas pembaringan.
“Baby dengarkan Daddy, selalu tumbuh jadi anak yang baik didalam sana ya! “ bisik Min Yoongi seraya mendekatkan bibirnya pada perut Park Eunji.
__ADS_1
Terdengar begitu manis ucapan lelaki itu, namun siapa sangka kini banyak hal tengah bergelut didalam benaknya. Ada sesuatu yang jelas tidak berjalan dengan semestinya, Park Eunji dan kehamilannya tentu saja, betapa ia merasakan perbedaan yang begitu mencolok antara Lee Yura dengan Park Eunji.