
Sudah seminggu berlalu sejak festival musik digelar, Min Yoongi belum kunjung ada waktu untuk bertatap muka dengan Park Eunji lantaran jadwal pekerjaan keduanya yang memang menyulitkan untuk bersua. Bahkan Min Yoongi dengar bahwa Park Eunji tengah pergi keluar kota untuk melakukan pekerjaan.
Hingga pada akhirnya kesempatan itu tiba, ia dapat bertemu dengan Park Eunji untuk membicarakan banyak hal yang bergelut didalam benaknya. Segala ha yang menjadi tanya nya, juga seutas kekhawatiran akan kondisi bayi serta kehamilan Park Eunji yang bisa saja membahayakan.
“Iya Oppa, aku sudah ada dikamar. Kemarilah, dan Oppa aku sangat ingin makan ice cream, apakah boleh? “ tanya Park Eunji pada Min Yoongi melalui sambungan teleponnya.
“Oh –(iya) akan aku bawakan. “ Min Yoongi lantas menutup teleponnya.
Lelaki itu segera keluar dari dalam kamar utama, menuruni tangga dan menyelinap kedalam dapur. Sementara Lee Yura sedang berjalan – jalan keluar rumah bersama Bibi sore itu, kebetulan cuacanya sedang cerah, akan terasa sayang untuk dilewatkan. Min Yoongi meraih dua kotak es krim rasa matcha dan coklat dari dalam kulkas lalu bergegas meninggalkan dapur untuk segera menemui Park Eunji.
Min Yoongi tampak masuk kedalam kamar Park Eunji, perempuan itu bergegas berlari kearah pria tampan didepannya, menubruknya dengan kuat lalu mendekap tubuh lelaki itu dengan sangat erat. Park Eunji juga tampak mengecup bibir Min Yoongi yang merekah kemerahan selama beberapa detik lamanya meski tidak mendapat ciuman balasan, lalu berganti wanita itu mengendus leher Min Yoongi yang jenjang dan terlihat sangat putih dengan pucuk hidungnya sesaat.
“Hentikan Eunji –ya . “ kilah Min Yoongi seraya berusaha menjauhkan dirinya dari Park Eunji. Lalu ia meletakkan dua kotak es kirm keatas meja dan segera ia menjatuhkan tubuhnya keatas tempat duduk.
“Makanlah dulu, sebelum mencair. “ ucap Min Yoongi seraya menunjuk es krim diatas meja dengan ujung dagunya.
(Source : Pinterest)
“Waah matcha! Oppa tahu saja aku masih sangat menyukai matcha. “ gumam Park Eunji sembari meraih makanan beku itu dari atas meja dan membuka penutupnya.
“Aku mengambil asal saja apa yang ada didalam rumahku. “ sambung Min Yoongi seraya menyilangkan kaki dan menatap lurus kearah Park Eunji. Perempuan itu terlihat makan dengan begitu lahapnya, seolah ia baru saja mengalami bencana kelaparan, sehingga ia makan dengan sangat rakus.
__ADS_1
“Pelan – pelan saja makannya, aku tidak akan merebutnya dari mu Eunji –ya.“
“Hahaha tahu kah Oppa bahwa aku sudah seminggu ini benar – benar membatasi asupan makanku, hanya demi tubuh yang ideal selama pertunjukkan. Aku sangat merindukan makan seperti ini. “ sergah Park Eunji ringan.
Sesaat udara terasa kering menyeruak diantara dinding dada Min Yoongi, ia semakin dibuat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Park Eunji dan agensi nya tentu saja. Bagaimana bisa mereka tetap mempekerjakan seorang wanita hamil dan terus memaksanya menahan diri untuk makan.
“Eunji –ya, apakah agensi mu tidak tahu bahwa kau sedang hamil dan memaksa mu terus berpentas? Bahkan koreografi kalian sangat berbahaya untuk kehamilanmu! Kau ingin melahirkan anak itu namun kau sendiri menyiksanya didalam perut! “ kritik Min Yoongi.
“Bahkan mereka memaksamu untuk berdiet! Bagaimana bayi itu bisa tumbuh dengan baik dan sehat jika kau saja seperti ini! Keluar saja dari grup mu itu jika kamu ingin melahirkannya! “
Park Eunji meletakkan kembali kotak es krim yang tengah ia keruk isinya itu keatas meja, ia meraih tisu dan menyeka tangan kemudian bibirnya perlahan. Ia bangkit dari tempat duduknya dan berpindah tempat mengisi bagian kosong disisi Min Yoongi.
“Oppa, anak kita baik – baik saja! Lihatlah, seperti yang kamu bilang dia anak yang kuat dan tidak merepotkan. Dia sanggup menemani kemanapun langkah kaki ibunya pergi. “ Park Eunji meraih jemari Min Yoongi dan menuntun tangan lelaki itu agar mengusap perutnya. Min Yoongi membuang nafasnya kasar, lalu jemarinya yang berotot itu dengan ragu mengelus – elus perut Park Eunji yang masih rata.
“Oppa! Bicara apa kau ini? Aku benar – benar hamil, apakah kamu masih belum percaya juga?! “ dengan penuh emosional Park Eunji bangkit dari atas sofa dan berjalan secepat kilat menuju nakas disamping tempat tidurnya dan kemudian memungut dua batang alat uji kehamilan lalu melemparkan pada lelaki itu hingga kedua alat itu berhamburan dilantai.
“Oppa! Apa kau benar – benar sudah tidak ingin bersama ku sehingga terus menyangkal darah dagingmu sendiri? Apakah kau sudah benar – benar tidak menginginkan ku Oppa? Apa kau juga sudah lupa bagaimana kita bercinta diatas tempat tidur itu? Apa kau lupa bagaimana dirimu menikmati tubuhku! Sungguh menggelikan! “ wajah Park Eunji terlihat merah padam, ia begitu marah.
“Eunji –ya, bukan begitu! Aku hanya menkhawatirkan keadaanmu, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kau melakukan pertujukan seperti itu diatas panggung, belum lagi pekerjaanmu yang padat dan asupan makan mu yang dibatasi! Aku khawatir dengan keadaan bayi didalam perutmu! “ sanggah Min Yoongi.
Senyap memeluk keduanya, tidak ada sepenggal katapun yang terdengar lolos baik dari mulut Park Eunji maupun Min Yoongi. Seolah keduanya tengah menata gemuruh yang bergejolak didalam dada mereka. Terlebih Min Yoongi, lelaki itu tengah berusaha menutupi segala keraguan dirinya atas Park Eunji.
“Oppa, apa perlu aku mengingatkan bagaimana sorot matamu kala itu padaku? Terlebih disaat – saat kamu mendambaku Oppa? “ Park Eunji terlihat kembali mendekati Min Yoongi yang masih duduk mematung diatas tempat duduk.
__ADS_1
“Apa maksudmu Park Eunji? “ tanya lelaki itu saat Park Enji sudah berdiri tepat didepannya tanpa jarak. Seperti tanpa takut Park Eunji langsung naik keatas pangkuan Min Yoongi, seraya berusaha melepaskan tanktop yang menempel pada tubuhnya.
(Source : Pinterest)
“Aku akan membuatmu ingat Oppa seperti apa panasnya hubungan kita! “ ucap Park Eunji disela – sela nafasnya yang terdengar deru memburu.
“Hentikan Eunji –ya! Jangan gila! Aku tidak pernah ingin mengingat terlebih mengulanginya! “ sama kasarnya Min Yoongi berusaha memakaikan kembali pakaian Park Eunji yang hampir lolos dari tubuhnya. Lalu mengangkat tubuh Park Eunji dari pangkuannya dan menghempaskannya sedikit keras keatas tempat tidur.
Bergegas Min Yoongi menjauh dari jangkauan Park Eunji yang terkapar diatas pembaringan, sedikit tergesa lelaki itu menarik gagang pintu menyelinap keluar dari dalam kamar Park Eunji berpindah menuju kamar utama di kediamannya. Namun jantungnya terasa hampir lepas dari tempatnya, tepat saat ia menampakkan tubuhnya keluar dari kamar Park Eunji, Lee Yura sudah menghadangnya didepan pintu.
“Lagi – lagi kesana! Apa yang sebenarnya Oppa kerjakan! “ Lee Yura memasang wajah kaku.
“Oh chagiya, ternyata kau sudah pulang. Tentu saja membuat lagu. “ suara Min Yoongi dibuat serendah – rendahnya untuk menutup gelebah gugup didalam hatinya.
“Buka pintunya, aku ingin melihat ruang kerjamu Oppa! “
“Tidak ada yang spesial, ayo kita kebawah saja! Katanya ingin makan es krim? “ Min Yoongi meraih tangan Lee Yura namun perempuan itu menepisnya. Lee Yura justru mendekati pintu dihadapannya itu dan bergegas berusaha menekan beberapa angka yang ia ingat pada tuts kunci digital.
“Sayang, ayolah. Nanti kuberi tahu nomornya sandinya, ayo kita kebawah! “ bersamaan dengan rengekan Min Yoongi itu, nada berdenting dan pintu terbuka. Lee Yura memasukkan kode yang sama seperti kode akses pintu studio Min Yoongi di kantor agensi yang ia lihat tanpa sengaja waktu itu.
“Yura – ya! “ Min Yoongi berusaha menghentikan langkah kaki wanita itu, namun sayang sekali ia terlambat. Lee Yura sudah berpindah ke unit sebelah.
__ADS_1