SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
46. SEUTAS JALAN MENEMUKAN LEE YURA


__ADS_3

Deru nafas terdengar memburu dari dada Choi Siwan yang tampak naik turun, wajahnya mengeras, tatap matanya semakin kaku menghujam kearah Min Yoongi yang tampak kebingungan. Laki – laki itu terlihat seperti anak ayam yang sedang kehilangan induknya, wajahnya lusuh tidak bersemangat, bahkan seperti ia sudah tidak memiliki gairah dalam hidupnya. Namun disisi lain, berbagai perasaan bercampur aduk didalam hati Choi Siwan. Beragam tanya melesat didalam sanubarinya, mengapa Lee Yura meninggalkan rumah, apa yang membuat wanita itu kabur – kaburan. Apakah Min Yoongi melukainya. Apa yang sedang terjadi diantara mereka, begitu gaung yang berdentang mengisi kepala Choi Siwan.


“Ya, Lee Yura meninggalkan kediaman kami. “


“ Ada sesuatu yang sedang terjadi dalam rumah tangga kami, tentu saja ini bukan sesuatu yang layak untuk diceritakan. Kendati begitu apakah aku boleh tahu, adakah tempat yang mungkin Lee Yura tuju? Dia sedang mengandung anak kami. “ suara Min Yoongi terdengar begetar, bagaikan dawai yang tengah dipetik senarnya menimbulkan gema lirih yang memilukan.


Dalam sekerjap ada sesuatu yang terasa menyakitkan menggerogoti ulu hati Choi Siwan, terasa nyeri seolah hatinya tengah dipilin pelan - pelan dengan ujung jari berkuku panjang. Hatinya merasa tidak rela saat tahu bahwa lelaki didepan matanya itu tengah melukai adik perempuan kesayangannya –(meski Lee Yura bukan adik biologisnya).


“Aku sungguh berdosa pada Lee Yura, untuk itu izinkan aku menemuinya agar aku dapat menebusnya. Aku ingin memohon pengampunanya hyung –(kakak laki – laki). Aku rela sekalipun harus menerima hukuman, tetapi bukan seperti ini, tidak dengan perpisahan seperti ini. Aku mohon. “ terdengar kesungguhan yang pasti dari nada bicara Min Yoongi.


Choi Siwan masih dalam senyapnya, seluruh isi kepalanya carut marut saat mendengar kabar Lee Yura meninggalkan rumah suaminya. Sudah dapat dibayangkan olehnya, seberapa besar luka yang menderanya sehingga memaksa Lee Yura keluar dari dalam istananya. Seorang ratu tidak akan dengan mudah goyah dan menanggalkan mahkotanya begitu saja, jika bukan karena ia sangat terpaksa. Begitu pikir Choi Siwan.


Sekerjap suara kasar terdengar terhembus dari kedua lubang hidung Choi Siwan melerai bisu yang tengah memeluk dirinya dengan Min Yoongi, lelaki itu lantas bangkit dari tempatnya meninggalkan Min Yoongi sendirian dalam hening. Dalam sesaat Choi Siwan menghilang dari pandangan mata Min Yoongi, menyelinap entah kemana.


Hampir sepuluh menit tak terlihat bayangannya, pria berkaos putih itu tampak kembali masuk keruang tamu menghampiri Min Yoongi yang masih mematung diatas tempat duduknya. Choi Siwan lantas mengulurkan secarik kertas putih dengan goresan tinta biru tua membentuk larik - larik tulisan yang padat pada Min Yoongi dan membiarkan pria itu membacanya singkat.


“Sejauh yang terpikirkan olehku, kemungkinan besar Lee Yura berada disana. Tidak ada salahnya mencoba, itu satu – satunya tempat yang langsung terpikirkan olehku. “ tandas Choi Siwan tegas.


“Busan? “ Min Yoongi mencoba memastikannya sekali lagi.


“Ya, coba saja. “


“Apapun yang sedang terjadi diantara kalian, aku minta temukan dia secepatnya. Pastikan Lee Yura dalam keadaan baik – baik saja! Karena aku tidak akan pernah diam dan memaafkanmu jika terjadi sesuatu yang buruk padanya. “ tatapan Choi Siwan bukan sekedar gertakan semata, kilat – kilat amarah jelas tergambar pada manik kehitaman disana.


“Baik Hyung, terima kasih banyak. Aku berjanji akan membawa Lee Yura pulang dalam keadaan utuh. “ ucap Min Yoongi pada akhirnya.


***


Malam itu selepas dari kediaman Choi Siwan, Min Yoongi langsung melesatkan kendaraannya menerobos jalanan Seoul yang tidak pernah lengang untuk kembali kerumah. Saat lelaki itu hendak memarkirkan kendaraannya sudah terlihan Manajer Jang yang masih duduk manis didalam mobil Van hitam kepunyaan Min Yoongi. Lelaki itu lantas turun dari atas bangku pengemudi saat menangkap bayangan artisnya yang juga sudah keluar dari kendaraannya yang lain.

__ADS_1


“Sudah bertemu dengan Choi Siwan? “ tanya lelaki yang berbadan tinggi tegap dengan potongan rambut yang dibiarkan panjang diuntai kebelakang menyerupai ekor kuda.


“Sudah, sekarang kita selesaikan Eunji terlebih dahulu. “ lirih Min Yoongi sembari menunjuk kearah elevator dengan ujung alisnya. Suami Lee Yura itu bergegas masuk kedalam bilik besi sementara Manajer Jang kembali masuk kedalam Van berwarna hitam yang dibiarkan terpakir dengan mesin yang masih menyala.


Setiba didalam rumahnya, Min Yoongi langsung menerobos kediaman Park Eunji yang senyap. Cahaya didalam kamar sengaja dibiarkan remang – remang, seseorang tampak meringkuk diatas pembaringan, dengan selimut tebal membungkus separuh tubuh mungilnya.


“Park Eunji, apakah kamu tertidur? “ Min Yoongi mematung dibibir ranjang.


Perempuan itu tampak menggeliat dari tidurnya, membuka kedua kelopak matanya yang terkatup perlahan. Bayangan tubuh Min Yoongi yang semula terlihat kabur perlahan memudar dan tampak kian nyata. Lelaki itu berdiri tegas dengan kedua tangan terlipat didepan dada seraya beberapa kali mengulukkan namanya.


“Oh Oppa, ada apa? Kau sudah pulang? “ perempuan itu membuka selimut yang menutupi tubuhnya yang hampir telanjang itu.



(Source : Pinterest)


“Oh, tidak! Aku hanya menyesap sedikit tonik saat kami live malam tadi. Sebentar, aku mandi sebentar. “


“Atau Oppa ingin mandi bersamaku? “ Park Eunji kembali berucap.


“Tidak, mandilah! Ganti bajumu, lalu kita pergi ke suatu tempat. “ perintah Min Yoongi pada Park Eunji.



(Source : Pinterest)


    “Kemana Oppa? “


“Ikut saja, nanti kita akan tahu jawabannya. Lekas mandi dan ganti bajumu. “ Sedikit kasar Min Yoongi  mendorong tubuh Park Eunji agar perempuan itu segera masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Sementara Park Eunji mandi dan berganti baju, Min Yoongi terlihat menghubungi seseorang dengan ponsel yang sejak tadi ia simpan didalam saku celananya. Tidak berapa lama Park Eunji tampak keluar dari kamar ganti dengan mengenakan mantel tebal untuk membungkus tubuhnya. Ia kemudian mendekati Min Yoongi yang kini duduk diatas sofa sembari sibuk dengan telepon genggamnya.


“Kita memangnya mau kemana, Oppa? “ sedikit gagap Park Eunji bertanya, seolah ia tengah mencemaskan sesuatu.


“Kesuatu tempat, turunlah dahulu. Ada Jang Manajer dibawah, naik ke mobilku dan aku menyusul. “


“Oh –(iya), aku akan turun Oppa. Tapi benarkan kau akan segera menyusul? “ Park Eunji bertanya dengan sanksi.


“Iya, turun saja. Aku menyusul nanti. “


***


Min Yoongi menuntaskan pembicaraannya dengan seseorang melalui sambungan telepon, ia memutuskan untuk mempekerjakan seorang detektif swasta untuk memastikan keberadaan Lee Yura istrinya. Ia meminta bantuan detektif muda itu untuk mengawasi keadaan Lee Yura  jika memang benar istrinya itu sedang berada di Busan. Meski dalam benak Min Yoongi diliputi berjuta pertanyaan tentang Profesor Han, ia mengesampingkan seluruh tanda tanya yang berlalu lalang didalam benaknya. Satu hal yang ia harapkan didalam lubuk hati kecilnya yang terdalam adalah, Lee Yura dalam keadaan baik – baik saja.


Setelah tuntas dengan urusannya Min Yoongi lantas menyusul Park Eunji di gedung parkir, lelaki itu bergegas menjatuhkan tubuhnya disamping Park Eunji yang sudah dengan cemas menantikan kehadirannya. Seulas senyuman lahir dikedua sudut bibir Park Eunji saat melihat pria itu duduk santai disebelahnya.


“Oppa, apa kita akan mengulang masa lalu? Berkencan diam – diam ditemani oleh Manajer Jang? “ tanya Park Eunji ringan.


“Oh –(iya), kita lihat saja. “


Kendaraan yang dikemudikan oleh Manajer Jang tampak masuk kedalam sebuah area parkir khusus sebuah gedung yang cukup megah dikawasan Gangnam. Ketiganya bergegas masuk kedalam elevator dan langsung berhenti dilantai tiga bangunan serba putih tersebut. Gurat tanya jelas berjejak memenuhi wajah Park Eunji.


“Oppa, tempat apa ini? “ telisik Park Eunji penuh curiga.


Baik Min Yoongi maupun Manajer Jang masih diam membisu sembari terus menggiring Park Eunji menyusuri lorong yang lengang itu. Wajah Park Eunji tampak pias saat menyadari keberadaannya, kini tampak jelas terlihat bahwa ia tengah dibawa ke sebuah klinik. Meja pemeriksaan, layar –layar  monitor dengan berbagai fungsi dan mungkin peralatan bedah tampak berjajar rapi didalam ruangan berdinding kaca yang baru saja ia lewati.


“Oppa. Aku tidak mau! Untuk apa kita kemari Oppa! Jangan gila! “ teriak Park Eunji sambil berlari menjauh dari tempat yang sedang ia tuju bersama Min Yoongi. Namun nahas, Min Yoongi tetap sanggup meraih Park  Eunji dengan tangannya yang kekar, dengan sedikit kesal lelaki itu menarik paksa Park Eunji untuk tetap mengikutinya.


“Ikuti saja perintahku Park Eunji, kita bisa menemukan jalan keluarnya! “ sergah Min Yoongi tak ingin dibantah.

__ADS_1


__ADS_2