SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
25. MENGHAPUS BATAS


__ADS_3

    Sore itu hari minggu, Lee Yura baru saja kembali dari supermarket untuk berbelanja kebutuhan mingguannya bersama Bibi. Ia dan wanita paruh baya itu baru saja keluar dari dalam mobil seraya menenteng beberapa tas    belanja yang berisi penuh dengan sayur mayur, aneka buah dan juga lauk pauk.


    “Biar nanti saya kembali untuk mengambilnya Nyonya. “ ucap Bibi saat melihat Lee Yura turut mengangkut kantong belanja dengan dua pundaknya sekaligus dan masih menenteng buah jeruk satu kotak penuh.


    “Tidak apa – apa Bi, kita lakukan bersama – sama agar Bibi tidak perlu bolak balik kebawah lagi. “ sambung wanita itu tanpa menanggalkan senyumannya.


    Sedikit terhuyung – huyung keduanya berlari kecil mengejar elevator yang hampir tertutup itu, untung saja seseorang didalam bilik besi itu bergegas menekan tombol buka pintu sehingga elevator urung terkatup.


    “Astaga, Yura –ya, kenapa tidak meminta mereka mengirim saja belanjaannya? Kamu ini suka sekali merepotkan diri. “ Min Yoongi yang ternyata sudah berada didalam elevator dengan cepat mengambil alih seluruh barang yang bergelayut pada bahu dan tangan istrinya.


    “Oh, kamu sudah pulang? “ kedua bola mata Lee Yura tampak membulat, sepasang bibirnya merekahkan senyuman yang begitu ceria. Ia tampak sangat senang mendapati Min Yoongi ada didalam ruang sempit itu.


    “Aku suka berbelanja seperti ini, ini adalah salah satu hal yang sangat menghiburku jika kau ingin tahu Yoongi –a. “ ucap wanita itu dengan antusias.


     Ketiganya langsung masuk kedalam rumah, Min Yoongi perlahan meletakkan seluruh kantung belanjaan didapur dan membiarkan Bibi yang membereskannya. Lelaki itu beranjak menuju lantai dua sementara Lee Yura turut mengekorinya. Min Yoongi langsung menjatuhkan tubuhnya keatas sofa saat ia masuk kedalam kamar, sementara Lee Yura tampak membereskan nota – nota belanja yang tadi ia masukkan begitu saja kedalam tas selempangnya.


    “Yura – ya, kemarilah. “ panggil Min Yoongi dengan nada bicara yang terdengar sangat manja.


    “Ada apa? Ingin minum? “ sembari mengecek nota belanjanya Lee Yura menjawab Min Yoongi tanpa memandang ke arah lelaki itu sedikitpun.


    “Tidak! Aku ingin kamu kemari, kemarilah. “ rengengknya lagi.


    Melihat Min Yoongi yang memasang wajah cemberut Lee Yura beranjak dari kursi yang sedang ia tempati itu dan turut menjatuhkan tubuhnya tepat disamping Min Yoongi. Ditatapnya wajah lelaki itu lalu Min Yoongi tersenyum.


    “Ada apa? “


    “Tidak ada, hanya ingin melihatmu duduk disini saja. “ seolah seperti ingin menggoda Lee Yura lelaki itu menggeleng – gelengkan kepalanya tanpa rasa bersalah.


__ADS_1


(Source : Pinterest)


    “Ck, menggangu saja. Aku sedang menghitung belanjaan Min Yoongi! “ Lee Yura lantas bangkit dari sofa hendak kembali menuju kursi kerja yang tadi ia gunakan. Namun belum sempat berajak, Min Yoongi sudah terlebih dahulu menarik tangan Lee Yura hingga membuat perempuan itu jatuh diatas pangkuan Min Yoongi tanpa sengaja.


    Dengan wajah paniknya Lee Yura bergegas bangkit dari atas pangkuan Min Yoongi namun lelaki itu justru menahannya. Ia merangkul dengan erat pinggang Lee Yura  dan tetap membiarkan wanita itu duduk diatas kedua pahanya. Bahkan dalam sesaat lelaki itu tidak sedikitpun mengalihkan pandangan matanya dari paras ayu Lee Yura.


    “Buat apa menghitung – menghitung lagi? Aku tidak pernah memintamu untuk melakukan itu, pakai saja uang yang aku berikan, tidak perlu perhitungan untuk urusan belanja rumah tangga Yura –ya. “ ucap lelaki sembari terus menatap wajah wanita yang tengah duduk dengan tidak nyaman diatas pangkuannya.


    “Oh –(iya), baiklah Min Yoongi aku tidak akah melakukannya lagi, jadi sekarang turunkan aku. “ gugup wanita itu.


“Jamsiman –(tunggu sebentar), biarkan aku memelukmu sebentar lagi. Aku sedang mengisi daya tubuhku. “ ucap lelaki itu sembari mengeratkan dekapannya kepada Lee Yura.


    Sekuat tenaga Lee Yura mendorong salivanya, degup jantungnya pun terdengar berpacu lebih cepat bahkan mungkin saja Min Yoongi bisa mendengarkannya dengan jelas. Semakin lelaki itu membenamkan wajahnya pada tubuh Lee Yura dan sedikit memaksa wanita itu agar balik memeluknya.


    “Tunggu sebentar saja, aku ingin seperti ini, jangan beranjak dahulu Yura –ya. “



(Source : Pinterest)


    Jemarinya yang berotot itu tampak membelai lembut wajah cantik Lee Yura, kedua netranya juga terlihat sedang mengawasi setiap inchi paras ayu wanita itu. Lee Yura masih saja berdiam dan tertegun turut memandangi wajah Min Yoongi yang begitu tampan.


    Cup.


    Sekilas bibir merekah Min Yoongi mengecup sepasang garis bibir Lee Yura yang tipis, terasa lembut dan lembab kecupan yang ditinggalkan oleh lelaki itu disana. Cup! Ia melakukannya lagi, untuk sepersekian detik, lelaki itu membiarkan bibirnya tetap menempel pada bibir Lee Yura, memagutnya perlahan meski tidak mendapatkan balasan.


    “Apakah kamu marah Yura –ya?  “ ucap lelaki itu ketika sudah melepaskan tautan bibirnya dan memandang begitu lekat wajah Lee Yura yang kemerahan.


__ADS_1


(Source : Pinterest)


    “Ah, aniyo –(tidak). Aku tidak marah, aku hanya terkaget. “ Lee Yura bergegas beranjak dari pangkuan Min Yoongi namun pandangan mata keduanya masih saja bertemu dan membuat wanita itu semakin tampak gugup mencari kesibukan.


    “Yoongi –a, aku mandi dahulu kalau begitu. “ Lee Yura terburu – buru menuju kamar ganti dan menyerobort dengan asal pakaiannya lalu menghilang kedalam kamar mandi.


***


    Malam harinya tampak Lee Yura tengah mengerjakan sesuatu dengan laptopnya diatas meja kerja didalam kamar. Sementara Min Yoongi kini sudah terlelap diatas tempat tidur, dihari minggu yang cukup senggang itu ia benar – benar memanfaatkan waktunya untuk beristirahat. Tidak seperti hari – hari biasanya, lelaki itu selalu kembali kerumah diatas jam dua belas malam.


    Dalam keheningan tiba – tiba ponsel milik Lee Yura berdering cukup nyaring, hingga membangunkan seseorang yang sudah meringkuk lelap diatas kasur. Bergegas Lee Yura menyambar benda pipih berwarna hitam itu dan  segera mengangkat teleponya.


    “Halo, selamat malam Profesor. Ada yang bisa ku bantu? “ sapa Lee Yura dengan lembut pada seseorang yang tengah memanggilnya  melalui telepon.


    “Jepang? Apakah tidak ada dosen pengganti selain aku Prof? Ini terlalu mendadak. “ sambung Lee Yura dengan wajah cemas.


    Tiba – tiba saja Lee Yura harus ditugaskan ke Jepang selama beberapa hari untuk menghadiri konferensi, lantaran profesor utama yang ditugaskan mendadak urung berangkat karena tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi kesehatannyatidak memungkinkan untuk bepergian jauh.


    “Ah baiklah Prof, jika demikian aku persiapkan dahulu materi pengganti untuk kelasku di minggu ini. Terima kasih Prof. “ Lee Yura terlihat begitu lesu.


    Tidak seperti biasanya, wanita itu selalu saja antusias jika mendapat tugas dinas diluar kota atau luar negeri. Kali ini ia tampak bersungut – sungut sebab dengan ia pergi berdinas itu berarti ia dan Min Yoongi akan berjarak. Terlebih untuk saat ini, hubungannya bersama Min Yoongi sedang hangat – hangatnya.


    “Waeyo? –(Ada apa?). “ suara Min Yoongi yang serak basah tiba – tiba mengagetkan Lee Yura.


    “Oh kamu sudah bangun? “ perempuan itu bergegas berjalan mendekati pembaringan lalu ia duduk dibibir ranjang, jarak nya cukup dekat dengan Min Yoongi.


    “Aku harus ke  Jepang lusa, mungkin sampai tiga hari kedepan. “ kesedihan terpulas pada paras ayu Lee Yura.


    “Ada keperluan apa? Kenapa mendadak sekali? “ Min Yoongi terlihat tidak senang.

__ADS_1


    “Aku harus menghadiri konferensi. “ Lee Yura mencibikkan bibirnya, ia sangat tidak bersemangat.


    Min Yoongi terpaku untuk sesaat, ia tidak merespons ucapan Lee Yura sama sekali


__ADS_2