SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
47. MENYINGKAP TABIR


__ADS_3

    Manajer Jang tampak mengetuk pintu berwarna putih itu dengan ringan lalu mendorong daun pintu perlahan. Min Yoongi yang mencengkeram erat tangan Park Eunji dan tampak menarik perempuan itu dengan sedikit kasar hingga pergelangan tangan Park Eunji berjejak kemerahan jiplakan jemari Min Yoongi yang kekar. Wajah Park Eunji yang tertutup masker tampak pias, jemarinya mulai terasa dingin berkeringat, sorot matanya berusaha berlarian kesana – kemari menutupi gelebah gugup yang melanda dirinya.


    Min Yoongi mendorong pelan tubuh wanita dalam genggaman tangannya itu agar segera duduk mengisi sofa yang kosong untuk satu orang, lalu seorang wanita muda dengan jas putihnya tampak mendekati ketiganya yang kini sudah mengisi penuh ruang kerjanya


    “Eunji –ya, perkenalkan dia dokter Jang Nara. Dia adik perempuan Manajer Jang. ” Ucap Min Yoongi seraya menyilangkan tangan dan membawanya kedepan dada.


    “Oh –(iya). Untuk apa membawa ku kemari? “ gugupnya.


    “Tentu saja aku ingin mengetahui semuanya dengan jelas. Aku ingin memastikan kehamilanmu. Aku ingin memastikan bayi itu tumbuh sehat didalam rahim mu Park Eunji, terlebih aku tahu kamu sering minum – minum alkohol dengan bebas diluar sana tanpa mempeduli kehamilanmu. ” tegas Min Yoongi.


    “Dia sehat, dia baik – baik saja! Kenapa Oppa membawa ku ketempat ini tanpa seijinku? “ kilah Park Eunji dengan sedikit kalut. Matanya tampak berkaca – kaca menyiratkan tangis yang siap membuncah kapan saja.


    “Demi kebaikan bersama Eunji-ya. “ lirih Min Yoongi tepat ditelinga Park Eunji. Dalam perkataannya baru saja mengandung banyak makna yang cukup sulit untuk ditelaah dengan sederhana.


    “Mari langsung ke ruang pemeriksaan. “ dokter muda itu bangkit dari tempatnya dan segera meminta Park Eunji mengikutinya.


    Akan tetapi wanita berparas ayu itu tetap diam tidak bergeming ditempatnya, ia seolah tidak dapat beranjak atau sejujurnya  memang enggan mengikuti perintah dokter muda itu. Matanya masih berlarian kesana-kemari seolah mencari-cari sesuatu yang hilang dari dirinya.


    “Ayo Park Eunji! “ Min Yoongi kembali meraih jemari Park Eunji dan menyentaknya sedikit kasar, membuat perempuan itu terpaksa bangkit dari tempatnya. Bibirnya masih terkatup, meski jelas terlihat ia sedang berusaha mengatakan sesuatu dari mulutnya yang mungil itu.


    “Oppa, tunggu. Apakah harus sejauh ini? “


    “Ada apa memangnya? Apakah salah seorang Ayah ingin tahu keadaan bayinya? Sekalipun aku belum pernah mendengar suara detak jantung bayi yang berada didalam rahim mu Park Eunji! Aku ingin mendengarnya! “ tandas Min Yoongi, matanya yang pekat menerobos tanpa ampun pada kedua penglihatan Park Eunji yang keruh itu. Park Eunji berusaha keras mendorong salivanya yang terasa menggumpal dan menyumbat ujung tenggorokannya, dadanya mulai terasa sakit entah menagapa.

__ADS_1


    Park Eunji mengalah pada akhirnya, seperti seekor anjing poodle yang digendong pemiliknya, perempuan itu mengikuti langkah kaki Min Yoongi dengan gontai. Setengah hati ia menjatuhkan tubuhnya diatas meja pemeriksaan, tepat disamping ranjang yang diisi oleh Park Eunji terpasang dengan rapi monitor yang terhubung dengan transducer yang nantinya akan ditempelkan pada permukaan perut rata miliknya.


    “Permisi, saya buka bajunya Nona. “ lirih suara dokter Jang Nara dibalik masker yang menuntupi sebagian hidung dan mulutnya.


    Min Yoongi berdiri mematung ditempatnya, sedetikpun matanya tidak teralihkan dari bagian perut Park Eunji yang separuh terbuka, dibiarkan tanpa penutup apapun diatasnya. Tampak dokter muda itu mengoleskan gel khusus pada sebagian perut bagian bawah milik Park Eunji yang akan diperiksa. Lalu mendorong pelan alat yang dipegangnya itu mengitari perut rata perempuan itu. Wajah dokter muda itu berubah seketika, ia mendong kembali alat pemeriksaannya tepat diatas rahim wanita muda yang terbaring tidak berdaya diatas ranjang pemriksaan.


    “Tidak ada apapun didalam sana. “ ujar wanita itu menatap kosong kearah Park Eunji lalu bergantian memandang wajah Min Yoongi yang tampak keheranan.


    “Maksud Dokter? “ lelaki itu menelan salivanya.


    “Tidak ada kantung kehamilan, dan tentu saja tidak ada janin didalam rahimnya, pun tidak ada tanda – tanda atau gejala kerusakan jaringan bekas keguguran. “ ujar wanita itu seraya terus menantap layar monitor yang tengah mencitrakan gambar keadaan rahim Park Eunji.


    “Jadi maksud Dokter memang tidak pernah ada kehamilan begitu? “ kening Min Yoongi tampak berkerut, ia menatap keruh Park Eunji yang hanya bisa terdiam pasrah diatas tempat tidur yang dibungkus dengan perlak hitam itu.


    “Park Eunji, apakah kamu membohongiku selama ini? Lalu alat uji kehamilan itu kau dapatkan dari mana? Kenapa kau sejauh ini Park Eunji? Kau benar – benar  ingin menghancurkan rumah tanggaku? “ mata Min Yoongi yang berkilat – kilat menghujam tajam pada kedua netra Park Eunji yang kini berkaca – kaca.


    “Duduk! Jelaskan semua sedetil – detilnya! Apa yang sebenarnya kau inginka! Istriku meninggalkanku sekarang dan semua ini terjadi karena ulahmu! “ Min Yoongi meninggikan nada bicaranya.


    “Salahku? Semua karena ulahku?! Apa kau tidak berkaca Oppa? Semua ini terjadi karena dirimu! Aku tidak ingin kau meninggalkanku! Sejak semula kau itu milikku! Bukan milik Lee Yura! “ Park Eunji kini meneteskan tangisannya, tidak terlihat jelas tangisan yang gugur dari kedua pelupuk matanya adalah kejujuran atau hanya sandiwara belaka.


    Min Yoongi masih bungkam, ia memandang iba perempuan yang tengah menangis itu. Mau seperti apapun keadaannya, Park Eunji adalah wanita yang dulunya selalu mengisi hari – hari Min Yoongi tanpa jeda. Wanita yang duduk dalam singgasana cinta Min Yoongi yang paling tinggi, sampai – sampai ia rela menikahi wanita lain demi menjaga nama baik kekasihnya itu. Rasa bersalaha menyeruak untuk sesaat kedalam dada Min Yoongi, mau bagaimanapun memang ia memiliki andil dalam permalasahan ini. Namun dadanya lega, satu persatu kian jelas ujungnya.


    “Park Eunji, turunlah. Ayo kita bicara dirumah, banyak hal yang perlu kita tuntaskan bukan? Ayo. “ jemari Min Yoongi meraih pergelangan tangan Park Eunji dan tidak sekasar tadi. Ia membimbing perempuan itu turun dari atas pembaringan dan bersiap membawanya keluar dari ruang pemeriksaan. Setelah berpamitan sekilas, ketiga orang itu kembali berjalan menyusuri lorong – lorong lengang klinik pemeriksaan.

__ADS_1


***


    Park Eunji kini duduk diatas sofa ruang tamu rumah yang ia tinggali, ia menundukkan wajahnya seolah dirinya tidak memiliki keberanian atas kesalahan yang sudah ia lakukan pada Min Yoongi. Sementara lelaki berbadan padat berisi itu duduk tenang dengan kedua tangan terlipat didepan dada memandang lurus kearah Park Eunji.



(Source : Pinterest)


    “Eunji –ya, aku tahu aku sangat menyakitimu. Aku meninggalkanmu dan lebih memilih Lee Yura istriku. “ senyap kembali menggeliat, tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir Park Eunji.


    “Eunji –ya, kita tidak akan pernah memiliki masa depan jika terus dipaksakan bersama, dan tentu saja aku tidak ingin terus menerus melanjutkan hubungan ini. Aku milik Lee Yura sepenuhnya, jadi aku mohon  mari kita lupakan semua yang sudah terjadi diantara kita. “ lirih Min Yoongi setengah memohon.


    “Oppa, kau ingat bukan saat kali pertama kita berjumpa? Dimalam penghargaan tahun 2018 silam? Itu adalah kali pertama aku jatuh cinta padamu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Kita masih sama – sama muda saat itu, rambutmu bercat biru! Aku ingat. “ Park Eunji mengambil jeda sesaat.



(Source : Pinterest)


 “Kian lama kita berpacaran pada akhirnya, mulai dari hal – hal sederhana hingga bercumbu diatas tempat tidur, kita sudah pernah melakukan semuanya tanpa terlewatkan. Kita juga sempat mengambil jeda selama beberapa saat lantaran aku kecanduan, tapi sedikitpun kau tidak meninggalkanku Oppa. Justru kau yang berada disampingku dimasa – masa kritis kehidupanku. “ Park Eunji berkaca – kaca, kali ini segala hal yang terucap dari bibirnya jelas terasa betapa tulusnya ia.


    “Oppa, jujur saja aku tidak ingin kehilanganmu. Sehingga aku menciptakan drama – drama yang sebenarnya tidak perlu. Jika dilihat dengan akal sehat, seharusnya aku senang karena kau melepaskanku tanpa syarat. Tanpa membahas kehidupan kelamku saat bercumbu dengan narkoba, tapi aku terlalu naif. “ tangisan tak dapat dibendung Park Eunji menangis sejadi – jadinya.


    Perasaan Min Yoongi turut terkoyak saat gambaran kisah masa lalunya  bersama Park Eunji merambat dalam sekerjap mengisi ingatannya. Tanpa sadar lelaki itu menangkup tubuh Park Eunji kedalam dekapannya dan membiarkan perempuan itu menumpahkan segala mperasaannya. Mungkin untuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1


__ADS_2