
Lee Yura masih membeku sembari terus menatap pada lembaran kertas putih yang dipegang oleh dokter. Ia masih belum percaya akan hasil pemeriksaannya, ia hamil. Sedikitpun ia belum pernah membayangkan hal itu akan terjadi, terlebih ia dan Min Yoongi masih sama – sama belajar untuk saling mengenali. Namun siapa sangka, Lee Yura hamil lebih cepat diwaktu yang tak terduga.
“Chagiya, kita akan menjadi orang tua. “ suara Min Yoongi terdengar bergetar. Lelaki itu berjalan perlahan mendekati istrinya yang masih lemas duduk diatas ranjang, bergegas Min Yoongi menangkup Lee Yura kedalam pelukan nya.
“Secepat ini? “ lirih Lee Yura.
“Waeyo –(kenapa)? Kamu belum siap? “ Min Yoongi menatap kedua netra Lee Yura yang tampak kosong, seolah ia sedang menatap udara.
“Kita akan bersama – sama belajar sayang, kita berjuang untuk anak kita ya? “ lelaki itu mengecup puncak kepala istrinya.
“Namun karena kondisi Nyonya masih lemah, jadi sebaiknya tetap di rawat dirumah sakit saja Tuan. Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, untuk keselamatan Nyonya dan bayi didalam rahimnya. “ lelaki berjas putih itu tampak memberikan penjelasan seraya mendorong kacamatanya yang merosot dengan jemarinya.
“Iya dokter, biarkan istriku menerima perawatan dahulu. Jika memang kondisinya sudah membaik baru kami akan pulang. “ seberkas senyuman kini terulas pada wajah Min Yoongi.
Sesaat lelaki itu menatap wajah istrinya yang sayu, dalam sekerjap keraguan didalam hatinya lenyap, kebahagiaan tiba – tiba saja merasuk kedalam rongga – rongga dadanya. Tidak ada lagi penyesalan dan ketakutan seperti yang ia rasakan beberapa saat lalu. Pikirannya perihal Park Eunjipun sudah mengudara, yang ia tahu bahwa dirinya sangat bahagia karena ada buah cinta didalam rahim Lee Yura.
Pria berkacamata yang menjadi dokter utama dalam perawatan Lee Yura itu tampak menghilang keluar dari dalam kamar rawat. Bersisa Min Yoongi dan Manajer Jang yang tampak duduk mengisi salah satu sofa berwarna mocca disalah satu sudut ruangan.
“Oppa, apakah kamu benar – benar siap? “ Lee Yura meraih jemari Min Yoongi dan mengusap – usapnya lembut. Lelaki itu tersenyum ringan.
(Source : Pinterest)
“Aku akan siap menjadi Ayah untuk anak kita. “ senyuman tidak tanggal dari sepasang bibir tipis Min Yoongi
__ADS_1
yang bersemu merah.
“Baby, dengarlah ini suara Appa –(Ayah). “ sambung lelaki itu sembari mendekatkan bibirnya kearah perut Lee
Yura yang masih rata.
(Source : Pinterest)
“Sehat – sehat didalam perut Eomma –(Ibu) ya sayang, Appa minta selalu tumbuh dengan bahagia didalam sana anakku. “ kini jemarinya tampak mengusap – usap perut Lee Yura, dan dalam sekerjap air mata tampak gugur dari kedua sudut mata Lee Yura.
“Kenapa sayang, “ Min Yoongi langsung merengkuh Lee Yura kedalam dekapannya.
“Tidak, aku hanya belum menyangka dan sangat berbahagia karea aku benar – bener memiliki keluarga. Keluarga yang tidak pernah aku miliki sebelumnya. “ isaknya.
Seusai habis dengan tangisnya, Lee Yura kini tampak menyandarkan tubuh nya pada punggung ranjang sembari terus menatap Min Yoongi yang masih berbincang – bincang dengan Manajer Jang. Dalam relung hati kecilnya terasa lirih bergeming, bahwa rasa cinta nya kini sudah habis untuk Min Yoongi. Terlebih setelah ia menyadari kehamilannya, ia juga turut menyadari betapa ia jatuh hati pada lelaki itu.
“Oppa. “ panggil Lee Yura sambil terus menatap Min Yoongi.
“Oh –(iya)? “ Min Yoongi mengalihkan pandangan matanya kearah Lee Yura.
“Tidak ada, aku hanya ingin memanggil Oppa saja. Hmm apa sebaiknya Oppa pulang saja? Besok Oppa harus bekerja pagi bukan? Aku tidak apa – apa disini sendiri. “ tukas Lee Yura tegas.
“Tidak, aku tinggal disini dan besok aku minta Eomma datang menemani mu sayang. “ putus Min Yoongi sama tegasnya.
__ADS_1
***
Hampir tengah malam, sementara Manajer Jang sedang pergi menuju kediaman penyanyi berusia tiga puluh tahun itu untuk menjemput Bibi, Min Yoongi tampak duduk sendirian disamping ranjang Lee Yura yang kini sudah terlelap. Ditatapnya wajah wanita itu dengan sorot mata yang muram penuh penyesalan, ia merasa berdosa pada Lee Yura karena keberadaan Park Eunji yang belum kunjung ia selesaikan. Atau bahkan tidak dapat ia selesaikan, sesaat dadanya terasa begitu sesak dan berat. Ia hanya punya satu raga tapi ada dua jiwa yang harus ia jaga, dan semuanya itu terjadi karena kesalahannya sendiri.
Dalam keheningannya tiba – tiba saja ponsel yang Min Yoongi geletakkan diatas meja didepan sofa terdengar
nyaring berdering. Gegas lelaki itu beranjak dari kursi yang ia tempati lalu segera menyambar ponsel yang masih
menyala – nyala tanpa jeda. Min Yoongi lantas menyelinap keluar dari dalam kamar untuk menjawab panggilan.
“Oh –(iya) Eunji –ya, ada apa? “ ucap Min Yoongi selepas menghela nafas beberapa saat.
“Oppa, bisakah kamu tidur disini malam ini? Aku sangat merindukanmu sayang, bayi kita juga sangat merindukanmu. “ suara Park Eunji terdengar begitu manja memohon.
“Mihane –(maaf) Eunji –ya, aku tidak bisa. Lee Yura sedang dirawat dirumah sakit aku tidak bisa meninggalkannya. “ tolak Min Yoongi.
“Oppa! Ada anakmu didalam rahimku, apa kau tidak ingat itu? “ kesal Park Eunji.
“Aku tahu Eunji-ya, tapi sungguh aku tidak bisa pergi malam ini. Aku mohon bersabarlah Park Eunji. “ Min Yoongi hanya mendengar hembusan nafas yang kasar dari panggilan telepon diseberang. Ia yakin bahwa saat ini Park Eunji sedang mengutukinya setengah mati didalam hati.
“Hmm, baiklah aku mengalah kali ini. Tapi besok kau harus datang, bawakan aku buah strawberi!” keluh Park Eunji pada akhirnya, lalu wanita itu mematikan sambungan teleponnya.
Perasaan Min Yoongi yang semula diliputi bahagia berangsur memudar, kini hatinya kembali terbagi dua. Bukan karena ia masih memendam rasa pada Park Eunji, tetapi karena belas kasih dan rasa tanggung jawabnya pada bayi dalam perut Park Eunji. Ia terpaksa membagi pikirannya pada dua wanita yang berbeda, meski Lee Yura adalah prioritas utamanya.
Lelaki itu lantas masuk kedalam kamar, ditengoknya Lee Yura masih lelap dalam tidurnya. Tanpa berpikir panjang,Min Yoongi turut naik begitu saja keatas ranjang mengambil sisi yang kosong disamping Lee Yura. Pria itu lantas mendekap tubuh mungil Lee Yura, membiarkan wanita itu nyaman dalam pelukan dada bidangnya.
__ADS_1
“Aku sangat mencintaimu Lee Yura. “ bisiknya lirih.