SOMEBODY DOES LOVE

SOMEBODY DOES LOVE
23. MEMILIH BERTAHAN


__ADS_3

    Pada akhirnya Lee Yura memilih untuk berdamai dengan dirinya dan berusaha menerima keputusan Min Yoongi meski itu bertentangan dengan akal sehatnya. Hati kecilnya terus saja menjerit ingin bersanding selamanya dengan lelaki itu. Meski belum seberapa rasanya, ia ingin tetap terus membiarkan dia hidup didalam jiwanya.


    “Kita mulai lagi semuanya dari awal ya? Aku akan berusaha, berusaha memperlakukanmu dengan lebih baik lagi, berusaha mengenalmu lebih dalam lagi dan berusaha membuat pernikahan kita menjadi utuh. “ sambung lelaki itu seraya mengendurkan pelukannya.


    Lee Yura tersenyum sekilas, matanya yang sayu menatap sendu kedua netra Min Yoongi yang tidak berpaling sedikit pun dari wajahnya. Jemari lelaki itu juga tampak menyeka bekas – bekas air mata yang masih berjejak pada kedua pipi Lee Yura.


    “Apa boleh kita pulang hari ini? “ Lee Yura terdengar memohon.


    “Iya, ayo kita pulang hari ini. Kita berkemas dahulu ya, dan bolehkah sekali lagi aku memelukmu Lee Yura? “


    Perempuan itu mengangguk menyetujuinya, rengkuhan hangat dada bidang Min Yoongi kembali Lee Yura rasakan. Aroma segar yang berasal dari body wash yang ia kenakan pun turut menyapa pembauan Lee Yura, lelaki itu semakin terasa nyata baginya.


    “Jangan pernah meminta untuk berpisah lagi dariku Lee Yura, kita sama – sama saling memiliki meski aku harus belajar lebih lagi. “ bisik lelaki itu sembari terus mengeratkan dekapannya.


***


    Selepas membereskan barang – barang bawaannya, Min Yoongi tampak menuruni anak tangga sembari menenteng tas dikedua tangannya. Lee Yura berjalan dibelakangnya mengikuti langkah kaki lelaki itu. Ayah Ibu Min Yoongi beserta kakak lelakinya terlihat masih berbincang di ruang tamu, tampak gurat kecemasan dalam wajah mereka seolah menyadari bahwa rumah tangga putra bungsunya sedang tidak baik – baik saja.


    “Kalian mau pulang sekarang? “ ibu Min Yoongi tampak bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menghampiri Lee Yura yang baru saja menapakkan kakinya dilantai bawah.


    “Iya Bu, karena besok aku harus mengisi seminar disalah satu kampus. “ Lee Yura tersenyum tipis.


    “Maafkan kami tadi Bu, aku tidak bermaksud mengacaukan upacara peringatan nenek. “ Min Yoongi terdengar memohon maaf pada Ibunya.


    “Kalian ada masalah apa? Lihatlah istrimu pasti menangis tersedu – sedu, apa yang kau lakukan pada Lee Yura? Kau pasti berulah Min Yoongi! “ Min Jisung memelototi anak lelakinya yang berdiri tidak jauh dari Lee Yura.

__ADS_1


    “Bukan masalah yang berarti Hoejang Nim, hanya sedikit kesalahpahaman saja. “


    “Kesalahpahaman? Tapi lihatlah kedua matamu itu, kamu menangis semalaman bukan? Katakan saja pada Ayah jika Min Yoongi memperlakukanmu dengan buruk. “ Min Jisung masih mengawasi putranya dengan sorot mata yang tajam.


    “Iya Ayah, jika begitu kami pamit dahulu. Maaf jika kami harus terburu – buru kembali ke Seoul. “ Lee Yura menimpali. Perempuan itu kemudian memeluk Ibu mertuanya kemudian memberi salam hormat pada Min Jisung juga Min Geumjae.


    “Eomma, kami pergi dahulu. “ Setelepas berpamitan, keduanya bergegas naik kedalam mobil dan membiarkan kendaraan itu melaju, membawa mereka kembali ke Seoul.



(Source : Pinterest)


    Matahari belum sepenuhnya terbenam saat pasangan suami istri Min Yoongi sudah tiba di Seoul. Udara sore itu juga masih terasa hangat memeluk tubuh mereka saat keduanya turun dari mobil. Manajer Jang mengiringi langkah kaki Lee Yura dan Min Yoongi hingga keduanya benar – benar masuk kedalam rumah, lalu dia undur.


    “Tuan, Nyonya sudah pulang ya. Kenapa tidak mengabari, Bibi belum sempat memasak apapun. “ ucap wanita paruh baya itu saat menyambut kehadiran sang pemilik rumahnya.


    “Kami naik dahulu ya Bi. “ sambung perempuan itu lagi.


    Lee Yura dan Min Yoongi bergantian menggunakan kamar mandi, selepas membersihkan diri tampak lelaki itu menggeletakkan tubuhnya diatas pembaringan sembari membaca sesuatu melalui ponselnya. Sementara Lee Yura mengambil kursi kerja didalam kamar untuk ia gunakan menyelesaikan pekerjaannya. Tampak begitu serius Lee Yura membaca berlembar – lembar kertas kerja yang ia pegang dengan kedua tangannya.



(Source : Pinterest)


    “Kamu tidak lelah? Beristirahatlah dulu Lee Yura. “ omel Min Yoongi dari atas tempat tidur, namun perempuan itu tidak menyahut.

__ADS_1


    Wanita berambut panjang itu seolah sedang berusaha memahami banyak hal yang dituangkan dalam materi seminarnya esok hari. Sedikitpun ia tidak menggubris polah tinggah Min Yoongi yang bergolek kesana kemari mencari kenyamanan.


    “Yura –ya, apakah masih lama? Ayo makan? “ panggil lelaki itu lagi dengan memasang raut muka memelas pada wajahnya.


    “Makan saja dulu, aku belum lapar. “ tanpa mengalihkan sedikitpun pandangan matanya, Lee Yura menjawab santai perkataan Min Yoongi baru saja.


    Melihat Lee Yura yang tidak menggubrisnya, lelaki itu bergegas beranjak dari atas tempat tidur dan segera keluar dari dalam kamar utama. Ia berjalan perlahan menuju ruang makan dan benar saja Bibi terlihat sedang menyusun lauk pauk untuk makan malam.


    “Bi, aku makan dikamar, tolong siapkan Bi biar ku bawa sendiri. “ ucap lelaki itu sembari menarik salah satu kursi diruang makan dan menempatinya. Ia memperhatikan dengan begitu seksama setiap pergerakan yang dilakukan oleh asisten rumah tangganya. Pria itu bergegas bangkit berdiri saat melihat Bibi sudah selesai menyusun makanan diatas nampan kayu berwarna hitam.


    “Biarkan saya yang membawa keatas Tuan. “


    “Tidak usah Bi, aku saja. “ Ia kemudian menarik perlahan satu baki yang penuh berisi dengan makanan dan membawanya menuju kamar utama.


    Setibanya didalam kamar ia langsung meletakkan nampan kayu berwarna hitam itu keatas meja. Ia mengambil beberapa potong tangsuyuk – (ayam filet goreng tepung disiram dengan saus asam manis) kedalam piring kecil dan kemudian menghampiri Lee Yura yang sama sekali tidak menyadari kehadirannya.


    “Aaak, buka mulut mu. “ perintah lelaki itu dengan tegas, memaksa Lee Yura menerima suapan makanan dari tangannya.


    “Apa ini, kenapa makan dikamar? “ Lee Yura tampak begitu terkejut hingga ia lupa mengatupkan sepasang bibir mungilnya itu.


    “Tidak apa – apa, ayo cepat buka dulu mulut mu. “ Min Yoongi kemudian memasukkan makanan itu kedalam mulut Lee Yura perlahan.


    Belum habis makanan didalam mulutnya, Min Yoongi kembali mengulurkan makanan dengan sepasang sumpit ditangannya itu kearah Lee Yura. Perempuan itu menggeleng pelan, menolak menerima potongan ayam yang diulurkan kepadanya.


    “Aaak, buka lagi mulut mu Yura –ya. “ kata Min Yoongi setengah memaksa.

__ADS_1


    “Aku makan sendiri saja, biarkan aku makan sendiri. “


    “Tidak usah, biarkan aku yang melakukannya, aaaaak. “ dan hal itu berulang – ulang dilakukan hingga makanan didalam nampan habis  tidak bersisa.


__ADS_2