Special Wife Sang CEO

Special Wife Sang CEO
Bab 17# Tidak Terkontrol


__ADS_3

"Aleta sudah menikah!" Kalimat singkat itu dilontarkan Kelvin ke Abbe dengan sangat dingin tertekan. Seperti suara hantu yang pelan tapi menyeramkan tepat di sisi telinga Abbe. Pemberitahuan itu sekaligus peringatan keras untuk Abbe.


Abbe mengangguk seperti orang gagu. Aura pria di depannya seperti melumpuhkan saraf sarafnya.


"Elvan!" teriakan Aleta di dalam mobil membuat Kelvin menelan tegurannya mengenai kamera Abbe yang ada beberapa video tak senonoh di dalamnya. Pria berperawakan tinggi itu segera berbalik badan ke arah mobil, pergi membiarkan Abbe yang mematung.


Abbe spontan membuang nafas lega melihat kepergian Kelvin.


Naik ke mobil dan langsung tancap gas, Kelvin tidak berniat menoleh ke wajah Aleta yang siap siap mengatakan sesuatu.


"Kamu jangan salah paham!" seperti biasa, suara Aleta meski kesal tapi tersirat kelembutan di telinga Kelvin.


Kelvin sama sekali tidak merespon satu kata pun, namun cara mengemudinya yang ugal ugalan, membuat Aleta paham kalau suasana hati Elvan sangat buruk. Pada akhirnya, Aleta memelih diam sembari mencengkeram erat tali pengaman mobil. Berdoa dalam hati, supaya mobil selamat sampai villa bukan ke alam lain.


Sampai villa, para bodyguard menyambut kedatangan mobil dengan berbaris rapi. Aleta terlebih turun meninggalkan Elvan di belakang sana. Ia bertanya pada salah satu bodyguard, "Apa Tuan kalian sudah pulang?"


"Belum, Nyonya." Semua bodyguard sudah di wanti wanti oleh Deli tentang kebohongan identitas Kelvin berlaku juga buat Aleta.


Mendengar itu, Aleta bergegas masuk melanjutkan langkahnya.


Baru sampai kamar, Aleta mendapat telepon dari Esme. Bibirnya tersenyum misterius sembari mendail ikon hijau.


"Halo __"


"Aleta, sekarang juga kamu harus ke rumah."

__ADS_1


Aleta tahu, pasti mereka akan membahas video yang masih panas diperbincangkan.


"Ini sudah petang. Kelvin tidak akan memberikan izin keluar." Sesekali menolak permintaan keluarganya, biar mereka semua tahu arti dari diabaikan itu seperti apa. Aleta sengaja menyebut nama Kelvin biar penolakannya terlihat alami. Ia ingin bermain dengan keluarga toxic nya secara pelan pelan.


"Tapi __"


"Besok saja ya, Bu."


Tuut...


Panggilan selesai buru buru oleh Aleta yang sengaja mematikannya. Esme sangat kesal di seberang telepon sana. Anak yang dianggapnya bodoh mulai jadi pembangkang rupanya.


Di sisi Kelvin, pria itu pun sedang mendapat telepon dari Rick Jansen - orang tuanya.


"Bagaimana, Kelvin? Apakah Aleta sudah mengandung cucu penerus Jansen?"


"Jangan seperti orang bodoh!"


"Mana sopan santun mu saat berbicara dengan Papa? Seperti musuh saja!"


"Aku memang sudah menjadi musuh Anda di mana saat keluarga San yang bersalah, Anda belain sampai ngotot!"


"Kelvin, cukup! Kecelakaan yang menimpa mu dan Ibumu waktu tiga tahun lalu, real kecelakaan murni. Waktu itu, kamu sedang shock dan terluka parah, dan akibat nya kamu salah mengenali orang!"


Salah mengenali? Kelvin muak. Mematikan telepon lalu melemparnya begitu saja ke lantai. Emosinya tidak bisa terkendali jika terus mengingat masalalu. Di sisa sisa kesadarannya waktu itu, mobilnya yang terbalik habis ditabrak dari belakang oleh truk, ia samar samar melihat wajah Dean di balik kemudi truk melalui kaca bening.

__ADS_1


Bedanya, dulu Dean terlihat seperti gelandangan. Tapi sekarang, terlihat menawan dengan kekayaan keluarga San. Itulah yang membuat Kelvin bingung dan belum menemukan titik keterangan penyelidikannya yang dibantu oleh para bodyguard nya sampai detik ini.


Tiga bulan koma, dirinya tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa sampai kepolisian menyatakan telah diusut tuntas, bahwa kecelakaan yang dialami nya adalah real terkena musibah tanpa campur tangan seseorang. Dan Rick begitu mudah percaya oleh kepolisian membuat nya tidak bisa melakukan apa apa melawan sang papa waktu itu.


Ia membutuhkan proses dua tahun lamanya berobat baru bisa sembuh total dari kaki yang cedera parah. Hari harinya dalam tiga tahun, hanya rencana balas dendam di otaknya. Kebetulan, Rick tiba-tiba memaksanya menikah dengan Olivia waktu itu, ia sempat menolak tapi mengingat rencananya, ia pun berakhir mau yang ternyata malah dinikahkan dengan Aleta, bukan Olivia yang notabenenya adalah anak kesayangan Dean.


Lebih sialnya, perangai Aleta malah mirip dengan ibunya yang penuh kasih sayang dan perhatian, tidak butuh waktu lama ia dibuat terpesona dan jatuh cinta pada wanita itu. Kelvin sangat merutuki hatinya. Seperti seekor hewan yang terperangkap di sebuah labirin. Itulah yang dirasakan Kelvin, antara ingin memulai pembalasan kepada keluarga San dimulai dari Aleta atau tetap menspesialkan istrinya itu.


Dulu, Kelvin sudah berjanji kalau ia akan membalas dendam sampai ke cucu cucu keluarga San, tapi ini... "Aaarggh..."


Pearrr...


Teriakan di kamar utama menggema seiringan dengan suara pecah botol wine yang dibanting oleh Kelvin.


Ia terus meminum alkohol yang memang sudah tersedia di rak khusus kamar nya, lalu ketika botol kosong sasaran nya adalah membiarkan botol beradu dengan lantai.


Iris mata yang kelam tiba tiba memperhatikan pecahan beling yang runcing, tapi tidak menang melawan lantai. Tanpa ada goresan, lantai yang tenang tidak bisa dilukai oleh bar barnya pecahan botol. Kelvin menyeringai seperti mendapat jalan keluar masalahnya. Dalam sisa sisa kesadarannya yang sudah mulai mabuk. Ia beranjak keluar kamar ingin menghampiri kamar Aleta.


"Tuan!" Deli yang kebetulan berpapasan dengan Kelvin, menyadari sang bos dalam fase fase sulit tak terkendali emosinya, layaknya seperti dulu di mana Kelvin tidak menerima awal kabar kematian Ibunya.


Kelvin mengangkat tangannya, kode agar Deli jangan mendekat apalagi berani mencegahnya melangkah.


"Tuan, Anda harus istirahat __"


"KAMU JANGAN GANGGU!"

__ADS_1


Mendapat tatapan tajam diiringi bentakan, Deli tidak lagi berani bergerak dan ikut campur. Ia memberi jalan untuk Kelvin menuju ke kamar Aleta.


"Semoga Nyonya tidak mendapat musibah. Tuan dalam keadaan tidak terkontrol..."


__ADS_2