Special Wife Sang CEO

Special Wife Sang CEO
Bab 28# Tahu Segalanya


__ADS_3

"Di keluarga mu apakah ada nama yang sama ... 'Elvan Jansen' seperti namamu ini? Atau kamu hanya berpura-pura mengaku dari keluarga Jansen?!" Aleta mulai bertanya tanya sembari mengumpulkan sampah berserakan ulah pria remaja ini.


"Ck, Kakak Cantik meragukanku?" Elvan mengeluarkan identitas pelajarnya ke Aleta untuk mengecek sendiri nama berikut marganya.


"Nama Elvan Jansen cuma ada satu yaitu aku. Tapiiii... Kakak ku yang raja kejam itu sering membuat ulah." Elvan mengecilkan suaranya seakan akan orang yang ia ghibai ada di sekitar.


"Raja kejam?" Julukan tersebut tidak asing bagi Aleta. Itu adalah cibiran Elvan dewasa ke Kelvin Jansen.


"Eum, raja kejam itu adalah kakak ku yang bernama Kelvin Jansen."


Aleta menggaruk rambutnya yang terlihat bingung.


"Selain raja kejam, dia juga penipu."


"Penipu? Uang kamu di tipu?"


Elvan tidak kuat menahan tawanya. Si kakak cantik ternyata lucu.


"Apa yang lucu. Ishh...!" Aleta berdecak. Jujur, ia sangat penasaran segala kalimat yang belum terlontar seluruhnya dari Elvan kecil.


"Bukan uang. Dia mah uda kaya raya. Ngapain juga nipu aku yang kere."


Benar juga.


"Justru sebaliknya, aku yang menghabiskan uang kirimannya setiap bulan. Dia itu nipunya soal identitas!"


"Identitas? Maksudnya?"

__ADS_1


"Maksudnya, namaku sering dipakainya tanpa izin. Dan juga memviralkan romur bahwasanya dia adalah sosok pria cacat tak berguna. Asal Kakak cantik tau, dia mengirimku ke sekolah asrama luar negeri yang tidak aku sukai demi bisa memakai bebas identitas ku sebagai kembarannya."


Cukup! Sampai di sini, Aleta sudah paham semua penjelasan Elvan remaja ini. Demi meyakinkan prediksinya seratus persen, Aleta mengeluarkan handphone nya, memamerkan foto Elvan Jansen dewasa ke Elvan di depannya. "Elvan atau Kelvin Jansen?" tanyanya.


"Kak Kelvin lah__" Jawaban spontan Elvan terjeda. Sebagai gantinya, ia menatap curiga penuh kewaspadaan pada Aleta. "Apakah Kakak cantik adalah salah satu musuhnya? Kenapa Kakak bisa memiliki foto Kak Kelvin?" Elvan berpikir demikian, karena kakaknya itu tidak mudah difoto. Sangat sangat privasi. "Kakak cantik, Please... Jangan bunuh aku. Di asrama aku sudah dikejar kejar pembunuh bayaran, makanya aku kabur karena tidak aman lagi tinggal di sana." Elvan mengambil ancang ancang ingin kabur. Tapi Aleta menjelaskan cepat bahwa dirinya adalah orang baik.


"Yakin? Tidak berbohong?"


"Eum, buktinya aku punya foto bersama Kakakmu. Spesialnya, vibes foto ini di meja makan dan itu buktinya aku dan dia mempunyai hubungan dekat. Bagaimana, apakah kamu percaya?" Sebenarnya, waktu ia mengambil foto random itu saat Kelvin memberinya hape baru. Aleta sekadar mencoba fitur kamera jernihnya kala itu.


"Syukurlah, aku kira penjahat..."


Aleta yang mendengar kata penjahat lagi, seketika mengingat luka tembak yang pernah di dapatkan oleh Kelvin. Mungkin yang memburu Elvan remaja ini adalah musuh Kelvin?


"Aku dengar, kak Kelvin uda menikah ya? Kasihan sekali yang jadi istri nya itu."


"Kakak cantik kalau boleh tau, nama mu siapa. Terus, hubungan mu dengan Kak Kelvin, apa?"


"Aku, Aleta. Senang bertemu dengan mu." Jelas, kedatangan Elvan asli membuat Aleta tahu kalau yang menodainya dan mempermainkannya adalah pria yang menikahinya. Awas saja pria itu, Aleta akan mengerjainya balik.


"Kak Aleta, aku lapar. Boleh traktir?" Elvan meminta manja.


"Bagaimana kalau aku membawa mu ke rumah Kakakmu?"


"Jangan!" tolak Elvan cepat.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kakak cantik tidak tau saja, sifatnya itu buruk dan aneh, susah ditebak. Pokoknya jangan ya, Kak."


Kruyyuk...


Mendengar bunyi keroncong perut Elvan, Aleta pun memutuskan makan bersama adik ipar yang asli ini makan diluar. Tidak jauh dari gang rumah kontrakannya. Kedai kecil adalah pilihan Aleta.


"Malam, Bibi. Aku datang lagi bersama pacarku. Dia yang akan membayar hutang beberapa hari ini."


Apa apaan Elvan mengakuinya sebagai pacar. Dan apa katanya, ia yang harus membayar hutang? Adik kakak memang merepotkan dan aneh.


"Hehehe.... Jangan marah, Kak Aleta. Aku terpaksa berbohong pada penjual di sini demi bisa makan. Uang ku sungguh habis."


Kasihan juga sih. Sudahlah, Aleta maafkan. "Tapi, soal pacar ... Jangan ngaku ngaku lagi. Tidak baik berbohong demikian."


"Hehehe, siapa yang berbohong. Kan niatnya nanti kalau aku sudah cukup umur, akan datang melamar kakak baik."


"Adik dan Kakak memang aneh," gumam Aleta dalam hati.


Makanan yang sebelumnya di pesan pun akhirnya datang memotong pembicaraan mereka. Elvan yang benar-benar lapar, tidak butuh waktu lama sudah menghabiskan makannya.


"Bibi, tambah dua porsi mie nya ya."


"Kamu lapar apa doyan? Tekor tau uang aku."


"Hehehe, nanti kalau kita resmi jadi pacar, biar aku yang bekerja dan menafkahi kakak cantik."


Aleta tersenyum lucu menanggapi kalimat manis Elvan yang hanya ia tanggap sebagai candaan. Lama lama, anak remaja ini ternyata lucu juga, tidak seperti Kelvin yang tidak ada humornya sama sekali. Ah, tidak sabar Aleta bertemu dengan Elvan KW untuk ia kerjain balik.

__ADS_1


__ADS_2