Special Wife Sang CEO

Special Wife Sang CEO
Bab 31# Mencari Aleta


__ADS_3

"Uuuhh..."


Mendengar sanderanya melenguh nan bergerak di kabin yang kini masih berada di dalam mobil, penjahat bayaran yang menculik Aleta, kembali membius sehingga Aleta yang belum sadar seutuhnya, berujung terpulas dengan sangat memprihatinkan.


"Cepatlah mengemudinya. Sudah tiga jam kita di jalan tapi tak kunjung sampai!" tutur pria sangar yang tak lain adalah si pembius Aleta.


"Sabar! Dua jam lagi baru sampai," balas temannya ketus yang mengendalikan kemudi itu.


Mereka membawa Aleta ke luar kota, sesuai perintah Dean.


***


Di kantor, Kelvin yang belum melihat keberadaan Aleta di ruangannya, segera menekan satu tombol telepon kantor yang terhubung langsung ke Candra.


"Apa hari ini Aleta bolos atau memang jam kerja sudah usai karena kita yang pulangnya terlalu telat dari meeting?" tanya Kelvin tak sabaran.


"Coba aku tanyakan ke pihak supervisor."


Mendengar jawaban ketidaktahuan Candra , lantas Kelvin segera mematikan sambungan itu.


Tidak sampai lima menit, telepon kantor tersebut berbunyi kembali. Kelvin mengangkatnya tanpa bersuara terlebih dahulu.


"Absensi sistem Aleta di pos utama terdeteksi bolos," lapor Candra secepatnya.


Lagi, Kelvin mengakhiri telepon tanpa satu kata pun. Membuat Candra berdecak sebal di ujung telepon sana.

__ADS_1


"Apa Nyonya sudah pulang ke rumah?" Kali ini, Kelvin menelepon penjaga gerbang villanya. Namun jawaban sang pekerja lagi lagi tidak memuaskannya. Entah kenapa, perasaannya itu tidak enak.


"Kemana wanita itu? Di telepon pun tidak direspon. Dari semalam, Aleta bertingkah aneh. Atau jangan jangan, Aleta pergi bersama pria yang mengaku ngaku sebagai Kelvin asli?" monolog Kelvin bertanya tanya sendiri. Tanpa sadar, ia menggeprak meja kesal, manakala membayangkan Aleta menikmati hari dengan pria lain. Damn it!


"Tuan muda __" Deli yang sibuk menyiapkan pemberkasan di ujung sofa sana, terkejut hebat pada geprakan Kelvin. Ia ingin menawarkan diri untuk mencari Aleta, tapi Kelvin mengangkat telapaknya.


"Apa benar cctv di segala penjuru villa tidak ada tanda tanda orang mencurigakan masuk ke kamar Aleta?" Kelvin meragukan pekerjaan Deli yang mungkin saja kurang jeli seratus persen.


"Benar, Tuan. Saya sudah mengamatinya secara amat detail. Tidak ada yang mencurigakan. Dan untuk Nyonya, apakah saya boleh membantu mencarinya," tawar Deli karena memang itu adalah tugasnya.


Kelvin mengangguk sembari menjawab datar, "Pergilah!"


Satu jam kepergian Deli, Kelvin mencoba mengecek E-mail pribadinya yang kebetulan satu pekan ini ia mengabaikannya.


Saat alamat e-mail dan paspor sudah berhasil dimasukkan, beberapa notifikasi langsung di periksa Kelvin. Kelvin memijat pelipisnya, prustasi menemukan laporan dari asrama tentang kebadungan Elvan yang bolos sekolah dan bahkan dinyatakan kabur.


Moodnya untuk melanjutkan pekerjaan kini sudah hancur, Kelvin berdiri dari kursi kebesarannya, memutuskan untuk meninggalkan kantor. Akan tetapi, dering ponselnya yang berbunyi, membuat langkah Kelvin terhenti.


"Tuan muda, dari cctv jalanan dekat halte kampus, saya menemukan kabar buruk. Potongan rekaman telah saya kirimkan ke Anda."


Tutt..


Tidak merespon Deli, Kelvin buru buru mematikan telepon demi bisa melihat rekaman cctv yang dimaksud oleh Deli.


Wajah putih Kelvin memerah marah seketika, manakala melihat seorang wanita di bekap mulutnya dan berujung di masukkan paksa ke dalam mobil. Meski hanya terlihat tubuh bagian belakangnya saja, Kelvin yakin kalau wanita itu adalah Aleta.

__ADS_1


"Halo, Deli. Kerahkan semua anak buah kita untuk berpencar ke seluruh kota sampai ke tempat terpencil sekalipun untuk mencari Nyonya. Jangan beri ampun sedikit pun bagi si pelaku."


Buru buru Kelvin meninggalkan kantor dengan berlari kecil ke arah pintu lift khusus CEO. Kali ini, ia memutuskan untuk turun tangan langsung mencari Aleta.


***


"Tuan, Tuan... Orang rumah tidak ada semua. Tolong jangan bertamu tidak sopan seperti ini."


Sampai di rumah kediaman San. Kelvin yang curiga pada Olivia, main menerobos pintu yang tadinya dihadang oleh kepala ART Dean.


"Kemana mereka pergi?" tanya Kelvin dingin. Tatapan mata tajam itu, membuat sang pelayan tertunduk merinding.


"Sa-saya tidak tau, Tuan."


Kelvin menyeringai. Ia tidak jadi membuat keributan di rumah Dean karena percuma saja, Sang pemilik rumah tidak ada bukan. Ia malah menemukan cara cepat mendeteksi keberadaan Aleta jika memang Olivia ada dibalik penculikan istrinya.


"Halo Deli, segera lacak keberadaan signal telepon Olivia."


Setelah memberi titah, Kelvin yang saat ini berada di balik kemudi. Secepatnya menelepon Olivia, guna memudahkan Deli mendeteksi titik signal keberadaan wanita itu.


"Ini siapa?" Suara Olivia terdengar ketus di ujung telepon sana.


"Elvan Jansen!" Kelvin berharap, Olivia tidak mematikan sambungan tersebut, sampai Dean berhasil meretasnya. "Saya __"


Tutt...

__ADS_1


Akan tetapi, harapannya itu sirna. Olivia main menutupnya buru buru.


"Brengsek...!" maki Kelvin murka. Siapapun di balik penculikan ini, kalian akan menemukan neraka." Seringai kejam Kelvin sangat menakutkan daripada delmon sekalipun.


__ADS_2