Special Wife Sang CEO

Special Wife Sang CEO
Bab 18# Direnggut Paksa


__ADS_3

Praang...


Aleta yang baru keluar dari kamar mandi dengan penampilan sekadar menggunakan handuk melilit di tubuh indahnya. Plus, tidak ada penyamaran culun serta bedak dekil di wajahnya yang memperlihatkan kecantikan sebenarnya, terkesiap hebat akan kedatangan 'Elvan' yang main membuka pintu. Padahal sebelumnya, ia sudah mengunci kamar rapat rapat, tapi kenapa adik ipar kurang ajar ini bisa masuk?


"Ke-keluar!" Aleta mengusir sembari berbalik memberi punggung putihnya untuk Kelvin. Ia tidak mau pria itu melihat wajah aslinya meski pun yakin, kalau penyamaran sudah terbongkar barusan.


Bukannya pergi, Kelvin malah mengunci pintu. Pria ini mempunyai duplikat kamarnya.


Insting bahaya Aleta yang memperingatkan bahwa 'Elvan' tidak terkontrol, ingin berlari masuk ke kamar mandi, kabur.


Namun disayangkan, langkah langkah panjang Kelvin berhasil memblokirnya dengan cara menarik lengannya keras, berujung berbalik dan terpental ke dada bidang Kelvin.


Belum sempat mengelak, Kelvin sudah menahan bagian pinggangnya. Meski satu tangan, tenaga Kelvin begitu kuat.


"Lepaskan!" Aleta memberontak. Tapi sia sia saja. Dengan tenang seperti harimau yang memperhatikan mangsanya, adik ipar kurang ajarnya ini malah mengangkat dagunya secara paksa.


Empat bola mata saling beradu dalam, dengan jarak tinggal satu jengkal. Nafas keduanya pun saling menerpa wajah masing-masing.

__ADS_1


Lagi lagi, Kelvin terpesona akan kejernihan netra Aleta. Ia juga terhipnotis kecantikan alami gadis ini


"To-tolong, maafkan aku jika sudah membuat kesalahan tanpa kusadari." Dari intonasi suara yang bergetar, Kelvin sudah tahu kalau Aleta ketakutan luar biasa. Tapi apa boleh buat, ia punya rencana sendiri untuk melawan kekejaman hatinya yaitu menghamili Aleta. Bukan karena menuruti keinginan Rick yang terkesan buru buru memaksanya punya anak sesegera mungkin, melainkan menspesialkan Aleta dari pembalasan dendamnya ke keluarga San. Seandainya, Aleta mengandung anaknya, apakah masih sanggup membalas dendam ke Aleta pun? Itulah yang menurut Kelvin jalan satu satunya, agar Aleta tidak ia sakiti dengan keji seperti rencananya dari awal ke keluarga istrinya ini.


"Layani aku!" Sejurus, Kelvin membungkam mulut Aleta dengan bibirnya sebelum wanita ini memaki.


Aroma alkohol menyengat di mulut Kelvin, berbaur ke rongga Aleta. Gadis itu menggigit bibir 'Elvan', sebagai pemberontakannya sembari tangan yang tak seberapa bertenaga, mendorong dorong sekuatnya dada pria ini agar terlepas.


Bukannya terbebas, Kelvin semakin memperdalam ciumannya. Gigitan Aleta di bibirnya malah membuat Kelvin on tak terkendali. Aroma tubuh wangi Aleta yang baru selesai mandi pun semakin membuat Kelvin melayang menggila.


Satu kali hentakan, handuk itu sudah terlepas. Kulit Aleta terpangpang nyata di mata lelaki Kelvin.


"To-tolong, jangan lakukan. Aku adalah kakak ipar mu..." Aleta mengiba, berharap Elvan masih mempunyai hati nurani dan mengingat statusnya. Tubuhnya sudah dilempar ke atas kasur. Asal asalan, ia membungkus kulitnya dengan selimut. 'Elvan' sangat membuatnya ketakutan. Pria bajingan ini bukannya kasihan, malah berangsur melucuti pakaian sendiri. Membuat mata jernih Aleta menitihkan butiran butiran bening.


Ia tahu, riwayatnya sebagai wanita suci sebentar lagi akan ternodai.


"Mau kemana?!"

__ADS_1


Elvan menarik kakinya yang hendak melarikan diri dari ranjang. Kedua nya sudah polos seperti bayi.


Ruang gerak Aleta sangat sempit karena sudah ditindihi oleh tubuh kekar Kelvin.


Kelvin sebenarnya tidak tega hati melakukan hal tersebut, tapi tidak ada pilihan lain bagi nya. Aleta harus segera hamil anaknya, titik!


"Hiks hiks..."


"Aku adalah suami mu!" Kelvin berbisik mengakui jati dirinya tepat di sisi telinga Aleta yang menangis pilu minta dikasihani. Ia berharap, Aleta akan tenang jika mengetahui kebenaran.


Aleta yang mengira Kelvin mabuk berat sampai berbuat gila melecehkan kakak iparnya sendiri, tidak percaya omong kosong pria itu.


Pemberontakan Aleta berujung ketidakberdayan. Kelvin membelah inti tubuhnya secara paksa tapi terkesan pelan pelan mencumbuinya. Entah sampai berapa kali dan berapa lama tubuhnya dijamah oleh Kelvin semalam, Aleta hanya tahu kalau bangun bangun di siang hari, tulang tulangnya terasa remuk tak bertenaga.


Setengah mengumpulkan kesadarannya, Aleta menyibak selimut. Baju tidur sutera sudah membalut tubuhnya. "Apakah semalam hanya mimpi buruk?" Aleta bergumam lirih dengan suara yang sangat parau. Ia melirik ke sebelah, tidak ada Elvan. Tapi, saat melihat ke lantai ada sehelai handuk yang teronggok, membuat Aleta seketika menjerit frustasi, "Aaarggh..."


"Semalam bukan mimpi! Aku kotor! Hina! Aku benci pada semuanya!" Aleta histeris merutuki diri karena tidak bisa menjaga kesucian nya sebagai seorang istri. Ia bangkit dengan susah payah mengabaikan bagian intinya yang perih terasa menuju kamar mandi.

__ADS_1


Di bawah shower, Aleta mengguyur tubuhnya dengan air dingin, tanpa melepas kain yang mungkin pria bajingan itu yang memasangnya. Air matanya menyatu dengan guyuran dari atas, bibirnya yang tipis terus bersuara, "Aku membenci semuanya!"


__ADS_2