
Saat sampai di sebuah gedung tempat Acara. Naira turun dari mobil dan berjalan bersama Bagas menyusuri jalan.
Namun tiba-tiba Bagas melihat sebuah kayu dengan paku yang menancap akan di langkahi Naira.
Bagas pun lekas menahan tubuh istri nya dan berhenti melangkah.
"Ada apa?."
"Ken, bagaimana ada barang seperti ini disini."Ucap Bagas agak marah. Tanpa sadar Bagas telah mengungkap kan semua di depan Naira.
Saat Ken menyingkirkan kayu itu dan Bagas akan melanjutkan langkah nya, Naira menahan kaki nya membatu, Bagas menatap Naira yang tampak begitu syok.
"Kau bisa melihat?." Tanya Naira. Bagas terkejut. ia pun menyadari telah terbongkar. Bagas menatap Naira, mulut nya seolah berat seketika untuk menjawab.
"Sejak kapan?." Tanya Naira datar, namun kedua nya menatap tajam Bagas.
"Aku.."
"Sejak kapan?." Tanya Naira lagi penuh penekanan.
__ADS_1
"Kau membohongi ku selama ini?." tanya Naira.
"Kau tidak buta?."
"Nona, Bos Bagas bisa menjelaskan nya."
"Diam!, Aku tidak bertanya pada mu, Aku tanya pada dia."Ucap Naira.
Beberapa orang seperti menyadari kalau Naira sedang marah, Naira melihat pun mencoba menyembunyikan wajah kecewa nya, meski ia marah, ia masih menjaga wajah dia dan Bagas di depan umum.
Belum sempat Bagas menjelaskan, atau pun Naira yang kembali menanyakan penjelasan tentang ini. Bu Citra keluar dari gedung dan melihat mereka bertiga berdiri berbicara.
"Bagas, Naira." Panggil Bu Citra.
"Aku masih menunggu penjelasan mu untuk ini." Ucap Naira dengan suara pelan sebelum Bu Citra Sampai di depan nya.
"Kenapa berdiri disini, ayo masuk ke dalam, Acara akan dimulai, ini sudah pukul 7 loh." ucap Bu Citra.
"Iya Ma." Jawab Naira. Bagas melihat Naira marah dan menyembunyikan dengan senyuman nya.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali sayang, ayo kita masuk!." Naira pun di gandeng masuk oleh Bu Citra. Bagas menatap punggung wanita itu berlalu pergi.
Bagas lalu berjalan masuk menyusul dengan Ken. dari arah lain, Vika melihat dan mendengar semua nya, tak menyangka ternyata Bagas sudah bisa melihat. Vika tersenyum melihat kesalah pahaman yang terjadi antara Bagas dan Naira.
"Meski tidak mengenai kaki mu, Tapi mengenai hati mu lansung." Batin Vika. ia tertawa jahat.
Kayu paku yang tadi terletak di halaman gedung sudah di rencana kan oleh Vika, ia sudah tahu letak parkiran mobil Bagas dan akan di lalui Naira saat itu.
•••
Pembawa acara tampak sedang membawakan acara, Naira yang berdiri di samping Ibu mertua nya, ayah dan ibu tiri nya yang juga hadir, Tak Lupa Elang juga hadir menemani Vika yang mengajak nya, Naira tampak menatap Bagas yang berdiri di samping Panggung karena akan menyampaikan ucapan sambutan untuk kolega dan keluarga yang hadir.
Bagas pun juga menatap Naira yang marah pada nya, ia sudah tahu ini akan terjadi, bagaimana pun sulit bagi Naira menerima kebohongan nya.
Bagas lalu naik ke panggung saat nama nya di panggil.
"Sebelum nya, saya mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah hadir di pembukaan cabang baru perusahaan yang saya pimpin, terima kasih juga untuk orang tua dan Istri saya yang juga hadir malam ini." Saat kata Istri terucap dari mulut bagas.
seketika suasana yang sunyi pun lansung samar-samar terdengar kata-kata penuh tanya dari Klain dan tamu undangan yang belum tahu kalau Bagas telah menikah.
__ADS_1
Pak Anwar dan Pak Cipto tersenyum mendengar Bagas mengakui Naira sebagai istri nya.
Begitu pun Naira yang mendengarkan apa yang di katakan Bagas.