
"Bos, apa jangan-jangan itu bukan anak nya?." Tanya Ken.
"Entah lah, mungkin saja."
Naira menatap Cleo, Anak itu kembali memeluk Naira.
"Cleo, kau baik-baik saja?, Apa tadi benar-benar ibu mu?." Tanya Naira. Cleo menganggukan kepala mengiyakan.
"Dimana rumah mu?, Kenapa kamu bisa bersama dia?." Tanya Naira. Cleo terdiam menatap Naira dengan sedih.
Naira lalu menatap Bagas. "Apa kita boleh membawanya?." Tanya Naira.
"Iya, Tentu saja." Balas Bagas.
Mendengar Ia diizinkan Bagas membawanya, Naira pun sangat senang, dan membawa Cleo untuk masuk ke dalam mobil.
"Dia sangat kotor, apa kita harus kembali dulu bos?." Tanya Ken.
"Iya, kembali saja dulu."Balas Bagas. Ken pun mengangguk dan kembali pulang.
Bagas melihat Naira yang memeluk Cleo tanpa memikirkan Tubuh gadis kecil itu yang sangat kotor. Naira begitu khawatir dengan gadis kecil itu.
__ADS_1
Saat sampai di rumah, Naira membawa Cleo masuk ke dalam rumah.
"Nona, siapa ini Nona?." Tanya asisten rumah tangga. tapi Naira tak sempat menjelaskan nya dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dengan hati-hati, Naira membuka pakaian Cleo, menemukan banyak luka pukulan di tubuh gadis kecil itu. Hati Naira melihat terasa sangat teriris, Bagaimana gadis sekecil yang usia baru 5 atau 6 tahunan ini bisa mendapatkan perlakukan seperti ini.
"Apa sakit?." Tanya Naira, kedua mata nya berkaca kaca, siap untuk menangis melihat kepiluan di hadapan nya ini.
Cleo menganggukan kepala nya. Naira pun dengan hati-hati membersihkan Cleo, dan setelah nya membawanya keluar dari kamar setelah selesai mandi untuk berbicara dengan Bagas.
Cleo mengunakan Kaos milik Naira karena tidak memiliki pakaian anak-anak, berjalan keluar menghampiri Bagas yang duduk bersama Ken menunggu.
"Mas." Naira menatap Bagas datar.
Bagas lekas berdiri melihat Naira tampak murung. Naira lalu berjalan di hadapan Bagas lalu memeluk nya sembari menangis.
Bagas bingung , apa yang membuat Istri sedih.
"Ada apa?." Tanya Bagas.
"Aku tidak sanggup membayangkan gadis sekecil ini, melewati hari nya yang penuh luka seperti ini."Ucap Naira.
__ADS_1
Ken menghampiri Cleo yang tampak menatap semua nya dengan wajah polos nya. begitu polos hingga tak ada yang mengira kalau ia memiliki banyak luka pukulan di tubuh nya.
"Luka apa?." Tanya Bagas.
Naira melepaskan pelukan nya, lalu membuka pakaian Cleo dan memperlihatkan nya. Bagas dan Ken mengelengkan kepala melihat nya.
"Kita bawa ke dokter dulu." Ucap Bagas.
"Baik Bos." Balas Ken.
"Ayo Naira, kita periksakan dia kerumah sakit, setelah ini, baru kita cari solusi nya."Ucap Bagas. Naira menyekat air mata nya, Bagas mengendong Cleo dan kembali keluar menuju ke rumah sakit.
Bagas dan Naira melihat dokter memeriksa keadaan nya Cleo yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Mata Cleo terus menatap Naira meski pun dokter di hadapan nya memeriksa dan mengajak nya bicara. pandangan gadis kecil itu tampak kosong dan terus menatap Naira.
"Cleo, Kenapa kamu menatap Aku terus?." Tanya Naira dengan lembut. "Dokter sedang mengajak mu bicara sayang." ucap Naira lagi.
"Tante, jangan tinggalkan aku ya." ucap Cleo dengan suara yang kecil dan lembut.
Naira menatap Bagas, lagi-lagi ia tidak berhasil menahan air mata nya yang seketika itu juga jatuh.
"Kami akan disini Sayang." Balas Naira. Cleo tersenyum dengan manis nya. begitu polos, seolah tak menyadari diri nya sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1